Kasus Korupsi, Ericsson Wajib Bayar Rp 15 Triliun

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Ericsson merupakan sebuah perusahaan telepon seluler. Karakter handphone ericsson ini biasanya berbentuk mini dan memiliki speaker dengan suara yang besar. Lama tidak terdengar kabar tentang Ericsson, kini ia terkena kasus korupsi.

Kabarnya perusahaan telekomunikasi ini dituntut harus membayar uang USD 1,1 M atau sekitar Rp 15 triliun oleh beberapa negara yaitu Tiongkok, Arab Saudi hingga Vietnam. Perusahaan swedia ini dituduh telah melakukan tindakan korupsi.

 

 

Ericsson dituduh melanggar Undang-Undang Praktik Korupsi Asing (Foreign Corrupt Practices Act) pada periode 2000 hingga 2016”. Mengutip Reuters,

Baca Juga : Mengapa Domain Penting Untuk Bisnis dan Startup Anda

Tindakan korupsi ini diduga dilakukan dengan cara menyuap pejabat agar dapat mengakuisisi pengguna. Bahkan, Ericcson juga telah melakukan pemalsuan laporan serta gagal untuk menerapkan pengendalian akuntansi. Selain beberapa negara yang telah menuntut ericcson, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika juga menuduh Ericcson melakukan penyuapan dari tahun 2011 dan 2017.

Lebih lanjut, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat juga menuduh Ericsson telah melakukan penyuapan antara 2011 dan 2017. Bahkan, kabarnya sejumlah negara akan mengambil tindakan khusus untuk menyelesaikan kasus ini.

Related Post :

popup image