Startup : Sejarah Singkat dan Cara Kerjanya

Serba Serbi, Startup & Bisnis / 0 | | 0

Perusahaan rintisan atau startup adalah perusahaan skala kecil yang didirikan oleh satu atau lebih pengusaha untuk mengembangkan produk atau layanan unik dan membawanya ke pasar. Secara alami, startup tipikal cenderung menjadi operasi bisnis yang hemat dan terbatas, dengan dana awal dari pendiri atau teman dan keluarga mereka. Salah satu tugas pertama startup adalah mengumpulkan sejumlah besar uang untuk mengembangkan produk lebih lanjut.

Sedangkan untuk melebarkan bisnis startup lebih luas lagi, pelaku startup harus dapat mengumpulkan dan membuat argumen bisnis yang kuat, beberapa contoh prototipe yang nanti akan mendukung klaim akan ide- ide yang dijelaskan tadi. Adapun ide- ide yang biasa di gunakan startup adalah produk maupun jasa yang benar- benar baru atau ide dari perbaikan besar yang sebelumnya telah ada di pasaran.

Banyak yang memulai bisnis startup mereka dari kecil yang kemudian sukses seperti yang dikenal saat ini. Itu semua tentunya adalah hasil kerja keras dan juga strategi bisnis yang tepat. Jika Anda ingin juga mencoba meluncurkan bisnis startup Anda sendiri, pertama kali, mari cari tahu sejarah singkat dan cara kerjanya terlebih dahulu.

 

Mengenal Sejarah Singkat Startup

Startup : Sejarah Singkat dan Cara Kerjanya
 

 

Sebelumnya dulu startup tidak selalu dilihat secara atau mempunyai image yang positif. Diambil dari Startup Savant, banyak orang yang menyalahkan peristiwa Depresi Hebat/Great Depression di Amerika Serikat karena investasi awal yang sembrono yang menyebabkan undang-undang membatasi cara perusahaan yang tidak diatur dapat beriklan untuk investor. Sejak itu, pendanaan startup sebagian besar telah disediakan melalui modal ventura atau investor dari kalangan teman dan keluarga saja.

Sedangkan startup yang dikenal sekarang di mulai dari popularitas startup modern berakar pada melejitnya booming dot-com atau disebut juga dengan dot-com bubble di akhir 1990-an. Berinvestasi dalam bisnis skala kecil sangat lumrah selama kebangkitan internet yang juga turut menjadi alasan banyak orang mengaitkan startup dengan perusahaan teknologi hingga hari ini.

 

Baca Juga  :    Lean Startup : Definisi, Metodologi dan Pendekatannya

 

Memahami Bagaimana Cara Kerja Startup

Meski lebih cenderung dikenal sebagai bisnis rintisan, tetapi startup bekerja seperti perusahaan lainnya yakni bagaimana sekelompok karyawan bekerja sama untuk menciptakan produk yang akan dibeli pelanggan. Namun, yang membedakan startup dari bisnis lain adalah cara startup melakukannya.Perusahaan biasa menduplikasi apa yang telah dilakukan sebelumnya, contoh mudahnya adalah bisnis waralaba. Bisnis ini bekerja dengan mengikuti template bisnis yang telah ada.

Disisi lain, startup dibuat dengan tujuan untuk membuat template bisnis yang sama sekali baru atau belum ada sebelumnya. Tergantung pada ceruk startup itu sendiri, bisnis yang identik dengan kemajuan zaman saat ini memberikan opsi dan ide bisnis yang berbeda dari biasanya terutama dalam jangkauan pelanggan potensial. Selain itu perbedaan lain dari startup dan bisnis lain adalah pada faktor pertumbuhan dan kecepatannya. Startup bertujuan untuk membangun ide dengan sangat cepat yang sering melalui proses yang disebut iterasi di mana mereka terus meningkatkan produk melalui umpan balik dan data penggunaan.

Seringkali, sebuah startup akan memulai dengan kerangka dasar produk yang disebut produk Minimal Viable Product (MVP) yang akan diuji dan direvisi hingga siap dipasarkan. Disamping juga untuk meningkatkan produk, perusahaan rintisan juga umumnya ingin memperluas basis pelanggan mereka dengan cepat yang mana akan membantu mereka membangun pangsa pasar yang semakin besar. Pada gilirannya memungkinkan pelaku startup untuk mengumpulkan lebih banyak uang yang kemudian memungkinkan mereka mengembangkan produk dan audiens mereka lebih banyak lagi.

