Cara Investasi Saham Untuk Pemula Yang Menguntungkan dan Aman

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Jika Anda memiliki pemikiran jangka panjang, maka pastinya Anda berpikir akan memulai untuk berinvestasi. Investasi ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat berguna untuk kehidupan Anda di masa depan. Namun sayangnya belum banyak orang yang tersadar akan pentingnya investasi ini, terlebih untuk anak remaja sekarang. Untuk jenis investasi sendiri beragam jenisnya seperti investasi saham, reksadana, deposito, obligasi (Surat Utang), properti, emas dan logam mulia, asuransi. Diantara jenis investasi tadi yang sangat familiar di masyarakat adalah investasi saham.

Untuk yang baru ingin memulai investasi saham ini pastinya harus mengetahui tentang seluk beluk saham itu sendiri. Bukan apa-apa, tanpa pemahaman yang matang, investasi saham bisa dianggap sebagai coba-coba peruntungan belaka. Tanpa pemahaman yang benar, menempatkan dana di saham bisa membuat Anda buntung atau merugi. Dari sekian produk investasi, investasi saham bisa dikatakan sebagai jenis investasi yang dapat memberikan return atau keuntungan paling tinggi dibandingkan jenis investasi lainnya. Tapi, dibalik hasil yang tinggi, bayangan risiko yang mengikuti investasi saham juga cukup tinggi. Jadi, sangat direkomendasikan untuk Anda memahami dengan sangat baik apa itu investasi saham, strateginya dan bagaimana cara meminimalisir resiko nya agar bisa memaksimalkan keuntungannya.

Alasan saham memiliki resiko tinggi adalah karena di satu sisi, investor bisa mengalami kerugian berbentuk capital loss. Tapi di sisi lain, investor juga bisa meraup keuntungan hingga 20 persen atau lebih selama satu tahun berkat saham. Pastinya dengan keuntungan investasi saham 20 persen, Anda semakin tertarik untuk memulai investasi saham ini. Jangan khawatir untuk Anda yang masih pemula karena sekarang sudah banyak cara untuk belajar investasi saham. Seperti yang akan dijelaskan di bawah ini berupa cara-cara berinvestasi saham untuk pemula.

Pengertian Saham

Cara Investasi Saham Untuk Pemula Yang Menguntungkan dan Aman
 

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), definisi saham itu adalah tanda penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Karena ikut tanamkan modal maka punya klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pengertian saham secara umum adalah dokumen berharga yang menunjukkan kepemilikan perusahaan. Dengan kata lain, ketika seseorang membeli saham, orang tersebut telah membeli sebagian dari kepemilikan perusahaan. Arti saham (stock) juga dapat didefinisikan sebagai unit nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen keuangan yang mengacu pada kepemilikan perusahaan.

Ketika seseorang membeli saham perusahaan, orang itu memiliki hak untuk ASET dan pendapatan perusahaan dengan sebagian dari saham yang dibeli. Selain dari hak kepemilikan perusahaan dan pembagian keuntungan, pergerakan harga saham juga menjadi sumber keuntungan lain dari pergerakan harga saham. Nilai sebuah perusahaan akan berubah-ubah baik karena aset, keuntungan, modal, dan terutama sentimen pasar. Sehingga nilai saham suatu perusahaan akan berubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, saham Bank Central Asia (BBCA) pada awal tahun 2005 per lembar saham dihargai 1475 Rupiah, sedangkan pada akhir tahun 2014 (10 tahun kemudian) per lembar saham BBCA dihargai 13125.

