Dampak Virus Corona Terhadap Raksasa Teknologi di Silicon Valley

News & Release, Serba Serbi / 1 | | 0

Coronavirus  terus mendatangkan malapetaka di belahan dunia dan  industri teknologi global. Banyak perusahaan telah menutup pabrik mereka dan melarang perjalanan terkait bisnis dan acara-acara industri besar seperti F8 Facebook, Geneva Motor Show, Google I / O dan Mobile World Congress terus dibatalkan karena wabah tersebut.

Virus COVID-19 sendiri ditemukan di wilayah Wuhan di provinsi Hubei, China akhir tahun lalu dan memiliki gejala yang mirip dengan pneumonia. Temuan ini pertama kalinya dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia pada tanggal 31 Desember 2019. Para ilmuwan China menghubungkan penyakit ini dengan keluarga virus yang mencakup SARS (sindrom pernafasan akut yang parah) dan MERS (sindrom pernapasan Timur Tengah). Sejauh ini penyakit ini telah membunuh lebih dari 3.200 orang, dan lebih dari 94.000 orang telah terinfeksi di lebih dari 60 negara.

Pengaruh Corona terhadap dunia secara umum telah sangat mengganggu banyak aktifitas termasuk beberapa nama besar dalam bidang teknologi seperti Facebook, Apple, Google, Microsoft, Twitter, Amazon :

 

Facebook

  • Membatalkan konferensi pengembang F8, yaitu acara terbesar perusahaan tahun ini di mana CEO Mark Zuckerberg henda berbagi mengenai pembaruan dunia tentang perkembangan dan tantangan Facebook yang kemudian diganti menjadi pertemuan lokal untuk pengembang dan acara daring (online).
  • Mengurangi karyawan yang ingin bepergian ke Cina.
  • Membatalkan KTT pemasaran yang dijadwalkan awal Maret, yang diperkirakan akan menarik 4.000 orang.
  • Memberikan WHO iklan gratis untuk memberikan informasi kesehatan.
  • Adanya keterlambatan produksi headset Oculus VR-nya.
  • Munculnya iklan yang terlarang yang menjanjikan penyembuhan coronavirus.
  • Mundur dari festival SXSW.
  • Diumumkan bahwa seorang kontraktor di kantornya di Seattle telah dinyatakan positif memiliki virus corona.
  • Dilaporkan menutup kantornya di Seattle hingga 9 Maret, dengan karyawan didorong untuk bekerja dari rumah setidaknya hingga 31 Maret.
  • Akan terus membayar pekerja per jam yang tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dari jarak jauh.

Baca Juga : Fakta Lengkap Kasus Masuknya Virus Corona Di Indonesia

Apple

  • Mengumumkan bahwa mereka  kehilangan pedoman pendapatan kuartalan karena efek dari coronavirus.
  • Untuk sementara waktu menutup semua 42 tokonya di Cina daratan, salah satu pasar terbesar dan terpentingnya adalah menutup kantor perusahaan dan pusat kontak di Cina.
  • Terpaksa mencari sumber alternatif untuk suku cadang setelah pemasok di Wuhan ditutup karena wabah di kota itu.
  • Toko ritel dilaporkan memperingatkan bahwa penggantian untuk iPhone yang rusak parah akan kekurangan pasokan dan terkendala.
  • Perjalanan karyawan ke d Italia, Cina dan Korea Selatan, dibatasi dan menutup toko ritel Apple di Italia.
  • Menarik diri dari festival SXSW.
  • Banyak pengecer Apple di New York City dilaporkan kehabisan perangkat iPhone 11 pada 6 Maret.

Google

  • Karyawan Google di area Seattle akan bekerja dari jarak jauh.
  • Menutup  sementara semua kantornya di daratan Cina, Hong Kong dan Taiwan.
  • Perjalanan bisnis terbatas ke Cina dan Hong Kong.
  • Memberitahu karyawan dengan anggota keluarga dekat yang kembali dari Tiongkok untuk bekerja dari rumah selama setidaknya 14 hari.
  • Menjaga kantor-kantor Eropa tetap terbuka meskipun seorang karyawan di Zurich telah didiagnosis dengan coronavirus.
  • Membatalkan KTT Inisiatif Berita Google yang dijadwalkan pada akhir April di Sunnyvale, California.
  • Merubah tahunan konferensi cloud-nya, yang menarik 30.000 peserta tahun lalu, ke acara dengan format digital saja.
  • Akan terus membayar pekerja per jam yang tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dari jarak jauh.
  • Membatalkan konferensi pengembang I / O tahunannya, yang dijadwalkan akan berlangsung pada 12-14 Mei di Mountain View, California.
  • Google membatasi pengunjung ke kantornya di New York City dan San Francisco Bay Area, membatalkan semua wawancara kerja secara langsung dan memberi tahu karyawan Korea dan Jepang untuk bekerja dari rumah.

Microsoft

  • Merekomendasikan semua karyawan Seattle, area Puget Sound dan San Francisco Bay Area untuk melakukan pekerjaan mereka dari rumah hingga 25 Maret. Presiden perusahaan ini, Brad Smith juga mengatakan akan terus membayar pekerja kampusnya setiap jam  berdasarkan upah reguler mereka bahkan jika jam kerja mereka berkurang.
  • Memperingatkan investor bahwa pendapatan di segmen bisnis yang mencakup sistem operasi Windows dan perangkat Surface mungkin akan kehilangan perkiraan keuntungan dari sebelumnya.

Twitter

  • Menarik diri  dari acara SXSW, tempat CEO Jack Dorsey yang direncanakan akan memberikan pidato utama.
  • Membatalkan semua perjalanan bisnis dan acara tidak penting bagi karyawan.
  • Memerintahkan semua karyawan untuk mulai bekerja dari rumah.
  • Dorsey yang awalnya berencana untuk menghabiskan beberapa bulan di Afrika pada tahun 2020 tetapi mengatakan  bahwa dia akan mempertimbangkan rancangan tersebut  mengingat COVID-19.
  • Twitter mengkonfirmasi pada 6 Maret bahwa kantornya di Seattle telah ditutup untuk pembersihan mendalam setelah seorang karyawan dicurigai menderita COVID-19.
  • Akan terus membayar pekerja per jam yang tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dari jarak jauh.

 

Amazon

  • Menghapus lebih dari 1 juta daftar untuk barang-barang jualan yang mengklaim dapat menyembuhkan atau kebal terhadap virus corona yang dijual di situs online mereka.
  • Ribuan item dihapus dari pedagang yang menaikkan harga.
  • Seorang karyawan di kantor pusat Seattle telah dites positif untuk SARS-CoV-2 dan sekarang di karantina.
  • Memberitahu karyawan area Seattle untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan hingga akhir Maret.
  • Mundur dari festival SXSW.

Baca Juga : Virus Corona Menyerang, Google dan Microsoft Batalkan Konferensi Tahunan

Related Post :

popup image