Perbedaan Content Writer dan Copywriter : Pengertian, Jobdesk, dan Contohnya

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Apakah kalian adalah seseroang yang suka dan hobi menulis? Jika iya, kalian bisa banget menghasilkan uang dari hobi ini atau bisa dibilang kalian bisa bekerja dengan hobi menulis ini. Menyenangkan sekali pastinya jika bisa bekerja sesuai dengan apa yang disukai. Pekerjaan akan terasa sangat mudah dan tidak terbebani. Nah,pekerjaan yang berhubungan dengan hobi atau kegiatan ini, contohnya seperti penulis buku, content writer, copywriter, dan masih banyak lagi.

Pastinya bagi kamu yang suka menulis seringkali mendengar pekerjaan tentang content writer dan copywriter kan. Kadang bagi orang yang hanya mendengarnya saja tanpa mencari informasi lebih lanjut akan menganggap bahwa pekerjaan ini itu sama. Padahal nyatanya anggapan tersebut sangatlah salah. Copywriter dan content writer sangatlah berbeda, mulai dari media yang digunakan, tujuan penulisannya, hingga gaya penulisannya.

Meskipun sama-sama berada di lingkup yang sama, yaitu bidang tulis-menulis, ternyata copywriter dan content writer itu berbeda. Kemampuan yang yang dituntut untuk dimiliki penulis pada setiap pekerjaan tersebut juga berbeda. Namun, ada yang mengatakan bahwa pekerjaan ini saling berhubungan. Berhubungan bagaimana? Maksudnya untuk bisa menjadi Copywriter yang handal kalian harus meniti karir menjadi seorang content writer terlebih dahulu agar memiliki kekuatan dalam menulis. Nah, jika kalian penasaran lebih lanjut tentang kedua pekerjaan ini, tepat sekali pada artikel ini akan dijelaskan mengenai perbedaanya. Yuk kita simak bersama-sama.

 

Mengenal Apa Itu Content Writer

 

Perbedaan Content Writer dan Copywriter : Pengertian, Jobdesk, dan Contohnya
 

Mendengar kata content writer, pekerjaan seperti apa yang terbesit di benak kalian? menulis, blog, konten, artikel. Jika itu yang ada dipikir kalian, itu tepat sekali. Content Writer adalah sebuah pekerjaan menulis yang memiliki tanggung jawab untuk memproduksi konten-konten menarik di media online. Seorang content writer biasanya mempublikasikan kontennya melalui sebuah website dan blog. Menjadi seorang content writer sangatlah gampang jika kalian benar-benar memiliki kesukaan menulis. Ditambah lagi kalian suka membaca, ini akan menjadi keuntungan ketika kalian melakukan research sebelum membuat konten.

Content writer bukan hanya bertanggung jawab pada tulisan yang mereka kerjakan, namun semua hal yang berkaitan dengan konten mulai dari website, tulisan, gambar, hingga video yang dibuatnya.Seorang content writer haruslah pandai mencari topik yang sedang dibahas oleh audiensnya. Semakin banyak pengunjung yang tertarik membaca tulisan mereka tentu ini akan memberikan keuntungan bagi mereka. Jadi, bisa dikatakan juga bahwa seorang content writer bertanggung jawab atas traffic sebuah website.

 

Baca Juga :  Belajar Membuat Blog Pengertian, Tips, dan Langkah-langkah Membuat Blog 

 

Mengenal Apa Itu Copywriter

Pekerjaan selanjutnya ini juga memiliki hubungan dengan bidang tulis menulis. Bahkan, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa sebelum memulai pekerjaan menulis sangat direkomensikan memulainya dengan menjadi content writer. Kira-kira menurut kalian pekerjaan yang dimaksud apa? Jawabannya adalah Copywriter. Copywriter adalah sebuah pejerjaan menulis yang tujuannya untuk mempromosikan produk dari perusahaan. Pekerjaan ini mulai eksis pada tahun 2018.

Seorang copywriter haruslah handal dalam membuat sebuah copy, nah apa itu copy. Copy adalah kontent yang isinya kata-kata yang dibuat untuk tujuan iklan atau pemasaran. Konten yang digarap oleh seorang copywriter tentu berkaitan erat dengan media-media pemasaran, seperti sosial media ads, landing page web, tagline iklan, dan lain-lain. Dengan copy yang baik diharapkan pelanggan bisa tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.

