Jenis-Jenis Model Bisnis Startup Media yang Perlu Kamu Ketahui

Serba Serbi, Startup & Bisnis / 0 | | 0

Ada beberapa kriteria sehingga sebuah bisnis bisa dikategorikan dalam sebuah startup, seperti perusahaan yang memiliki pendapatan dibawah 100 ribu dolar per tahunnya, umur perusahaan yang belum menginjak 3 tahun, jumlah pegawai yang tidak mencapai 20 orang, perusahaan yang bisa dikatakan masih dalam tahap berkembang, perusahaan tersebut beroperasi dalam bidang teknologi, dan juga kriteria lainnya produk yang perusahaan tersebut hasilkan berupa aplikasi yang berbentuk digital.

Menilik kembali ke belakang, istilah startup ini merupakan istilah yang muncul dan berkaitan dengan internet, website, teknologi dan lain sebagainya. Pada era bubble dot yang merupakan sebuah periode yang terjadi dalam rentang waktu 1998 hingga 2000, istilah ini mulai populer bahkan hingga skala internasional. Di saat itu banyak perusahaan (dot)com yang didirikan di saat bersamaan, dengan berkembangnya internet ada juga perusahaan yang mulai gencar untuk membuka perusahaan melalui website pribadi mereka.

Startup sendiri nyatanya tidak hanya dari segi teknologi informasi, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan IT. Ada beberapa startup yang juga bergerak dalam bidang media, di Indonesia sendiri perkembangan startup media sangatlah cepat. Mereka menyumbangkan warna baru dalam media informasi, entah itu dalam memberikan informasi bola, tanah air, infotainment, fashion dari dalam maupun luar negeri, dan sebagainya.

 

Jenis-Jenis Model Bisnis dari Startup

Jenis-Jenis Model Bisnis Startup Media yang Perlu Kamu Ketahui
 

Sebelum mengenal seperti apa model bisnis dari startup media, Anda sebaiknya mengetahui juga apa saja jenis model bisnis dalam startup itu sendiri. Startup diketahui memiliki banyak model bisnisnya, berikut ulasannya.

 

  1. Freemium

    Model satu ini cukup banyak peminatnya, sistem kerja yang diadaptasi dalam memberikan pelayanan dasar secara gratis menjadi salah satu usaha mereka. Namun ketika pelanggan ingin mendapatkan layanan yang lebih baik, barulah muncul biaya atau tarifnya.

  2. Berlangganan

    Model ini umumnya digunakan oleh mereka yang menarik, seperti ebook, majalah digital, musik hingga film. Startup model ini dicontohkan seperti majalah digital, pelanggan hanya bisa mengakses ketika sudah membayar biaya yang ditetapkan, umumnya tarif yang diberikan olehnya akan lebih murah daripada membeli majalah dalam versi cetak.

  3. On-Demand

    Sedang menjadi primadona di tanah air hingga dunia, model ini menyediakan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga jasa yang diberikan menjadi laris manis dan banyak digunakan oleh masyarakat, model ini cukup sustainable disebabkan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Biaya dalam model ini bisa lebih ditekan karena infrastrukturnya sudah tersedia, hanya perlu memikirkan bagaimana eksekusinya.

  4. Penjualan Langsung

    Model ini mirip dengan dropshipper dan reseller, pemilik usaha akan sangat terbantu dengan adanya orang-orang yang membantu mereka dalam proses penjualannya. Pekerjaan satu ini biasanya hanya membutuhkan para pekerja lepas, sehingga dengan pekerjaan yang seperti ini para pekerja bisa mencari pekerjaan lain.

  5. Barang Customized

    Kreativitas yang dimiliki bernilai jual pada startup satu ini, mereka akan menyediakan produk dasar dari brand yang dibutuhkan. Selanjutnya akan bisa dikustomisasi oleh para konsumennya, tentu saja tarif dari sekian banyak produk berbeda akan dijual dengan harga yang berbeda juga.

  6. Marketplace

    Dengan model bisnis ini Anda hanya perlu menyediakan tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli, sehingga bisa dibilang Anda hanya bertugas menjadi makelar atau perantara dalam bisnis yang dijalankan.
     

    Baca Juga : Perbedaan Antara Lean Canvas dan Business Model Canvas (BMC) untuk Bisnis

  7. Lelang Balik

    Dalam hal ini penentu harga dari produk yang ditawarkan adalah sang pembeli, penjual hanya perlu menyepakati jika harga yang diajukan sudah sesuai. Selanjutnya pembeli tersebut diharuskan untuk mengikuti syarat dan ketentuan yang sudah disepakati di awal.

  8. Software as A Service (SaaS)

    Model bisnis yang satu ini cocok untuk ditawarkan kepada perusahaan, karena jasa yang ditawarkan seperti jasa penyewaan perangkat lunak yang banyak digunakan oleh pengusaha. Pelayanan yang diberikan dengan fitur yang gratis, jika ingin mendapatkan full version tentu Anda harus berlangganan dan membayar sesuai harga yang mau ditetapkan

  9. E-Commerce

    Dengan menggunakan model ini penjual akan langsung menerima keuntungan dari produk yang mereka jualkan di situs mereka, meski berat beberapa startup tetap gigih menggunakannya. Terutama dilakukan oleh startup yang memiliki modal terbatas atau dengan cara yang tidak memerlukan biaya keluar besar.

