Mengenal Perbedaan KPI Dan OKR Untuk Tujuan Bisnis

Business, Content Marketing / 0 | | 0

Dalam dunia bisnis, para pelaku bisnis pastinya tidak akan luput dari yang namanya evaluasi atas efektifitas kinerja pegawainya. Hal ini nantinya akan menjadi tolok ukur sejauh mana sebuah target perusahaan telah tercapai. Oleh sebab itu, dari sinilah kemudian akan muncul dasar dalam membuat KPI dan OKR yang sangat penting dalam perkembangan bisnis. Seorang pelaku bisnis pastinya tahu mengenai perbedaan KPI dan OKR.

Secara umum, mengenai perbedaan KPI dan OKR itu sendiri memang cukup signifikan untuk dianalisa. Namun demikian, keduanya memiliki kesamaan yang akan membantu perusahaan dalam menyusun dan mencapai target yang memang telah diharapkan. Hal inilah yang kemudian menjadikan dua aspek tersebut sebagai hal penting untuk diketahui lebih dalam dan dijadikan sebagai patokan dalam menjalankan bisnis.

Dalam menjalankan bisnis, tanpa mengabaikan perbedaan KPI dan OKR, disebutkan bahwa seorang pelaku bisnis kerap kali berpegang pada sistem performance management khususnya performance appraisal (PA) yang kerap kali sangat berkaitan dengan penentuan gaji, bonus ataupun promosi. Melalui pemanfaatan sistem tersebut, banyak pelaku bisnis yang menggap hal ini sudah cukup bagus, padahal ada dua hal lain yang wajib dijadikan pertimbangan yang dalam hal ini tidak lepas dari perbedaan KPI dan OKR.

 

Apa Itu OKR dan KPI (Objective and Key Result) ?

 

OKR atau yang lebih dikenal dengan sebutan Objective and Key Result merupakan gambaran umum atas tujuan dan hasil kinerja perusahaan yang nantinya akan dicapai. Tanpa mengabaikan perbedaan KPI dan OKR, keberadaan OKR ini dianggap sebagai tolok ukur yang sangat spesifik dan pastinya juga memiliki berbagai langkah yang terukur.

OKR itu sendiri kerap kali dibuat dengan capaian tujuan selama 3 bulan ataupun 1 tahun lamanya. Masih berkaitan dengan perbedaan KPI dan OKR, dikatakan bahwa untuk cara kerja dari OKR itu sendiri sangatlah mudah. Dalam hal ini, seorang pelaku bisnis hanya perlu menentukan tujuan atau goals yang diharapkan.

KPI (Key Performance Indicator) adalah alat ukur yang menggambarkan efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Key performance indicator diukur dalam periode harian, mingguan dan bulanan. KPI yang baik merupakan suatu hal yang penting dan terus menerus mendapat perhatian dari manajemen. Ketika seseorang menyimpang dari kpi, pihak manajemen dapat mengambil suatu keputusan dan memanggil orang yang bertanggung jawab tsb.

Dari sinilah maka akan keluar key results secara otomatis dan beberapa cara yang nantinya dilakukan untuk mencapai key result tersebut. Tentu saja hal ini akan memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menjalankan bisnis.

Baca Juga : Memahami Peran Website Dalam Bisnis Online

 

Jenis-jenis KPI (Key Performance Indicator)

 

Pada dasarnya, Indikator Kinerja Utama atau KPI dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu KPI Financial dan KPI Non-Financial.

 

1. Key Performance Indicator Finansial

KPI Finansial adalah indikator kinerja utama yang berkaitan dengan keuangan. Contoh KPI Finansial ini diantaranya adalah sebagai berikut :

 

  1. KPI Laba Kotor (Gross Profit)

    yaitu KPI yang mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP).

  2. KPI Laba Bersih (Net Profit)

    yaitu KPI yang mengukur jumlah uang yang tersisa dari pendapatan setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan dan biaya-biaya bisnis lainnya seperti biaya bunga dan pajak.

