Framework/Kerangka Kerja : Kekurangan dan Kelebihannya

Development & Security, Web & Development / 0 | | 0

Seorang developer yang sangat ahli dalam bidangnya mungkin bisa saja tidak menggunakan framework atau kerangka kerja dalam pengerjaannya, tapi banyak juga yang sebenarnya membutuhkan framework ini terlebih jika Anda merupakan seorang developer yang mendapatkan banyak projek. Anda bisa menghemat waktu dengan menggunakan framework selain juga sangat bagus bagi pengembang pemula.

Menggunakan framework bukan berarti Anda tidak perlu lagi untuk melakukan coding, framework hanya sebuah tools untuk membantu Anda dalam mempercepat tugas Anda membuat website atau aplikasi yang Anda inginkan. Justru sebaliknya, framework menciptakan pengalaman yang baik bagi Anda para pemrograman untuk mengembangkan website atau aplikasi menjadi lebih terstruktur.

Framework memiliki banyak jenis sesuai jenis pengembangannya seperti untuk Anda para back-end developer, front-end developer, atau mobile developer. Semua framework memiliki bahasa pemrogramannya masing-masing, Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bahasa pemrograman yang Anda kuasai. Namun ada beberapa developer yang masih tidak ingin menggunakan framework karena alasan tertentu, bagi Anda yang masih ragu ingin menggunakan framework atau tidak, Anda bisa menyimak artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan framework.

 

Apa Itu Framework dan Fungsinya

Framework/Kerangka Kerja : Kekurangan dan Kelebihannya
 

Kerangka kerja atau framework adalah sebuah alat yang merupakan pondasi untuk membangun perangkat lunak. Seperti sebuah pondasi dalam pengerjaan website atau aplikasi, kegunaan framework sendiri ibarat sebuah pondasi yang kuat untuk membangun sebuah rumah. Ketika Anda membangun sebuah rumah, Anda harus memastikan bahwa kerangka yang tertanam untuk rumah Anda adalah kerangka yang kuat.

Kemudian jika Anda membangun sebuah rumah, Anda pasti kewalahan jika harus membuat kerangkanya sendirian tentu saja Anda memerlukan seorang ahli untuk mempercepat proses pengerjaan rumah Anda, dan disini sama seperti peran framework untuk membangun website atau aplikasi. Pada dasarnya framework telah dibuat oleh para developer dan insinyur perangkat lunak lainnya dalam menciptakan sebuah sistem framework yang kuat dan kokoh.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa framework hanya sebuah kerangka dan tools untuk bisa membantu Anda, jadi Anda sebagai seorang developer tidak perlu takut pekerjaan Anda akan digantikan oleh framework. Anda tetap perlu masukan kode untuk menambahkan fungsionalitas tingkat yang lebih tinggi untuk membuatnya berfungsi.

Anda pasti bertanya mengapa harus memerlukan framework selain hanya untuk membuat kerangka, berikut ini adalah fungsi framework untuk membangun sebuah website atau aplikasi.

  • Menghemat waktu dan mengurangi kesalahan
  • Tidak perlu menuliskan kode dari awal
  • Framework telah diuji oleh developer dan insinyur perangkat sehingga lebih terpercaya
  • Kode menjadi lebih aman
  • Pengujian dan debugging yang lebih sederhana
  • Kode yang lebih clean dan mudah beradaptasi
  • Mampu fokus pada penulisan kode khusus untuk proyek
  • Bisa diperpanjang

 

Baca Juga  :    Mengenal Apa Itu Framework dan Manfaat Menggunakannya

 

Tipe-tipe Framework dan Contohnya

Secara umum, framework dapat digunakan dalam berbagai industri untuk mengembangkan situs web, aplikasi seluler, data science, dan banyak lagi. Bahasa pemrograman yang digunakan masing-masing ragam framework tentu bisa berbeda sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan oleh developer. Berikut adalah beberapa kerangka kerja yang lebih populer.

 

Back-end Web Framework

Back-end framework atau kerangka kerja website adalah framework yang paling umum digunakan karena membantu para developer untuk membuat aplikasi website atau situs website yang dinamis. Framework ini mempercepat seluruh proses pengembangan software atau perangkat lunak dengan mengotomatiskan tugas-tugas umum untuk pengembang web, seperti menyediakan akses basis data, manajemen sesi, dan template halaman. Back-end framework web ini digunakan untuk berinteraksi dengan database untuk menghasilkan konten, pengerjaannya terletak di host-server. Berikut Back-end Web Framework yang umum digunakan oleh developer :

  • Rails

    Rails merupakan framework yang ditulis dalam bahasa Ruby, bahasa pemrograman ini dirancang khusus agar mudah digunakan. Rails juga merupakan framework yang open source. Rails digunakan untuk menjalankan situs web seperti Airbnb, Github, dan Shopify.

  • Django

    Back-end Web Framework menggunakan bahasa Python yang open source atau bisa digunakan secara gratis oleh siapapun dimana ini dirancang untuk membantu developer mengambil aplikasi dari konsep hingga penyelesaian secepat mungkin. Django menjadi pilihan para back-end developer karena kecepatan, keamanan, dan skalabilitasnya.

