Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan Cepat, Mudah, Otomatis

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Pajak adalah salah satu hal yang harus dipahami oleh masyarakat di Indonesia terutamanya pajak penghasilan. Di dalam pajak penghasilan terdapat ketetapan mengenai pengurangan pada pendapat netto seseorang yang disebut penghasilan tidak kena pajak. Dibawah ini akan dijelaskan bagaimana cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan cepat, mudah dan otomatis. Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya untuk tahu terlebih dahulu apa itu pajak penghasilan.

Pajak penghasilan atau dikenal dengan PPh merupakan pungutan yang dikenakan terhadap setiap subjek pajak terkait kemampuan ekonomi atau penghasilan yang didapatkan dalam satu tahun. Terdapat beberapa subjek yang dikenai pajak penghasilan berdasarkan UU. No.36 Tahun 2008 mengenai Pajak Penghasilan yakni badan, perseorangan, warisan yang dibagi, dan BUT (Bentuk Usaha Tetap).

PPh sendiri terbagi kedalam beberapa jenis bagi wajib pajak. Salah satunya adalah PPh 21 Pajak Penghasilan pasal 21 merupakan yang paling bersinggungan dengan masyarakat. PPh 21 merupakan pengenaan pajak terhadap penghasilan baik dari kegiatan, jasa, maupun pekerjaan. Dalam pajak penghasilan memiliki dua kategori yakni objek PPh dan subjek PPh. Sedangkan yang termasuk dalam subjek PPh adalah orang yang melakukan pembayaran, memotong, dan memungut pajak yang terutang. Subjek tersebut terbagi atas dua yaitu, wajib pajak dalam dan wajib pajak luar negeri. Objek PPh merupakan pendapatan yang diperoleh oleh wajib pajak baik dari dalam atau luar negeri.

 

Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan Cepat, Mudah, Otomatis
 

Penghasilan Tidak Kena Pajak atau lebih dikenal dengan istilah PTKP merupakan penghasilan yang bebas dari pajak penghasilan (PPh 21). Cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidaklah sulit. Kuncinya adalah mengetahui terlebih dahulu rumus serta aturannya. Sehingga setiap orang dapat menghitung berapa pajak penghasilan tidak kena pajaknya secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Namun, sebelum membahas bagaimana cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan cepat dan mudah, mari pahami terlebih dahulu apa fungsi dan konsep Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dalam perhitungan PPh 21.

Pertauran mengenai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) telah tertuang dalam UU No. 36 Tahun 2008 yang mana PTKP merupakan suatu komponen yang mengurangi besarnya hitungan dari pajak penghasilan wajib pajak bagi orang pribadi. Sehingga PTKP tersebut menjadi suatu ketetapan pemerintah yang menjadi batas pemungutan pajak penghasilan dari wajib pajak orang pribadi.

Pada dasarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak tidak termasuk dalam perhitungan PPh 21 sebab terhitung sebagai pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan selama satu tahun wajib pajak. Apabila besarnya penghasilan wajib pajak kurang dari atau tidak melampaui besaran angka PTKP maka, wajib pajak akan mendapatkan keringanan dengan tidak perlu membayar pajak penghasilan (PPh 21).

Baca Juga :   Tips dan Cara Pengaduan Layanan PLN untuk Rumah dan Kantor

 

Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Besarnya pemungutan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) selalu mengalami perubahan hingga saat ini. Melalui Kementrian Keuangan, pemerintah menetapkan perubahan besaran penghasilan tidak kena pajak berdasar beberapa pertimbangan diantaranya, perubahan upah minimum serta biaya hidup dan juga kondisi perekonomian Indonesia terkini.

Indonesia telah menetapkan perubahan besaran penghasilan tidak kena pajak sebanyak tiga kali, yakni terhitung sejak tahun 2013, 2015, dan pada tahun 2016. Selama Kementerian Keuangan tidak menetapkan peraturan baru terkait perubahan PTKP, besaran ini akan tetap menjadi acuan terhadap perhitungan penghasilan tidak kena pajak. Sehingga tidak akan mengalami perubahan pada tahun-tahun berikutnya.

Besaran Penghasilan tidak kena pajak di Indonesia berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan No.101/PMK.010/2016 adalah sebesar Rp. 54. 000. 000. Bagi wajib pajak yang telah menikah maka terdapat penambahan sebanyak Rp. 4. 500. 000. Apabila wajib pajak masih harus menanggung untuk masing-masing anggota keluarga kandung, wajib pajak akan memperoleh penambahan sebesar Rp. 4. 500. 000. Mengacu pada pasal 1 (e) PMK No. 101/PMK.010/201, menetapkan bahwa bagi wajib pajak dibatasi maksimal menanggung tiga orang dalam sebuah keluarga. Sedangkan untuk memasukkan keluarga dengan status tanggungan dalam Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), perlu dilakukan perubahan status di tahun pajak sebelumnya.

