Mengenal Apa itu Bounce Rate dan Peran Pentingnya untuk SEO Website

Business, Search Engine Optimization / 0 | | 0

Menjalankan bisnis dengan mengandalkan website sebagai salah satu tools pemasaran sudah hal biasa di saat sekarang ini. Apalagi wesite atau situs bisnis kini telah dilengkapi dengan berbagai macam fitur untuk menunjang dan mengetahui seberapa jauh sebuah situs tersebut mampu meraih konsumen.

Kebanyakan situs yang berorientasi bisnis ramai menggunakan setting lengkap seperti Google Anaytics yang salah satu keuntungannya adalah untuk memungkinan penggunanya untuk mengetahui hasil bounce rate dari websitenya. Fitur bounce rate ini juga digemari para penulis blogger yang ingin mengetahi seberapa jauh situs mereka di kunjungi.

Namun bagi Anda seorang pemula yang baru dan hendak membuat website, apakah Anda sudah mengetahui bagaimana cara perhitungannya dan berapa rata-rata bounce rate pada bisnis Anda atau mungkin faktor apa saja yang bisa mempengaruhi hal tersebut?. Yuk, simak penjelasan mengenai apa itu bounce rate dan apa saja kegunannya.

 

Apa Itu Bounce Rate?

 

Bounce rate adalah metrik yang mengukur persentase terhadap kunjungan yang mendarat pada situs web Anda tetapi tidak ada aktifitas yang berarti pada kunjungan tersebut. Jadi pengunjung yang masuk tadi tidak mengeklik menu atau tautan yang ada melainkan langsung keluar dari halaman website.

Dengan ini server Google Analytics tidak menerima pemicu dan pengunjung karena seorang penggunan akan otomatis memantul ketika tidak adanya keterlibatan dengan halaman arahan dan kungjungan akan berkahir sebagia kunjungan satu halaman saja.

Anda dapat menggunakan bounce rate sebagai ukuran untuk menunjukkan kualitas laman web dan kualitas audiens Anda. Maksud dari kualitas audiens disini adalah target baca atau pasar dari website yang Anda punya.Perhitungan bounce rate menggunakan pembagian single page visit atau kunjungan halaman tunggal kepada semua jenis trafik yang telah masuk.

Contohnya, website Anda memperoleh trafik sebesar 1000 atau 500 dan diantara itu adalah single page visit, Dengan demikian perolehan dari Bounce Rate standar 50 %. Disini jika hasil persentase yang di dapatkan semakin tinggi, maka menunjukkan kesalahan yang merujuk pada strategi yang Anda lakukan.

Hasil yang tinggi menandakan satu dari dua celah kemungkinan. Pertama, konten yang disajikan dalam satu halaman tersebut terkesan buruk, sehingga membuat pengunjung kurang excited dengan website Anda dan berdampak pada kurangnya pengunjung di website tersebut. Kedua, berasal dari diri individunya, sebab mereka tidak menyukai atau konten yang ada di website Anda kurang mengena dan tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, sehingga lebih mengutamakan mengunjungi website yang lain.

 

Mengecek Bounce Rate Pada Google Analytics

 

Nah, selanjutnya ialah anda wajib mengetahui Cara Mengecek Bounce Rate. Berikut cara yang bisa dilakukan dalam menentukan dan mengetahui nilai Bounce Rate pada Google Analytics :

 

  1. Membuka Google Analytics.
  2. Mengklik pada Behavior lalu Overview.
  3. Mendapatkan ringkasan Bounce Rate untuk keseluruhan.
  4. Anda bisa mengetahui menu overview dengan demikian bisa melihat berapa rata-rata hasil yang
  5. diperoleh di semua halaman pada website atau blog Anda.
  6. Membuka laporan Bounce Rate dari per halamannya.
  7. Anda bisa juga memperoleh laporan di Bounce Rate di setiap halaman dengan cara menu Full Report.

