Mengenal Sistem Cloud ERP (Enterprise Resource Planning) dan Tips Memilihnya

Serba Serbi, Technology / 0 | | 1

Menjalankan perusahaan yang efektif membutuhkan pengalaman, keterampilan, dan ketajaman bisnis, tetapi yang terpenting manajemen proses bisnis yang bijaksana. Ini tentu saja termasuk bagaimana penggunaan keuntungan dari perencanaan sumber daya perusahaan. Sifat persaingan pasar modern memaksa pengusaha untuk menangkap setiap peluang yang ada, termasuk kemajuan teknologi, untuk memaksimalkan efisiensi dan tetap berada di depan para pesaing.

Sistem ERP telah lama memantapkan dominasinya di bidang solusi perangkat lunak untuk bisnis. Awalnya ERP ditujukan untuk industri manufaktur, dengan model kuantitas pesanan ekonomi atau economic order quantity (EOQ), yaitu sistem penjadwalan berbasis kertas. Kemudian metode ini digantikan oleh alat perencanaan sumber daya material atau material resource planning (MRP) yang dikembangkan pada akhir 1960-an yang akhirnya menjadi alat perencanaan sumber daya manufaktur atau manufacturing resource planning(MRP II).

Praktik ERP modern dimulai pada 1990-an karena munculnya perangkat lunak komputer yang terintegrasi dengan operasi bisnis sehari-hari. Diciptakan oleh Grup Gartner, istilah ini awalnya hanya berfokus pada alat digital baru yang memungkinkan produsen untuk mengelola hubungan rantai pasokan mereka, mengontrol inventaris, mengotomatisasi akuntansi, dan banyak lagi. Saat ini, ERP ditemukan di berbagai industri, tidak hanya manufaktur bahkan perangkat lunak ERP sekarang tersedia dari platform yang dihosting Cloud.

 

Memahami Evolusi ERP dan Tren Saat Ini

Istilah ERP atau “Enterprise Resource Planning” awalnya diciptakan oleh analis industri, The Gartner Group, pada 1990-an. ERP didapat dari pengembangan MRP, sebuah istilah yang sudah terkenal di dunia bisnis saat itu. MRP adalah singkatan dari Material Requirement Planning (MRP) dan Manufacturing Resource Planning (MRPII). Sistem ini diciptakan kembali pada tahun 1960 ketika perusahaan berbasis manufaktur sedang mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan pengambilan keputusan untuk manajer lini produksi.

Pada 1990-an, The Gartner Group dan bisnis lain berusaha menerapkan sistem MRP ke jenis bisnis lain, dan ingin memperluas kemampuan dan proses ke area lain dalam suatu organisasi, dan dengan demikian ERP seperti yang dikenal sekarang ini. Di awal keberadaannya, ERP berfokus pada pengorganisasian data dan perampingan proses yang terkait dengan area back-office, seperti manajemen inventaris, pemenuhan, pembelian, sumber daya manusia, akuntansi, IT, manufaktur, perencanaan dan penjadwalan, dan bidang terkait lainnya.

Kemudian, dengan diperkenalkannya dan meluasnya penggunaan internet, ERP diperluas lebih jauh untuk mencakup area bisnis lainnya, seperti manajemen hubungan pelanggan (CRM), manajemen hubungan pemasok (SRM) dan manajemen rantai pasokan (SCM), manajemen sumber daya manusia. (HCM), intelijen bisnis, dan e-niaga. Saat ini, sistem ERP terintegrasi ke dalam semua area dan fungsi dalam suatu perusahaan dan bisnis.

Tujuan utamanya untuk membantu para pemimpin dan manajer lebih memahami semua bagian yang bergerak dari operasi mereka, mengidentifikasi peluang, dan membuat keputusan yang lebih tepat yang pada akhirnya akan berdampak pada masa depan. keberhasilan dan kelangsungan bisnis mereka. Meskipun penggunaan kata perusahaan dalam namanya, sistem ERP digunakan oleh bisnis dari semua ukuran, besar dan kecil. Ada dua jenis utama sistem ERP yang diterapkan di organisasi saat ini, On-Premises dan Cloud-Based.

