Cara Membuat Storyboard untuk Video Marketing yang Baik dan Buruk

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Tahapan paling penting sebelum memulai untuk membuat film atau video adalah membuat storyboard, bagi Anda yang sudah sering membuat video atau film tentu sudah tidak asing dengan istilah yang satu ini. Di zaman serba canggih saat ini, konten marketing sudah tidak lagi terbatas pada tampilan teks narasi panjang dan membosankan. Orang-orang sudah cenderung beralih dari artikel, website dan ebook, ke konten yang berbentuk video yang bisa dibuat dan ditampilkan dengan sangat menarik.

Salah satu konten yang paling populer saat ini adalah konten video, popularitasnya meningkat untuk digunakan sebagai media pemasaran. Hampir mencapai angka 100 persen rata-rata orang membeli produk yang dipasarkan setelah menonton video marketing yang digunakan oleh perusahaan tersebut, hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi pemilik produk. Sehingga semakin gencar orang-orang menggunakan cara ini sebagai strategi marketingnya, sebelum mulai merekam videonya Anda disarankan untuk memikirkan rancangannya dari awal hingga akhir nanti.

Pemasaran yang sukses tentu menjadi tujuan dari setiap bisnis, video yang bagus tentu membutuhkan persiapan yang bagus pula. Untuk itu Anda perlu membuat storyboard terlebih dahulu agar video marketing Anda tidak menjadi asal siap saja, untuk menarik pelanggan tentu dibutuhkan kesabaran ekstra agar video yang dihasilkan menjadi sangat bagus.

 

Apa Itu Storyboard

Storyboard merupakan sebuah bagan gambar yang disusun berdasarkan naskah cerita. Saat menggunakan storyboard, maka seseorang dapat mengarang kisah dan lebih mudah dibayangkan dengan orang lain menggunakan gambar-gambar yang sudah dibuat. Dengan menggunakan storyboard, maka juga akan tercipta persepsi yang sama dengan kisah yang dibuat dengan hasil akhirnya nanti.

Secara sederhananya storyboard juga dapat diartikan sebagai naskah yang disajikan dalam bentuk bagan gambar dengan berurutan. Dengan begitu, penggunaannya dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk menciptakan alur sebuah kisah ataupun pengambilan gambar. Pengertian storyboard sendiri berawal dari tahun 1933 yang diperkenalkan oleh seorang animator. Animator tersebut bernama Webb Smith yang sekaligus menciptakan storyboard yang dengan berawal dari gambar-gambar yang terpisah kemudian disusun pada sebuah papan buletin untuk menciptakan alur kisah atau cerita.

 

Baca Juga  :    Panduan YouTube Marketing untuk Meningkatkan Perkembangan Bisnis Anda di tahun 2021

 

Fungsi dan Manfaat Storyboard

Cara Membuat Storyboard untuk Video Marketing yang Baik dan Buruk
 

Storyboard dapat Anda gunakan untuk menyampaikan ide, pendapat, atau gagasan, kepada orang lain yakni dalam bentuk gambar. Di dalam storyboard ini sendiri memiliki informasi yang cukup penting, yakni berupa pesan, audio, teks penjelasan gambar, dan masih banyak lagi. Penggunaan storyboard juga tak lepas dari fungsi dan manfaatnya yang bisa didapat. Di bawah ini merupakan beberapa fungsi dan manfaat storyboard yang perlu Anda ketahui :

 

  1. Membantu Menjelaskan Alur Cerita dalam Film dengan Lebih Mudah

    Menggunakan storyboard dapat Anda gunakan sebagai gambaran awal dalam membuat sebuah kisah film ataupun cerita. Gambar-gambar tersebut bisa Anda buat di dalam storyboard dari awal sampai akhir. Dengan begitu, seorang sutradara maupun kru film akan lebih mudah dalam menjelaskan alur cerita dalam film yang ingin dibuat.

  2. Storyboard dapat Digunakan Sebagai Alat Komunikasi

    Fungsi dan manfaat storyboard juga bisa Anda dapatkan sebagai alat komunikasi setiap ide atau gagasan secara keseluruhan dalam pembuatan film. Alat komunikasi dengan menggunakan storyboard tentu akan dapat memudahkan produser film agar bisa memvisualkan persepsi pembuatan film dengan baik.

  3. Storyboard Bermanfaat Sebagai Alat Pra Visual

    Fungsi dan manfaat storyboard bisa digunakan dalam mempra visualisasikan gagasan ide cerita atau kisah yang ingin difilmkan, yakni dibuat dalam sebuah gambaran awal mengenai kisah atau cerita tersebut. Gambaran tersebut nantinya akan diletakkan secara berurutan sesuai dengan naskah cerita yang sudah disusun dalam sebuah teks terlebih dahulu.

  4. Sebagai Panduan Kru Ffilm dalam Menjalankan Pembuatan Film

    Storyboard dapat juga dimanfaatkan untuk memandu tugas kru film dalam menjalankan tugasnya selama proses pembuatan film. Dengan begitu, seseorang yang ingin melakukan produksi film dapat dibuat dengan lebih tepat dan dalam waktu yang lebih cepat.

  5. Berfungsi Sebagai Alat Bantu Penyuntingan

    Selanjutnya, fungsi dan manfaat storyboard dapat Anda gunakan sebagai alat bantu dalam proses penyuntingan. Dengan begitu, penyuntingan dalam sebuah film yang dilakukan oleh editor akan lebih mudah mendapatkan pedomannya pada storyboard yang sudah dibuat. Storyboard tersebut dapat digunakan dalam menyusun scene-scene berbeda sehingga tercipta susunan atau rangkaian scene dengan tepat sesuai dengan naskah film yang dibuat.