Baca Juga : HTML : Pengertian, Tutorial, Fungsi, Tag Dasar, dan Cara Kerjanya 

 

Jenis-Jenis Saham

Cara Investasi Saham Untuk Pemula Yang Menguntungkan dan Aman
 

Belum banyak orang yang mengetahui detail tentang saham. Kebanyakan orang pastinya hanya tahu pengertian saham secara umum. Namun sebenarnya dalam hal kemampuan dalam klaim dan hak klaim, jenis saham dapat dibagi menjadi dua jenis. Dua jenis saham tersebut adalah saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Untuk mengetahui pengertian lebih lanjut mengenai jenis-jenis saham tersebut, maka simaklah penjelasan dibawah ini :

 

  • Saham biasa

    Pengertian saham biasa adalah surat berharga yang berfungsi sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan. Pemilik saham ini berhak menerima sebagian pendapatan (dividen) dari perusahaan serta bersedia menanggung risiko kerugian yang diderita perusahaan. Mereka yang memiliki saham perusahaan punya hak ambil bagian terhadap pengelolaan perusahaan. Besaran porsi hak pengelolaan ini tergantung dengan jumlah saham yang dimiliki. Ketika perusahaan untung, maka mereka yang punya persentase saham yang besar akan menerima porsi keuntungan yang besar.
     
    Sebaliknya, mereka juga bersiap menderita kerugian jika perusahaan itu gagal memperoleh pendapatan. Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri dan simbol huruf tidak memiliki arti apa-apa. Biasanya saham biasa hanya memiliki satu jenis tetapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Karakteristik saham biasa adalah sebagai berikut:

    • Pemilik/pemegang saham memiliki hak suara dalam memilih dewan komisaris.
    • Hak pemegang saham diutamakan ketika perusahaan menerbitkan saham baru.
    • Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebesar saham yang dimiliki.
  • Saham preferen

    Saham preferen adalah surat berharga yang membuktikan pemiliknya memiliki hak lebih dari pemegang saham biasa. Pemegang saham ini berhak didahulukan saat pembagian keuntungan perusahaan (dividen). Terus juga jadi yang pertama dalam hal pembayaran kembali modal yang disetorkan jika perusahaan dilikuidasi. Saham preferen terkesan lebih baik daripada saham biasa. Padahal tidaklah demikian.
     
    Saham preferen tidaklah lebih baik, tetapi hanya berbeda dari saham biasa. Dalam kenyataannya, cara terbaik memandang saham preferen itu adalah dengan melepaskan hak memiliki perusahaan demi dapat perlindungan layaknya kreditur. Saham preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki ciri-ciri hampir sama dengan saham biasa. Karakteristik saham preferen adalah sebagai berikut:

    • Ada beberapa level yang bisa dipublikasikan dengan karakteristik berbeda.
    • Ada tagihan terhadap pendapatan dan aset, dan mendapat prioritas tinggi dalam distribusi dividen.
    • Saham preferen dapat ditukar menjadi saham biasa melalui perjanjian antara perusahaan dan pemegang saham.

 

Ternyata saham tidak hanya memiliki dua jenis yang berbeda. Namun juga terdapat perbedaan jika dilihat dari segi kinerja perdagangan. Dilihat dari segi kinerja perdagangan, saham dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu:

  • Blue Chip Stocks, yang merupakan saham biasa dari perusahaan bereputasi tinggi, adalah pemimpin pasar diindustri serupa, memiliki pendapatan stabil, dan secara konsisten membayar dividen,
  • Income Stocks, yang merupakan saham dari penerbit dengan kemampuan untuk membayar dividen di atas pembayaran dividen rata-rata tahun sebelumnya. Jenis-jenis saham ini umumnya dapat memberikan penghasilan lebih besar dan secara rutin membayar dividen tunai.
  • Growth Stocks, yaitu saham yang terkenal dan kurang dikenal. Terkenal adalah stok emiten dengan pertumbuhan pendapatan tinggi, pemimpin pasar dalam industri serupa dan memiliki reputasi tinggi. Lesser – Dikenal adalah bagian dari emiten yang bukan pemimpin pasar dalam industrinya, tetapi memiliki karakteristik saham pertumbuhan.
  • Speculative Stock, yang merupakan bagian dari perusahaan yang belum dapat memiliki pendapatan reguler setiap tahun, tetapi memiliki potensi untuk memiliki pendapatan tinggi di masa depan, meskipun itu tidak pasti.
  • Counter Cyclical Stockss, yaitu saham yang tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro atau situasi bisnis secara umum. Nilai saham ini dapat tetap tinggi selama resesi ekonomi karena emitennya dapat memperoleh penghasilan tinggi sehingga mereka dapat memberikan dividen yang tinggi.

