Jenis-Jenis Model Bisnis Startup yang Perlu Kamu Ketahui

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Siapa yang belum mengenal terkait startup? Startup sendiri adalah salah satu kata serapan dari Bahasa Inggris yang memiliki arti proses atau tindakan dalam memulai sebuah usaha bisnis atau organisasi baru. Perusahaan ini sudah mulai berkebag sejak lama, dan peminatnya sangat beragam. Tak heran jika jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya.

Jika ditilik lagi ke belakang istilah startup lahir dan berkembang hingga skala internasional sejak era buble dot-com, yang merupakan periode yang terjadi pada tahun 1998 hingga tahun 2000. Istilah ini muncul berhubungan dengan internet, website, teknologi, dan lainnya, ditambah dengan hal itu sehingga semakin gencarlah perusahaan untuk membuka website pribadi milik mereka.

Tidak semua perusahaan yang ada dengan peluang bisnis yang baik bisa dikatakan sebagai suatu startup, perusahaan yang dijadikan startup umumnya memiliki karakteristik berupa pendapatannya yang kurang dari 100 ribu dolar per tahunnya. Startup juga dilihat dari usia perusahaannya yang masih kurang dari 3 tahun, jumlah pegawai yang mencapai kurang dari 20 orang, perusahaan masih dalam tahap berkembang. Juga dari segi operasional mereka lebih bergerak dalam website dan bidang teknologi, serta produk yang dihasilkan berupa aplikasi yang berbentuk digital.

 

Mengenal Apa Itu Startup

Apa itu startup umumnya merujuk kepada perusahaan yang memang belum lama beroperasi. Sebagian besar dari perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan yang baru didirikan sehingga masih ada dalam fase penelitian dan pengembangan untuk mendapatkan target pasar dengan tepat.

Istilah apa itu startup sendiri diartikan juga sebagai sebuah perusahaan baru yang sedang dilakukan pengembangan. Yakni mulai berkembang di akhir tahun 1990 sampai tahun 2000. Namun, hingga saat ini istilah apa itu startup cukup diidentikkan dengan segala hal yang berhubungan dengan teknologi, internet, web, atau hal lain yang masih ada dalam ranah tersebut.

 

Sejarah Bisnis Startup

Jenis-Jenis Model Bisnis Startup yang Perlu Kamu Ketahui
 

Jika Kita kembali menengok ke belakang, nyatanya penggunaan istilah apa itu startup merupakan hal-hal yang berhubungan dengan internet, website, teknologi, dan hal lainnya. Hal ini karena istilah apa itu startup baru mulai populer hingga skala internasional pada era buble dot-com.

Lantas, apa itu bubble dot-com? Adanya buble dot-com merupakan sebuah periode yang terjadi antara tahun 1998 hingga 2000. Ada banyak perusahaan dot-com yang didirikan hampir bersamaan. Nah, pada saat itulah sedang gencarnya sebuah perusahaan membuka website miliki mereka pribadi. Saat itu pula internet semakin dikenal banyak orang sebagai salah satu ladang baru dalam memulai bisnis. Saat itu pula apa itu startup mulai lahir dan berkembang.

Setelah mengetahui banyak informasi mengenai apa itu startup maka ada karakteristik dalam sebuah perusahaan yang memang bisa dikategorikan sebagai startup. Beberapa karakteristik yang dimiliki tersebut antara lain:

  • Perusahaan memiliki pendapatan kurang dari $ 100.000 per tahunnya
  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  • Jumlah pegawai yang ada kurang dari 20 orang
  • Perusahaan masih dalam tahap berkembang
  • Umumnya perusahaan beroperasi melalui website
  • Perusahaan beroperasi dalam bidang teknologi
  • Produk yang dihasilkan berupa aplikasi berbentuk digital

Beberapa karakteristik di atas memang terlihat lebih cenderung tertuju pada perusahaan yang bergerak dalam bidang web dan teknologi. Hanya saja kenyataannya memang demikian, saat ini perkembangan perusahaan yang memiliki embel-embel startup merupakan sebuah perusahaan yang berhubungan dengan bidang online dan juga teknologi.

 

Baca Juga  :    Tips Mengelola Bisnis bagi UKM dan Startup di Masa Pandemi (Covid-19) 

 

Jenis-Jenis Model Bisnis dari Startup

Jenis-Jenis Model Bisnis Startup yang Perlu Kamu Ketahui
 

Sebelum mengenal seperti apa model bisnis dari startup, model bisnis merupakan struktur atau konsep dari sebuah produk. Sehingga pelanggan bisa mengetahui bagaimana produk dari startup tersebut diproduksikan hingga sampai ke tangan mereka. Startup diketahui memiliki banyak model bisnisnya, berikut.

 

  1. Freemium

    Model satu ini cukup banyak peminatnya, sistem kerja yang diadaptasi dalam memberikan pelayanan dasar secara gratis menjadi salah satu usaha mereka. Namun ketika pelanggan ingin mendapatkan layanan yang lebih baik, barulah muncul biaya atau tarifnya.

