Database : Definisi/Pengertian dan Tipe/Jenisnya

Serba Serbi, Technology / 0 | | 0

Sebelum teknologi dan inovasinya marak digunakan, data dan informasi biasanya disimpan dengan cara lama baik yang ditulis dalam berjilid- jilid buku dan disimpan di lemari. Cara ini tentu saja sudah tidak bisa diterapkan lagi karena tidak hanya era modern telah tiba, tetapi cara lama ini tentu tidak praktis. Untuk mengekstrak sebuah data saja bisa memperlakukan waktu yang banyak.

Kini dengan majunya teknologi dimana tuntutn akan banyak hal juga menjadi cepat, maka cara penyimpanan data juga ikut berubah. Data sendiri sangat penting bagi siapa saja yang berkepentingan yang salah satunya adalah untuk keperluan bisnis. Adanya data dapat membantu perusahaan membuat keputusan cerdas tentang perencanaan kampanye pemasaran mereka, mengelola keuangan, sebagai acuan dalam mengembangkan produk baru, dan lain- lain.

Semua data yang banyak ini akan menjadi kompleks dan rumit sehingga diperlukan adanya bantuan penyimpanan yang dapat diandalakan. Maka dari itu database muncul untuk menjawab banyak tantangan penyimpanan ini sehingga siapa saja yang hendak mencari data, akan mendapatkannya dengan cepat. Bahkan, dengan adanya database ini, semua data dapat disusun rapi berdasarkan detik, menit, jam, hari hingga tahun. Selanjutnya, mari kenali apa yang dimaksud dengan database serta jenis/tipe umumnya.

 

Mengenal Definisi/Pengertian Database

Database : Definisi/Pengertian dan Tipe/Jenisnya
 

Sebuah database atau basis data dapat menyimpan semua jenis informasi, seperti transaksi keuangan, catatan data sensitif dan bahkan semua industri terlebih lagi pemerintah telah menerapkan database merek tersendiri. Secara analogi, database dapat dianggap sebagai lemari arsip raksasa yang dapat menyimpan sejumlah besar informasi yang dapat Anda rujuk dengan mudah. Perbedaannya adalah bahwa lemari arsip hanya akan menyimpan informasi tentang topik terkait, tetapi sistem database dapat menangani data atau informasi tertentu tentang bisnis Anda secara keseluruhan.

Metode organisasi data dapat bervariasi berdasarkan tujuan, tipe data, atau parameter lainnya, tetapi pada intinya, semua basis data menggabungkan data ke dalam satu lokasi digital. Contoh mudah database non-digital yang dulu digunakan adalah buku telepon. Buku telepon digunakan untuk mengatur data mulai dari nama, alamat, dan nomor telepon dengan menggunakan karakteristik pengidentifikasi unik yang berdasarkan nama seseorang untuk menyelaraskan data.

Untuk menemukan informasi, Anda akan mencari buku telepon untuk mengidentifikasi unik ini yang jika di dalam database dikenal sebagai nilai kunci, untuk mengambil dan menemukan informasi yang sesuai. Mengambil cara kerja buku telepon, database berfungsi seperti ini dengan menyimpan data menggunakan skema yang ditentukan, atau arsitektur logis, pengguna dapat menyimpan, memodifikasi, mencari, dan mengambil data dengan mengikuti skema tersebut. Beberapa database membutuhkan lebih banyak keahlian dalam penggunaan daripada yang lain yang mungkin penting untuk diingat ketika Anda sedang mencari opsi basis data.

 

Baca Juga  :   Mengapa Memilih Data Center Lokal (Indonesia) untuk Perusahaan / Bisnis

 

Tipe atau Jenis Umum Database 

Database : Definisi/Pengertian dan Tipe/Jenisnya
 

Layaknya buku telepon yang ditulis berdasarkan abjad yang terstruktur, maka database adalah kumpulan data yang sistematis yang mendukung penyimpanan elektronik dan manipulasi data. Sebagai temuan inovasi terbaik abad ini, database telah membuat pengelolaan data menjadi mudah. Berikut beberapa jenis/tipe umum dari database yang ada saat ini. :

  • Database berorientasi objek

    Jenis database komputer ini mendukung penyimpanan semua tipe data dimana semua data disimpan dalam bentuk objek. Objek yang akan disimpan dalam database memiliki atribut dan metode yang menentukan apa yang harus dilakukan dengan data. PostgreSQL adalah contoh DBMS relasional berorientasi objek.