Baca Juga : Mengenal Perbedaan WinRar & WinZip : Keunggulan, Fitur, dan Cara Downloadnya 

 

Cara Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Setelah membaca dan memahami penjelasan mengenai pengertian dan tipe-tipe saham diatas tentunya Anda sudah lebih paham dan semakin tertarik untuk mencoba nya. Tidak ada salahnya memang untuk mencoba berinvestasi saham ini, namun yang perlu digaris bawahi adalah Anda sudah harus paham bagaimana cara investasi saham ini. Hal tersebut penting karena mengingat investasi ini memiliki resiko tinggi. Berikut akan dipaparkan beberapa cara berinvestasi saham untuk pemula.

 

  • Pilih Sekuritas dengan Biaya Transaksi yang Kecil

    Dalam investasi saham, investor diharuskan membuka rekening efek yang difasilitasi oleh perusahaan sekuritas. Setelah rekening sudah selesai dibuat, berikutnya investor harus top-up sejumlah dana ke rekening efek. Uang di rekening efek itulah yang nantinya berfungsi seperti e-money. Uang tersebutlah yang investor gunakan untuk membeli saham-saham online yang diinginkan. Jadi, biaya transaksi yang dimaksud adalah biaya pembelian dan penjualan saham.
     
    Biaya inilah yang bakal jadi profit dari perusahaan broker yang bersangkutan. Biasanya biaya sekuritas ditetapkan menjadi 0,19% untuk pembelian dan 0,29% untuk penjualan. Tapi ada juga yang hanya 0,15% untuk pembelian dan 0,20% untuk penjualan. Jika biayanya makin kecil, maka investor juga makin diuntungkan bukan? Tapi bukan berarti yang biayanya besar tidak layak dipilih. Bisa jadi pelayanan terhadap nasabah justru lebih oke dan aplikasinya juga bagus. Setelah sudah tahu mana sekuritas yang Anda tuju, tinggal siapkan dokumen-dokumen terkait untuk membuka rekening.

  • Membuat Rekening Saham Sebelum Membeli Saham

    Sebelum berinvestasi saham, Anda harus memahami cara beli saham di bursa efek Indonesia. Anda wajib membuat rekening efek/saham dulu sebelum memulai investasi saham. Membuat rekening saham ini bisa dilakukan secara online. Perlu Anda ketahui bahwa membuka rekening saham itu bukan dilakukan di Bursa Efek Indonesia tapi di perusahaan sekuritas (Anda bisa memilih sendiri perusahaan sekuritasnya).

    Cara membuat rekening saham:

    • Pembukaan rekening saham dilakukan ke perusahaan sekuritas (perusahaan pialang atau perusahaan broker saham).
    • Pilih sekuritas yang kredibel yakni memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) atau Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
    • Secara teknis, pembukaan rekening saham mirip dengan pembukaan rekening tabungan. Selanjutnya, isi formulir pembukaan rekening saham di perusahan sekuritas yang Anda pilih.
    • Membuat rekening saham bisa juga dilakukan melalui aplikasi perusahaan sekuritas yang Anda pilih dan umumnya kini Anda hanya men-scan atau foto dokumen saja, tanpa perlu melampirkan dokumen fisik.
    • Setelah selesai, Anda akan diminta menyetor deposit awal. Besaran setoran awal ini beda-beda dan uang ini akan masuk ke Rekening Dana Investor (RDI) miliki investor.
      Anda akan diminta untuk membuat RDI. Buatnya gratis dan bisa dilakukan online juga. Ingat ya, Rekening Dana Investor ini berbeda fungsi dengan rekening bank pribadi. Fungsinya khusus untuk memfasilitasi transaksi jual beli pada pasar modal.
    • RDI adalah rekening di bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas). Untuk rekening ini sifatnya tidak ada biaya bulanan. Contoh bank yang memfasilitasi RDI adalah BCA, BCA Syariah, Mandiri, CIMB dan Permata.
    • Lalu, jika RDI sudah jadi. Anda bisa mulai setor uang. Saldo awal RDI umumnya berbeda-beda tergantung dari sekuritas yang Anda pilih. Umumnya, saldo RDI mulai dari yang paling murah Rp100.000,-, Rp1 juta, Rp3 juta, Rp5 juta, dan lain sebagainya.
    • Ketahui bahwa Transaksi jual beli saham dilakukan melalui perantara bernama perusahaan sekuritas. Setelah rekening saham aktif, Anda bisa mulai membeli saham yang Anda inginkan.
      Jangan ragu untuk melakukan konsultasi atau bertanya dengan pihak sekuritas Anda. Aktiflah mencari informasi dan mempelajari saham-saham perusahaan yang memiliki prospek bagus untuk dikoleksi di portofolio investasi Anda.
  • Mulai Dengan Modal Tidak Terlalu Besar

    Jika Anda belum terlalu mengenal pasar saham, disarankan untuk memulai dengan modal minimal terlebih dahulu. Tujuannya bila salah langkah, kerugian yang diderita tidak terlalu besar. Tujuan lainnya adalah untuk proses belajar. Anda perlu membiasakan diri pada software untuk jual beli saham, belajar analisis saham dan sebagainya dan semua itu perlu waktu.

  • Royal Boleh tapi Jangan Sampai Kebablasan

    Ada beberapa saham yang hanya dijual dengan harga Rp 50 perak per lembarnya. Di investasi saham Anda hanya bisa membeli dalam satuan lot, dimana satu lot terdiri dari 100 lembar saham. Nah, jika Anda membeli satu lot saham dengan harga per lembar hanya Rp50 perak, artinya Anda hanya perlu membayar Rp 5000 Anda sudah berhasil memiliki saham sendiri. Tapi apa iya keuntungan yang Anda dapat bisa memuaskan jika hanya berinvestasi dengan nilai terlalu kecil.
     
    Kalau ingin mendapatkan keuntungan yang lumayan, minimal ‘layak’ artinya Anda harus membeli saham dengan harga yang lebih mahal lagi. Tidak usah mahal-mahal, pilih yang sesuai kemampuan saja. Rumusnya adalah mematok keuntungan setidaknya 1% dari dana yang Anda keluarkan untuk membeli saham. Misalnya Rp5 juta untuk 1% keuntungan senilai Rp50 ribu. Jika keuntungan yang Anda dapat bisa sampai 10% setiap harga saham naik Anda bisa mendapat setidaknya sampai Rp 500 ribu secara cuma-cuma.

  • Pilih saham di indeks LQ45 atau IDX30

    Indeks saham yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia sejatinya adalah ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan saham, yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Nah, tepat pada April 2019, indeks saham di BEI jumlahnya ada 22. Biar tidak bingung, pilih saja saham-saham yang tergabung di indeks LQ45 atau IDX30.
     
    Jangan khawatir, saham-saham di indeks tersebut kebanyakan memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Selain itu perusahaan-perusahaan yang terdaftar juga merupakan perusahaan dengan latar belakang dan fundamental yang dinilai baik. Jadi bagi Anda yang masih sangat baru di dunia saham, daripada pusing urusan dimana membeli saham yang aman Anda bisa memiliki di kedua indeks tersebut.