 

Perbedaan Antara Content Writer dan Copywriter

Setelah sudah dijelaskan mengenai apa itu conten writing dan copywriting, apakah kalian sudah memahami keduanya dan mengetahui perbedaannya? Jika iya, bagus banget untuk bekal kalian mendalami pekerjaan ini. Apalagi jika kalian semakin semangat untuk terjun di salah satunya. Nah, untuk menguatkan kembali gambaran yang sudah kalian dapatkan berikut ini akan dijelaskan mengenai perbedaan antara content writing dan copywriting.

  • Memiliki Gaya Penulisan yang Berbeda

    Informasi ini penting banget buat kalian yang ingin terjuan ke dunia content atau copywriting, dimana gaya penulisan dari 2 pekerjaan ini sangatlah berbeda. Bagi kamu yang lebih suka gaya penulisan yang technical, baku, sesuai dengan kaidah kebahasaan cocok sekali untuk jenis pekerjaan content writing . Apalagi kamu suka mengulik informasi yang panjang dan edukatif, maka ini bisa dijadikan modal untuk kemampuan riset saat menjadi seorang content writer. Content writer dikenal dengan bentuk tulisan yang panjang dan detail, tulisan yang panjang tersebut biasanya mengacu pada formula 5W + 1H, seperti artikel ini contohnya. Selain itu, kemampuan yang harus dimiliki seperti kreatif, berwawasan luas, suka membaca atau melakukan riset.
     
    Nah, berbeda jauh dengan content writing, copywriting memiliki gaya penulisan yang sangat berbeda. Bahkan, formula-formula copywriting juga berbeda. Gaya penulisan copywriting lebih ditekankan untuk menarik minat pelanggan atau calon pembeli untuk membeli produk perusahaan. Jadi, bahasa yang digunakan tidak terlalu panjang dan detail. Kata-kata dalam copywriting umumnya memiliki kedekatan dengan kata yang sering digunakan audiens. Dengan cara tersebut Copy bisa menghipnotis audiens untuk tertarik membeli produk yang ditawarkan. Formula yang sering digunakan dalam Copywriting seperti AIDA (Attention Interest Desire Action), PAS (Problem Agitate Solution), dan FAB (Features Advantages Benefits).

  • Media yang digunakan

    Media yang digunakan tentu sudah sangat jelas berbeda bagi kedua pekerjaan ini. Seorang content writer akan mempublikasikan konten mereka pada sebuah website maupun blog. Sedangkan Copywriter medianya cukuplah luas seperti ads atau iklan sosial media, email marketing, landing page web, billboard, poster, brosur, dan masih banyak lagi. Tulisan yang dibuat oleh kedua pekerjaan ini juga mempengaruhinya. Content writer perlu media yang dapat menampun tulisan yang begitu panjang dan detail sedangkan copywriting karena tujuannya untuk beriklan maka tulisan yang dibuat tidak terlalu panjang.

  • Tujuan Penulisan yang berbeda

    Yang terakhir adalah tujuan penulisan dari kedua pekerjaan ini, memang pekerjaan mereka dasarnya sama-sama menulis namun tujuan dibuatnya kontentnnya berbeda. Disisi content writer tulisan atau artikel yang mereka buat bersifat informatif, enganging, dan edukatif. Berbeda dengan copywrting yang sangat erat sekali dengan dunia pemasaran. Tulisan copywriting lebih bersifat komersial, dimana tulisan tersebut diharap dapat membangung action dari pelanggan dan mendorong mereka melakukan pembelian.

 

Baca Juga :  Cara Membuat Footnote di Microsoft Word 2016, 2019, dan 2020 

 

Jobdesk dari Content Writer dan Copywriter

Dilihat dari tujuan, media, dan gaya penulisannya yang sudah berbeda saja tentu deskripsi atau jobdesk pekerjaan dari content writer dan copywriter juga berbeda. Seorang copywriting lebih ditujukan untuk teks iklan atau materi publisitas. Namun, copywriter tidak selalu berhubungan dengan iklan saja, biasanya juga terdapat copy yang menjelaskan tentang informasi. Seorang copywriting bertanggung jawab penuh pada hal pemasaran produk. Contohnya jobdesk dari seorang copywriter di sebuah perusahaan adalah sebagai berikut.

