Memahami Pengertian Soft Skill Beserta Contohnya

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 4

Setiap bidang dan profesi pekerjaan yang berbeda- beda pasti sudah mempunyai kualifikasi dan hard skill masing- masing pula. Tetapi ternyata, selain skill dasar, ada juga yang disebut dengan soft skill yang juga dibutuhkan oleh setiap bidang pekerjaan tersebut.

Hard skill dapat diukur dan biasanya diperoleh melalui program pendidikan dan pelatihan formal. Berbeda dengan hard skill, soft skill lebih sulit diperoleh melalui pelatihan. Soft skill biasanya mencakup atribut dan ciri kepribadian yang membantu karyawan berinteraksi dengan orang lain dan berhasil di tempat kerja.

Pekerja dengan soft skill yang baik dapat membantu perusahaan mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi. Mari simak pengertian soft skill dan contohnya yang akan membantu Anda dalam meraih kesuksesan di karir Anda.

 

Memahami Pengertian Soft Skill

Memahami Pengertian Soft Skill Beserta Contohnya
 

Soft skills adalah sifat-sifat karakter dan keterampilan interpersonal yang menjadi ciri hubungan seseorang dengan orang lain. Di tempat kerja, soft skill dianggap sebagai pelengkap hard skill, yang mengacu pada pengetahuan dan keterampilan kerja seseorang.

Dalam dunia sosiologi, pakar sosiolog menggunakan istilah soft skill untuk menggambarkan kecerdasan emosional atau intelligence quotient (EQ) sebagai lawan intelligence quotient (IQ) seseorang. Umumnya soft skill lebih berkaitan dengan sifat seseorang dalam bermasyarakat daripada keahlian diketahui atau dipelajari seperti hard skill.

Dengan demikian, soft skill mencakup ciri-ciri karakter yang menggambarkan seberapa baik seseorang berinteraksi dengan orang lain dan biasanya merupakan bagian yang alami dari setiap kepribadian individu. Dalam pasar tenaga kerja yang kompetitif, karyawan yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kombinasi hard skill dan soft skill yang baik seringkali lebih diminati.

 

Baca Juga  :     Mengenal Apa itu Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill Pada Diri Sendiri

 

Manfaat dan Kegunaan Mempunyai Soft Skill

Seringnya, dalam iklan yang membuka lowongan pekerjaan, perusahaan akan juga menyertakan beberapa soft skill di samping hard skill yang menjadi keahlian utama. Hala ini sangat wajar karena soft skill juga sejatinya dapat menunjang hard skill dalam proses pekerjaan langsung. Karena itu, soft skill mempunyai manfaat dan kegunaan seperti :

  • Mencari potensi karyawan yang tidak hanya mampu melakukan pekerjaan dasar berdasarkan hard skill mereka, tetapi mereka juga mampu melakukannya dengan baik dengan dukungan soft skill juga.
  • Membantu memilih antara kandidat yang memenuhi syarat yang memenuhi persyaratan khas untuk lowongan pekerjaan tersebut.
  • Perusahaan dapat memilih karyawan yang mempunyai potensi dan peluang disamping juga hard skill yang menjadi pengetahuannya.
  • Membantu membuat keputusan perekrutan yang menyeluruh.
  • Membantu mengevaluasi kecocokan budaya dan ideologi perusahaan terhadap calon karyawan.

Baca Juga  :     Cara Mengembangkan dan Mempraktekkan Cultural Intelligence

 

Contoh Soft Skill yang Akan Membantu Menunjang Karir

Memahami Pengertian Soft Skill Beserta Contohnya
 

 

Seperti yang diketahui, soft skill mencakup atribut pribadi, ciri kepribadian, dan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk sukses dalam pekerjaan. Soft skills mencirikan bagaimana seseorang berinteraksi dalam hubungannya dengan orang lain. Beberapa contoh soft skill di bawah bisa menjadi pertimbangan yang akan membantu melejitkan karir Anda di masa depan.

 

Kemampuan berkomunikasi

Keterampilan komunikasi yang efektif akan membantu melalui proses wawancara dan karir Anda secara keseluruhan. Kemampuan untuk berkomunikasi melibatkan mengetahui bagaimana Anda harus berbicara dengan orang lain dalam situasi atau pengaturan yang berbeda. Adapun yang termasuk bagian dari soft skill komunikasi :

  • Mendengarkan secara aktif
  • Menunjukkan empati
  • Mempunyai kepercayaan diri
  • Kemampuan memberikan resolusi untuk sebuah konflik
  • Kemampuan melakukan perundingan
  • Berbicara di depan umum
  • Menulis dan komunikasi nonverbal

Baca Juga  :     Cara meningkatkan Kemampuan Problem Solving dan Berpikir Kritis

 

