Peluang Bisnis Syariah yang Halal dan Aman di Indonesia

Serba Serbi, Startup & Bisnis / 0 | | 0

Syariah belakangan ini marak dibicarakan, syariah sendiri memiliki arti secara istilah adalah suatu sistem atau aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah atau juga hubungan manusia dengan sesama manusia. Kata ini melebar dan digabungkan dengan kata ekonomi sehingga menjadi ekonomi syariah, yang berarti suatu ilmu pengetahuan yang di dalamnya diatur permasalahan ekonomi menurut syariat Islam. Berbeda dengan sistem ekonomi pada umumnya yang menganut sistem kapitalis barat, ekonomi syariah mengusung aspek yang dinilai manfaat dan bagi hasil dengan proses yang halal dan penuh kehati-hatian.

Tidak semua bisnis yang berlabel syariah itu bisnis syariah, dibandingkan dulu bisnis syariah sudah menjadi trend yang menjamur di masa kini. Di zaman serba ada saat ini sedikit sulit membedakan bisnis syariah yang sebenarnya dengan bisnis yang hanya berlabel syariah, karena bisnis yang hanya berlabel syariah tetap ada yang melanggar hukum syara dan riba di dalamnya. Bisnis syariah dengan label semata bisa saja dilakukan dengan penyelenggara menggunakan pakaian muslim, dari lembaga muslim, namun menggunakan sistem transaksi kapitalis.

Anda sebagai pebisnis pemula diharapkan untuk tidak terkecoh, dan teliti dalam memilih oknum pebisnis syariah yang benar. Bisa Anda teliti dari bagaimana cara mereka mendirikan sebuah bisnis syariah, menjalankan suatu bisnis, bagaimana pelaksanaannya, cara yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan, hingga memastikan apakah mereka pernah melakukan penipuan. Hal-hal seperti ini cukup fatal dan berefek besar pada bisnis syariah Anda nantinya.

 

Ciri-Ciri Bisnis Syariah

Peluang Bisnis Syariah yang Halal dan Aman di Indonesia
 

Secara umum bisnis syariah tidak jauh berbeda dari bisnis umum lainnya, hanya saja bisnis ini diimplementasikan dari aturan yang ditetapkan oleh syariat Islam. Sehingga perdagangannya didasarkan pada aturan yang ditetapkan dalam agama Islam, berikut ciri-cirinya.

  1. Tegak pada nilai ruhiyah, artinya selalu memiliki keyakinan dan kesadaran manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang harus selalu berpegang pada aturannya.
  2. Memiliki pemahaman terhadap bisnis yang halal dan haram sehingga Anda sebagai pelaku bisnis harus mengetahui mana yang boleh dan tidak dibolehkan oleh syariat.
  3. Implementasi aturan syar’i yang harus memiliki kesesuaian antara teori dengan praktiknya, bukan hanya sekedar memperhitungkan untung dan ruginya tapi juga menerapkan apa yang dipahami dengan yang diterapkan.
  4. Tidak berorientasi pada dunia tapi juga akhirat, mendapatkan keuntungan sebanyaknya dalam Islam diperbolehkan hanya saja harus disesuaikan dalam orientasinya. Namun jika bisnis dikerjakan dan menjadi ladang ibadah untuk Anda tentu lebih baik dan berpahala.

 

Baca Juga  :   Rekomendasi Aplikasi Keuangan untuk Bisnis Kecil dan UKM Terbaik dan Gratis di Indonesia

 

Etika dalam Berbisnis Syariah

Beberapa etika yang harus diterapkan dalam memulai bisnis syariah, agar bisnis yang Anda jalankan benar dan sesuai syariat islam. Bisnis yang berjalan dengan baik tentu terlaksana dengan terstruktur dan berkelanjutan.

 

  1. Unity

    Memiliki arti kesatuan yang terefleksi dari konsep tauhid, memadukan keseluruhan dari aspek kehidupan seorang muslim yang memadukan antara ekonomi,politik, sosial menjadi satu kesatuan yang sama. Hal ini juga mementingkan konsistensi dan keteraturan secara menyeluruh dalam membentuk suatu persamaan yang penting dalam Islam.

  2. Equilibrium

    Keseimbangan dalam bisnis syariah yang berbuat adil, baik pada orang yang kamu sukai maupun tidak dan meletakkan sesuatu pada tempatnya.

  3. Free Will

    Kebebasan berkehendak dalam bisnis syariah diperbolehkan, kebebasan merupakan bagian penting dalam suatu bisnis. Bebas yang dimaksud adalah memperbolehkan seseorang untuk tetap aktif berkarya dan bekerja sesuai dengan potensinya, namun tetap tidak merugikan orang lain. Sangat dianjurkan untuk bisa mengendalikan kebebasan itu sendiri dan membagi sebagian keuntungan yang didapat kepada orang yang membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah.

  4. Kebenaran, Kebajikan, dan Kejujuran

    Benar yang dimaksud bisa dilihat dari etika bisnisnya, karena dalam Islam berlaku preventif terhadap setiap kemungkinan kerugian yang dialami salah satu pihak yang melakukan transaksi, perjanjian, maupun kerjasama dalam bisnis.

 

Baca Juga   :   Tips Mencari Ide dan Inspirasi Bisnis yang Mudah dan Cepat

 

Peluang Bisnis Syariah 2021

Peluang Bisnis Syariah yang Halal dan Aman di Indonesia
 

Setelah mengetahui etika dan ciri-ciri berbisnis syariah, Anda bisa melihat contoh peluang yang mungkin bisa dicoba untuk bisnis Anda.

