Apa itu PSBB Jakarta : Aturan, Syarat, Ketentuan yang Perlu diketahui

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Merebaknya pandemi Virus Corona (COVID-19) semakin meluas dan membuat banyak korban berjatuhan di hampir 200 negara di dunia yang telah tercatat mempunyai data penderita Virus Corona (COVID-19). Salah satunya adalah Indonesia dengan ibukota Jakarta yang datang dengan data kenaikan penderita corona terbanyak dibandingkan dengan kota- kota lainnya di Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui situs resmi pemantauan khusus yang diciptakan untuk memantau penyebaran virus ini, corona.jakarta.go.id, menyebutkan pembaruan terbaru yang dicatat pada hari ini, 8/4/2020 , menyatakan sebanyak 1. 632 kasus positif Virus Corona (COVID-19) dengan 1.024 orang yang dirawat, 82 yang telah dinyatakan sembuh dan 149 jiwa yang meninggal.

Situs resmi ini juga mencatat dan menunjukkan area penyebaran virus yang menunjukkan tingkat kasus penularan positif tertinggi sebanyak 28 kasus berada di daerah Pegadungan, Jakarta Barat. Kemudian diikuti Pondok Kelapa, Jakarta Timur dengan pelonjakan 25 kasus dan Pondok Pinang, Jakarta Selatan yang melaporkan 21 kasus positif.

Meningkatnya jumlah kasus positif Virus Corona (COVID-19) ini menuntut pemerintah untuk lebih cepat tanggap dan melakukan tindakan pencegahan yang lebih efektif. Mengangapi ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyetujui pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khusus untuk para penduduk di wilayah DKI Jakarta sebagai kota terpadat di Indonesia. Selain social distancing, mungkin banyak dari kita yang belum memahami apa yang dimaksud dengan PSBB ini, maka dari itu mari mengenal Apa itu PSBB dan dampak PSBB untuk masyarakat.

 

Apa itu PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar

Menurut peraturan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pedoman PSBB dalam rangka menangani Virus Corona (COVID-19). Permenkes tersebut juga menyebutkan bahwa PSBB adalah pembatasan semua kegiatan tertentu.

Pembatasan kegiatan tersebut itu ditujukan bagi penduduk dalam satu wilayah yang diduga telah terkena atau terinfeksi corona. Tujuannya adalah untuk memblokir dan mencegah penyebaran virus corona dalam skala yang lebih besar lagi dari yang sudah tercatat saat ini.

Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini akan berlaku pada hari Jumat, 10 April 2020 di Jakarta dimana hal ini sangat penting untuk menekan jumlah penderita Virus Corona (COVID-19) di ibukota Jakarta yang hingga saat ini sudah terhitung lebih ribuan orang yang terjangkit positif Virus Corona (COVID-19).

 

Aturan dan Syarat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)

 

Pasal 2 Permenkes menyebutkan sebuah wilayah baru akan dapat ditetapkan dalam status situasi PSBB jika wilayah tersebut memenuhi dua syarat ini :

  • Jumlah kasus atau jumlah kematian akibat COVID-19 bertambah dan meningkat serta menyebar dengan cepat dan juga signifikan ke area dan wilayah sekitarnya.
  • Ditemukannya kesamaan dalam hal pola dan pattern penyebaran penyakit dengan wilayah tertentu atau negara lainnya.

 

Menilik dari dua persyaratan diatas, maka wilayah DKI Jakarta telah memenuhi persyaratan untuk melangsungkan PSBB. Terlebih lagi DKI Jakarta telah menjadi titik pusat penyebaran coronavirus COVID-19 terbesar di Indonesia dengan jumlah total kasus terbanyak per harinya.

Baca Juga : Mengenal Virus Corona (Covid-19) : Asal, Gejala dan Mengatasi Virus Corona

 

Ketentuan pengajuan PSBB diluar DKI Jakarta

 

Setelah Pasal 2 diatas adalah Pasal 3 yang membahas dan mengatur pihak- pihak yang berhak untuk mengajukan penerapan PSBB. Pihak yang dapat mengajukan PSBB ini dapat diwakili oleh Gubernur, Wali Kota dan juga Bupati dari seluruh Indonesia. Berikut ini dua poin yang harus dipenuhi untuk menjalankan PSBB yang harus dipenuhi :

 

  1. Menteri menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di suatu wilayah berdasarkan permohonan gubernur/bupati/walikota.
  2. Permohonan dari gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk lingkup satu provinsi atau kabupaten/kota tertentu.
  3. Permohonan dari bupati/walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk lingkup satu kabupaten/kota.

