DBMS (Database Management System) : Sejarah dan Karakteristiknya

Serba Serbi, Technology / 0 | | 0

Data dan informasi di seluruh dunia semakin membesar dimana cara penyimpanan manual buku dan kertas sudah tidak lagi relevan. Tidak hanya mempunyai resiko tinggi, penyimpanan tertulis diatas kertas juga tidak praktis mengingat saat ini distribusi data harus instant. Karena itu diperlukan sesuatu yang bekerja layaknya gudang data yang kemudian lebih dikenal sebagai database.

Jadi jika didefinisikan secara sederhana, database adalah kerangka kerja komputer yang menyimpan, mengatur, melindungi, dan memasok data dimana ada sebuah sistem database disebut sebagai sistem untuk pengelolaan database atau Database Management System (DBMS). Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) merupakan sistem perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan, mengambil, dan menjalankan kueri pada data.

Selain itu, DBMS juga berfungsi sebagai antarmuka antara pengguna akhir dan database, memungkinkan pengguna untuk membuat, membaca, memperbarui, dan menghapus data dalam database. Cara pendataan modern ini menawarkan banyak keuntungan dibandingkan sistem file tradisional, termasuk fleksibilitas dan sistem backup yang lebih kompleks. Dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria seperti model data, distribusi basis data, atau nomor pengguna membuat DBMS menjadi andalan banyak perusahaan, organisasi, bisnis dan lainnya dalam menyimpan data serta informasi sensitif mereka.

 

Sejarah Singkat DBMS (Database Management System)

Asal usul sejarag database ada sebelum penemuan komputer seperti yang dibutuhkan di perpustakaan, pemerintahan, bisnis dan catatan medis saat ini. Kebutuhan akan pemeliharaan dan penyimpanan data semakin meningkat dimana dengan diperkenalkannya komputer, pendataan menjadi sangat mudah, efektif waktu dan mengkonsumsi lebih sedikit ruang untuk mengumpulkan serta memelihara database tersebut. Berikut adalah peristiwa penting dari sejarah DBMS (Database Management System)

  • 1960 – Charles Bachman merancang sistem DBMS pertama
  • 1970 – Codd memperkenalkan Information Management System (IMS) IBM
  • 1976 – Peter Chen menciptakan dan mendefinisikan model Entity-relationship yang juga dikenal sebagai model ER
  • 1980 – Model Relasional menjadi komponen database yang diterima secara luas
  • 1985 – DBMS berorientasi objek berkembang.
  • 1990-an – Penggabungan orientasi objek dalam DBMS relasional.
  • 1991- Microsoft mengirimkan akses MS, DBMS pribadi dan yang menggantikan semua produk DBMS pribadi lainnya.
  • 1995 – Aplikasi database Internet pertama
  • 1997 – XML diterapkan pada pemrosesan database. Banyak vendor mulai mengintegrasikan XML ke dalam produk DBMS.

 

Baca Juga  :    Mengenal Apa Itu Database dan Komponen Didalamnya

 

Memahami Karakteristik DBMS (Database Management System)

DBMS (Database Management System) : Sejarah dan Karakteristiknya
 

Basis data atau database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer yang digunakan untuk segala hal mulai dari menyimpan gambar di komputer hingga membeli barang secara online dan menganalisis pasar saham. Database memungkinkan komputer untuk menyimpan informasi penting dengan cara yang terorganisir dan mudah dicari. Karena teknologi basis data telah meningkat selama bertahun-tahun, demikian juga berbagai jenis database. Sekarang ada banyak jenis database, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahannya berdasarkan bagaimana mereka dirancang.

Sangat penting bagi bisnis maupun pengguna individu untuk memahami berbagai jenis database, untuk memastikan mereka memiliki pengaturan yang paling efisien. Adapun ciri dan sifat karakteristik dari DBMS adalah :

  • Mampu memberikan keamanan dan menghilangkan redundansi
  • Bersifat menggambarkan diri dari sistem database
  • Melakukan isolasi antara program dan abstraksi data
  • Mendukung beberapa tampilan data
  • Berbagi data dan pemrosesan transaksi multi pengguna
  • Perangkat Lunak Manajemen Databse memungkinkan entitas dan hubungan di antara mereka untuk membentuk tabel.
  • Telah mengikuti konsep ACID (Atomisitas, Konsistensi, Isolasi, dan Daya Tahan/Atomicity, Consistency, Isolation, and Durability).
  • DBMS mendukung lingkungan multi-pengguna yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan memanipulasi data secara paralel.

