Mengenal Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal untuk Umat Muslim

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Pada Rukun Islam yang ke-4 kita mengenal adanya sebuah kewajiban untuk menunaikan zakat bagi umat Muslim yang mampu dan memenuhi syarat- syaratnya. Zakat sendiri adalah ibadah yang berupa menyisihkan sejumlah harta dengan jumlah waktu dan waktu tertentu pula. Sedangkan untuk jenisnya, zakat terbagi dalam dua kategori mereka tersendiri.

Untuk saat ini di bulan Ramadan maka jenis zakat yang wajib dikeluarkan adalah jenis Zakat Fitrah. Zakat ini mempunyai batas ketentuan waktu sendiri yaitu di mulai dari awal bulan Ramadan hingga pagi hari ketika sedang melaksanakan sholat hari raya Idul Fitri dan jika Anda mengeluarkan zakat di batas ketentuan waktu itu, maka itu tidak lagi dianggap sebagai ibadah Zakat Fitrah lagi.

Zakat Fitrah selain hanya dikeluarkan pada bulan Ramadan saja, juga mempunyai ketentuan jumlah dan harga yang dibayarkan. Namun selain ketentuan dan hukum mengeluarkan zakat dalam bentuk fisik seperti beras dan makanan pokok yang tergantung dari daerah pengeluar dan penerima zakat itu tinggal, Zakat Fitrah juga mempunyai kelebihan bisa diubah menjadi berupa uang atau donasi dengan jumlah yang sama atau setara dengan nilai zakat fisiknya.

 

Mengenal dua jenis zakat

Sebagai seorang Muslim yang mempunyai kemampuan dalam hal financial, kesehatan, berakal, cukup umur dan kemerdekaan individual dengan harta yang sudah cukup nisab atau pada batas minimal yang sudah ditentukan. Maka di wajibkan atas mereka untuk menyisihkan sebagian harta yang mereka miliki untuk berbagi kepada orang- orang yang termasuk dalam kategori tidak mampu.

Dalam membantu umat dalam mendonasikan harta mereka, ada dua jenis zakat yang wajib untuk diketahui. Setiap zakat- zakat ini juga mempunyai ketentuan, syarat dan hukum dalam melaksanakannya. Berikut dua jenis zakat yang harus diketahui oleh umat Muslim sebelum Anda mulai memberikan dan mengeluarkan zakat tanpa mengetahui lebih jelas.

Baca Juga :   Mengenal Apa itu Zakat Fitrah : Ketentuan, Hukum, dan Cara Melaksanakannya 

 

Zakat Mal

Zakat Mal yaitu zakat dari harta seorang muslim yang hanya dibayarkan bila seorang muslim memenuhi syarat –syaratnya, yaitu :

  • Memiliki harta itu secara sempurna, harta yang dimiliki merupakan harta yang sempurna.
  • Telah mencapai nisabnya yaitu jumlahnya telah sesuai dengan syariat yang wajib di zakatnya, telah mencapai haulnya yaitu bertahan selama satu tahun.
  • Harta yang dimiliki adalah kelebihan dari kebutuhan pokoknya.

 

Sedangkan jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah berupa :

  • Uang, emas, perak yang dibayarkan dengan perhitungan 2,5% dari jumlah yang telah mencapai nishab dengan detail 85 gram untuk emas murni, 595 gram untuk perak murni dan uang yang mengikuti ketentuan emas dan perak.
  • Hasil hewan ternak, pertanian, hasil laut, perkebunan dan lainnya yang juga mempunyai perhitungan tersendiri.

Baca Juga :   Cara Mendaftar BPJS Kesehatan dengan Cepat dan Mudah

 

Zakat Fitrah

Zakat yang hanya dikeluarkan saat bulan Ramadan ini adalah zakat berupa sedekah wajib yang bayarkan untuk menyempurnakan dan menyucikan harta serta menyempernakan ibadah puasa bulan Ramadan. Jenis zakat ini wajib ditunaikan oleh Muslim baik pria dan wanita yang mampu dengan mengikuti persyaratan tertentu. Sedangkan batasan mampu bagi ulama adalah seseorang yang memiliki makanan untuk dirinya dan keluarganya pada hari raya Idul Fitri.

