Mengenal FUP (Fair Usage Policy) Dalam Layanan Internet Unlimited

Serba Serbi, Technology / 0 | | 1

Saat ini, banyak provider layanan internet yang menyediakan berbagai jenis layanan sesuai kebutuhan pengguna. Ada layanan berbasis kuota, ada juga layanan unlimited yang memungkinkan Anda mengakses internet dengan bebas. FUP adalah istilah yang mungkin sering Anda dengar jika membeli kuota unlimited. 

Namun, untuk menggunakan layanan internet unlimited, sebenarnya Anda tetap memiliki batasan dalam aksesnya. Batasan tersebut bukan berupa kuota, tapi penurunan kecepatan internet saat sudah mencapai penggunaan tertentu. Inilah yang disebut dengan FUP atau Fair Usage Policy. 

Sebagai pengguna, mungkin Anda bingung kenapa paket internet unlimited memerlukan batas pemakaian wajar. Padahal, unlimited sendiri berarti layanan tersebut dapat digunakan secara tak terbatas, bukan? Dalam artikel ini Anda akan memahami lebih lanjut tentang FUP. Simak informasi lengkapnya berikut ini, ya. 

Baca Juga: 3 Rekomendasi Situs Web Proxy Site Agar Lebih Aman Dalam Berselancar di Internet

Apa Itu FUP?

fup adalah

FUP adalah singkatan dari Fair Usage Policy, yang berarti batas pemakaian normal dari layanan internet. Fair Usage Policy merupakan aturan dari provider layanan internet kepada pengguna sebagai batas pemakaian layanan tersebut. 

Jika Anda memakai layanan internet melewati FUP yang tersedia, maka kecepatan internet Anda akan dikurangi. Tak jarang penurunan kecepatan ini membuat akses internet Anda menjadi jauh lebih lambat. 

FUP biasanya terdapat pada paket internet unlimited yang tidak membatasi penggunaan dengan kuota data. Setiap provider layanan internet memiliki kebijakan FUP yang berbeda-beda. Misalnya, ada yang menetapkan FUP bulanan, ada juga yang menetapkan FUP harian. 

Jika Anda merasa internet Anda cenderung lebih lambat di jam tertentu, atau tanggal tertentu, mungkin itu merupakan akibat dari layanan internet yang telah mencapai FUP. Mungkin Anda terlalu banyak mendownload file, streaming video, dan lain-lain. 

Contoh Fair Usage Policy

Contoh penerapan FUP misalnya seperti berikut ini. Sebuah provider layanan internet menawarkan paket internet unlimited dengan FUP 100 GB dengan masa aktif 1 bulan (30 hari). Setelah Anda mencapai penggunaan 100 GB tersebut, kecepatan internet Anda akan lebih lambat dari sebelumnya. 

Misalnya, saat awal menggunakan layanan kecepatan internet Anda sekitar 10 Mbps. Namun, setelah Anda mencapai FUP, maka kecepatan internet tersebut menurun menjadi 750 Kbps saja. Untuk dapat mengembalikan kecepatan tersebut, Anda harus mengisi ekstra kuota. 

FUP tidak hanya berlaku untuk internet bulanan, tapi juga internet harian. Contoh lainnya adalah sebuah provider internet memiliki layanan unlimited dengan FUP 1GB perhari. Artinya, dalam satu hari Anda hanya bisa mengakses internet hingga 1 GB ini habis. Setelah mengakses lebih dari 1 GB, maka kecepatan internet akan menurun secara signifikan. 

Baca Juga: 5 Cara Membayar Tagihan IndiHome yang Wajib Anda Ketahui

Tujuan FUP

Tujuan FUP adalah agar semua pengguna mendapat keadilan dalam mengakses layanan. Dengan pemberlakuan FUP, Anda akan mengalami pengalaman menggunakan internet yang sama dengan pengguna lain. 

Bayangkan jika provider tidak menggunakan FUP, bisa jadi banyak orang yang menggunakan bandwidth berlebihan dan mengganggu koneksi pengguna lain. 

FUP berguna untuk membatasi paket internet unlimited. Jika Anda tak mau kecepatan berkurang karena sudah melewati FUP, solusinya adalah mengontrol penggunaan internet atau membeli kuota tambahan. 

ika jumlah kuota Anda terbatas, mungkin Anda bisa memanfaatkan mode hemat data yang ada di ponsel Anda. Beberapa aplikasi media sosial juga menyediakan fitur ini sekarang. 

Kelebihan Fair Usage Policy

Layanan internet unlimited merupakan pilihan menarik bagi banyak orang. Hal ini tentu karena menggunakan layanan unlimited memberi keuntungan bagi penggunanya. Dengan menggunakan layanan unlimited, Anda dapat mengakses internet dengan bebas tanpa harus khawatir kehabisan kuota sewaktu-waktu.

Selama layanan masih berlaku, berarti Anda masih bisa mengakses internet. Ketika penggunaan sudah melewati FUP, Anda masih tetap dapat mengakses internet walau dengan kecepatan terbatas. 

Bagi sebagian orang, kondisi ini lebih menguntungkan dibandingkan layanan internet berbasis kuota. Dengan layanan seperti itu, Anda sama sekali tidak bisa mengakses internet ketika kuota Anda sudah habis. 

Baca Juga: Tips Cara Mendapatkan Paket Internet Unlimited Provider Telkomsel, Indosat, XL, dll

Kekurangan Fair Usage Policy

Kekurangan FUP adalah saat pemakaian internet telah melewati batas pemakaian, maka kecepatan internet akan berkurang secara otomatis. Anda mungkin merupakan orang yang banyak menggunakan akses internet dalam keseharian. 

Misalnya untuk kebutuhan upload dan download file besar, bermain game yang membutuhkan banyak data, online meeting, atau streaming video. Hal ini tentunya dapat menghambat menjadi masalah besar bagi Anda. 

Namun, jika Anda adalah pengguna layanan yang tidak banyak menggunakan akses internet, mungkin Anda tak akan terlalu mempermasalahkan kecepatan yang menurun ini. Setiap provider biasanya menyediakan layanan kuota ekstra, yang dapat menjadi solusi Anda untuk kembali meningkatkan kecepatan internet. 

Baca Juga: Rekomendasi Paket Internet Murah untuk Blogger di Indonesia

Penutup

Demikianlah pembahasan seputar Fair Usage Policy, yang merupakan kebijakan dari provider internet bagi penggunanya. Kebijakan ini berguna untuk membatasi penggunaan agar tidak ada orang yang menghabiskan bandwidth dan mengganggu koneksi pengguna lain. 

Apakah Anda lebih cocok dengan paket internet berbasis kuota yang memiliki kecepatan stabil? Atau Anda lebih menyukai layanan unlimited yang memiliki FUP? Dengan mengetahui konsep FUP, Anda jadi bisa menentukan layanan internet yang cocok untuk kebutuhan Anda. 

 

Related Post :