Breaking News : Ditangan Nadiem, Ujian Nasional Dihapuskan Apa Penggantinya ?

News & Release, Serba Serbi / 2 | | 0

Setelah diumumkannya Nadiem Nakarim yang merupakan Pendiri  dari GOJEK, kini menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju yang dibentuk Presiden Jokowi dan Maruf Amin sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Banyak dari rakyat Indonesia menunggu gebrakan apa yang menjadi sorotan setelah pengangkatannya 23 Oktober lalu.

Baru saja, Nadiem mengeluarkan pernyataan cukup kontroversial dengan berbagai langkah – langkah strategisnya yaitu  menghapus Ujian Nasional yang menjadi momok banyak pelajar Indonesia sejak dulu. Apa saja gebrakannya ?

Ujian Nasional (UN) nanti akan dihapus akan diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai 2021. Bukan hanya itu saja, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) juga akan diganti.

 

 

Hal ini telah disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim ketika rapat koordinasi bersama dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Nadiem dapat memastikan arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN pada 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah.

Menurut Mendikbud Nadiem Nakarim mengatakan bahwasanya untuk 2020, “USBN itu akan diganti, dikembalikan kepada esensi UU Sisdiknas, kepada semua setiap sekolah untuk menyelenggarakan ujian kelulusannya sendiri, dengan tentunya mengikuti kompetensi-kompetensi dasar yang sudah ada di kurikulum kita“. Ini disampaikan ketika beliau ada di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019) kepada para media .

Selain itu, Beliau menjelaskan, tiap sekolah yang ingin mengubah sistem USBN juga diperbolehkan. Ujian untuk menilai kompetensi siswa ini dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya).

Baca Juga : Pemanfaatan Teknologi Informasi Dunia Pendidikan Indonesia

Teruntuk sekolah-sekolah yang ingin melakukan perubahan, bagi sekolah-sekolah yang ingin melakukan penilaian dengan cara lebih holistik dan mendalam, itu diperbolehkan. Sehingga bisalah ini menimbulkan dan menciptakan kesempatan bagi sekolah-sekolah melakukan penilaian di luar hal yang cuma pilihan ganda, seperti esai portofolio dan penugasan-penugasan lain, seperti tugas kelompok, karya tulis, dan lain-lain,”  imbuh Nadim.

 

1. Ujian Berstandar Nasional USBN

 

Jika biasanya murid – murid tidak menyukai USBN dengan sistem ujian komputernya, bahkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) selama ini menentukan kelulusan siswa sekolah. Kali ini, Nadiem akan mengganti USBN itu dan membebaskan tiap-tiap sekolah untuk membikin ujian secara otonom. Namun ini belum bersifat wajib bagi sekolah.

“Jadinya ini kita memberikan kemerdekaan bagi guru-guru penggerak di seluruh Indonesia untuk menciptakan konsep-konsep penilaian yang lebih holistik, yang benar-benar menguji kompetensi dasar kurikulum kita. Bukan hanya pengetahuan atau hafalan saja,” kata Nadiem.

 

2. Pelaksanaan Program “Merdeka Belajar”

Ada beberapa lampiran yang ia paparkan dalam hal ini. Untuk program yang beliau usung bernama “Merdeka Belajar”. Program ini meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional ( UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Selain itu, Anggaran USBN itu sendiri akan diupayakan agar dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah. Hal ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi teman – teman pelajar SD, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA yang mempertanyakan mengenai UN tahun ini, Nadiem menegaskan tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya.

 

 

Untuk Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Hal ini terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Kita tunggu saja bagaimana implementasi Mendikbud dalam mengatasi berbagai permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia.

 

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

 

Tahukah kamu tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memuat 11 komponen meliputi identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi dasar, hingga alokasi waktu. Nah, isi dari dokumennya tentu sangat tebal. Setiap guru bahkan wajib menyusun RPP secara lengkap. Kini, Nadiem menyederhanakan RPP ini.

Kita akan mengubahnya menjadi format yang jauh lebih sederhana, cukup satu halaman saja untuk RPP,” Ujar Nadiem.

Menurut nadim,  Seharusnya pembelajaran yang terkandung dalam RPP lebih penting ketimbang dokumen RPP itu sendiri. Dengan penyederhanaan penyusunan RPP, dia berharap beban guru berkurang.

 

4. Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi

 

 

Perubahan selanjutnya ialah Nadiem melonggarkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dia menaikkan kuota penerimaan siswa berprestasi dua kali lipat ketimbang kuota sebelumnya, dari yang tadinya 15% menjadi 30%.

Bahkan, Persentase kuota untuk siswa dalam zona sekolah diturunkan dari yang tadinya 80% menjadi 50%. Nadiem beranggapan tak semua daerah sudah mampu menerapkan sistem zonasi secara kaku. Selain itu,  siswa berprestasi juga perlu untuk diakomodasi supaya bisa bersekolah di tempat favorit.

Zonasi masih bisa mengakomodir anak-anak berprestasi. Kita memberi langkah pertama kemerdekaan belajar di Indonesia,”  Imbuhnya.

Kuota Zonasi Yang Akan Segera Diterapkan :

  1. 50% untuk jalur zonasi
  2. 30% untuk jalur prestasi
  3. 15% untuk jalur afirmasi
  4. 5% untuk jalur perpindahan domisili orang tua.

Layanan Beasiswa IDCloudHost dalam hal ini turut ikut dalam mendukung langkah pemerintah untuk pendidikan lebih baik. Adapun Program Sosial dan Pendidikan IDCloudHost bangun. Diantaranya seperti Ekabima dan juga Beasiswa IDCloudHost kepada para siswa berprestasi untuk berkuliah gratis hingga sarjana. Nantikan, sebentar lagi Beasiswa IDCloudHost ditahun 2020.

 

 

Tahun 2019 IDCloudHost telah  memberikan beasiswa kepada 2 siswa sekolah menengah atas yang beruntung untuk mendapatkan full beasiswa di Telkom University. Ada Ni Kadek Riyastika dari SMA Negeri 4 Denpasar, Bali.

 

 

Kemudian satu lagi ada, Fendi Irfan Amorokhman dari SMA Model Terpadu Palu. Penerima Beasiswa IDCloudHost 2019.

 

 

Yuk, Pantengin jadwal beasiswa IDClousHost 2020 nantinya. Jangan sampai ketinggalan. Kamu bisa mendapatkan berbagai fasilitas dari Telkom University. Serta dapat mengembangkan potensi dan skill yang kamu punya dengan kuliah gratis ini.

Related Post :

popup image