  • Menulis konten media sosial yang jelas, menarik, sangat menarik yang mencerminkan perusahaan
  • Berkolaborasi dengan tim development untuk mengembangkan berbagai materi pemasaran konten (mis. Kampanye email, lanfing page, dll)
  • Menghasilkan konten yang bebas dari kesalahan yang mematuhi pedoman gaya dan nilai perusahaan
  • Menafsirkan arahan kreatif yang menyesuaikan poin dari ringkasan kreatif menjadi konsep salinan persuasif
  • Kelola banyak proyek dengan tenggat waktu singkat
  • Edit dan koreksi salinan sesuai kebutuhan
  • Gambar sumber dan konten lainnya
  • Pahami gaya bahasa berbeda yang menarik bagi berbagai pasar sasaran
  • Mempresentasikan konsep salinan dan hasil akhir ke tim Pertumbuhan

Nah, job deskripsi yang dibahas berikutnya adalah dari sisi Content Writer. Seorang content writer harus mampu untuk membuat dan mengelola kontent yang ditugaskan perusahaan. Baik itu konten blog, artikel, panduan yang dibutuhkan perusahaan, dan masih banyak lagi. Seorang Content Writer juga harus mendalami teknik SEO, agar konten yang dihasilkan mudah ditemukan pencari di Google. Selain itu, pekerjaan ini juga menuntut kinerja riset yang cepat dan tepat. Berikut ini adalah contoh dari jobdesc content writer dalam sebuah perusahaan.
 

  • Bertanggung jawab untuk mengembangkan berbagai konten bahasa Inggris tertulis ke tingkat mahir – termasuk namun tidak terbatas pada;
  • Brosur, studi kasus, situs web, whitepaper, presentasi, kampanye EDM, iklan cetak dan digital, media
  • sosial, blog, rilis media, editorial, prosedur operasi standar, panduan pelatihan, dll.
  • Gunakan prinsip SEO untuk memaksimalkan jangkauan salinan
  • Kelola banyak proyek dengan tenggat waktu singkat

 

Baca Juga : Cara Memulai Bisnis Online Dari Nol bagi Pemula yang Ingin Berjualan Online 

 

Contoh Hasil Copywriting dan Content Writing

 

Perbedaan Content Writer dan Copywriter : Pengertian, Jobdesk, dan Contohnya
 

Masih penasaran tentang apa saja dibalik content writer dan copywriter. Buat kalian yang penasaran ada satu hal lagi yangperlu kalian ketahui yaitu contoh dari hasil pekerjaan copywriting dan content writing. Contoh dari hasil kerja dari 2 pekerjaan ini sebenarnya mudah ditemukan. Seperti artikel ini saja adalah satu hasil dari pekerjaan content writing. Artikel-artikel yang dimuat oleh seorang content writer akan ditampilkan pada sebuah website. Makanya sekarang banyak sekali ditemuka berbagai macam artikel di mesin pencarian. Mulai dari tutorial, informasi teknolgi, kesehatan, berita terkini, dan masih banyak lagi.

Lalu apa contoh dari tulisan yang dibuat copywriter? Copywriter seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya banyak berkecimpung di dunia periklanan, baik digital maupun nyata. Jadi bentuk-bentuk hasil tulisan dari copywriting ini cukup beragam.Contohnya media cetak seperti brosur, poster, majalah. Untuk media digital seperti iklan web banner, iklan sosial media, iklan video digital dan masih banyak lagi. Bahkan bagi kalian yang sering melihat papan billboar di jalan-jalan, itulah salah satu contoh dari copywriting.

 

Kesimpulan dan Penutup

Jadi itulah tadi penjelasan mengenai perbedaan copywriting dan content writing. Copywriting dan content writing sering dianggap oleh orang yang awam merupakan sebuah pekerjaan yang sama. Namun, sebenarnya kedua pekerjaan ini ternyata memiliki perbedaan yang sangat jauh. Mulai dari tujuan dari hasil pekerjaannya, media yang digunakan untuk menampilkan kontent, hingga gaya penulisan yang diterapkan. Memang pada dasarnya pekerjaan ini memiliki kesamaan pada hal tulis menulis.
Menjadi seorang content writing dan copywriting sangatlah menguntungkan jika kalian memiliki passion yang kuat di bidang menulis. Bagi kalian yang ahli dalam menulis baku, detail, panjang maka akan sangat cocok menjadi seorang content writing. Namun, jika kalian lebih suka gaya bahasa yang kekinian, menyukai informasi tentang audiens, dan passion di bidang marketing maka pekerjaan copywriter sangatl cocok. Demikianlah artikel mengenai perbedaan content writer dan copywriter mulai dari pengertian, jobdesc, dan contohnya.

Related Post :

popup image