Mempunyai etos kerja dan profesionalitas

Etos kerja adalah kemampuan untuk menindaklanjuti tugas dan kewajiban secara tepat waktu dan berkualitas. Dengan etos kerja yang kuat akan membantu memastikan Anda mengembangkan hubungan positif dengan atasan dan rekan kerja Anda. Banyak perusahaan lebih suka bekerja dengan seseorang yang memiliki etos kerja yang kuat dan ingin belajar daripada pekerja yang sebenarnya terampil tapi tidak termotivasi. Adapun yang termasuk dalam soft skill etos kerja seperti :

  • Perhatian terhadap detail kecil
  • Integritas dan kegigihan
  • Keteguhan, motivasi dan ketekunan
  • Selalu berorientasi pada hasil
  • Manajemen waktu yang baik
  • Kemampuan mengorganisasi

 

Kemampuan beradaptasi terhadap tren yang selalu berubah

Perubahan akan selalu terjadi dan tidak dapat dielakkan, jadi seberapa mudah Anda beradaptasi dengan perubahan? Jika Anda bekerja di bidang atau perusahaan yang didorong oleh teknologi, kemampuan beradaptasi sangat penting. Perubahan dalam proses, alat, atau klien yang bekerja sama dengan Anda dapat terjadi dengan cepat. Karyawan yang mampu beradaptasi dengan situasi dan cara kerja baru sangat berharga di banyak pekerjaan dan industri yang selalu berubah. Soft skill yang harus Anda kuasai adalah :

  • Pola pikir yang selalu berkembang
  • Kemampuan untuk mengorganisasi
  • Konsistensi terus menerus
  • Optimisme dan antusias
  • Fleksibilitas dan kesabaran
  • Mampu bekerja sama dengan berbagi orang

 

Baca Juga  :     Cara Praktis Meningkatkan Produktivitas Kerja yang Efisien

 

Kemampuan dalam menyelesaikan dan mengatasi masalah

Perusahaan sangat sibuk dimana mereka akan sangat menghargai orang-orang yang dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan efektif. Kemampuan yang satu ini mungkin melibatkan pengetahuan dari hard skill terkait untuk segera memperbaiki masalah atau meluangkan waktu untuk meneliti dan berkonsultasi dengan rekan kerja untuk menemukan solusi jangka panjang yang terukur. Bagian dari soft skill ini adalah :

  • Kreativitas
  • Riset dan analisis
  • Memahami manajemen risiko
  • Kerja tim yang baik
  • Berpikir kritis dan kecerdasan
  • Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah

 

Kreativitas yang bisa menunjang hard skill

Kreativitas adalah kemampuan luas yang menggabungkan banyak keahlian yang berbeda termasuk soft skill dan keterampilan teknis lainnya. Karyawan dengan kreativitas dapat menemukan cara baru untuk melakukan tugas, meningkatkan proses pekerjaan atau bahkan mengembangkan cara baru dan menarik bagi bisnis. Menariknya lagi, kreativitas dapat digunakan dalam peran apa pun di tingkat mana pun. Bagian dari soft skill ini termasuk :

  • Mempunyai rasa ingin tahu
  • Mau belajar dari orang lain
  • Keterbukaan pikiran akan hal, ide dan peluang baru
  • Mampu mengambil risiko yang diperhitungkan
  • Selalu mencoba berinovasi

 

Baca Juga  :     4 Alasan Mengapa Networking Penting Untuk Mengembangkan Karir

 

Kesimpulan dan Penutup

Mempunyai soft skill bisa sangat menguntungkan terlebih lagi jika dipraktekkan dalam menunjang pekerjaan dan karir seseorang. Semangat kolaboratif di antara pekerja adalah penting. Anggota tim yang mampu bekerja dengan baik dengan orang-orang dari generasi dan latar belakang yang berbeda umumnya lebih produktif diman akan lebih mampu fokus pada prioritas bersama.

Efisiensi dan output pekerjaan akan meningkat ketika pekerja berkolaborasi dengan berbagi pengetahuan dan alat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kemampuan untuk mempelajari metode dan teknologi baru juga merupakan soft skill yang diinginkan oleh semua perusahaan dari para pekerjanya.

Perusahaan yang mampu menghargai pembelajaran sebagai soft skill pasti telah mengenali berbagai gaya belajar dan mendorong para pekerjanya untuk mengejar metode yang paling cocok untuk mereka. Pemecahan masalah yang baik adalah soft skill yang juga berharga bagi perusahaan. Ini dikarenakan perusahaan dapat beroperasi lebih efisien dan meningkatkan produktivitas ketika semua pekerja tahu cara memecahkan masalah yang sedang dihadapi nantinya.
 

Related Post :