Baca Juga :   Cara Membuat Laporan Keuangan Untuk UMKM, Perusahaan dan Usaha

 

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan Cepat, Mudah, Otomatis
 

Terdapat dua Cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang dapat dilakukan secara mandiri. Yang mana keduanya dapat dipraktekkan secara mudah. Masyarakat dapat menghitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP) secara manual, maupun secara otomatis. Simak informasinya berikut ini.

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Manual

Cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dapat melakukan secara manual. Sebagai contoh kasus (i) seorang karyawan dengan upah sebesar Rp. 4. 500. 000 perbulan dengan status belum kawin. Bagi wajib pajak dengan status lajang maka menggunakan kode PTKP TK/0 dengan besaran Rp. 54. 000. 000 (PTKP yang berlaku tahun 2016-2020).

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, dimana penghasilan tidak kena pajak (PTKP) merupakan acuan potongan pajak penghasilan (PPh 21). Sehingga karyawan tersebut tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan (PPh 21). Berikut Cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) nya.

 

Upah per Bulan Rp. 4.500.000
Upah dalam setahun : 12 X Rp. 4.500.000 12 X Rp. 4.500.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) TK/0 Rp. 54.000.000
PPh 21 Terutang (Upah Setahun – PTKP) :
Rp. 54. 000. 000 – Rp. 54. 000. 000
Rp. 0

 

Contoh kasus (ii) seorang karyawan dengan upah sebesar Rp. 6. 000. 000 dalam satu bulan dan telah menikah. Karyawan tersebut memiliki sebanyak 5% pengurangan biaya jabatan dan biaya pensiun sebesar Rp. 100. 000.

Karena status karyawan telah menikah, maka cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menggunakan kode K/0 dan mengalami penambahan sebesar Rp. 4. 500. 000 sehingga besarannya menjadi Rp. 58. 500. 000. Dengan demikian karyawan tersebut akan dikenai pajak penghasilan (PPh 21) terutang sebesar Rp. 435.000 dalam satu tahun. Dibawah ini Cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) wajib pajak berstatus sudah menikah.

 

Upah per Bulan Rp. 6.000.000
Total Komponen Pengurang per Bulan:
Iuran pensiun + Biaya Jabatan (5%)
Rp. 100.000 + Rp. 300.000
Rp. 400.000
Upah dalam setahun: 12 X Rp. 5. 600. 000
(Sudah dikurangi Komponen Pengurang)
Rp. 67.200.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) K/0 Rp. 58.500.000
Penghasilan Netto Setahun – PTKP Setahun:
Rp. 67.200.000 – Rp. 58.500.000
Rp. 8.700.000
PPh 21 Terutang:
5% x Rp. 8.700.000
Rp. 435.000

 

Baca Juga :   Cara Membuat Surat Izin Tidak Masuk Kerja Lengkap dan Tips & Triknya

 

Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Secara Otomatis

Selain menggunakan Cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) manual, terdapat pula cara yang lebih mudah dan relatif cepat yakni dengan menggunakan aplikasi yang dapat diakses secara online. Aplikasi penghitung pajak ini akan bekerja secara otomatis dan tidak memakan banyak waktu, dan sangat memudahkan perhitungan dalam jumlah banyak seperti menghitung besar pajak para karyawan.

Dengan adanya teknologi ini, cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi mudah, cepat dan otomatis, karena tidak perlu lagi menghitung satu demi satu wajib pajak. Sebelum mulai menghitung, hal pertama yang harus dilakukan adalah memasukkan seluruh data tanggungan dan kode objek pajak. Kemudian pada aplikasi akan muncul perhitungan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) secara otomatis. Pengguna juga tidak perlu khawatir sebab fitur perhitungan terjamin keakuratannya.

Baca Juga :   Cara Membuat Proposal Pengajuan Dana Kegiatan & Acara Lengkap

 

Kesimpulan dan penutup

Demikianlah ulasan mengenai bagaimana cara menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan mudah, cepat dan otomatis yang dapat dilakukan secara mandiri. Apabila Anda ingin menghitung besar pajak pribadi, menggunakan cara manual bisa menjadi pilihan. Sebab Anda tidak perlu memasukkan data di dalamnya. Kendati membutuhkan cukup banyak waktu, cara manual cukup efektif untuk dilakukan.

Selain itu, Anda dapat pula menggunakan cara yang lebih praktis yakni dengan memanfaatkan aplikasi penghitung pajak. Seiring perkembangan zaman, kini teknologi sudah semakin canggih dan menyediakan berbagai aplikasi untuk mempermudah manusia. Dengan menggunakan aplikasi tentu akan lebih hemat waktu dan tenaga karena data sebanyak apapun dapat dihitung secara otomatis dengan tingkat akurasi yang tinggi. Jadi, setiap orang bisa memilih menghitung dengan cara manual atau menggunakan aplikasi. Masing-masing cara tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, maka pilihlah cara yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Related Post :