Cara Menghitung Bunga Deposito yang Mudah dan Cepat

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Apakah kalian tahu apa itu deposito? Deposito merupakan produk yang dikeluarkan oleh perbankan sebagai layanan penyimpanan dana dengan syarat tidak ada penarikan dalam jangka waktu tertentu oleh nasabah. Sebagai timbal balik dari jangka waktu tersebut, nasabah akan menerima suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga tabungan biasa. Jadi terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara tabungan dan deposito. Letak perbedaannya terdapat pada penarikan dana nasabah.

Jika Anda memiliki sebuah tabungan, Anda bisa menarik uang dari tabungan kapanpun Anda ingin mengambilnya. Namun hal ini berbeda dengan konsep yang berlaku pada deposito. Konsep pada deposito merupakan tabungan dengan jangka waktu atau tenor tertenu. Sehingga ketika dalam masa tenor, dana milik Anda yang berada di deposito tidak bisa ditarik atau jika ditarik Anda akan menanggung risiko penalti. Deposito ini bisa menjadi alternatif untuk menabung namun dengan tujuan agar dana yang didalamnya dikhususkan untuk hal penting. Bisa juga  menggunakan deposito agar tidak mudah menarik uang dari dalamnya.

Tentu dengan adanya deposito ini akan membantu  sebagai Anda nasabah untuk mengatur keuangan . Apalagi jika dihadapi dengan kebutuhan jangka menengah atau panjang. Ditambah bunga yang dimiliki tabungan deposito ini lebih tinggi dibandingkan dengan jenis tabungan lainnya. Bisa dibilang sebenarnya deposito ini termasuk dalam jenis golongan investasi seperti dengan reksa dana, saham, dan obligasi. Keuntungan lainnya yang diberikan dari deposito lebih aman karena terhindar dari kerugian. Apakah  Anda tertarik untuk memiliki deposito? Pada artikel ini Anda bisa mengetahui cara menghitung bunga deposito. Yuk kita simak bersama-sama.

 

Mengenal Apa Itu Deposito

 

Cara Menghitung Bunga Deposito yang Mudah dan Cepat
 

Deposito merupakan sebuah produk simpanan di bank yang memiliki bunga diatas tabungan dan boleh diambil setelah jangka waktu tertentu. Secara sederhana, misalnya saja  Anda menaruh dana di simpanan ini dengan bunga 7 persen selama 3 bulan. Dana tambahan bunganya baru boleh diambil setelah disimpan selama 3 bulan tersebut. Jangka waktu penyimpanan deposito beragam mulai dari 3 bulan, 6 bulan, sampai 12 bulan.

Cara kerja dari tabungan deposito ini adalah Anda akan menandatangi surat persetujuan pembukaan rekening deposito, maka ketika  Anda sudah selesai menandatanganinya investasi kalian sudah mulai berjalan. Jumlah uang yang disetorkan oleh nasabah itu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku pada setiap bank. Biasanya besaran nominal setoran awal memengaruhi besaran suku bunga yang akan didapatkan oleh nasabah. Pada periode waktu tertentu atau sudah pada masa jangka waktu yang telah disepakati nasabah dan bank untuk menyimpan uang nasabah hingga ketika waktu yang tepat bunga akan kembali ke nasabah.

Banyak sekali bank yang menawarkan tentang jangka waktu atau tenir, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan bahkan ada yang sampai 24 bulan. Ketika waktu jatuh tempo tersebut tiba, kalian bisa menarik depostio tanpa harus terkena penalti atau pelanggaran. Selain itu, biasanya untuk nominal yang harus disetorkan diawal harus diatas 10 juta namun ada juga bank yang memiliki ketentuan minimum 1 juta. Berikut adalah ketentuan deposito yang perlu kalian ketahui.

 

  1. Nominal dana yang harus Anda  setorkan pada deposito harus memiliki minimum jumlah sekitar Rp 8 juta sampai Rp 10 juta. Namun, ada juga bank yang memberikan minimum setoran Rp 1 juta
  2. Pilihan jangka waktu yang beragam mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.
  3. Keamanannya akan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  4. Deposito terdiri sari dua jenis yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito. Deposito berjangka merupakan simpanan berjangka yang penarikannya hanya boleh dari nasabah
  5. Deposito merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh bank dan hanya boleh dicairkan nasabah pemiliknya
  6. Deposito berjangka tidak bisa dipindahtangankan berbeda dengan sertifikat deposito yang bisa dipindahtangankan bahkan diperjualbelikan.

 

Baca Juga : Cara Mengurus SIM Hilang dan Syarat untuk Membuatnya Kembali 

 

Perbedaan Deposito dengan Tabungan Biasa

 

Cara Menghitung Bunga Deposito yang Mudah dan Cepat
 

Deposito dan tabungan merupakan produk perbankan yang dikeluarkan oleh bank-bank tertentu yang menawarkan layanan kepada masyarakat untuk menyimpan uang. Selain itu, keduanya juga memiliki pajang sebesar 20% yang dikenakan pada setiap pemiliknya. Lantas sebenarnya apa perbedaan dari deposito dan tabungan?Apabila dicermati lebih mendalam sebenarnya ada banyak sekali perbedaan antara deposito dan tabungan biasa. Berikut adalah perbedaan antara kedua jenis produk perbankan ini.