Semua pertumbuhan dan inovasi yang cepat ini biasanya, secara implisit atau eksplisit, untuk mencapai tujuan akhir yaitu dikenal oleh dunia. Ketika sebuah perusahaan membuka diri untuk investasi publik, ini akan menciptakan peluang bagi investor awal untuk menguangkan dan menuai hasilnya, sebuah konsep dalam bahasa startup yang dikenal sebagai exit atau keluar.

 

Baca Juga  :     Tips Mengelola Bisnis bagi UKM dan Startup di Masa Pandemi (Covid-19)

 

Cara Mendapatkan Pendanaan Startup yang Umum

Startup : Sejarah Singkat dan Cara Kerjanya
 

Sebelumnya startup sebagai bisnis rintisan yang kecil biasanya dimulai dari pendanaan yang dibantu oleh keluarga dan teman atau mereka selaku pemilik bisnis rintisan tersebut. Kemudian bisnis ini mendapatkan popularitasnya di tahun 1970-an dengan pendanaan yang di dapat dari sekelompok investor dan mengurangi risiko dengan mengumpulkan dana bersama untuk mendanai berbagai perusahaan rintisan. Berikut ini beberapa cara pendanaan bisnis rintisan yang umum saat ini.

  • Bootstrap

    Dalam kasus bisnis startup, bootstrap berarti membangun perusahaan Anda tanpa pendanaan dari luar. Pada dasarnya, Anda menginvestasikan tabungan atau modal Anda sendiri serta memanfaatkan sumber daya yang Anda miliki untuk membangun bisnis Anda dari awal. Setelah bisnis mandiri Anda berdiri, keuntungan awal Anda kemudian diinvestasikan kembali ke bisnis Anda sampai Anda menerima dana tambahan atau bisnis Anda tumbuh secara substansial.

  • Perusahaan Modal Ventura/Venture Capital (VC)

    Venture Capital (VC) berinvestasi di perusahaan rintisan untuk mendapatkan keuntungan seiring pertumbuhan perusahaan. Perusahaan ini biasanya akan mengambil peran aktif dalam bisnis, mempunyai posisi di dewan direksi, atau meminta untuk menjadi pemilik bagian dari startup. Karena investasi modal ventura dilakukan dengan imbalan ekuitas daripada utang, startup Anda perlu menunjukkan potensi pertumbuhan tinggi yang menjanjikan untuk mengamankan jenis pendanaan ini.

  • Inkubator Startup

    Inkubator startup adalah program berbasis komunitas untuk pengusaha di tahap awal masa hidup startup yang menyediakan pendanaan awal, bimbingan, dan pelatihan. Biasanya, inkubator startup ditempatkan di ruang kolaboratif yang mendorong pembangunan komunitas dengan sewa bulanan yang memberi pengusaha akses ke ruang bersama dan semua alat yang ditawarkan program dari inkubator ini.

  • Pinjaman awal startup

    Pinjaman awal adalah dana yang dibayarkan kembali kepada pemberi pinjaman yang diperoleh dengan mengajukan permohonan dengan pemberi pinjaman bisnis seperti bank atau lembaga pemberi pinjaman lainnya. Namun, ada persyaratan yang harus Anda penuhi untuk menerima jenis pendanaan ini seperti membuat rencana bisnis dan dokumentasi yang diperlukan oleh pemberi pinjaman agar mereka bisa melihat keseriusan dan peluang dari ide bisnis yang Anda tawarkan tadi.

 

Baca Juga  :    Server Private Cloud untuk Kebutuhan Server Startup yang Lebih Aman & Stabil

 

Kesimpulan dan Penutup

Sebagai bisnis yang identik dengan pemikiran yang muda dan segar, startup adalah perusahaan yang dirancang untuk tumbuh dengan cepat dan meningkat tanpa kendala geografis. Ini adalah pembeda utama antara startup dan bisnis muda lainnya. Sebagian besar pengeluaran startup melebihi pendapatan mereka, itulah sebabnya banyak dari bisnis ini yang membutuhkan bantuan pembiayaan eksternal. Tanpa itu, tidak akan ada cara bagi perusahaan-perusahaan startup untuk secara efektif mengembangkan dan memasarkan produk atau layanan inovatif mereka.

Seringkali startup dibangun di sekitar strategi tertentu yang dirancang dengan tujuan akhir menjual perusahaan ke perusahaan yang lebih besar. Banyak pemilik startup adalah pengusaha yang sudah malang melintang dalam dunia bisnis. Biasanya penggagas startup datang dengan ide awal mereka, merancang, membangun dan menjalankannya lalu menyerahkan operasional harian bisnis kepada orang lain sehingga mereka dapat fokus meluncurkan proyek startup mereka yang lain. Jadi tidak mengherankan pemain bisnis startup ini selalu mempunyai pemain yang sama.

Related Post :