  • Lakukan Analisa Teknikal

    Sebagai investor, Anda perlu mempelajari cara melakukan analisa teknikal sederhana terhadap saham-saham yang Anda pilih. Tujuannya, agar saham yang Anda beli memiliki harga beli dan jual terbaik. Amati pula pergerakan harga saham dengan melihat grafik harga saham. Hal ini akan berpengaruh pada keputusan transaksi jual atau beli, jika harga saham perusahaan yang Anda incar sedang murah, dan Anda meyakini saham tersebut memiliki prospek bagus nantinya, maka ini menjadi timing atau waktu yang tepat untuk membelinya.

  • Pahami Risiko Eksternal Saham

    Selain faktor internal, investasi di pasar modal juga dipengaruhi oleh risiko eksternal. Nilai investasi Anda di pasar modal bisa naik atau turun karena faktor eksternal, antara lain, kondisi perekonomian (perlambatan ekonomi atau percepatan ekonomi) dalam negeri, kondisi ekonomi global, stabilitas kondisi politik dalam negeri, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kebijakan pemerintah dan lain sebagainya.
     
    Pahami juga bahwa pandemi Covid-19 termasuk risiko eksternal yang bisa membuat harga saham naik-turun. Anda tak perlu panik apabila saham Anda harganya turun drastis. Menyikapi hal ini, diharapkan Anda tetap tenang namun lakukan strategi. Seperti, lakukan evaluasi kinerja saham-saham yang sudah dibeli dan tetap investasi dengan membeli saham-saham berkinerja bagus dengan harga yang lagi diskon.

  • Pilih Investasi yang Jangka Panjang

    Investasi saham dengan jangka panjang lebih aman dan menguntungkan. Selain itu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya investasi saham akan lebih menguntungkan jika diperlakukan layaknya menabung dengan keuntungan lebih. Dengan konsep ini, setidaknya impian hidup nyaman dengan keuangan yang stabil di 10-15 tahun kemudian bisa terwujud atau hal lainnya yang ingin diwujudkan.
     
    Selain itu investasi jangka panjang juga memiliki risiko yang lebih rendah dan dengan memilih perusahaan yang tepat, keuntungan yang bisa diperoleh bisa mencapai tidak hanya 100% tapi juga berkali-kali lipat. Misalnya Anda menanam saham Rp5 juta, 10 tahun kemudian jika perusahaan tempat Anda membeli memiliki prospek bisnis yang cerah dan super sukses nilai investasi Anda tidak hanya berubah menjadi Rp10 juta (100% untung) tapi bisa menjadi Rp50 juta bahkan Rp100 juta. Jadi kuncinya sabar dan sabar jika ingin mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat ini.

Baca Juga : Cara Cek Tagihan PDAM dan Cara Bayar Tagihan PDAM Secara Online dan Offline 

 

Kesimpulan dan Penutup

Melakukan investasi saham ini sangat diperlukan ketelitian untuk memulainya. Sebelum Anda beli saham, pelajari analisa fundamental sederhana tentang kondisi perusahaan saham yang Anda pilih. Lakukan monitoring sederhana seperti membaca berita-berita terkait perusahaan tersebut. Tujuan monitoring adalah melihat kondisi perusahaan tersebut apakah perusahaan yang bertumbuh dan berkembang dengan sehat dan menuai untung atau sebaliknya. Selain itu, perhatikan pula berita lainnya seperti rencana bisnis perusahaan tersebut, apakah perusahaan tersebut memiliki rencana untuk ekspansi bisnis, akuisisi perusahaan baru, atau sebaliknya memiliki rencana untuk pengurangan atau penyusutan bisnis.

Pelajari pula kinerja perusahaan saham-saham yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Anda bisa mendapatkan banyak informasi dari website BEI tentang prospektus perusahaan, profil perusahaan, laporan keuangan, hingga berita pasar modal lainnya. Ketahui perkembangan saham perusahaan yang Anda pilih agar hasil investasi saham bisa maksimal dan Anda tidak salah beli saham. Jika perusahaan memiliki rencana bisnis yang bagus dan bertumbuh sehat, maka sahamnya juga akan mengalami hal yang sama dan layak untuk dibeli untuk investasi.

 

Related Post :