 

Cara Untuk Menurunkan Nilai Bounce Rate

Beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya angka yang dihasilkan bisa menurunkan Bounce Rate dan menjadikan kualitas website Anda semakin bagus, yaitu :

 

1. Tingkatkan kualitas di konten Anda

 

Saat ini yang menjadi persoalan pelik adalah banyaknya pengunjung yang bisa mengunjungi website Anda, namun mereka mungkin bisa saja langsung meninggalkannya sebab konten yang di dalamnya tidak sesuai keinginnya. Penulisan konten harus disusun dengan rapi, supaya pengunjung tidak kesulitan dalam membacanya. Pengunjung yang kesulitan dalam membaca suatu konten bisa berakibat pada berpindahnya pengunjung ke website yang lainnya.

Disini Anda harus mengingat bahwa konten yang Anda buat bukan satu-satunya konten yang ada di internet. Konten yang Anda buat akan bersaing dengan ribuan bahkan jutaan blog atau website yang menyediakan banyak konten yang mungkin lebih berkualitas dari website Anda. Dari banyak cara yang ada, berikut ini yang bisa dilakukan yaitu:

 

  • Buatlah konten dengan menggunakan paragraph pendek.
  • Memanfaatkan subheading, dengan ini bisa mempermudah pembaca menemukan poin yang penting.
  • Menambahkan visual yang lebih menarik.

 

2. Buatlah Alur Ceritanya Dengan Menarik

 

Membuat alur cerita yang menarik bisa menjadi daya tarik juga bagi pengunjung yang akan membaca konten di website Anda. Semakin menarik konten yang Anda buat semakin menarik juga perhatian dari pengunjung. Anda dapat mencoba membuat alur cerita yang dalam jenis storytelling (narasi) yang sekiranya bagus dan mudah di baca oleh pengunjung Anda.

Buatlah konten yang relatable seperti menggunakan kata ganti orang kedua sesuaikan dengan gaya bahasa yang sangat cocok dengan audiens pengunjung website Anda. Racik alur cerita yang benar-benar interaktif, sehingga pengunjung bisa seakan-akan berkomunikasi dengan Anda.

 

3. Menggunakan Popup yang Wajar

 

Adanya Popup dapat membantu Anda untuk mendapatkan leads dari subscriber pada blog juga newsletter. Namun Popup yang berlebihan dan muncul setiap waktu tentu akan menggangu kenyamanan pembaca.

 

4. Memilih Topik yang lebih relevan

 

Kalau blog atau website yang Anda punya memperoleh trafik dengan kata kuncinya sama sekali tidak ada kaitannya dengan produk maupun layanan yang sedang dijual, makan akan memungkinkan naiknya trafik bouce rate. Saat Anda melakukan beberapa riset dengan keyword, volume pencariannya menjadi tinggi, serta harus mempertimbangkan banyak relevansi dengan produk Anda.

Blog atau website Anda bisa saja memperoleh trafik yang lebih tinggi dengan topik yang Anda gunakan. Namun perlu diingat bahwa adanya Bounce Rate yang tinggi tidak baik untuk kemajuan produk Anda.

 

5. Membuat Konten yang sesuai dengan Search Intensitas

 

Sebagai pengguna yang ingin mencari tahu tentang website Anda dengan men-search dengan kata kunci, tetapi sayangnya website yang Anda temukan malah tidak sama dengan ekspektasi Anda, maka Anda akan terus mencari dengan mengulang kata kunci sama sehingga akan bertemu dengan konten apa yang ingin Anda ketahui.

Keadaan ini berpengaruh terhadap penentuan tinggi rendah dari Bounce Rate pada website Anda. Pengunjung bisa langsung meninggalkan website atau blog Anda, ketika konten yang diinginkan tidak sesuai apa yang mereka cari. Cara yang bisa Anda lakukan disini adalah dengan memahami search intent, yang mana sebelumnya kata kunci harus dibagi menjadi empat yang berdasarkan search intent, yaitu navigational, informational, transactional, dan commercial investigation.