 

Baca Juga  :    Bagaimana Cara Mengatasi Error Estabilishing A Database Connection

 

Mengenal 3 Arsitektur Utama DBMS

Desain DBMS tergantung pada arsitekturnya. Sejumlah besar data pada Komputer Pribadi, server web, server basis data, dan elemen lain yang terhubung dengan jaringan dapat ditangani dengan bantuan arsitektur klien atau server dasar. Banyak komputer dan workstation adalah bagian dari arsitektur Klien yang terhubung melalui jaringan. Arsitektur DBMS bergantung pada bagaimana pengguna terhubung ke database. Ada tiga macam Arsitektur DBMS yang bisa Anda ketahui di bawah ini :

  • Arsitektur Tier-1

    Dalam jenis Arsitektur ini, data langsung diberikan kepada pelanggan dan pengguna dapat langsung menggunakan database melalui komputer. Setiap perubahan yang diperlukan dapat dilakukan dengan mudah oleh pengguna dan tidak ada alat praktis yang disediakan untuk pengguna akhir. Arsitektur ini lebih tepat digunakan untuk peningkatan aplikasi lokal di mana programmer dapat langsung berkomunikasi dengan database aplikasi untuk respon cepat.

  • Arsitektur Tier-2

    Mirip dengan client-server dasar, dalam arsitektur two-tier, aplikasi dari ujung klien dapat berkomunikasi di sisi server dengan database. Interaksi ini menggunakan Application Program Interface seperti ODBC dan JDBC. Antarmuka pengguna, serta program aplikasi, berjalan di sisi klien. Sisi server bertanggung jawab untuk menyediakan fungsionalitas seperti pemrosesan kueri dan manajemen transaksi.

  • Arsitektur Tier-3

    Terakhir arsitektur ini berisi satu lapisan lagi antara klien dan server. Tidak ada komunikasi langsung antara klien dan server. Umumnya arsitektur ketiga ini lebih digunakan dalam kasus aplikasi besar di web.

 

Baca Juga  :    Mengenal List Building Database untuk Memprospek Pelanggan

 

Contoh Penerapan dan Aplikasi DBMS

DBMS (Database Management System) : Sejarah dan Karakteristiknya
 

Karena kemajuan dalam DBMS, pengguna dapat menyimpan data lebih banyak dan lebih mudah juga untuk mencari semua informasi dan catatan mengenai setiap orang atau produk yang membantu untuk bekerja secara efisien dan efektif. Ada beberapa contoh aplikasi dan penggunaan Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) yang umum ditemukan :

  • Perbankan

    Pelanggan dapat melakukan banyak transaksi setiap hari tanpa harus bolak-balik mengunjungi bank dengan mobile banking. Semuanya menjadi mungkin karena alasan di balik ini adalah penggunaan database dan mengelola semua data pelanggan melalui database modern yang lebih efektif juga praktis.

  • Institusi Pendidikan

    Contoh mudah adalah ketikan semua ujian dilakukan melalui web dan data yang terkait dengan siswa dipelihara melalui internet dengan bantuan sistem manajemen basis data. Termasuk juga mencakup rincian pendaftaran siswa, hasil, nilai dan kursus yang tersedia di lembaga pendidikan tanpa harus lagi adanya kunjungan tatap muka.

  • Situs Web Media Sosial

    Hampir semua masyarakat dunia telah menggunakan platform media sosial dan berbagi detail informasi pribadi mereka. Jutaan pengguna setiap hari mendaftar di situs web sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, YouTube dan lain sebagainya. Semua informasi yang berhubungan dengan pengguna dapat disimpan dan dipelihara dengan bantuan DBMS.

 

Baca Juga  :    Cara Membuat Database MariaDB di DBaaS Cloud VPS IDCloudHost

 

Kesimpulan dan Penutup

Database Management System (DBMS) adalah sebuah paket perangkat lunak yang dirancang untuk mendefinisikan, memanipulasi, mengambil, dan mengelola data dalam basis data. Sebuah DBMS umumnya digunakan untuk memanipulasi data itu sendiri, format data, nama field, struktur record dan struktur file., disamping juga mendefinisikan aturan untuk memvalidasi dan memanipulasi data.

Sistem manajemen database juga dapat diatur berdasarkan konsep penanganan data tertentu, seiring dengan berkembangnya praktik pengadministrasian basis data. Basis data paling awal hanya menangani bagian tunggal dari data yang diformat khusus. Sistem yang lebih berkembang saat ini dapat menangani berbagai jenis data yang kurang diformat dan mengikatnya bersama-sama dengan cara yang lebih rumit serta kompleks.

 

 

Related Post :