Mengaku Akan Memberikan 1000 Dollar, Instagram Mematikan Akun Meme Besar Terkait Penipuan Coronavirus

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Akun meme dengan hampir 14 juta pengikut  telah dihapus oleh perusahaan media sosial Instagram  karena mengedarkan dan membagikan informasi yang salah dan menyesatkan tentang virus corona, yang secara kini resmi dikenal sebagai pandemi COVID-19. Menurut laporan dari Daily Po, akun yang bernama @bestmemes, memposting gambar tweet palsu dari Presiden Donald Trump dan mantan Presiden Barack Obama.

Pesan palsu tersebut menyebarkan berita palsu dengan mengatakan  bahwa, “Karena coronavirus, jika negara Anda saat ini sedang dalam masa lockdown, maka Anda berhak dan memenuhi syarat untuk menerima uang sejumlah $1000 melalui @PayPay dengan mengisi survey #StayAtHome. Tetap kuat semuanya”.

Baca Juga : Mengenal Perbedaan ODP, PDP, dan Suspek pada Virus Corona Covid-19 di Indonesia

Laporan tersebut juga menambahkan pada postingan gambar- gambar itu juga dilaporkan menunjukan sesuatu yang tampak seperti saldo akun PayPal sebesar $1,448,71. Pengikut akun meme ini kemudian diminta untuk mengklik tautan di bio @bestmeme yang akan membawa siapa saja yang mengklik ke laman survei dengan tiga pertanyaan dan kemudian meminta alamat email pengisi survei.

 

Instagram menghapus akun @bestmeme

 

 

Hingga minggu malam lalu, Instagram tela menghapus gambar palsu dan bohong tersebut. Hanya saja postingan itu muncul kembali dengan menampilkan foto Obama yang berhasil mengumpulkan ribuan like sebelum kemudian menghilang lagi. Untuk mencegah kejadian serupa muncul lagi, maka Instagram mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan seluruh akun yang ada.

Baca  Juga : Tagar Campaign #UntilTomorrow Viral di Instagram. Apa itu #UntilTomorrow dan Cara Ikutannya?

Munculnya semua postingan hoax ini tampaknya merujuk pada paket stimulus Amerika Serikat yang baru saja disahkan. Paket ini akan mengirimkan sejumlah dana cek kepada Amerika untuk membantu mengurangi dampak kerusakan ekonomi akibat pandemi corona. Pemerintah AS sendiri telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakatnya untuk tidak mempercayai informasi ini begitu saja.

Masyarakat diminta untuk tidak membagikan informasi keuangan dan pribadi mereka seperti akun rekening bank atau nomor Jaminan Sosial kepada siapa pun yang meminta dan mengatakan kalau mereka mendapatkan cek stimulus hoax tersebut. Tidak ada pendaftaran mau pun formulir yang harus diisi untuk menerima pembayaran khusus ini, masyarakat hanya perlu waspada untuk selalu mengecek rekening bank mereka dalam tiga minggu terakhir juka sempat tertipu mengisi formulir paslu.

Baca Juga : Fitur Baru Donasi dan Informasi Covid-19 dari DANA

Tidak hanya Instagram, media sosial lainnya juga telah menindak tegas akun- akun yang menyebarkan informasi salah tentang pandemi coronavirus. Tindak lanjut lebih dalam, Instagram telah mengimplementasikan fitur yang memunculkan tautan terverifikasi ke informasi tentang virus setiap kali pengguna mengetuk tagar yang terkait dengan COVID-19. Semua penipuan yang turut melibatkan aplikasi pengiriman uang seperti PayPal dan CashApp juga ikut berkembag pesat selama kepanikan oleh penerapan lockdown, terutama setelah munculnya postingan palsu cek stimulus, banyaknya PHK dan fluktuasi pasar saham.

Related Post :

popup image