  6. Sebagai Alat untuk Memudahkan Mengatur Waktu

    Dalam membuat film, mengatur waktu dengan baik perlu dipertimbangkan dengan tepat. Dengan menggunakan storyboard, maka Anda akan lebih mudah dalam menyajikan gambar visual per adegan dengan berurutan. Dari setiap adegan tersebut, maka storyboard dapat digunakan sebagai pengatur waktu dari adegan yang diambil gambarnya.

  7. Membantu Mengatur Pergerakan Kamera

    Fungsi dan manfaat storyboard juga berkaitan langsung dengan proses pengambilan gambar dari kamera. Untuk itu, dalam pembuatan film pada umumnya storyboard dapat disebut dengan story shooting. Dalam fungsi dan manfaat storyboard ini sendiri, pengguna haruslah konsisten dengan apa yang ada dalam storyboard saat mengambil gambar. Ada baiknya, pengambilan gambar tersebut disertai pergerakan kamera dengan tepat serta sesuai dari storyboard. Dengan begitu, penonton dapat dengan mudah dalam memahami maksud pembuatan film.

 

Baca Juga  :     Pengertian Storyboard Beserta Fungsi & Aplikasinya

 

Cara Membuat Storyboard untuk Video Marketing

Cara Membuat Storyboard untuk Video Marketing yang Baik dan Buruk
 

Membuat storyboard tidaklah sesulit yang dibayangkan, Anda bisa membuatnya sendiri meski bukan seorang seniman. Anda hanya perlu melakukan coret-coret gambar biasa yang meliputi frame, alur dan sebagainya, berikut beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk membuat storyboard.

 

  • Menentukan Tujuan Video

    Setiap tujuan yang dibuat memerlukan susunan cerita dalam storyboard yang berbeda, namun untuk meningkatkan penjualan Anda perlu menampilkan semua kelebihan yang dimiliki oleh produk Anda. Untuk meningkatkan brand awareness, Anda harus memikirkan konsep video yang mampu menarik perhatian, memancing interaksi, dan memicu satu emosi tertentu sehingga mampu menarik minat yang melihatnya.

  • Brainstorming Ide

    Anda bisa mulai untuk mengumpulkan ide-ide dan berdiskusi dengan rekan setim, lakukan pencatatan tiap ide yang muncul agar bisa memilih ide mana saja yang sebaiknya diambil dan digunakan.

  • Merencanakan Alur Cerita

    Menentukan seperti apa alur cerita ini dimulai dengan bagian awal, tengah, dan akhir dari video dan seperti apa transisi dari antar adegan yang ada. Langkah ini mampu untuk menciptakan alur cerita yang halus dan menarik sehingga mampu membentuk daya tarik emosional, gunakan tema-tema yang relevan dengan sasaran dari penonton Anda.

  • Membuat Sketsa Storyboard

    Setelah ide-ide dan alur tertuliskan, Anda bisa mulai untuk membuat gambarannya secara visual. Sisipkan juga ruang untuk memberi catatan-catatan yang nanti diperlukan, selanjutnya Anda hanya perlu membuat sketsa dari video seperti membuat komik.

  • Menambahkan Teks Deskripsi

    Ketika sudah membuat visual dari storyboardnya, Anda bisa menuliskan deskripsi dari masing-masing panel yang ada agar lebih mudah dimengerti. Bisa dengan menggunakan dialog atau disesuaikan pada seperti apa Anda ingin menarasikan Video Anda, tambahkan catatan terkait detail adegan pada setiap panel di storyboard untuk memberikan penjelasan pada apa yang sedang terjadi dan tambahan yang diperlukan selama produksi.

  • Meminta Saran

    Jika Anda bekerja bersama tim dalam membuat video, Anda bisa meminta saran dari satu rekan tim Anda. Diskusikan terkait video yang akan dibuat dengan memberikan draft awal sebagai gambaran mereka terkait video yang ingin dibuat, selain itu Anda juga bisa mendiskusikan terkait masalah yang dihadapi untuk memastikan bahwa hasil akhir dari video Anda akan bagus.

  • Revisi Storyboard

    Melakukan kerjasama dengan rekan diluar tim bisa membantu Anda untuk menemukan kesalahan dan mendapatkan masukan dari mereka sebelum mulai untuk melakukan produksi, revisi harus dilakukan dan menjadi bagian penting jika ada yang perlu diubah.

 

Baca Juga   :    Apa itu Storyboard: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Manfaatnya

 

Kesimpulan dan Penutup

Menggunakan storyboard bisa membantu orang lain memahami seperti apa visi dari video marketing yang Anda buat, Anda harus benar-benar memahami dan mengikuti berbagai langkah yang ada untuk membuat storyboard yang bagus. Seperti membuat narasi, sketsa dan dialog, sehingga Anda mudah untuk melakukan perubahan selama proses produksi yang dilakukan. Jika Anda mengerjakan video marketing secara bersama-sama dalam sebuah tim, maka bisa dengan menuliskan storyboardnya pada papan tulis yang bisa dilihat oleh semua orang.

Media yang digunakan untuk membuat storyboard video marketing haruslah mudah untuk diubah sewaktu-waktu, sehingga tidak akan memakan waktu yang lama untuk memperbaiki satu bagian yang kurang atau salah saja. Ikuti beberapa panduan yang tersedia agar storyboard untuk video marketing Anda tidak asal-asalan, selain membuatnya sendiri Anda juga bisa meminta bantuan orang lain ketika proses terakhir dilakukan.

Related Post :