 

Baca Juga  :    CRM (Customer Relationship Management) : Cara Kerja dan Jenis/Tipe Teknologinya

 

Mengenal Apa Itu Sistem Cloud ERP

Mengenal Sistem Cloud ERP (Enterprise Resource Planning) dan Tips Memilihnya
 

 

Teknologi komputasi berbasis cloud atau cloud computing yang juga disebut Software as a Service (SaaS) memungkinkan pengguna mengakses aplikasi perangkat lunak yang berjalan pada sumber daya komputasi bersama melalui Internet. Sumber daya komputasi ini disimpan di pusat data jarak jauh yang didedikasikan untuk menampung berbagai aplikasi di berbagai platform.

Penerapan dan penggunaan cloud sendiri sangat membantu bagi usaha kecil dan menengah (UKM) karena menyediakan akses ke aplikasi yang berfungsi penuh dengan harga yang wajar tanpa pengeluaran di muka yang besar untuk perangkat keras dan perangkat lunak. Dengan menggunakan penyedia cloud yang tepat, perusahaan dapat dengan cepat menskalakan perangkat lunak produktivitas bisnis mereka saat bisnis mereka tumbuh atau perusahaan baru ditambahkan.

Sedangkan Cloud ERP memungkinkan pengguna mengakses perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) melalui Internet. Cloud ERP umumnya memiliki biaya dimuka yang jauh lebih rendah, karena sumber daya komputasi disewa per bulan daripada dibeli langsung dan dipelihara di tempat. Cloud ERP juga memberi perusahaan akses ke aplikasi penting bisnis mereka kapan saja dari lokasi mana pun.

 

Baca Juga  :    Mengenal Jenis Churn Rate dan Cara Menghitungnya

 

Tips Memilih Sistem Cloud ERP (Enterprise Resource Planning)

Jika Anda mencari solusi ERP pertama Anda atau ingin meningkatkan dari sistem yang ada, proses evaluasi, pemilihan, dan implementasi adalah keputusan strategis jangka panjang untuk organisasi Anda. Untuk membantu Anda melalui proses ini, berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk pemilihan sistem ERP yang bisa Anda coba :

  • Anggaran

    Saat membandingkan harga sistem ERP, perhatikan biaya keseluruhan. Dimana ini harus dapat memperhitungkan tidak hanya lisensi untuk tahun tertentu, tetapi juga jumlah pembaruan setelah 12 bulan, kemungkinan pelatihan, migrasi data perusahaan, atau penambahan pemrograman. Jangan terkecoh dengan harga software entry yang murah saja dan selalu menanyakan biaya service selanjutnya karena Anda hanya akan membuang anggaran Anda dengan sia- sia.

  • Testimonial/ulasan

    Saat ini adalah semua orang akan mencari testimoni atau review sebelum memutuskan membeli suatu barang atau jasa termasuk ketika Anda ingin mencari ERP. Solusi IT yang baik dan terbukti adalah solusi yang telah dievaluasi berkali-kali oleh penggunanya. Cari perangkat lunak yang dinilai positif dalam referensi dengan nilai tinggi dari mereka yang sudah pernah mencoba ERP sebelumnya.

  • Adaptasi dengan kebutuhan Anda

    Setidaknya selusin solusi ERP untuk perencanaan sumber daya dan manajemen perusahaan tersedia di pasar. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan tetapi juga kekurangan. Produsen software untuk perusahaan juga berspesialisasi dalam area tertentu, yang dapat menyebabkan modul serupa dalam sistem ERP terbukti lebih sesuai dengan kebutuhan Anda daripada dari produsen lain. Itulah mengapa sangat penting bahwa sebelum memilih sistem ERP, perusahaan anda telah mempunyai target dan kriteria spesifik yang sesuai dengan ERP yg hendak Anda pilih nantinya.

