Pandemi Corona Menyebabkan Social Distancing Secara Massal

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Pandemi Corona semakin lama semakin merebak dengan banyaknya negara- negara yang terinfeksi dan menutup akses masuk ke daerah mereka. Ini tentu berdampak sangat besar dengan pembatalan penerbangan lokal dan internasional. Salah satunya adalah maskapai penerbangan American Airlines yang mengatakan akan menangguhkan  75% dari penerbangan internasional jarak jauh dari Amerika Serikat, mulai 16 Maret. Dampak ini juga turut berpengaruh pada semua maskapai dunia lainnya tidak terkecuali karena adanya social distancing.

Selain itu pandemi ini juga membawa korban yang semakin bertambah di Indonesia sendiri dengan total orang yang terinfeksi oleh virus corona novel menjadi 117 hanya dalam dua minggu sejak pertama kali diketahui.  Indonesia telah menguji 21 orang lebih dimana 19 kasus berada di Jakarta dan 2 berada di Jawa Tengah dengan informasi total kematian mencapai 5 orang.

Pemerintah Indonesia telah menguji lebih dari 1.290 sampel dan 7 provinsi  seluruh Indonesia kini telah mengkonfirmasi Covid-19 kasus di wilayah mereka, termasuk provinsi terpadat di negara itu, Jawa Barat, dengan total 10 kasus berada di Bekasi, Depok, Cirebon, dan Bandung. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa dua pasien yang baru saja dikonfirmasi positif untuk virus di provinsi itu sekarang sedang dalam perawatan di Semarang dan Magelang.

 

Anggota Kabinet Mentri melakukan tes Corona

 

Penyebaran virus ini tidak luput pada siapapun sehingga Joko Widodo mengatakan bahwa seluruh mentri dalam kabinetnya akan melakukan tes untuk virus Corona setelah Mentri Transportasi, Budi Karya Sumadi dinyatakan positif menderita virus Corona pada sabtu kemarin setelah menghadiri rapat kabinet dengan Presiden Jokowi dan sebagian besar menteri pada hari Rab sebelumnya.

Presiden juga menegaskan pada hari Minggu kemarin bahwa para menteri yang tersisa dan dia akan mengikuti tes untuk virus corona baru. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa membuat inisiatif untuk mengikuti tes pada hari Minggu yang belum menunjukkan hasil yang positif. Juru bicara Kementerian Keuangan, Rahayu Purpasari mengatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan wakilnya sedang mengikuti tes Covid-19, untuk menentukan risiko penularannya.

Baca Juga : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Menetapkan Corona Virus Sebagai Pandemi Internasional

 

Imbauan untuk social distancing

 

Presiden Joko Widodo telah meminta semua orang Indonesia untuk mempraktekkan apa yang oleh para ahli epidemiologi disebut pengelompokan sosial atau social distancing untuk memperlambat penyebaran COVID-19 keseluruh area wilayah. Pada konferensi pers di Istana Bogor di Jawa Barat pada hari Minggu kemarin Presiden mengatakan bahwa “Dalam kondisi saat ini, saatnya bagi kita untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah. Sudah saatnya bagi kita untuk bekerja sama, untuk saling membantu, untuk bersatu dan bekerja sama. Kami ingin ini menjadi gerakan komunitas, sehingga masalah COVID-19 dapat diatasi secara maksimal. ”

Jokowi juga mengatakan akan menyerahkan keputusan apakah akan mengumumkan keadaan darurat hingga kepala daerah yang bersangkutan. Beliau juga menambahkan bahwa “Sebagai negara besar dan kepulauan, penyebaran COVID-19 bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Oleh karena itu, saya meminta semua gubernur, bupati dan walikota untuk terus memantau daerah masing-masing dan berkonsultasi dengan pakar medis dan Badan Mitigasi Bencana Nasional [BNPB] untuk menentukan tingkat darurat di daerah mereka. “

“Saya meminta semua orang Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, tetap produktif dan lebih waspada, sehingga kita bisa memperlambat dan menghentikan penyebaran COVID-19,” tambahnya lagi. Jokowi juga menegaskan bahwa pemerintah menjamin stok bahan pokok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang dengan pernyataan bahwa “Kami (pemerintah)  juga telah menyiapkan insentif ekonomi, seperti yang telah diumumkan oleh Menteri Koordinator Ekonomi, sehingga dunia bisnis dapat berjalan seperti biasa.” 

Baca Juga : Hackers Menggunakan Pandemi COVID-19 Untuk Menyebarkan Malware

 

Related Post :