  2. Berlangganan

    Model ini umumnya digunakan oleh mereka yang menarik, seperti ebook, majalah digital, musik hingga film. Startup model ini dicontohkan seperti majalah digital, pelanggan hanya bisa mengakses ketika sudah membayar biaya yang ditetapkan, umumnya tarif yang diberikan olehnya akan lebih murah daripada membeli majalah dalam versi cetak.

  3. On-Demand

    Sedang menjadi primadona di tanah air hingga dunia, model ini menyediakan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga jasa yang diberikan menjadi laris manis dan banyak digunakan oleh masyarakat, model ini cukup sustainable disebabkan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Biaya dalam model ini bisa lebih ditekan karena infrastrukturnya sudah tersedia, hanya perlu memikirkan bagaimana eksekusinya.

  4. Penjualan Langsung

    Model ini mirip dengan dropshipper dan reseller, pemilik usaha akan sangat terbantu dengan adanya orang-orang yang membantu mereka dalam proses penjualannya. Pekerjaan satu ini biasanya hanya membutuhkan para pekerja lepas, sehingga dengan pekerjaan yang seperti ini para pekerja bisa mencari pekerjaan lain.

  5. Barang Customized

    Kreativitas yang dimiliki bernilai jual pada startup satu ini, mereka akan menyediakan produk dasar dari brand yang dibutuhkan. Selanjutnya akan bisa dikustomisasi oleh para konsumennya, tentu saja tarif dari sekian banyak produk berbeda akan dijual dengan harga yang berbeda juga.
     

    Baca Juga : Latar Belakang Pendidikan Para Pendiri / Founder Startup Indonesia

  6. Marketplace

    Dengan model bisnis ini Anda hanya perlu menyediakan tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli, sehingga bisa dibilang Anda hanya bertugas menjadi makelar atau perantara dalam bisnis yang dijalankan.

  7. Lelang Balik

    Dalam hal ini penentu harga dari produk yang ditawarkan adalah sang pembeli, penjual hanya perlu menyepakati jika harga yang diajukan sudah sesuai. Selanjutnya pembeli tersebut diharuskan untuk mengikuti syarat dan ketentuan yang sudah disepakati di awal.

  8. Software as A Service (SaaS)

    Model bisnis yang satu ini cocok untuk ditawarkan kepada perusahaan, karena jasa yang ditawarkan seperti jasa penyewaan perangkat lunak yang banyak digunakan oleh pengusaha. Pelayanan yang diberikan dengan fitur yang gratis, jika ingin mendapatkan full version tentu Anda harus berlangganan dan membayar sesuai harga yang mau ditetapkan

  9. E-Commerce

    Dengan menggunakan model ini penjual akan langsung menerima keuntungan dari produk yang mereka jualkan di situs mereka, meski berat beberapa startup tetap gigih menggunakannya. Terutama dilakukan oleh startup yang memiliki modal terbatas atau dengan cara yang tidak memerlukan biaya keluar besar.

  10. Periklanan

    Mendapatkan uang dari iklan merupakan salah satu cara termudah, meski satu klik iklan hanya dihitung berapa rupiah saja. Namun jika dikalikan dalam jumlah ribuan klik dengan puluhan iklan yang dipasangkan tentu nilainya akan menjadi besar juga.

  11. Afiliasi

    Pendapatan yang didapatkan dari model satu ini bisa melebihi yang didapat dari pemasangan iklan, dengan mengandalkan link yang diberikan oleh pihak yang membantu dalam pemasaran produk. Dari setiap produk yang terjual via link yang ada, maka produsen akan memberikan komisi sesuai dengan kesepakatan di awal.

  12. Pay-Per-Use

    Sesuatu yang berbeda ditawarkan dalam bisnis satu ini, sehingga cukup menarik minat konsumennya yang hanya akan membayar dengan tarif yang disesuaikan dengan apa yang mereka gunakan dalam jangka waktu tertentu. Selama produk yang ditawarkan masih dibutuhkan di masyarakat, tentu akan terus dicari. Pelanggan akan melakukan pembayaran di awal untuk kemudian mendapatkan jasa dari perusahaan tersebut.

 

Baca Juga  :    Mengenal Apa Itu Startup. Pengertian, dan Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia

 

Kesimpulan dan Penutup

Setelah mengenal lebih dalam terkait startup, ternyata ada banyak model yang bisa Anda kupas dan mulai membangun perusahaan startup milik Anda sendiri. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan membangun bisnis startup, meski dalam prosesnya sudah pasti tidak mudah sama sekali.

Anda bisa mulai merancang dan mencoba untuk mulai membangun startup milik sendiri, entah itu dengan model bisnis on-demand, pay-pre-us, afiliasi dan lainnya. Semua jenis tersebut bagus hanya saja Anda bisa memfokuskan diri dimana model bisnis yang nyaman untuk Anda mulai, bersungguh-sungguhlah untuk memulainya. Sebab tidak semua startup yang dibangun bisa berjalan dengan kesuksesan 90 persen di awal perintisannya, sehingga Anda perlu kesungguhan yang kuat.

Related Post :