Mengetahui dan Mengatasi Situs Yang Terkena Blacklisted

Development & Security, Web & Development / 0 | | 0

Pernahkan website yang Anda punyai secara tiba- tiba tidak dapat diakses?. Ini adalah pertanda bahwa Google memutus atau memblokir akses tersebut yang disebut dengan blacklisted. Blacklisting sendiri adalah praktik yang menandai situs web yang diduga atau mempunyai konten  yang berbahaya untuk mencegah pengguna mengunduh malware secara tidak sengaja. Namun, mesin pencari dan vendor antivirus dapat membuatnya masuk ke dalam daftar hitam situs sebagai akibat dari serangan dunia maya. Tentu ini dapat berdampak negatif pada reputasi dan visibilitas situs Anda.

Kredibilitas  yang adalah segalanya di dunia maya. Jika pengunjung tidak dapat mempercayai situs Anda, mereka tidak akan mengambil risiko menggunakannya karena takut secara tidak sengaja mengunduh malware atau membahayakan informasi mereka. Ketika situs Anda masuk kategori  ‘daftar hitam, ’pengunjung akan memiliki alasan kuat untuk meyakini bahwa mereka harus menghindarinya.

Namun, daftar hitam tidak harus bermakna malapetaka atau akhir untuk situs web Anda. Ada sejumlah langkah yang dapat Anda ambil untuk kembali atau keluar dari daftar buruk tersebut jika mesin pencari atau vendor antivirus menandai situs Anda. Pada artikel kali ini kami akan membahas apa yang dimaksud dengan blacklisting, tujuan dan cara mengatasinya untuk pengguna situs web. 

Baca Juga : Cara Mengamankan Login Pada WordPress

 

Mengenal Blacklisting dan tujuannya

 

Daftar hitam atau blacklisting adalah praktik memelihara daftar situs web yang diyakini mengandung malware. Mesin pencari (seperti Google dan Bing) dan vendor antivirus (termasuk McAfee, Norton, dan lainnya) menyimpan daftar hitam sehingga mereka dapat memperingatkan pengguna ketika mereka mengunjungi situs web yang berpotensi berbahaya.

Biasanya, ini adalah praktik yang bermanfaat yang  melindungi pengguna internet yang tidak bersalah dari secara tidak sengaja berkeliaran ke situs yang mengunduh malware ke perangkat mereka atau mencuri informasi pribadi. Tapi ada beberapa kasus yang membuat situs baik juga berakhir di daftar hitam. Kemungkinan ini terjadi ketika sebuah situs web diretas. Jika penyerang menempatkan malware di situs web tanpa sepengetahuan pemilik situs, situs tersebut dapat menjadi daftar hitam meskipun pemiliknya tidak melakukan kesalahan apa pun pada tingkat teknis.

Selain itu, kejadian blacklisting juga terjadi dengan banyak sebab dan alasan. Pengunjung melihat peringatan untuk menyaranakan mereka berhenti mengakses ketika mereka membuka situs Anda. Kejadian ini akan meningkatkan resiko bounce rate dan merusak reputasi situs Anda. Mesin pencari juga cenderung menghukum situs yang pernah masuk blacklisting yang otomatis menurunkan visibilitasnya.

Bila situs Anda pernah atau berada dalam daftar hitam akibat serangan dunia maya walau tidak bermaksud buruk tetapi alasan utama adanya daftar ini adalah untuk melindungi semua penggunanya. Hal terbaik yang bisa Anda coba dan terapkan adalah mencoba langkah keamanan yang kuat dan solid untuk mencegat peretas menanam malware disitus Anda.

Baca Juga : cPanel WHM Add-ons untuk Melawan Spam Email

 

5 Tindakan Pemulihan yang Harus Dilakukan Pada Situs Blacklisted

 

Sayangnya jika situs Anda sempat memasuki daftar hitam, reputasinya dan Search Engine Optimization (SEO) mungkin juga menerima dampaknya. Membangun kembali image situs setelah mengalami efek negative tersebut bisa menjadi sangat sulit, tetapi selalu ada kemungkinan untuk menyelamatksan  dan mengeluarkan situs Anda dari keterpurukkan. Berikut langkah- langkah yang bisa Anda coba dan terapkan : 

  • Temukan Status Blacklist Anda

Bika traffic lalu lintas Anda menurun tanpa sebab dan alasan, atau peringkat mesin pencari Anda juga menurun, ada baiknya memeriksa dan memastikan apakah situs Anda telah masuk pada daftar hitam. Cara cepat dan mudah untuk melakukan ini adalah dengan menggunakan Google’s Safe Browsing.

  • Hapus Malware dari Situs Anda

Biasakan melakukan pengecekan keamanan situs Anda untuk memastikan ada tidaknya penyerangan malware. Ada banyak cara menghapus dan mengenyahkan malware yang tersedia, Anda bisa mencoba plugin keamanan baik  yang tersedia secara gratis dan berbayar.

