Data Center OVH Cloud di Strasbourg Terbakar, Akses Website Banyak Down dan Bagaimana Mengantisipasinya

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Kebakaran hebat yang terjadi pada hari Rabu 10 Maret 2021, menghancurkan pusat data SBG2 OVHcloud di Strasbourg. Akibat kebakaran di salah satu pusat data OVH telah menghancurkan satu pusat data dan membuat dua lainnya offline. Butuh 100 petugas pemadam kebakaran dan 43 truk pemadam kebakaran untuk memadamkan api di gedung berlantai lima itu. Meskipun pemadam kebakaran merespons dengan cepat, dan api dapat dikendalikan dengan relatif cepat, dampaknya besar.

Musibah ini berefek kepada banyak situs web dengan resiko kehilangan data mereka secara permanen. Situs yang dihosting di pusat data akan kehilangan servernya, dan mungkin kehilangan data langsung yang belum dicadangkan di tempat lain. Beberapa situs web yang mengalami efek dari kebakaran ini adalah pusat seni dan perpustakaan Centre Pompidou di Paris dan eeNews Europe.

Sementara itu pengembang game Rust melaporkan kehilangan 25 server dengan beberapa data game yang tidak bisa dipulihkan kembali. Sedangkan pakar keamanan di Kaspersky menunjukkan bahwa beberapa ancaman malware yang dihosting di OVH telah offline. Dalam pernyataan pers OVH berjanji “untuk berkomunikasi setransparan mungkin tentang kemajuan analisis kami dan implementasi solusi”.

OVH sendiri adalah penyedia hosting terbesar di Eropa dan terbesar ketiga di dunia. Perusahaan komputasi awan menyediakan server pribadi virtual, server khusus, dan layanan web lainnya. Pelanggan disarankan oleh perusahaan untuk memberlakukan rencana pemulihan bencana. Mengingat setelah kebakaran membuat beberapa pusat data tidak dapat digunakan, memengaruhi situs web di seluruh dunia, dan sejumlah organisasi yang terlibat dalam keamanan siber.

 

Kronologi Kebakaran di Pusat Data Strasbourg OVH (SBG2)

Kebakaran Pusat Data Strasbourg OVHcloud (SBG2) Membuat Banyak Situs Web dan Server Down
 

Menurut laporan insiden di situs web perusahaan, amukan api menghancurkan pusat data SBG2 OVH sepenuhnya dan empat kamar di SBG1. sedangkan UPS mati di fasilitas SBG3, dan pusat data SBG4 yang tersisa tidak memiliki atau mengalami dampak fisik dari musibah ini. Perusahaan mengatakan tidak mengantisipasi pemulihan kekuasaan ke SBG1 dan SBG4 sampai Senin tanggal 15 Maret dan SBG3 sampai Jumat tanggal 19 Maret.

Walau bukan di antara penyedia cloud yang bukan tiga besar (AWS, Azure, dan Google Cloud), OVH adalah salah satu yang lebih populer. Hanya dua hari yang lalu perusahaan tersebut mengatakan telah memulai proses untuk daftar publik potensial di Paris tapi musibah menimpa mereka. Kebakaran terjadi di salah satu ruangan di dalam SBG2 tepat sebelum jam 1 pagi waktu setempat, menurut laporan kejadian.

Dikatakan bahwa “Petugas pemadam kebakaran segera turun tangan untuk melindungi tim kami dan mencegah penyebaran api. Pada pukul 2:54 pagi mereka mengisolasi lokasi dan menutup perimeternya.” Sekitar pukul 4 pagi, SBG2 dihancurkan oleh lahapan api sepenuhnya, dan pusat data terdekat tetap berada di situasi genting sampai petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api tersebut.