Baca Juga : Menelusuri Bagaimana Dampak Virus Corona (COVID-19) Bagi Perekonomian Indonesia

 

Aktivitas dan kegiatan masyarakat yang dibatasi dalam PSBB

 

Pemberlakuan Permenkes Pasal 2 ini diharapkan dapat memperlambat laju pertumbuhan dan penyebaran virus corona di wilayah DKI Jakarta tetapi juga diharapkan akan menyelamatkan penyebaran di kota lain di Indonesia. Berikut ini kegiatan dan aktivitas yang akan dibatasi dalam PSBB :

 

  1. Aktivitas dan kegiatan persekolahan dan tempat kerja

    Aktivitas di sekolah dan perkantoran juga termasuk dalam kegiatan yang dibatasi secara utama dalam PSBB. Pembatasan ini berlaku pada semua sekolah dan kantor kecuali kantor dan instansi yang berada dalam memberikan layanan ketahanan dan keamanan, ketertiban umum, penyedia kebutuhan pangan, bahan bakar dan gas, pelayanan kesehatan umum, keuangan, industri, komunikasi, ekspor dan impor, distribusi logistik, keuangan dan kebutuhan- kebutuhan dasar lainnya yang tidak dapat dihentikan. – (Lihat Juga : Pengumuman Dari IDCloudhost terkait PSBB Jakarta dan Work From Home)

  2. Aktivitas dan kegiatan ibadah dan keagamaan

    Semua kegiatan dan aktivitas keagamaan harus dilakukan dan dilaksanakan dari rumah dan hanya bisa dihadiri dengan pembatasan jumlah orang yang menghadiri serta keharusan menjaga jarak interaksi. Kegiatan keagamaan juga harus mengikuti dan berpedoman pada peraturan undang- undang dean fatwa juga pandangan lembaga keagamaan yang diakui dan tercatat resmi oleh pemerintah.

  3. Aktivitas dan kegiatan di tempat dan fasilitas umum

    Pembatasan aktivitas kegiatan sosial yang melibatkan tempat dan fasilitas umum dilakukan dengan cara pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak interaksi (physical distancing). Tetapi pembatasan tempat dan fasilitas umum ini tidak berlaku pada kegiatan yang terjadi di pusat perbelanjaan pasar, supermarket dan semua tempat penjualan obat dan peralatan medis atau farmasi/apotik, toko penyedia kebutuhan pokok, bahan bakar, pelayanan kesehatan dan juga tempat kegiatan olahraga.

  4. Aktivitas dan kegiatan operasional transportasi umum

    Transportasi atau angkutan umum mendapatkan pengecualian dalam PSBB dan wajib memperhatikan dan mengikuti pengaturan serta pengjagaan jarak antar penumpang. Selain itu, transportasi yang mengangkut barang untuk kebutuhan masyarakat juga akan mendapatkan pengecualian PSBB.

  5. Aktivitas dan kegiatan sosial

    PSBB menerapkan pelarangan dan pembatasan semua aktivitas kegiatan sosial dan budaya yang biasanya dipenuhi kerumunan yang rentan dengan penyebaran COVID-19. Larangan pembatasan kegiatan ini mengikuti pedoman dan pandangan lembaga adat resmi yang diakui dan ada dalam pengaturan perundangan pemerintah.

  6. Aktivitas dan kegiatan lain yang termasuk dalam pertahanan dan keamanan umum

    Kegiatan yang juga mengalami pengecualian lainya adalah aktivitas yang termasuk ke dalam pertahanan atau keamanan umum dan negara yang berhubungan dalam menegakkan kedaulatan, mempertahankan keutuhan dan melindungi wilayah Indonesia.