 

  • Bunga Deposito Lebih Tinggi daripada Tabungan Biasa.

    Bunga deposito biasanya berkisar antara 5%-7% berbeda dengan bunga tabungan yang terbilang sangat kecil yaitu 0,5%-3%. Walaupun terkadang bunga deposito bisa saja menurun namun simpanan deposito di bank besar akan tetap meningkat.

  • Fleksibilitas Pengambilan Uang.

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya jika uang yang berada di deposito Anda tidak akan diambil selama masa tenor atau jangka waktu. Apabila Anda menggunakan tabungan biasa
    maka Anda bebas untuk menariknya.

  • Bilyet dan Buku Tabungan.

    Bagi Anda  yang memiliki tabungan maka Anda  akan diberikan oleh Bank penerbit yaitu buku tabungan dan ATM. Berbeda dengan deposito  Anda akan diberi bilyet deposito. Bilyet membuktikan bahwa Anda pemilik dari dana yang ada di deposito tersebut.

  • Tabungan untuk Sekedar Menabung.

    Namun Deposito untuk Investasi. Deposito hampir mirip-mirip dengan (produk investasi seperti reksadana, saham, dan obligasi). Bunga deposito yang lebih tinggi ini menjadikan depostika merupakan salah satu produk investasi.

 

Baca Juga : Cara Daftar NPWP Online dengan Mudah dan Cepat tanpa Lama 

 

Perhitungan Bunga Deposito

Apakah  Anda sudah mulai tertarik untuk memiliki deposito? Namun sebelum Anda  memulai untuk memiliki produk perbankan ini. Ada satu hal lagi yang harus  Anda ketahui yaitu cara menghitung bunga deposito yang akan  Anda terima nantinya. Sebagai informasi saja, bahwa meskipun besar dana yang Anda deposito-kan akan memberi bunga yang tinggi namun Anda juga akan dikenakan pajak sesuai dengan nominal. Misalnya dana deposito lebih dati Rp 7,5 juta dikenakan pajak penghasilan 20% kurang dari jumlah tersebut tidak akan dikenakan pajak.

Contoh studi kasus pada waktu ini adalah ada seorang pekerja yang bernama Tegar. Dia sudag bekerja selama 3 tahun. Selama bekerja tersebut Tegar hanya memiliki tabungan, padahal dia ingin meningkatkan jumlah uangnya. Dengan gaji yang Tegar miliki yaitu nominalnya Rp 9-Rp 10 juta dia memiliki niat untuk menyisihkan 15% untuk ditabung hingga terkumpul 60 juta. Namun dia berniat untuk mendepositosikan Rp 50 juta saja. Setelah melakukan riset, Tegar memilih Bank BICA dengan bunga 7 persen selama 3 bulan. Karena hanya tahu bunganya besar, maka Tegar bertanya-tanya seberapa besar bunga yang dia dapat selama setiap bulan.

 

Rasa penasaran Tegar terjawab setelah bertanya kepada Costumer Service Bank BICA, CS bank memberitahu bahwa.

  1. Tegar akan mendapatkan bunga sebanyak Rp 230.136,00
  2. Cara menghitung bunga deposito Tegar dengan : 7%x Rp 50 juta x 30 x -80%/365

Besar 7% merupakan bunga, 50 juta merupakan dana yang disetorkan Tegar, 30 disini adalah 30 hari berarti satu bulan. 80 persen merupakan besaran dikenai pajak berupa pajak deposito 20 persen dan 365 hari adalah setahun.

 

Jadi rumus dari Bunga Deposito adalah = Bunga x Dana Pokok Deposito x 30 hari x 80% pajak / 365 hari.

 

 

Baca Juga : Jurusan Teknik Informatika : Pembelajaran Kuliah dan Prospek Kerjanya 

 

Kesimpulan dan Penutup

Apakah Anda mulai tertarik untuk memiliki Deposito pribadi? Deposito merupakan sebuah produk simpanan di bank yang memiliki bunga diatas tabungan dan boleh diambil setelah jangka waktu tertentu. Secara sederhana, misalnya saja Anda menaruh dana di simpanan ini dengan bunga 7 persen selama 3 bulan. Dana tambahan bunganya baru boleh diambil setelah disimpan selama 3 bulan tersebut. Jangka waktu penyimpanan deposito beragam mulai dari 3 bulan, 6 bulan, sampai 12 bulan.

Memiliki sebuah deposito merupakan sesuatu yang menguntungkan. Salah satu cara investasi yang aman dan bagus. Anda  bisa menunggu untuk mengambil dana yang dinvestasikan sesuai dengan jangka waktu atau tenor yang telah ditentukan sebelumnya. Sebelum Anda  menentukan bank yang akan Anda percayakan menyimpan dana deposito.  Anda juga harus bisa mengetahui seberapa besar keuntungan yang  Anda dapatkan dengan menghitung besaran bunga yang diperoleh.

Related Post :