Mengenal Apa itu MongoDB : Manfaat, Keunggulan dan Cara Kerja MongoDB [LENGKAP]

Development & Security, Web & Development / 0 | | 0

Bagi para programer tentu tidak asing lagi dengan database dan telah mengenal apa itu MongoBD, namun sebagian besar masih menggunakan relational database management system (RDBMS). Database ini dimana mengutamakan entitas dari tabel yang memiliki keterkaitan satu sama lain atau relasional database seperti halnya MySQL. Namun terdapat pula jenis lain yakni database dengan konsep NoSQL.

Jenis ini database ini tidak memiliki relasi atau non-relasional antar kabel juga data yang disimpan tidak dalam format tabel. Beberapa database dengan konsep NoSQL seperti, MongoDB, ArangoDB, Redis, Casandra, dan lain-lain. Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengenal apa itu MongoBD.

Sebelum lebih jauh mengenal apa itu MongoBD ada baiknya untuk mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. MongoDB adalah salah satu jenis database yang menggunakan konsep NoSQL berbasis dokumen. Hal ini tentu berbeda dengan database yang menggunakan konsep MySQL dengan RDBMSnya.

 

Berikut  ini adalah salah satu operasi atau perintah pada MongoDB :

{
"_id" : ObjectId("54c955492b7c8eb21818bd09"),
"alamat" : {
"street" : "2 Avenue",
"zipcode" : "10075",
"building" : "1480",
"coord" : [ -73.9557413, 40.7720266 ]
},
"borough" : "Manhattan",
"cuisine" : "Italian",
"grades" : [
{
"date" : ISODate("2014-10-01T00:00:00Z"),
"grade" : "A",
"score" : 11
},
{
"date" : ISODate("2014-01-16T00:00:00Z"),
"grade" : "B",
"score" : 17
}
],
"name" : "Vella",
"restaurant_id" : "41704620"
}

 

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Tentang Database MongoDB

 

Manfaat dan Keunggulan Menggunakan MongoDB

Seperti yang telah disingggung sebelumnya, jenis ini tidak menggunakan sistem relational database seperti halnya MySQL. Penggunaannya pun sangat populer sehingga tidak sedikit yang telah mengenal apa itu MongoDB. MongoDB sendiri sudah sangat tidak asing pastinya di kalangan para developer karena keunggulannya.

MongoDB didirikan oleh Kevin Ryan, Dwight Meriman, Eliot Horowitz yang kini tergabung dalam MongoDB Inc. Dan masing-masing memiliki peran dan jabatan yang sangat penting yakni Kevin Ryan yang tengah menjabat sebagai board member. Kemudian Dwight berkedudkan sebagai chairman serta Eliot Horowitz dengan jabatan CTO. MongoDB memiliki fitur automatic scalin, high performance, serta high availability.

Selain itu database ini juga memanfaatkan Javascript dalam mengoperasikan indexing, agregasi, CRUD, serta berbagai operasi database lainnya. Keunggulan dari MongoDB ini adalah dalam sistem penyimpanan data tidak lagi menggunakan tabel. Akan tetapi, menggunakan dokumen terstruktur layaknya JSON sebab telah menggunakan javascript. Sehingga performa yang dihasilkan oleh MongoDB akan lebih cepat sebab juga didukung oleh memcached.

Saat akan membuat tabel dalam MongoDB, tiap suatu kolom baris akan memiliki embedded document atau baris yang tertanam. Setiap barisnya bisa mempunyai kolom yang berbeda dari baris yang lain. Bahkan baris awal mampu memiliki 20 kolom, kemudian baris ke-100 hingga ke-1000 memungkinkan memilki 40 kolom. Jika dibandingkan dengan RDBMS, setiap kolom baris bersifat fixed atau sama antara satu dengan yang lainnya, Menggunakan MongoDB lebih menguntungkan sebab dalam MongoDB juga mampu dibuat seperti halnya tabel pada RDBMS.

Pengguna juga tidak perlu lagi membuat tabel terstruktur, sebab MongoDB akan bekerja otomatis untuk membuat struktur tabel ketika proses insert. Suatu collections atau istilah table di MongoDB, mampu membuat masing dokumen mempunyai kolom yang sama yakni saat pembuatan collection, parameter capped dibuat menjadi true.

Selain itu penggunaan bahasa pada Query MongoDB tidak seperti yang digunakan dalam SQL, Akan tetapi memanfaatkan Javascript. Sehingga penggunan bisa membuat sebuah stored procedure dengan Javascript tersebut. Kemudian pada saat membuat sebuah dokumen baru, secara default atau otomatis akan membuat id dokumen. Sehingga akan memudahkan penggunak yang membutuhkan id tanpa harus membuat sendiri.

 

Bagaimana Cara Kerja MongoDB

 

Setelah mengetahu pengertian manfaat serta keunggulan, selanjutnya adalah mengenal apa itu MongoBD melalui cara kerjanya. Sebab pengguna tidak akan memperoleh manfaat serta keunggulannya sebelum memahami bagaimana cara kerja MongoDB mengoprasikannya.

Berikut adalah langkah yang harus dilakukan.

  1. Menyiapkan Alat

    Untuk mengenal apa itu MongoDB, terdapat beberapa alat yang dibutuhkan anatara lain sistem operasi, command prompt, dan installer MongoDB. Langkah awal adalah menginstall MongoDB dengan menggunakan beberapa cara yang dapat digunakan seperti menggunakan via brew. Pertama install MongoDB Binaries, kemudian membuat data directory, dan terakhir cek ulang untuk mengetahui apakah MongoDB sudah terinstal.
     