 

  • Salon Muslimah

    Maraknya salon kecantikan tentu banyak pilihan tempat yang bisa dicoba, namun kebanyakan dari salon-salon tersebut melayani pelanggan laki-laki dan perempuan tanpa ada batasan seperti dalam Islam. Demikian juga dengan pegawainya ada yang laki-laki juga perempuan, hal ini menyulitkan kaum muslimah yang mengenakan hijab. Mereka tentu harus menjaga aurat seperti rambutnya dari pelanggan yang bukan muhrim dengannya.
     
    Menjadi jawaban untuk keresahan ini, muncul satu per satu salon muslimah. Di salon ini perempuan berhijab bisa lebih leluasa melakukan perawatan yang ada tanpa melanggar norma dan ketentuan dalam agamanya. Produk-produk yang digunakan pun biasanya dengan barang-barang yang sudah terjamin kehalalannya. Pelayanan pada salon khusus ini tidak jauh berbeda dengan salon pada umumnya, muslimah yang mengenakan hijab juga bisa melakukan perawatan rambut hingga perawatan untuk pernikahan.
     
    Bisnis syariah satu ini bisa Anda coba jika ingin menciptakan konsepnya sendiri, namun jika belum menemukan konsep yang cocok Anda bisa membeli waralaba dari salon muslimah yang biasanya tersedia. Tidak perlu repot untuk memikirkan kebutuhan dan layanan yang harus diberikan, Anda hanya perlu menjalankan apa yang sudah ada sebelumnya.

  • Kuliner Halal

    Bisnis kuliner sudah menjamur sejak lama, beberapa kuliner yang ada tidak semuanya ramah dengan umat muslim. Untuk beberapa jenis makanan masih bisa dikenali halal atau tidaknya secara kasat mata, namun untuk produk olahan sedikit lebih sulit untuk membedakannya. Adanya label atau sertifikasi halal pada sebuah produk sudah menjadi hal yang bisa dipercaya konsumen. Dengan begitu bisnis kuliner halal bisa menjadi peluang yang sangat besar untuk Anda yang ingin memulai bisnis syariah, Anda bisa membuka tokonya secara online, menitipkan pada restoran dan rumah makan halal, hingga membuka toko makanan sendiri.
     
    Jenis makanan yang dijual bisa beragam, mulai dari makanan daerah hingga nusantara. Agar produk yang Anda jualkan dipercaya kehalalannya, ada baiknya produk tersebut sudah terjamin secara halal dengan dilengkapi dengan sertifikat halal. Sertifikat ini berfungsi sebagai nilai tambah bagi bisnis kuliner yang akan dipasarkan, Anda bisa mengajukan sertifikat ini ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

  • Ojek Syar’i

    Tak hanya kaum pria yang berprofesi sebagai tukang ojek, kini kaum wanita juga memulai bisnis yang sama. Permasalahan yang sering terjadi adalah enggannya wanita muslimah untuk menggunakan ojek yang dikendarai oleh pria, meski sebenarnya mereka sangat membutuhkan transportasi itu. Berdasar pada pelanggaran hukum syara dilarang berboncengan dengan yang bukan muhrimnya, sehingga ojek syar’i sangat diperlukan dan tentu saja yang mengendarai ojek syar’i ini adalah sesama wanita.

  • Tour dan Travel Umroh

    Agen biro perjalanan juga sudah menjamur saat ini, termasuk jasa tour dan travel umroh. Meraup untung dari bisnis biro perjalanan umroh dan haji ini memiliki peluang yang masih terbuka lebar, mengingat jumlah penduduk muslim menempati posisi terbanyak di dunia membuat peminat dari biro perjalanan ini sangat meningkat. Untuk menjalankan bisnis ini Anda memerlukan sejumlah perizinan yang harus dipenuhi, seperti badan hukum, surat izin usaha perdagangan, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan izin biro perjalanan wisata dari Kementerian Budaya dan Pariwisata. Dan juga perusahaan Anda harus sudah terdaftar sebagai anggota Association The Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) dan International Air Transportation Association (IATA).
     
    Tak perlu khawatir jika Anda belum memiliki modal yang cukup untuk membangun bisnis ini, Anda bisa mulai dengan menjadi agen pemasaran dari perusahaan yang sudah lama berdiri. Ada banyak biro perjalanan ini yang memberikan komisi yang cukup besar untuk orang yang berhasil merekrut jamaah umroh dan haji di biro milik mereka.

 

Baca Juga   :   Cara Daftar Umrah dan Biaya Lengkap Melaksanakan Umrah di Indonesia

 

Kesimpulan dan Penutup

Peluang bisnis syariah saat ini masih terbuka lebar, pasar dari bisnis syariah juga cukup besar. Manfaat yang dimiliki oleh bisnis syariah tidak hanya menguntungkan dari segi keuangan tapi juga dari segi berkah rezekinya di mata agama Islam. Bisnis syariah cukup menguntungkan, juga tidak jauh berbeda dengan bisnis kapitalis pada umumnya. Meski tidak semua bisnis bisa Anda bangun sendiri menggunakan modal pribadi, Anda juga bisa menjalankan bisnis dengan mulai menjadi agen terlebih dahulu. Namun jika Anda ingin membangun sendiri bisnis tersebut, Anda harus benar-benar memahami langkah yang harus diambil untuk memulainya.

Agen penyedia layanan bisnis syariah juga banyak saat ini, pastikan Anda benar-benar menemukan orang yang tepat. Sebab sembarangan orang yang Anda percaya, bisa menghancurkan bisnis Anda bahkan sebelum mulai dibangun. Oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut tidak pernah membiarkan peluang yang bisa menguntungkan mereka. Ikuti langkah dan prosedur tersebut dengan benar, agar membantu keberhasilan bisnis syariah Anda.

Related Post :