Baca Juga : Mengenal Perbedaan Wabah, Epidemi, dan Pandemi Kejadian Luar biasa (Virus Corona / Covid 19)

 

PSBB dan Peraturan lainnya

Selain Pasal 2 dan Pasal 3, Pasal 5 juga menyebutkan bahwa Ketua Pelaksanaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease COVID-19 juga dapat melakukan pengusulan kepada Menteri untuk menetapkan PSBB pada wilayah tertentu berdasarkan kriteria yang disebutkan pada Pasal 2.

Pihak yang ingin mengajukan permohonan PSBB juga diwajibkan untuk melengkapi data yang terdapat pada Pasal 9. Datang yang harus dipenuhi adalah data dan informasi peningkatan jumlah kasus secara signifikan dalam kurun waktu yang ditentukan, bukti penyebaran virus yang cepat di wilayah mengikut kurun waktu diatas dan adanya catatan transmisi lokal yang valid.

Penetapan dalam menjalankan PSBB juga harus mempertimbangkan banyak aspek kesiapan dan ketersediaan daerah. Pemerintah lokal harus menyiapkan dan menjamin kelancaran penyediaan kebutuhan hidup dasar seperti logistik pangan, layanan kesehatan, keamanan, anggaran dan operasionalisasi pengaman sosial dan kesiapan masyarakat umum untuk menerapkan PSBB dalam kehidupan mereka. PSBB akan ditetapkan secara resmi dalam waktu 2 hari setelah diterimanya permohonan penetapan oleh Menteri Kesehatan untuk wilayah yang mengajukan tadi yaitu wilayah provinsi/kabupaten/kota yang membuat pengajuan tadi.

 

Informasi Layanan IDCloudhost selama PSBB

IDCloudhost turut prihatin terkait hal ini dan semoga kita semua bisa melewati ini bersama dan berharap bisa segera berakhir. Sehubungan dengan itu, terkait himbauan Pemerintah Republik Indonesia mengenai pembatasan Kegiatan diluar rumah dan mulai berlakukan PSBB Jakarta pada hari Jumat, 10 April 2020 yang mengharuskan semua kegiatan kantor dilakukan di Rumah atau kita kenal dengan Work From Home (WFH), maka IDCloudhost mengambil kebijakan untuk melakukan Work From Home (WFH) terhitung sejak 05 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan.

IDCloudhost tetap melayani pelanggan seperti biasa terkait pembelian, bantuan, dan lainnya mengenai layanan IDCloudhost. Serta layanan Customer Service dan Technical Support yang dilakukan setiap harinya (24/7) untuk membantu Anda.

Adapun Anda bisa menghubungi tim IDCloudhost melalui :

Sehubungan dengan pembatasan Wilayah atau kita sebut dengan PSBB tersebut juga, Perlu kami informasikan bahwa Tim NOC (Network Operation Center) IDCloudhost selalu Standby di seluruh Data Center IDCloudhost Jakarta dan beberapa Datacenter kita di Singapura, Inggris dan Jepang untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu juga, kami minta mohon maaf tidak bisa melayani kunjungan ke kantor dan Datacenter sampai situasi sudah membaik.

IDCloudHost sebagai salah satu penyedia jasa layanan web hosting dan cloud infrastructure Indonesia turut memberikan solusi dengan memberikan keringanan tenggat waktu pembayaran kepada klien kami yang telah berlangganan dan selalu setia. Anda cukup Mengirimkan ticket tertuju pada Divisi Billing IDCloudHost dan informasikan apa yang dapat kami bantu, kami akan berikan solusi terbaik untuk bisnis Anda. Informasi lengkap terkait hal ini bisa Anda cek pada halaman : idcloudhost.com/save-the-world

 

Penutup dan Kesimpulan

Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibuat untuk dapat menekan perkembangan Virus Corona (COVID-19) di Indonesia terutama diwilayah Jakarta yang saat ini merupakan salah satu kota dengan jumlah pasien positif Virus Corona (COVID-19) terbanyak di Indonesia.

Tentunya, harapan kita dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini benar-benar bisa ditaati oleh masyarakat Indonesia karena seperti yang kita ketahui bahwa ancaman Virus Corona (COVID-19) ini merupakan ancaman yang benar-benar nyata dan tidak memandang kalangan bahwa hingga atas sekalipun.

Related Post :

popup image