    Selain itu bisa juga dengan menggunakan AMPPS yang merupakan situs server berisi MongoDB, MySQL, PHP, Apache, Perl & Python. Hal ini akan memudahkan sebab pengguna tidak harus melakukan isntal secara manual. Kemudian agar lebih mudah dalam menggunakan MongoDB, dapat pula memnafaatkan tool seperti halnya Robomongo, MongoDB Compass, RockMongo, dan lain-lain.
     
    Selain cara yang telah disebutkan sebelumnya pengguna bisa menggunakan sistem operasi dari aplikasi terminal dan Ubuntu Linux. Bagi yang ingin memnfaatkan Linux maka gunakan versi .zip atau .tgz lalu lakukan ekstrak dan simpan pada folder /opt/. Namun sebelumnya perlu membuat suatu direktori /data/db untuk menyimpan data terkait seperti file database dari MongoDB, file log, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk Windows dapat memanfaatkan installer .exe,

  2. Mengoneksikan ke MongoDB

    Untuk terhubung ke MongoDB terlebih dahulu masuk pada directory bin yang merupakan penyimpanan MongoDB. Selanjutnya masuk pada perintah mongod maka daemon MongoDB akan mulai beroperasi.
     
    Mesin lokal dan MongoDB akan terhubung dengan membuka terminal, lalu gunakan mongo client setelah masuk ke MongoDB directory. Saat berada dalam directory bin akan muncul REPL (read eval print loop) yang fungsinya untuk membantu MongoDB berjalan.

  3. Membuat Database Baru

    Ketika akan membuat suatu database pada MongoDB, hanya tingal membuat dokumen baru pada database yang diperlukan. Namun sebelum membuat yang baru, periksa terlebih dahulu database yang telah ada dengan menggunakan show dbs. Setelahnya tinggal membuat database baru dan sesuai kan namanya, lalu buat collection.

  4. Buat Dokumen Baru

    Setelah mengetahui bagaimana cara membuat database baru, selanjutnya langkah selanjutnya adalah membuat dokumen baru. Pada tiap-tiap kolom bisa memounyai kolom yang berlainan. Dengan menggunakan MongoDB, pengguna bisa membuat sebuah dokumen dengan kolom berupa array. Hal ini memungkinkan pengguna tidak harus membuat relasi seperti hal nya pada RDBMS.

  5. Melakukan Query Find

    Saat mengenal apa itu MongoDB maka pengguna akan mendapat kemudahan. Salah satunya adalah dalam menampilkan dokumen yang tersimpan di collection yakni dengan perintah db.(nama database).find(); Bisa juga menemukan dokumen berdasarkan pada spesifikasi data yakni dengan db. (nama database).find({category:’gunung’});
     
    Selain itu dokumen dapat ditemukan dengan menggunakan regular expression (regex), nilaiyang terkandung pada kolom, menggunakan id dokumen melalu function ObjectId(),embedded document,

  6. Query Update

    Berikutnya adalag query update yakni bagaiamana untuk memperbarui sebuah kolom yang terdapat pada dokumen. Salah satu caranya ialah dengan menggunakan document id kemudian gunakan operator $set yang fungsinya untuk merubah field. Apabila ingin menambahkan atau mengurangi item yang ada dalam sebuah field array dokumen, maka gunakan operator $push (menambahkan item) dan $pull (untuk mengurangi). Terakhir adalah tanda titik dapat digunakan sebagai mengubah atribut atau mengakses kolom.

  7. Query Remove

    Dengan mengenal apa itu MongoDB pengguna tidak hanya mengetahui bagaimana cara kerja query update namun juga query remove. Hal ini tak kalah pentingnya untuk dipahami, yakni yang berfungsi untuk melakukakan penghapusan terhadap dokumen menggunakan id dokumen atau bisa juga dengan regular expression. Sedangkan untuk menghapus sebuah collection bisa dengan method drop(). Kemudian untuk database pengguna perlu menggunakan dropDatabase().

Baca Juga : Mengenal Apa itu MySQL, Fungsi, dan Cara Kerjanya [Lengkap]

Demikianlah ulasan tentang mengenal apa itu MongoDB. Kini pengguna telah memiliki referensi mengenai apa pengertian dari MongoDB, bagaiaman cara menginstall hingga cara melakukan query. Pengguna tidak hanya bisa menggunakan RDBMS (relational database management system) namun juga bisa mencoba menggunakan MongoDB.

Mengenal apa itu MongoDB memudahkan pengguna dalam membangun sistem tanpa harus membuat konsep relasional pada database. Sistem penyimpanan data tidak lagi menggunakan tabel. Akan tetapi, menggunakan dokumen terstruktur layaknya JSON sebab telah menggunakan javascript. Sehingga performa yang dihasilkan oleh MongoDB akan lebih cepat sebab juga didukung oleh memcached.

Javascript pada MongoDB memungkinkan penggunan untuk membuat sebuah stored procedure. Sistem operasi MongoDB juga secara default akan membuat id dokumen baru. Sehingga akan memudahkan penggunakan yang membutuhkan id tanpa harus membuat sendiri. Oleh sebab itu penting untuk mengenal apa itu MongoDB agar bisa memahami dan memanfaatkan berbagai fitur dapal sebuah database NoSQL.

Related Post :