  • Penyedia ERP terpercaya

    Ada baiknya memilih sistem yang telah diproduksi oleh perusahaan yang memang telah terkenal dan populer yang pasti banyak digunakan oleh banyak perusahaan. Dengan memilih produsen terpercaya, akan dapat menjamin sistem IT yang telah diuji oleh sekelompok besar pengguna sehingga kesalahan apa pun telah diperbaiki. Selain itu, kemungkinan besar perangkat lunak ini akan didukung dan dikembangkan untuk waktu yang lama. Produsen yang menghormati kebutuhan pelanggan mereka memberi mereka kesempatan untuk mengirimkan komentar dan permintaan apa pun untuk mengembangkan fungsionalitas tertentu. Pastikan apakah ada opsi seperti itu untuk sistem ERP yang Anda pilih.

 

Baca Juga  :   Mengenal Apa Itu Odoo, Software Open Source untuk ERP and CRM

 

Memahami Konsep Dasar dan Daftar Istilah ERP

Mengenal Sistem Cloud ERP (Enterprise Resource Planning) dan Tips Memilihnya
 

Karena ada ratusan konsep dan istilah yang terkait dengan perencanaan sumber daya perusahaan yang perlu Anda pahami sekarang adalah konsep dasar dan istilah yang mencakup ERP, sebelum Anda memutuskan apakah Anda ingin menerapkan solusi ERP di bisnis Anda :

  • Enterprise Resource Planning (ERP) yakni alat manajemen proses bisnis yang dapat digunakan untuk mengelola informasi di seluruh organisasi.
  • On-Premise ERP adalah perangkat lunak ERP yang diinstal secara lokal di perangkat keras dan server Anda, dan dikelola oleh staf IT Anda.
  • ERP Berbasis Cloud merupakan perangkat lunak ERP yang ada dan dikelola di luar lokasi oleh penyedia Anda.
  • Supply Chain Management adalah aliran barang dan jasa dari titik asal ke titik konsumsi.
  • Vendor Pihak Ketiga merupakan bisnis atau mitra yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem ERP Anda.
  • Perencanaan Kebutuhan Kapasitas atau Capacity Requirements Planning adalah suatu metode yang digunakan untuk menentukan kapasitas produksi yang tersedia dari suatu perusahaan.
  • Solusi Mobilitas sendiri adalah kemampuan untuk mengakses data Anda melalui ERP Anda dari mana saja dengan menggunakan perangkat seluler.
  • Opsi Penerapan ERP adalah jenis sistem ERP yang dapat Anda terapkan di organisasi Anda.
  • Arsitektur Bisnis untuk bagaimana sebuah organisasi disusun termasuk semua bagian yang bergerak.
  • Customer Relationship Management (CRM) yang adalah alat yang digunakan bisnis untuk mengelola interaksi dengan pelanggan.

 

Simak panduan berikut jika Anda ingin mencoba ERP Odoo berbasis cloud :   Cara Instal Odoo (One Click Deploy) di Cloud VPS IDCloudHost

 

Kesimpulan dan Penutup

Perencanaan sumber daya perusahaan atau Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sistem aplikasi perangkat lunak terintegrasi yang menstandarisasi, merampingkan dan mengintegrasikan proses bisnis di seluruh keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, distribusi, dan departemen lainnya. Biasanya, sistem ERP beroperasi pada platform perangkat lunak terintegrasi menggunakan definisi data umum yang beroperasi pada satu database.

ERP pada awalnya dirancang untuk perusahaan manufaktur tetapi sejak itu diperluas ke industri jasa, pendidikan tinggi, perhotelan, perawatan kesehatan, layanan keuangan, dan pemerintah. Setiap industri memiliki kekhasan ERP sendiri yang akan membantu mereka dalam kebutuhan mengatur kebutuhan bisnis mereka masing- masing. Oleh karena itu pastikan Anda memilih penyedia ERP yang sesuai dengan kriteria kebutuhan Anda.

Related Post :