Tes Darah Baru Untuk Antibodi Dapat Menunjukkan Skala Pandemi Coronavirus

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Pandemi Corona kini mulai tidak terkendali dengan banyaknya korban berjatuhan baik secara global maupun di Indonesia sendiri yang mencatat kenaikan signifikan. Para ilmuwan juga telah melakukan banyak riset untuk mengetahui perkembangan virus ini dan mencari antidote corona. Mereka melakukan banyak tes termasuk tes diagnostik berbasis RNA yang dilakukan terhadap puluhan ribu orang. 

Ilmuwan mencari keberadaan gen virus yang ada di dalam cairan hidung atau tenggorokan dan tanda- tanda infeksi aktif. Tetapi ilmuwan juga perlu melakukan uji coba darah untuk mengetahui antibodi terhadap sindrom pernafasan akut yang ditunjukkan pada coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Tes semacam ini dapat mendeteksi infeksi aktif yang ada dan yang lebih penting, tes ini dapat mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi di virus di masa lalu karena tubuh mampu mempertahankan antibodi terhadap patogen yang telah diatasi sebelumnya.

 

Uji coba tes antibodi

 

Laboratorium dan perusahaan di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan tes antibodi dan beberapa diantaranya telah digunakan dalam penelitian kecil dan menerima persetujuan penggunaan untuk tujuan komersial termasuk hasil pengembangan dari Cina. Namun sejauh ini, data berskala besar dari semua tes tersebut, misalnya tes yang menunjukkan seberapa kecil jumlah orang di kota Wuhan, Cina yang masih kebal terhadap COVID-19, bisa dikatakan masih kurang mencukupi dan memadai.

Para ilmuwan berharap kondisi akan segera berubah karena mengingat jumlah tes yang telah tersedia untuk di uji coba. Sebuah gagasan baru menawarkan laboratorium alternatif untuk menunggu atau membeli tes komersial. Seorang ahli virologi di Fakultas Kedokteran Ichan dari Rumah Sakit Mount Sinai, Florian Krammer dan rekan- rekannya memposting pracetak yang menggambarkan tes antibodi SARS-CoV-2 yang telah mereka kembangkan dan replika.

Cara ini adalah salah satu upaya terperinci pertama yang didistribusikan secara luas dan umum. Para pakar ini menggunakan prosedur yang cukup sederhana yaitu dengan menyaring beberapa ribu orang per hari yang dengan cepat mengumpulkan lebih banyak data akurat dan spesifik. Bersamaan dengan peningkatan ketersedian tes komersial ini, para pakar berharap akan jawaban penting tentang kekebalan terhadap COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh corona novel mungkin akan tersedia secepatnya.

Tes antibodi jangka panjang juga akan membantu para peneliti memahami berapa lama kekebalan terhadap virus berlangsung yang nantinya akan membantu meringankan masalah utama untuk setiap vaksin di masa depan.

Baca  Juga :  Temuan Baru, Virus Corona Mampu Bertahan dan Menular Melalui Udara (Airbone)

Related Post :