Karena kebakaran ini, pihak OVH mengatakan dalam sebuah pernyataan:

“Dengan 15 pusat data kami di Eropa, tim teknis dan komersial kami berinvestasi penuh untuk mendukung pelanggan kami, menerapkan solusi, dan mengurangi dampak dari tidak tersedianya situs Strasbourg kami. Misi kami adalah menyediakan layanan dengan kualitas terbaik kepada pelanggan kami untuk mendukung aktivitas online mereka dan kami tahu betapa pentingnya hal ini bagi mereka. Kami dengan tulus meminta maaf atas kesulitan dan tantangan yang disebabkan oleh kebakaran ini. Kami berkomitmen untuk terus berkomunikasi dengan sangat transparan tentang penyebab kebakaran dan konsekuensinya”.

Banyak pelanggan OVH, penyedia cloud asli Eropa terbesar, mengeluh di Twitter tentang situs web dan aplikasi yang diturunkan yang dihosting di kampus di Prancis Timur. Beberapa pelanggan ini tampaknya tidak memiliki rencana pemulihan bencana atau situs cadangan yang akan sedikit mempersulit prose pemulihan bisnis mereka.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut hingga Rabu pagi waktu Pasifik AS meski tetapi tidak ada anggota anggota staf OVH, pemadam kebakaran, atau layanan pemerintah daerah yang terluka, kata perusahaan, yang juga dikenal sebagai OVHcloud, itu. Pendiri dan ketua OVH Octave Klaba men-tweet tentang insiden itu saat itu berlangsung pada hari Rabu untuk memberitakan kepada penggunanya.

Baca Juga  :    Sejumlah layanan Google Down : Youtube, Gmail, google Drive dan Meet tidak bisa diakses

 

Kebutuhan Penyimpanan Data dan Server di Cloud

 

Banyak organisasi, instansi maupun bisnis menggunakan beberapa jenis layanan cloud untuk menjaga agar penyiapan mereka tetap fleksibel. Namun meski bertujuan awal untuk mengamankan penyimpanan data dan informasi tersebut, tetapi resiko seperti sebagian besar kapasitas server atau layanan web secara tiba-tiba bisa saja terjadi.

Jika perusahaan tidak memikirkan dan membuat rencana cadangan, Pusat Data Strasbourg OVHmaka ini akan berakibat fatal nantinya. Contoh dari akibat inside kebakaran di Pusat Data Strasbourg OVH, beberapa pelanggan OVH menyatakan layanan web mereka tidak dapat diakses yang juga berarti bahwa situs web mereka juga tidak dapat diakses.

Sayangnya, bagi pembuat video game Rust, insiden tersebut telah menyebabkan hilangnya data total, tidak ada cara untuk pemulihan meskipun perusahaan ini tampaknya memulihkan layanan mereka dengan cukup cepat. Total 25 server Rust dilaporkan telah hilang secara permanen yang mendulang komplain dan tuntutan kompensasi dari para pemainnya.

Disamping itu, beberapa perusahaan yang mempercayakan data dan situs web mereka kepada Pusat Data Strasbourg OVH seperti Truck Simulator maupun Digital Asset Management Library Piwigo memberikan pemberitahuan melalui Twitter kepada para penggunanya. Mereka mengimbau dan memberitakan bahwa mereka segera akan menanggulangi permasalahan ini sembari meminta penggunanya untuk tetap memantau progress perbaikan.

Baca Juga  :     Website Tribunnews Kena Hack : Web Utama dan AMP tidak bisa diakses

 

Pro dan Kontra Dari Penggunaan Cloud

Semua teknologi pasti memiliki resiko, pro dan kontra dalam penggunaanya. Ini tidak terlepas semua teknologi yang ada adalah hasil ide, inovasi dan buatan manusia. Termasuk juga cloud server yang memberikan keuntungan besar yang mampu menyimpan jutaan data tak terbatas tanpa harus lagi mengandalkan perangkat keras yang beresiko lebih besar dan membutuhkan biaya penjagaan yang tidak sedikit.

Cloud datang sebagai solusi penyimpanan yang bisa diakses dari mana dan kapan saja dengan scalable dan fleksibel yang bereaksi dengan cepat terhadap perubahan permintaan dan dengan biaya yang lebih terjangkau sesuai dengan kebutuhan Anda karena Anda membayar untuk apa yang Anda gunakan. Tetapi bahkan data cloud pun harus disimpan di suatu tempat yang masih memerlukan keamanan perlindungan data, akses internet, pencadangan, dan pemulihan dari bencana.