  3. KPI Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

    yaitu KPI yang mengukur nilai persentase yang diperoleh dengan membagi Laba Kotor dengan Pendapatan.

  4. KPI Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)

    yaitu KPI yang mengukur nilai persentase yang diperoleh dengan membagi laba bersih berdasarkan pendapatannya.

  5. KPI Rasio Lancar (Current Ratio)

    yaitu KPI yang mengukur kinerja keuangan neraca likuiditas dengan membagikan aktiva lancar (current assets) dengan Kewajiban lancar (current liabilities).

  6. Masing-masing indikator kinerja utama (Key Performance Indicators)

    Seperti pada contoh KPI Rasio Lancar, KPI ini secara efektif menjawab pertanyaan “seberapa cepat bisnis kita mengubah aset lancar menjadi uang tunai untuk membayar kewajiban jangka pendeknya”.Indikator ini memperkirakan seberapa baik suatu bisnis akan bertahan apabila mengalami penurunan secara tiba-tiba. Contoh kedua pada KPI Marjin Laba Kotor, KPI ini dapat menjawab pertanyaan seperti “Seberapa untung nya suatu bisnis” atau “Seberapa efisiennya proses produksi”.

 

2. Key Performance Indicator Non-Finansial

KPI Non-Finansial adalah KPI yang tidak secara langsung mempengaruhi keuangan suatu perusahaan. Beberapa contoh KPI Non-Finansial yang dimaksud tersebut diantaranya seperti :

 

  1. Perputaran Tenaga Kerja (Manpower Turnover)
  2. Matriks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction metrics)
  3. Rasio Pelanggan Berulang terhadap Pelanggan Baru (Repeat Customer to New Customer Ratio)
  4. Pangsa Pasar (Market Share)

Baca Juga : Panduan Lengkap Belajar Bisnis Online Untuk Pemula

Perbedaan KPI dan OKR

 

Pada beberapa kasus, kaitannya dengan perbedaan KPI dan OKR itu sendiri akan kerap kali diterapkan oleh pihak staf khusus sekaligus juga para managerial. Penerapan OKR itu nantinya akan membantu dalam mengembangkan bisnis menjadi lebih baik ke depannya.  Tanpa mengabaikan perbedaan KPI dan OKR, pelaku bisnis yang menerapkan sistem OKR harus menjawab beberapa pertanyaan berikut ini :

 

  1. Kemanakah bisnis tersebut ingin Anda bawa?

    Dalam hal ini, masih berkiatan dengan perbedaan KPI dan OKR bahwa nantinya Anda harus tahu kemanakan nantinya bisnis tersebut akan Anda bawa ke depannya dengan serangkaian tujuan yang ada. Dengan kata lain, pastikan Anda telah menentukan tujuan pengembangan bisnis tersebut dengan jelas.

  2. Bagaimana Anda tahu jika sudah mencapai tujuan tersebut?

    Untuk pertanyaan selanjutnya berkaitan dengan kondisi yang nantinya akan menunjukkan dimana Anda telah mencapai tujuan yang ada. Dalam kaitannya perbedaan KPI dan OKR, nantinya yang demikian ini akan membantu dalam mengetahui key result.

  3. Apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut?

    Pertanyaan selanjutnya mengenai perbedaan KPI dan OKR berkaitan dengan langkah-langkah pasti yang akan dilakukan oleh seorang pelaku bisnis dalam mendapatkan tujuan yang ditentukan sebelumnya. Sebagai contoh umum tanpa mengesampingkan perbedaan KPI dan OKR itu sendiri bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan nomer 1 dengaan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selanjutnya, untuk pertanyaan nomer 2 yaitu dengan meningkatkan adanya NPS 70 menjadi 80 sedangkan untuk pertanyaan nomer 3 bisa dijawab dengan menambahkan adanya fitur chat pada aplikasi.