 

Baca Juga  :     Daftar Rekomendasi Golang Framework dan Definisinya

 

Front-End Frameworks

Selanjutnya ada Front-End Frameworks, jika Back-end Web Framework digunakan di server, maka Front-End Frameworks ini dijalankan di browser pengguna. Para Front-End Developer bisa menggunakan framework ini untuk merancang sebuah website sesuai dengan yang langsung dilihat oleh user, dan bertugas untuk pengelolaan permintaan AJAX, mendefinisikan struktur file, dan menata komponen situs web. Berikut adalah Front-End Frameworks yang biasa digunakan oleh developer.

  • Angular JS

    Framework Angular JS bekerja menggunakan bahasa JavaScript front-end. Ini dikembangkan dan didukung oleh Google. Ada dua fitur favorit seperti pengikatan data dua arah dan injeksi ketergantungan telah membuat developer bisa menghemat waktu, menjadikannya opsi populer di komunitas pengembangan web.

  • React

    React merupakan framework JavaScript front-end lainnya yang dikembangkan oleh tim di Facebook untuk membantu developer membuat perubahan pada kode situs dengan mudah. Menariknya, kerangka kerja ini dapat membuat kinerja situs lebih mulus dan cepat dalam merender aplikasi dengan fitur unggulannya yaitu DOM virtual.

 

Baca Juga  :    Mengenal Istilah Programming dan Coding Bagi Pengembang/Programmer Pemula

 

Mobile Development Frameworks

Saat ini penggunaan smartphone atau telepon seluler menjadi hal yang umum dan menyebar ke seluruh dunia. Dengan peningkatan jumlah pengguna seluler, tentu menjadi tantangan bagi para mobile developer dalam mengembangkan aplikasi seluler. Mobile Development Frameworks ini juga masih terbagi menjadi dua, yaitu yang murni khusus untuk Apple dan Android atau yang bisa digunakan untuk lintas platform. Berikut Mobile Development Frameworks yang populer di kalangan Mobile Developer.

  • Flutter

    Flutter adalah framework lintas platform yang membentuk kode asli, artinya Anda dapat menggunakan satu bahasa pemrograman dan basis kode untuk membuat aplikasi untuk Apple dan Android. Dikembangkan oleh Google dan gratis, flutter bersifat open-source yang cukup ramah.

  • React Native

    Framework React Native juga merupakan framework lintas platform yang juga membentuk kode asli yang dikembangkan oleh tim di Facebook. Itu dibuat dengan bahasa pemrograman JavaScript dan ReactJS dan terdapat komponen siap pakai untuk menghemat waktu karena Anda tidak perlu membuat elemen dari awal.

 

Baca Juga  :     10 Daftar Framework/Kerangka Kerja Terbaik Untuk Pengembang

 

Kekurangan dan Kelebihan Framework

Framework/Kerangka Kerja : Kekurangan dan Kelebihannya
 

 

Penjelasan di atas pasti membuat Anda sudah dapat memutuskan untuk menggunakan framework dalam memudahkan Anda membangun aplikasi website atau aplikasi mobile yang modern. Tetapi di balik itu semua tentu juga ada kekurangan dari framework dan untuk lebih jelasnya mari simak kelebihan dan kekurangan framework agar Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakannya.

 

Kelebihan Framework

  • Sederhana untuk dipahami, konsisten, dan mudah diterapkan.
  • Punya peraturan default yang berguna untuk menjalankan penggunaannya dan tidak memiliki kode yang berlebihan sehingga lebih clean.
  • Memiliki dokumentasi yang lengkap sehingga bisa langsung dicoba.
  • Developer bisa membangun komponen yang dapat digunakan kembali.
  • Alur kontrol yang jelas, memudahkan untuk mengendalikan urutan pemrosesan
  • Dapat menambahkan kode tambahan untuk menyediakan fungsionalitas yang berbeda.
  • Terdapat framework kode yang default, sehingga tidak dapat dimodifikasi dan hanya dapat diperpanjang.

 

Baca Juga  Panduan :    Cara Instal Laravel di Cloud VPS IDCloudHost

 

Kekurangan Framework

  • Membuat para pemula jadi malas untuk mengetahui basic coding
  • Memberikan stereotip bahwa pemrograman tidak fleksibel karena dibatasi oleh bahasa pemrograman yang berbeda untuk setiap framework
  • Menghambat waktu loading dari website

 

Kesimpulan dan Penutup

Kegunaan utama tujuan pembuatan framework adalah sebagai kerangka kerja yang merupakan sebuah pondasi untuk membangun perangkat lunak. Menggunakan framework bukan berarti Anda tidak perlu lagi untuk melakukan coding sama sekali, melainkan framework hanya sebuah tools untuk membantu Anda dalam mempercepat tugas Anda membuat website atau aplikasi yang Anda inginkan.

Semua framework memiliki bahasa pemrogramannya masing-masing, Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bahasa pemrograman yang Anda kuasai. Bahasa pemrograman yang digunakan masing-masing ragam framework tentu bisa berbeda sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan oleh developer.

Related Post :