Mengenal Pattern MVC dalam Pengembangan Web

Development & Security, Web & Development / 0 | | 0

Dewasa ini semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya teknologi dari berbagai macam sudut pandang bisnis. Permintaan perancangan dan pembuatan aplikasi web juga semakin meningkat sebagai jawaban untuk memenuhi kebutuhan akan pemanfaatan teknologi.  Disinilah terkadang programmer dituntuk untuk bekerja super cepat dalam memenuhi permintaan tersebut.

Penggunaan framework menjadi sebuah langkah yang tepat agar dapat menghasilkan sebuah website dengan waktu yang singkat, dan menghasilkan code yang terstruktur dan mudah untuk dipelihara. Kebanyakan dari framework pengembangan website mengadopsi pemrograman berorientasi objek dengan menggunakan pattern MVC (Model View Controller).

Jadi apa itu MVC? Pada artikel kali ini kami IDCloudHost ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang apa itu konsep MVC pada pengembangan web agar dapat memahami dasar dari penggunaan framework PHP. Model MVC merupakan suatu konsep yang terbilang popular dalam pengembangan aplikasi web. Pattern MVC memisahkan data (Model) dari tampilan (View) dan juga algoritma pemrosesannya (Controller) menjadi bagian yang berbeda MVC. Model View Controller pertama kali dipublikasikan oleh peneliti Xerox Parc yang bekerja dalam pembuatan bahasa pemrograman Smalltalk pada tahun 1970-1980 (Wikipedia).

Perlu dicatat kembali ada 3 bagian utama dalam pattern MVC, yakni:

  1. Model: Model mewakili stuktur data, yang biasanya berhubungan langsung dengan database. Model biasanya berisikan fungsi-fungsi untuk memanipulasi data seperti create, read, update, delete, dan juga menangani validasi dari bagian controller.
  2. View: Merupakan bagian yang langsung berhubungan dengan pengguna. View sendiri memiliki fungsi untuk merepresentasikan data yang diperole dari Model dan telah di olah oleh controller kepada user. Biasanya pada suatu aplikasi website View merupakan sebuah template yang secara umum terdiri dari CSS dan HTML yang nantinya akan diatur oleh controller untuk pemetaan datanya. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap Model, melainkan harus melalui Controller.
  3. Controller: Merupakan bagian yang menjadi jembatan penghubung antara Model dan View. Data yang diperoleh dari Model harus melalui controller agar dapat dipetakan dan ditampilkan di View. Controller juga berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan di proses oleh aplikasi.

Secara ringkas, Model mengatur alur database, View berhubungan dengan tampilan web, sedangkan Controller sebagai pengatur hubungan kerja antara Model dan View. Dengan pemisahan fungsi semacam itu, penggunaan pattern MVC akan lebih memudahkan pemeliharaan dan pengembangan aplikasi kedepannya. Itu tadi adalah sedikit penjelasan tentang apa itu MVC dari kami, nantikan artikel-artikel lainnya yang tentu saja bermanfaat bagi kalian.

Terima kasih!

Related Post :

popup image