  4. Lebih jauh tentang KPI (Key Perfomance Indicator) dalam bisnis

    Singkatnya, KPI ini dikenal dengan istilah Key Perfomance Indicator yang nantinya merupakan sebuah proses ataupun aktivitas untuk mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Tanpa mengesampingkan perbedaan KPI dan OKR, dikatakan bahwa KPI ini nantinya akan mengajak seseorang dalam menapaki proses yang sesuai dengan tahapan dalam mendapatkan goals.

Secara umum, dalam menjalankan bisnis, KPI itu sendiri juga memiliki berbagai jenis yang memang harus diketahui juga. Dengan tidak mengesampingkan perbedaan KPI dan OKR, bahwa ragam dari KPI itu sendiri terdiri dari KPI keuangan, KPI operasional, KPI pertumbuhan hingga KPI pelanggan. Semua KPI tersebut memiliki ruang lingkup tersendiri untuk kemudian dijadikan sebagai pertimbangkan dalam menyusun KPI untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dalam pengembangan bisnis, masih kaitannya dengan perbedaan KPI dan OKR, disebutkan jika KPI ini kerap kali digunakan untuk staff khusus yang mendapatkan tugas dari pihak managerial yang disesuaikan dengan OKR. Dengan cara ini, nantinya para staff akan melakukan tindakan evaluasi untuk kemudian diketahui atas performa kinerja selama ini. Hal ini sangat bagus untuk dilakukan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Sebagai gambaran mudahnya, tanpa mengesampingkan perbedaan KPI dan OKR bahwa KPI itu sendiri nantinya akan mengikuti pola SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic dan Timely atau Tangible). Dari sinilah kemudian KPI anak menentukan target yang harus dicapai di setiap bagian perusahaan seperti halnya untuk bisnis tempe, maka bahan yang disediakan 100% kedelai berkualitas hingga bahan baku tidak boleh lebih dari 1 juta.

Masih kaitannya dengan perbedaan KPI dan OKR, bahwa KPI itu sendiri akan dijadikan sebagai tolok ukur dalam menentukan performance appraisal. Sedangkan KPI itu sendiri pada hakikatnya berasal dari misi atau goal perusahaan yang kemudian akan diturunkan di semua bagian department perusahaan itu sendiri.

Dengan pembagian tugas semacam ini secara merata dan terarah, nantinya akan sangat membantu dalam meningkatkan peluang tercapainya tujuan perusahaan itu sendiri. Dengan kata lain, masih berkaitan dengan perbedaan KPI dan OKR bahwa penggabungan atas dua tools tersebut sangatlah mungkin yang nantinya akan sangat membantu dalam menganalisa sejauh mana perjalanan perusahaan tersebut dalam mencapai tujuan. Tentu saja hal ini akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan bisnis yang selama ini telah Anda rintis.

 

Kesimpulan dan Penutup

Dari sinilah kemudian bisa disimpulkan mengenai perbedaan KPI dan OKR yang menyebutkan bahwa OKR itu sendiri akan memberikan kemudahan dan kejelasan dalam mencapai tujuan ataupun goals. Untuk melakukannya, maka perlu bantuan KPI yang nantinya akan mempermudah pelaku bisnis dalam melakukan pemantauan atas berbagai aktifitas yang dilakukan dalam menuju goals yang telah ditetapkan tersebut.

Jika memang tanpa mengesampingkan perbedaan KPI dan OKI yang begitu ketara, dua tools ini nantinya bisa bekerjasama dengan baik untuk mencapai tujuan. Namun demikian, dua-duanya dipastikan harus sejalan dan pastinya saling bekerjasama untuk mencapai kesinambungan tersendiri. Ketika hal ini tidak bisa dicapai, maka tujuan perusahaan tidak akan pernah terwujud seiring dengan berjalannya waktu.

Nah, bagaimana menurut anda? OKR dan KPI masing – masing memiliki sifat dan kelebihan yang berbeda – beda. maka dari itu anda perlu jeli dalam menerapkan model bisnis seperti apa yang ingin anda buat.

Related Post :

popup image