Baca Juga : Bermodalkan Kemampuan SEO untuk Bisnis Anda

 

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Bounce Rate

 

Bounce Rate sangat mempengaruhi mengenai website Anda, karena ada banyak sekali faktor yang menjadi Bounce Rate kita bisa rendah atau tinggi. Dalam hal ini tentunya kita bisa simpulkan bahwa Situs tidak bermanfaat dan atau tidak memberikan pengalaman yang baik pada pengunjung akan membuat pengunjung langsung keluar sehingga menghasilkan nilai bounce rate yang tidak bagus. Beberapa faktor yang mempengaruhi bounce rate diantaranya :

Permasalahan pada design dan navigasi sehingga membingungkan pengunjung, Pengunjung tidak mempunyai banyak interaksi pada website anda. Selain itu ketersedian informasi baik itu informasi yang nihil atau yang sudah didapat, terkadang jika pengunjung sudah mendapatkan apa yang dimau, mereka akan menutup halaman, hal ini perlu anda cegah dengan solusi memberikan interaksi lebih ke pengunjung.

Pengunjung mengunjungi halaman lain sehingga meninggalkan halaman anda dengan Adanya promo, pop up, survey serta media lain yang membuat pengunjung beranjak dari website anda. Halaman yang lama dimuat, sehingga pengunjung memutuskan untuk beranjak dari website anda, Serta faktor lainnya yang membuat bounce rate anda naik atau turun. Rumus perhitungan sederhana bounce rate sendiri adalah seperti berikut :

 

Rumus Bounce Rate = (A / B ) x 100%

Note :

A : jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman

B : jumlah total kunjungan

 

Nah jika anda sudah tahu mengenai faktornya, berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan nilai bounce rate yang bagus :

 

  1. Buatlah navigasi yang sederhana
  2. Penempatan dan struktur halaman yang baik
  3. Perhatikan loading atau akses website Anda, salah satu faktornya adalah server Anda, pastikan anda memilih server yang baik untuk website Anda (Butuh server berkualitas? Berlangganan Sekarang : Cloud Hosting Murah Indonesia)
  4. Sediakan konten yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembaca
  5. Jangan terlalu memaksa pengunjung dengan menampilan pop up iklan
  6. Kurangi external link pada halaman website Anda.
  7. Selalu gunakan open new tab untuk external link yang ada pada website Anda
  8. Buatlah design yang lebih sederhana dan juga ringan untuk website Anda.

Baca Juga : Panduan Dasar SEO untuk Pemula (On Page dan Off Page)

 

Kesimpulan dan Penutup

Secara lebih jelasnya Bounce Rate merupakan indicator yang setiap saat harus dipantau secara regular. Semakin tinggi angka Bounce Rate membuktikan bahwa Anda dituntut haru membenahi banyak strategi pada konten Anda, sebaiknya setiap konten yang dibuat mempunyai benang merang dan konsisten selain juga mengikuti trend yang ada saat ini.

Dengan rapi dan konsistennya tema serta penulisan blog nanti akan turut juga menyesuaikan search intent pembaca maupun loading di website atau blog yang diharapkan mampu menarik minat pembaca menjadi pengunjung tetap. Jangan lupa pastikan layout dan penataan website yang ringan dan mencegak waktu loading lama yang membuat pengunjung tidak sabaran.

Periksa website Anda secara berkala dan pantai terus fitur- fitur yang disediakan di Google Analytics karena fitur yang mereka bangun adalah kumpulan fitur yang akan menunjang performa sebuah website. Untuk juga turut membantu audiens terlibat dengan konten Anda, pastikan untuk meningkatkan keterbacaan situs Anda, tambah image, optimalkan CTA Anda dan gunakan live chat jika diperlukan.

Related Post :

popup image