Mengutip penjelasan dari sebuah hadits :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘Ied.” (HR. Bukhari, Nomor 1503 dan Muslim Nomor 984)

 

Zakat Fitrah yang termasuk zakat yang fleksibel ini dapat dilakukan mengikut keadaan dan geografis umat Muslim setempat. Seperti di Indonesia, Zakat Fitrah yang dikeluarkan adalah zakat dalam bentuk beras sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter karena beras adalah makanan pokok sebagian besar penduduk negara ini. Namun banyak juga pengeluar zakat menggunakan kurma seperti yang disabdakan oleh Rasullullah, tepung atau apa saja mengikut jenis makanan pokok di mana mereka tinggal.

Baca Juga :   Mengenal Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan Dan Cara Membuatnya

 

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

 

Kedua zakat in tentu mempunyai perbedaan tersendiri pula, baik itu secara ketentuan, hukum dan jenis yang dikeluarkan. Berikut ini perbedaan kedua zakat tersebut :

  1. Perbedaan waktu menunaikan zakat

    perbedaan zakat mal dan zakat fitrah yang paling utama tentunya adalah pada perbedaan waktu menunaikannya. Zakat mal adalah zakat yang ditunaikan saat harta yang dimiliki telah mencapi nisab dan haulnya. Nisab adalah batas terendah jumlah harta yang dimiliki, dan haul adalah waktu yang harus dipenuhi dari kepemilikan sebuah harta. Sedangkan zakat fitrah merupakan zakat yang dibayarkan selama atau pada akhir bulan Ramadan sebelum sholat Ied. Zakat fitrah ini hukumnya wajib untuk ditunaikan oleh seluruh umat muslim terlepas dari umurnya.

  2. Perbedaan peruntukan atau target zakat

    Perbedaan yang berikutnya adalah pada peruntukan atau target penerima zakat tersebut. Zakat mal adalah jenis zakat harta yang ditunaikan untuk membersihkan harta dan memberikan hak- hak orang dalam kategori tidak mampu. Sementara zakat fitrah dimaksudkan untuk diri si pembayar zakat sebagai alat pembersihan diri dari berbagai perbuatan kotor dan perbuatan sia sia.

  3. Perbedaan jumlah zakat yang dikeluarkan

    Selanjutnya perbedaan dari kedua zakat ini jumlah zakat yang ditunaikan atau dikeluarkan. Jumlah zakat mal yang dikeluarkan tergantung pada pada besaran yang ditentukan dalam ilmu fiqih sedangkan zakat fitrah dapat ditunaikan dengan minimal sebesar makanan pokok mengikuti tempat dan daerah pengeluar zakat masing- masing.

  4. Perbedaan orang yang wajib berzakat

    Perbedaan terakhir dari zakat berikutnya adalah orang -orang yang wajib menunaikannya. Zakat mal diwajibkan kepada mereka yang telah merdeka dengan harta yang telah sempurna dan mencapai nisab serta haulnya. Sedangkan zakat fitrah diwajibkan pada semua umat muslim yang tanpa terkecuali selama mampu dan mempunyai kelebihan harta meski hanya sedikit.

Baca Juga :   Cara Membuat NPWP Pribadi dengan Cepat dan Mudah

 

Menunaikan zakat lebih afdhal dan menenangkan hati

Meski zakat lebih bersifat kewajiban, namun sebenarnya zakat juga dapat membawa dan memberikan ketenangan serta ketentraman hati. Karena zakat adalah ibadah yang tidak hanya membawa kebaikan pada diri sendiri namun juga akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Zakat juga mampu menjaga harta dan kesucian pengeluarnya serta membawa keberkahan bagi harta tersebut.

Inti sari mengeluarkan zakat juga dapat membantu saudara dan umat Muslim lainnya agar juga turut dapat menikmati kebaikan dari harta tersebut. Tidak hanya membantu sesama umat, zakat juga turut memperat keakraban dan persatuan sesama umat Muslim. Karena harta yang di keluarkan pada jalan Allah tentu tidak akan berkurang dan justru akan semakin bertambah dalam kekayaannya serta juga dapat membuat kita belajar untuk rendah hati, peduli sesama dan menghindari sifat kikir lagi tamak.

Related Post :

popup image