Mengenal OpenSUSE: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Technology / 0 | | 0

Jika Anda sedang mencari distro Linux untuk Anda gunakan, mungkin Anda akan menemukan openSUSE sebagai salah satu rekomendasi. Distro Linux yang satu ini memang tidak sepopuler distro lainnya seperti Ubuntu atau Debian. Padahal, open SUSE memiliki serangkaian fitur aneh yang dapat Anda manfaatkan. 

Sebenarnya, openSUSE lebih populer di dunia enterprise. Distro Linux ini sudah ada sejak tahun 1990-an dan masih terus berkembang hingga sekarang. Apa sebenarnya openSUSE dan mengapa Anda harus menggunakannya? Simak penjelasannya berikut ini. 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Distro Linux untuk Pemula Terbaik 2022

Apa Itu OpenSuse?

openSUSE adalah proyek komunitas open-source dengan distribusi berbasis Linux yang disponsori oleh SUSE Software Solutions Germany GmbH dan perusahaan-perusahaan lainnya. Proyek openSUSE memiliki komunitas global besar yang turut mengembangkan openSUSE, terkadang dengan sponsor perusahaan. Distribusi proyek ini bebas diunduh kapan saja tanpa biaya.

Distribusi openSUSE menampilkan banyak desktop environment untuk pengguna dengan berbagai kebutuhan. Desktop environment tersebut termasuk KDE, GNOME, Xfce, dan lainnya. Di dalamnya terdapat sistem manajemen paket seperti YaST, zypper, DNF, dan lainnya mendukung ribuan paket software open-source yang dapat Anda instal. 

Walau sudah ada sejak 1996, openSUSE masih rutin dikembangkan hingga saat ini dan menjadi salah satu distro Linux terbaik. Dalam pengembangannya juga ada banyak sub-project yang mendukung sistem operasi satu ini. Pada tahun 2015, openSUSE mengeluarkan dua versi yakni Leap dan Tumbleweed. 

Jenis OpenSuse

Setelah memahami pengertiannya, Anda mungkin penasaran dengan dua versi yang sudah disebutkan sebelumnya. Apa itu Leap dan Tumbleweed? Berikut penjelasannya. 

  1. Leap

openSUSE Leap kompatibel dengan SUSE Linux Enterprise; hal ini memberikan Leap tingkat stabilitas yang tidak tertandingi oleh distribusi Linux lainnya dan memberikan kemampuan kepada pengguna untuk bermigrasi ke penawaran perusahaan. 

Berbeda dengan Tumbleweed, Leap tidak menggunakan sistem rolling release, sehingga Anda harus mengupdate semuanya secara manual. Namun, hal ini jugalah yang membuat sistem operasi ini lebih stabil dibandingkan Tumbleweed. 

Tingkat stabilitas ini memberikan membuatnya cocok digunakan untuk kebutuhan bisnis, bahkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Kernel Linux yang digunakan di Leap terus diperbarui dengan patch dan backport untuk mendukung perangkat keras baru sesuai kebutuhan.

Baca Juga: 5+ Distro Linux Ringan Untuk PC Berspesifikasi Minim

  1. Tumbleweed

openSUSE Tumbleweed ada versi openSUSE yang menerapkan rolling release. Rolling release ini membuat Anda tak perlu memperbarui sistem operasi dan aplikasi Anda secara manual. OS dan aplikasi terbaru dari versi yang stabil akan langsung diperbarui secara otomatis. Karena itulah, Tumbleweed memiliki aplikasi-aplikasi terbaru dan tercanggih.

Distro ini cocok untuk Anda yang memiliki kemampuan teknis mumpuni atau sudah berpengalaman menggunakan Linux sebelumnya. Rolling release ini terkadang membuat versi sistem operasi yang Anda gunakan jadi kurang stabil, sehingga kurang cocok digunakan oleh pemula yang belum paham bagaimana menanganinya. 

Pengguna Tumbleweed sebaiknya memiliki kemampuan advance terutama dalam mengkompilasi modul kernel. Kelebihan Tumbleweed selain paket software yang selalu up-to-date dan lengkap adalah performanya yang sangat cepat dan ringan. 

OS ini menggunakan Open Build Service (OBS) untuk mempercepat proses build dan menggunakan openQA untuk mengotomatisasi pengujian, menggunakan skenario real-life yang menguji instalasi, upgrade, dual booting, live CD, instalasi jaringan, dan banyak lagi.  Ribuan proses dapat dijalankan dengan sangat cepat menggunakan Tumbleweed. 

Siapa yang Cocok Menggunakan openSUSE? 

OpenSUSE adalah distro Linux yang kaya fitur dan cukup rumit. Karena itu, distro Linux yang satu ini kurang cocok bagi Anda yang baru tama kali mengenal Linux. Namun, jika Anda sudah pernah menggunakan Linux selama beberapa waktu dan tertarik untuk mencoba distro Linux lain, maka Anda bisa mencobanya. 

OpenSUSE cocok untuk Anda yang menginginkan kontrol yang lebih leluasa atas sistem operasi tersebut. openSUSE dapat digunakan sebagai lingkungan desktop sehari-hari, tetapi karena menawarkan begitu banyak konfigurasi dan manajemen, ini bukan salah satu distribusi yang harus dipertimbangkan bagi mereka yang baru saja masuk ke Linux. 