Selain itu Anda bisa menghapus malware dengan cara manual dengan hanya mengembalikan cadangan (backup) yang tidak terinfeksi atau mengganti file yang sudah terkena malware dengan salinan baru. Untuk melakukan cara manual ini, Anda harus benar- benar memahami seluk beluknya.

  • Kirim laporan dan menunggu situs Anda kembali pulih ke daftar putih

Begitu situs Anda bersih dan pulih, Anda dapat mengirimkan laporan ke mesin pencari atau vendor antivirus yang telaj memasukkan situs Anda ke dalam daftar hitam. Cara ini cukup bervairasi tergantung pada otoritas blacklisting makan yang menempatkan situs Anda. Pada contoh Google, untuk memasukkan permintaan, pengguna harus memiliki akun Google Webmaster dan telah memverifikasi situs yang dimiliki di Search Console. Lalu masuk dan arahkan pada bagian Security Issue.

Dibagian ini akan Anda akan melihat pemberitahuan mengenai serangan peretas, malware atau masalah lainnya yang terdekteksi Google pada situs Anda. Jika Anda telah memastikan tidak ada lagi masalah yang mengancam, Anda dapat melanjutkannya dengan mengklik tombol Request A Review yang relevan.

Anda juga dapat menavigasi Manual Action dan meminta ulasan sebagai gantinya. Tetapi Anda harus menyertakan penjelasan terperinci dan detail bagiamana Anda telah memperbaiki dan mengatasi masalah serta seberapa menyakinkan usaha yang telah Anda tempuh untuk memulihkan situs Anda.

Setelah mengirim laporan, yang bisa Anda lakukan hanya menunggu dan dalam beberapa kasus yang pernah ada, akan memerlukan waktu dalam hitungan bulan bagi mesin pencari atau vendor antivirus untuk menghapus nama situs Anda dari daftar hitam mereka.

  • Tingkat kemanana situs Anda untuk mencegah blacklisting di masa depan

Sembari menunggu keputusan dari mesin pencari dan vendor antivirus, sebaiknya Anda juga mulai menerapkan tindakan pengamanan yang lebih kerah dan solid untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Bagi Anda yang menggunakan pengaman berbayar atau gratis, Anda cukup menambahkan fitur  dan plugin yang lebih kuat lagi.

Menghilang dari blacklisting memang tidak produktif kecual Anda berhasil menghindarinya, bila cyber attack adalah penyebab utama kenapa Anda masuk ke dalam satu atau beberap daftar hitam, Anda tidak punya cara lain melainkan menaikkan perlindungan maksimum.

  • Bangun kembali reputasi dan visibilitas situs Anda

Langkah terakhir ini adalah bagian tersulit setelah situs Anda berhasil keluar dari daftar hitam tetapi ini adalah kunci krusial demi mengembalikan tingkat arus traffic website dan meraih kembali pengguna yang sempat hilang. Pendekatan  yang bisa Anda coba adalah membawa masalah ini ke ranah public dengan memberitahu pengikut Anda di social media, blog dan platform lain yang Anda miliki.

Anda dapat menjelaskan bagaimana Anda mengetahui bahwa situs Anda telah di-blacklist, diretas atau terinfeksi oleh malware. Disamping itu Anda juga bisa berbagi upaya apa saja yang telah Anda coba untuk memulihkannya, serta bagaiamana upaya Anda untuk mencegahnya kembali di masa depan. Dengan upaya ini diharapkan semua pengikut Anda akan memahami dan bersedia memberikan kesempatan kepada situs Anda lagi serta juga memastikan adalah kemungkinan dampak serangan cyber pada pengikut Anda.

Sejauh poin visibilitas, Anda akan menarik minat kembali dengan cara SEO. Mungkin perlu waktu untuk benar- benar pulih dan kembali menaikkan peringkat situs Anda, untuk itu jaga kinerja yang berkualitas tinggi, riset kata kunci, hindari spam dan lain sebagainya.

 

Kesimpulan dan penutup

Blacklisting secara  general bukanlah hal yang buruk, cara ini juga dapat membantu menjaga pengguna internet tetap aman saat mereka mejelajah. Tapi tidak dapat dipungkiri jika situs Anda yang tidak bermaksud jahat tetapi terkena serangan malware dan peretas bisa di klasifikasikan dalam daftar hitam, tentu Anda akan mederita konsekuensi yang tidak sedikit.

Meski juga Anda telah berhasil keluar dari daftar hitam, situs Anda dapat kembali masuk dengan cara serangan yang sama. Oleh karena itu yang wajib selalu Anda ingat adalah memeriksa secara teratur situs Anda dari kemungkinan penyusupan malware, link yang berpotensi bahaya atau mencurigakan, konten dengan hak cipta dan aktivitas SEO terlarang.

Anda juga harus melindungi situs Anda dari peretasan dengan menambahkan Two-Factor Authentication, mengganti password sandi secara berkala dan juga mengakses backend situs web Anda dari koneksi yang aman. Tetap berhati- hatilah karena jika terjadi pelanggaran yang sama atau terulang, Google tidak akan meninjau situs sebelum periode 30 hari berakhir.

Related Post :

popup image