Meski tidak aman sepenuhnya, seperti yang dikatakan oleh pihak Pusat Data Strasbourg OVH; Pelanggan harus segera memberlakukan rencana pemulihan bencana mereka saat OVH sedang memulihkan layanannya. Tentunya ini menimbulkan pertanyaan tentang berapa banyak pelanggannya yang telah memiliki rencana pemulihan bencana seperti itu. Jadi bagi mereka yang tidak mempunyainya seperti di kasus Rust, resiko kehilangan data atau server akan sangat berbahaya.

Mereka yang tidak mencadangkan datanya mungkin akan berada dalam posisi yang sulit. Tidak jelas saat ini apakah OVH akan dapat memulihkan data yang hilang di server cloud atau tidak, atau, seberapa jauh dan cepatnya pihak OVH dapat mengendalikan keadaan ini.. Situs yang memiliki cadangan harus dapat mengubah DNS mereka untuk mengarah ke server lain dan segera mengunggah situs baru. Namun perlu waktu beberapa hari agar setelan DNS baru diterapkan. Jadi, mungkin saja beberapa situs memerlukan beberapa hari untuk kembali beroperasi secara normal.

 

Apa langkah terbaik jika Data Center Server Anda Terbakar ? 

Pada Kejadian ini, tentunya bencana ini tidak ada yang ingin terjadi pada kita semua. Hanya saja dalam artikel ini kita akan membagikan tips dan trick agar tidak bisa terhindar atau bisa mengatasi masalah ini jika suatu saat bisa saja terjadi dengan server website dan aplikasi kita. Apa saja langkah yang bisa dilakukan :

  • Melakukan Backup Secar Rutin

    Hal yang bisa dilakukan secara konsisten untuk bisnis Online atau Hal lain yang Anda gunakan untuk website dan aplikasi Anda adalah melakukan backup File Website dan File Aplikasi Anda secara rutin. Setiap Provider mempunyai ketentuan layanan back up masing masing yang tertuang pada Term of Services layanan. Namun, kita perlu ingatkan untuk Anda harus selalu waspada dengan melakukan backup secara mandiri untuk menjamin data dan informasi website dan aplikasi Anda merupakan data terupdate jika suatu saat terjadi permasalahan pada Data Center Anda.

  • Memasang Fitur Disaster Recovery Center (DRC)

    Disaster Recovery Solution adalah layanan penyelamatan terhadap data dan informasi pada layanan server Anda sehingga hal ini merupakan sebuah langkah yang dapat memastikan bisnis Anda tetap berjalan dengan baik meskipun dalam keadaan bencana alam. Proses yang cepat dan mudah untuk mengamankan data-data bisnis Anda tanpa perlu khawatir. Dalam hal ini, jika terjadi bencana alam, kegagalan perangkat keras, atau pemadaman lainnya, Anda akan dapat memulihkan infrastruktur penting Anda dalam beberapa menit.

  • Melakukan pemindahan Server Anda ke Data Center lain segera

    Terkadang, kita masih mempunyai kesempatan besar untuk segera melakukan backup pada saat bencana terjadi, tentunya dengan waktu yang sangat singkat tapi setidaknya bisa berpeluang menyelamatkan data dan file Website dan Aplikasi Anda. Nah dalam hal ini kita menyarankan untuk segera melakukan pemindahan atau bisa juga melakukan backup untuk mengamankan data dan informasi Anda sesegera. Pada poin sebelumnya juga kita sudah menginformasikan Soal layanan Disaster Recovery Center (DRC) yang tentunya backup dari data yang ada Disaster Recovery Center (DRC) bisa juga kita gunakan untuk Akses utama saat bencana terjadi

Demikian informasi ini disampaikan, semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran terbaik untuk kita semua!

(Sumber foto diambil dari PATRICK HERTZOG/AFP via Getty Images)

Related Post :