  10. Periklanan

    Mendapatkan uang dari iklan merupakan salah satu cara termudah, meski satu klik iklan hanya dihitung berapa rupiah saja. Namun jika dikalikan dalam jumlah ribuan klik dengan puluhan iklan yang dipasangkan tentu nilainya akan menjadi besar juga.

  11. Afiliasi

    Pendapatan yang didapatkan dari model satu ini bisa melebihi yang didapat dari pemasangan iklan, dengan mengandalkan link yang diberikan oleh pihak yang membantu dalam pemasaran produk. Dari setiap produk yang terjual via link yang ada, maka produsen akan memberikan komisi sesuai dengan kesepakatan di awal.

  12. Pay-Per-Use

    Sesuatu yang berbeda ditawarkan dalam bisnis satu ini, sehingga cukup menarik minat konsumennya yang hanya akan membayar dengan tarif yang disesuaikan dengan apa yang mereka gunakan dalam jangka waktu tertentu. Selama produk yang ditawarkan masih dibutuhkan di masyarakat, tentu akan terus dicari. Pelanggan akan melakukan pembayaran di awal untuk kemudian mendapatkan jasa dari perusahaan tersebut.

 

Baca Juga  :    Ide Bisnis Dropship yang Menguntungkan dan Modal Sedikit

 

Startup Media yang Ada di Indonesia

Jenis-Jenis Model Bisnis Startup Media yang Perlu Kamu Ketahui
 

Media yang ada di Indonesia sangatlah banyak, hampir semua dari media tersebut menyajikan kabar terbaru dan terbaik dengan berbagai judul dan tampilan yang menarik. Bahkan banyak juga persepsi dari masing-masing media yang ditampilkan oleh mereka, sehingga memiliki penontonnya sendiri. Berikut beberapa jenis startup media yang ada di Indonesia.

 

  • Detik

    Menjadi salah satu platform digital yang selalu update dalam memberikan berbagai berita, ada bola, politik, kejahatan dan lainnya, keunggulan detik ini ada dalam menghadirkan berita terbaru yang hampir selalu update setiap menitnya. Bahkan mereka juga mengajak para pembacanya untuk tidak hanya membaca tetapi juga ikut berkontribusi, pembaca bisa berkontribusi dalam bentuk video update atau foto yang ada di lokasi kejadian. Sehingga Anda akan memiliki pengalaman dalam menulis di media, meski tidak semua yang Anda tuliskan bisa untuk ditayangkan. Jika ditayangkan Anda akan mendapatkan apresiasi berupa poin yang bisa ditukarkan nantinya, dan masih banyak lagi lainnya.

  • Kompas

    Media satu ini menjadi media terbesar yang selalu memberikan tulisan segar, menarik dan membangun bagi pembacanya, hampir setiap detik juga ada berita baru yang dihadirkan. Kompas juga menyediakan lowongan bagi pembacanya yang minat dalam menulis, sehingga ada beberapa komunitas yang hadir untuk lomba-lomba kepenulisan.

  • Okezone

    Berbagai tema yang ada di bahas mendalam dalam media satu ini, tidak hanya dari segi politik tapi juga sampai ke olahraga dan kriminal. Media satu ini juga ada membahas soal film, musik dari Indonesia maupun luar negeri, platform media satu ini juga membahas yang berhubungan dengan kebutuhan sekunder Anda seperti produk tas, gawai, dan sebagainya.

  • Tirto(dot)id

    Siapa yang tidak asing dengan media satu ini, tampilan yang asik dan menarik menjadi keuntungan sendiri yang Tirto tampilkan. Berbagai macam berita ditampilkan pada platform satu ini dengan tema yang menarik, seperti politik, teknologi, wisata, kuliner hingga ke olahraga. Startup satu ini juga menyediakan kolom menulis bagi pembacanya dengan ketentuan 1000 hingga 2000 kata, juga tersedia kesempatan bagi kontributor untuk berkarya.

 

Baca Juga   :     Jenis-Jenis Model Bisnis Startup yang Perlu Kamu Ketahui

 

Kesimpulan dan Penutup

Tidak semua bisnis yang ada bisa di klaim sebagai bisnis startup, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mengklaim perusahaan yang dijalankan adalah sebuah bisnis startup. Karena startup sendiri umumnya memiliki pegawai yang tidak sampai 20 orang, dengan pendapatan yang perusahaan miliki juga tidak mencapai 100 ribu dolar per tahunnya, dan juga perusahaan dengan jenis startup biasa bergerak di bidang teknologi dengan produk yang dihasilkan berupa produk-produk digital.

Startup juga banyak jenisnya, seperti contohnya startup media. Startup jenis ini masuk ke dalam startup yang bergerak dalam media yang menyampaikan informasi kepada masyarakat, sudah bukan sesuatu yang asing jika media di Indonesia sendiri banyak jumlahnya. Seperti Detik, Kompas, Okezone, dan sebagainya, mereka berusaha secara maksimal untuk menampilkan informasi yang ada dengan masing-masing keunggulan yang mereka miliki.

Related Post :