  • Database NoSQL

    Basis data NoSQL digunakan untuk kumpulan besar data terdistribusi. Ada beberapa masalah kinerja data besar yang secara efektif yang dapat ditangani oleh database relasional ini. Jenis database komputer ini sangat efisien dalam menganalisis data tidak terstruktur berukuran besar.

  • Database terdistribusi

    Database terdistribusi adalah jenis database yang memiliki kontribusi dari database umum dan informasi yang ditangkap oleh komputer lokal. Dalam sistem basis data jenis ini, data tidak hanya berada di satu tempat saja, melainkan didistribusikan di berbagai tempat.

  • Basis data pribadi

    Basis data pribadi digunakan untuk menyimpan data yang disimpan di komputer pribadi yang lebih kecil dan mudah dikelola. Data sebagian besar digunakan oleh departemen yang sama dari perusahaan dan diakses oleh sekelompok kecil orang.
     
    Baca Juga  :  Pengertian Data : Definisi, Fungsi, dan Jenis-jenis Data

  • Basis data terpusat

    Seperti namanya ini adalah lokasi data yang terpusat,dan pengguna dari berbagai latar belakang dapat mengakses data ini. Jenis database komputer ini menyimpan prosedur aplikasi yang membantu pengguna mengakses data bahkan dari lokasi yang jauh.

  • Database sumber terbuka (open source)

    Database semacam ini menyimpan informasi yang berhubungan dengan operasi. Jenis database ini umum ini digunakan di bidang pemasaran, hubungan karyawan, layanan pelanggan, database, dll.

  • Database relasional

    Jenis database ini mendefinisikan hubungan database dalam bentuk tabel. Juga umum disebut DBMS Relasional, yang merupakan jenis DBMS paling populer di pasar. Contoh database sistem RDBMS antara lain database MySQL, Oracle, dan Microsoft SQL Server.

  • Basis data awan/cloud

    Basis data cloud adalah basis data yang dioptimalkan atau dibangun untuk lingkungan virtual yang mendukungnya. Ada begitu banyak keuntungan dari database cloud, beberapa di antaranya dapat membayar untuk kapasitas penyimpanan dan bandwidth. Selain juga menawarkan skalabilitas sesuai permintaan, bersama dengan ketersediaan tinggi, database jenis ini sangat praktis dan lebih sesuai dengan tuntutan kecepatan modern saat ini.

  • Database grafik

    Database berorientasi grafik menggunakan teori grafik untuk menyimpan, memetakan, dan membuat kueri hubungan. Jenis database komputer ini sebagian besar digunakan untuk menganalisis interkoneksi. Sebuah organisasi dapat menggunakan database grafik untuk menambang data tentang pelanggan dari media sosial atau platform lainnya yang mereka gunakan.

  • Data warehouse

    Data warehouse adalah untuk memfasilitasi satu versi kebenaran bagi perusahaan untuk pengambilan keputusan dan peramalan. Konsep data warehouse untuk dapat menyederhanakan proses pelaporan dan analisis organisasi dimana sistem informasi yang berisi data historis dan komutatif dari satu atau beberapa sumber.

 

Baca Juga  :   Alasan Menggunakan Data Center Lokal (Indonesia) untuk Bisnis / Perusahaan

 

Kesimpulan dan Penutup

Sebelum adanya dan maraknya pengembangan database, orang- orang mencatat semua informasi dan data penting di atas kertas. Ini kemudian menjadi daftar, buku catatan, buku besar dan arsip catatan yang akan membengkak serta memerlukan ruangan penyimpanan yang besar setiap waktunya. Umumnya disimpan di lemari arsip, penyimpanan data tradisional ini sangat rentan maka jika terjadi gangguan seperti musibah kebakaran atau banjir, maka data yang hilang tidak bisa dikembalikan dengan cadangan/backup.

Belum lagi ketika akses ke salah satu catatan ini diperlukan, mencari dan mengumpulkan secara fisik catatan itu memakan waktu dalam menemukannya. Dokumen yang sudah terlanjur hilang dan rusak, akan menghambat apa saja karena semua pendataan harus dilakukan secara manual lagi. Munculnnya database sebagai bagian teknologi modern telah mampu mengatasi masalah klasik ini. Selain juga temuan ini mampu untuk mengatasi kekurangan penyimpanan data berbasis kertas konvensional, database juga mempunyai beragam jenis dengan kemampuan dukungan backup data yang dulunya tidak ditemukan dalam pendataan konvensional.
 

Related Post :