Jika Anda memutuskan ingin mencoba openSUSE, kami merekomendasikan Anda untuk memulai dengan Leap, karena akan jauh lebih stabil daripada Tumbleweed. Namun, jika Anda adalah seorang developer atau Anda menginginkan distribusi Linux dengan software terbaru dan terlengkap, maka Tumbleweed akan cocok untuk Anda.

Kelebihan OpenSuse

Setelah mengetahui pengertian dan jenis-jenisnya, Anda pasti ingin mengetahui apa saja yag menjadi keunggulan dari sistem operasi yang satu ini. Simak informasi lengkapnya berikut ini. 

  1. Kontrol Penuh

openSUSE memiliki banyak sub-project untuk mendukung sistem operasi yang satu ini. Selain itu, openSUSE juga memiliki YaST yang merupakan pusat kontrol dari keseluruhan OS. 

Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan banyak modifikasi terhadap sistem operasi tersebut sesuai kebutuhan. Keleluasaan ini membuat openSUSE cocok untuk Anda yang menginginkan sistem operasi handal untuk menjalankan proses-proses kompleks. 

  1. Desktop Environment Beragam

openSUSE mendukung banyak desktop manager seperti KDE dan GNOME. Hal ini membuat Anda dapat menyesuaikannya dengan keinginan dan kebutuhan. Karena itulah openSUSE cocok untuk Anda yang sudah terbiasa menggunakan komputer dengan sistem operasi Linux.  

  1. Komunitas Pengguna yang Besar

openSUSE adalah salah satu distro Linux terbaik yang sudah ada lebih dari 25 tahun yang lalu. Dengan berbagai fungsi dan fiturnya, sistem operasi yang satu ini mampu menjadi salah satu yang terbaik dan memiliki banyak pengguna, terutama dari orang-orang yang bergelut di bidang IT. 

Hal ini membuat openSUSE punya komunitas pengguna yang besar. Tak hanya itu, komunitas developer yang turut mengembangkan sistem operasi ini juga semakin luas. Ini akan memudahkan Anda untuk berbagi dengan sesama pengguna atau menemukan solusi jika mengalami kendala saat menggunakan OS ini. 

Baca Juga: Mengenal Terminal Linux: Pengertian dan Komponen Dasarnya

  1. Update Rutin

Pertama kali rilis pada 1996, openSUSE sudah digunakan selama lebih dari 25 tahun. Namun, hingga sekarang OS yang satu ini masih terus berkembang pesat mengikuti zaman dan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks. Apalagi, karena OS ini dikembangkan secara open-source maka banyak orang yang dapat berkontribusi untuk membuat perkembangannya menjadi lebih cepat dan lebih bagus. 

  1. Performa Handal

OpenSUSE adalah OS yang memiliki banyak fitur dan memberikan keleluasaan bagi Anda untuk mengatur keseluruhan sistem operasi. OS ini juga mampu menangani banyak proses dan pengelolaan data yang rumit sekaligus. Tidak hanya itu, openSUSE juga ringan, aman, dan cepat. 

Kekurangan OpenSuse

Semua hal memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk openSUSE. Berikut adalah kekurangan sistem operasi yang satu ini sebagai bahan pertimbangan Anda sebelum menggunakan. 

  1. Instalasi Rumit

File paket instalasi, terutama untuk driver, menggunakan sistem dependency. Dalam hal ini, openSUSE menggunakan YaST yang berfungsi sebagai pusat kontrol untuk keseluruhan sistem operasi. Jika Anda familiar dengan Windows, fungsinya mirip seperti control panel. YaST memang memberikan keleluasaan bagi pengguna, tapi juga rumit. Karena itu, Anda harus memahami bagaimana cara menginstal paket-paket tersebut secara manual. 

  1. Tidak ada Codec Default Multimedia

openSUSE tidak memiliki codec default untuk audio dan video. Saat Anda menginstal sistem operasi ini, codec multimedia tersebut tidak termasuk di dalamnya. Sehingga, Anda tidak bisa memutar audio atau video di komputer Anda sebelum mendownload codec tersebut secara manual. 

  1. Kurang Cocok Untuk Pemula

openSUSE memiliki banyak fitur yang menarik dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Tidak hanya untuk PC, tapi juga untuk kebutuhan sistem dan jaringan di perusahaan besar. 

Hal ini membuat openSUSE menjadi sistem operasi yang cukup kompleks. Sehingga, Anda butuh kemampuan yang lebih advance untuk dapat mengoperasikannya dengan optimal. Jika Anda adalah pemula yang baru pertama kali menggunakan Linux, sebaiknya memilih sistem operasi yang lebih simpel.

Baca Juga: Cara Melakukan Backup pada Layanan Object Storage di Linux

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang openSUSE mulai dari pengertian, jenis, hingga kelebihan dan kekurangannya. Apakah Anda tertarik menggunakan OS yang satu ini? Jika Anda adalah pengguna IDCloudHost, Anda dapat menginstal openSUSE dengan mudah melalui virtul machine di Cloud VPS IDCloudHost. Yuk, coba sekarang dan dapatkan layanan cloud berkualitas dengan sistem pembayaran pay-as-you-go yang fleksibel!

Related Post :