Ketakutan Startup Apakah yang Harus dihindari

Serba Serbi, Startup & Bisnis / 0 | | 0

Dalam merintis startup tentunya memiliki berbagai pertimbangan hingga ketakutan. Ketakutan awal yang dialami startup pada awalnya adalah menemukan Co-Founder yang salah. Ketika memilih Co-Founder seorang founder tentunya telah mempertimbangkan risiko yang akan terjadi.

Sebagai entrepreneur, kita harus memiliki pengetahuan akan kesempatan atau peluang yang ada. Selain pertimbangan akan mencari Co-Founder, hal lain yang ditakuti oleh Founder adalah:

Kehilangan Co-Founder atau core team

Kehilangan pihak yang memiliki peran penting dalam kemajuan startup merupakan suatu masalah yang tergolong cukup sulit bagi Founder. Bagi beberapa Founder, tim adalah bacbone, dan mempekerjakan talent adalah suatu risiko yang besar.

Kurang cermat dalam mengambil keputusan

Ketika kita akan membuat suatu perusahaan, tugas utama kita adalah membuat suatu keputusan.

Tidak dapat menyediakan produk atau jasa yang sesuai dengan ekspektasi konsumen

Dalam bisnis, konsumen adalah “raja”. Jika konsumen tidak puas dengan produk atau jasa, maka dapat dikatakan bahwa startup tersebut gagal menyediakan permintaan konsumen.  Menurut  Shrikrishna Bharambe CEO and co-founder of Fingerlix,A brand is only as good as the ability to live up to the promise. Oleh sebab itu, salah satu penentu kesuksesan startup adalah dapat memenuhi ekspektasi konsumen.

Keterbatasan waktu dalam menjalankan berbagai pekerjaan

Ketika seorang entrepreneur memulai perjalanan karirnya, salah satu keterbatasan yang dialami entrepreneur adalah keterbatasan sumber daya dan modal. Oleh sebab itu, sebagai startup, sumber daya yang ada harus melakukan berbagai kegiatan dalam suatu waktu.

Berpuas diri dan kehilangan kreativitas

Ketika kan membangun suatu perusahaan, menemukan passion yang sesuai dengan tugas yang harus dikerjakan merupakan suatu hal yang dapat dikatakan sulit. Selain itu, menumbuhkan kreativitas merupakan suatu hal yang perlu dipertahankan agar inovasi dalam mengembangkan produk atau jasa dapat terus dilakukan.

Kompetisi

Bagi Founder startup, kempetitor merupakan hal yang harus diperhatikan. Dalam berbisnis, kompetitor akan selalu ada. Oleh sebab itu, Founder harus terus berinovasi dan memperbaiki produk atau jasa jika ada kekurangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk atau jasa yang dijalankan sesuai dengan visi misi serta tujuan.

Dari beberapa kekhawatiran para pendiri startup tersebut, dapat disimpulkan bahwa hal mendasar yang dibutuhkan seorang founder adalah passion yang akan menjalankan visi dan misinya. Jika kesuksesan seorang founder dibangun dari analisis SWOT, kekhawatiran yang disebabkan oleh faktor internal lebih banyak dibandingkan faktor eksternal. Dalam menghadapi kekhawatiran tersebut, para founder membutuhkam support dari teman, keluarga, mentor dan penasihat yang mampu memberikan masukan agar statup tersebut dapat terus mengembangkan usahanya.

Jadi, dalam membangun startup tentunya akan timbul rasa khawatir. Agar dapat menangani rasa khawatir tersebut, para founder sebaiknya bersikap tenang, menyadari ketakutan yang akan timbul sehingga dapat merespon masalah dengan bijak, sehingga dapat menguasai pangsa pasar yang akan dituju.

Related Post :