Mengenal Tipe Load Balancing Beserta Perbandingannya

Development & Security, Web & Development / 0 | | 0

Dalam dunia load-balancing ada dua pilihan untuk dipertimbangkan ketika merancang solusi load-balacing. Pilihannya adalah menggunakan software load-balancing atau hardware load-balancing. Setiap pilihan memiliki persyaratan, kelebihan, dan kelemahan tersendiri. Terserah kepada kita untuk mengevaluasi kebutuhan bisnis kita, konfigurasi, dan jalur pertumbuhan sehingga kita dapat mengidentifikasi solusi optimal untuk memenuhi kebutuhan.

Baca Juga : Memahami Pentingnya Load Balancing

Adapun tipe-tipe load-balancing dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Software load-balancing.

Dimana load-balancing berjalan disebuah PC/Server, dan aplikasi load-balancing di install dan perlu dikonfigurasi sebelum dapat berfungsi. Keuntungannya adalah jika ada penambahan fitur atau fasilitas tambahan tidak perlu mengganti keseluruhan perangkat load-balancing. Performa proses load-balancing dipengaruhi oleh perangkat komputer yang digunakan, tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan software yang canggih saja. Perangkat keras yang dapat mempengaruhi performa metode ini adalah kartu jaringan, besarnya RAM pada perangkat, media penyimpanan yang besar dan cepat, dsb. sehingga performa metode ini sulit untuk bisa diperkirakan. Beberapa load-balancer software yaitu: Linux Virtual Server, Ultra Monkey, dan Network load-balancing.

Kelebihan

  • Lebih murah
  • Software aplikasi memiliki banyak pilihan konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Kekurangan

  • Sebagian besar aplikasi tidak dapat menangani situs-situs yang besar atau jaringan yang kompleks.
  • Paket aplikasi yang akan mendukung sistem besar memerlukan hardware yang banyak juga.

 

2. Hardware load-balancing.

Dimana load-balancing berjalan disebuah device/ alat yang sudah disiapkan dari pabrik dan siap digunakan. Tipe Hardware load-balancing banyak digunakan karena kemudahannya. Beberapa load-balancer hardware, yaitu: Cisco System Catalyst, Coyote Point, FS Network BIG-IP, Baraccuda load-balancer.

Hardware load-balancer:
Kelebihan

  • Mudah disesuaikan dari pada perangkat lunak
  • Proses lalu lintas pada tingkat jaringan, yang secara nominal lebih efisien daripada deskripsi perangkat lunak.
  • Bekerja dengan banyak OS atau platform

Kekurangan:

  • Biaya lebih mahal dari perangkat lunak

Teknologi load-balancing dapat menjadi salah satu solusi yang efektif dan efisien untuk menciptakan sistem yang handal dengan tingkat ketersediaan tinggi, khususnya sebagai web server. Untuk pemanfaatan teknologi load-balancing menggunakan software load-balancing saat ini banyak digunakan pada sistem operasi open source seperti linux.

Related Post :