Tips dan Cara Sukses Menggunakan Go-To-Marketing Strategy

Business, Marketing / 0 | | 1

Salah satu strategi pemasaran digital saat ini adalah strategi go-to-marketing atau yang umum disingkat GTM. Ini adalah sebuah strategi yang berisikan rencana tindakan yang menentukan bagaimana perusahaan akan menjangkau pelanggan sasaran dan mencapai keunggulan kompetitif.

Tujuan dari strategi GTM adalah untuk menyediakan cetak biru atau blue print untuk memberikan produk atau layanan kepada pelanggan akhir, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti harga dan distribusi. Strategi GTM agak mirip dengan rencana bisnis atau business plan, meskipun GTM mempunyai lebih luas cakupannya dan mempertimbangkan faktor tambahan seperti pendanaan.

Mari simak penjelasan dan penjabaran singkat go-to-marketing dibawah ini lebih lanjut lagi jika Anda ingin menggunakannya untuk bisnis Anda.

 

Tujuan dan Manfaat Menerapkan Go-To-Marketing Strategy Dalam Bisnis

Tips dan Cara Sukses Menggunakan Go-To-Marketing Strategy
 

 

Apabila dijalankan secara efektif dan tepat, maka strategi GTM akan dapat menyelaraskan semua pemangku kepentingan dan menetapkan garis waktu untuk memastikan setiap pemangku kepentingan. Ini juga termasuk untuk memenuhi tonggak dan hasil yang ditentukan, menciptakan jalur yang dapat dicapai menuju kesuksesan pasar.

Secara keseluruhan, strategi go-to-marketing digunakan untuk menciptakan manfaat berikut dalam suatu bisnis atau perusahaan :

  • Membuat rencana dan arahan yang jelas untuk semua pemangku kepentingan.
  • Mengurangi waktu ke pasar untuk produk dan layanan.
  • Meningkatan peluang peluncuran produk atau layanan yang sukses.
  • Membukan kemungkinan penurunan biaya tambahan yang dihasilkan oleh peluncuran produk atau layanan yang gagal.
  • Meningkatan kemampuan untuk bereaksi terhadap perubahan dan keinginan pelanggan.
  • Meningkatkan manajemen tantangan.
  • Membuat dan membuka jalur yang mapan untuk pertumbuhan.
  • Memastikan terciptanya pengalaman pelanggan yang efektif.
  • Membantu dalam menegakkan kepatuhan peraturan yang terjamin.

 

Baca Juga  :    Tips dan Trik Meningkatkan Remarketing yang Harus Diketahui Oleh Pemasar/Marketer

 

Tips dan Cara Sukses Menggunakan Go-To-Marketing Strategy

Inti utama dalam dari strategi GTM adalah nilai atau value. Memberikan nilai kepada pelanggan melalui produk dan layanan yang relevan, menghasilkan uang dari produk dan layanan tersebut, dan memastikan bisnis mendapatkan nilai kembali.

Nilai ini sendiri bisa berupa uang, tapi juga bisa bersifat lain tetapi yang penting ada beberapa dampak yang terukur. Karenanya bisnis harus menyesuaikan diri saat ini dan di masa depan untuk tetap kompetitif. Ikuti langkah- langkah berikut ini untuk membuat strategi GTM Anda sukses di masa mendatang.

  • Tentukan target pasar dengan terperinci

    Tidak peduli seberapa bagus produk atau layanan Anda, apa yang Anda tawarkan bukan untuk semua orang karena tidak setiap orang memiliki masalah yang khusus diselesaikan oleh bisnis Anda.
    Oleh karena itu, penting untuk menentukan audiens yang tepat dalam strategi pasar Anda. Menentukan audiens yang tepat untuk ditargetkan bergantung pada demografi audiens tersebut, kebiasaan dan persona pembeli, dan lokasi geografis.

  • Sediakan anggaran khusus

    Rencana go-to-marketing teny akan membutuhkan investasi untuk menghasilkan target yang Anda tetapkan. Dimana biaya ini tidak hanya berarti biaya operasional, tetapi juga menentukan harga produk atau jasa Anda. Beberapa faktor harus dipertimbangkan ketika menetapkan harga suatu produk.
    Misalnya, harga Anda harus dibandingkan dengan harga pesaing pada produk sejenis mereka dengan harapan perusahaan Anda dapat memperoleh keunggulan kompetitif di departemen itu. Juga, perhatikan nilai produk Anda dan ekspektasi harga yang dirasakan harus dipertimbangkan dengan cermat juga.

  • Padukan penjualan, pemasaran dan operasional bisnis

    Dari sebuah penjualan yang terjadi Anda bisa melihat efisiensi dan melihat apa saja yang kiranya bisa menjadi panduan untuk lebih baik. Tenaga penjualan membutuhkan proses yang ramping bersama dengan alat operasional dan strategis untuk mempercepat efisiensi.
    Ini nantinya akan dapat membantu mereka meningkatkan tingkat konversi mereka di semua tahap saluran penjualan. Selain itu, semua proses penjualan harus dirampingkan dari ujung ke ujung mulai dari pencarian calon pelanggan hingga penutupan.
     
    Baca Juga  :   Kiat dan Tips Menjalankan B2B Marketing yang Sukses

  • Buat iklan unik yang menarik

    Setelah tim Anda melakukan penelitian menyeluruh tentang apa yang dicari pelanggan, inilah saatnya untuk menyesuaikan iklan dengan kebutuhan umum pasar tersebut. Proses ini tidak hanya mencakup pembuatan konten seputar konflik dan masalah yang ditemukan, tetapi juga melibatkan penentuan platform terbaik untuk digunakan.
    Metode periklanan yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda juga. Jadi penting untuk menentukan platform mana yang akan memberikan laba atas investasi periklanan terbaik.

  • Fokus pada keunggulan kompetitif

    Agar bisnis Anda mencapai potensi penjualan dan pendapatan maksimum, maka teknik go-to marketing Anda perlu secara konsisten menyoroti keunggulan kompetitif, atau dengan kata lain, atribut apa yang dapat membantu bisnis Anda menonjol dari pesaing lainnya.
    Perhatikan faktor unik ini karena ada banyak kompetitor diluar sana yang menjual apa yang Anda jual sehingga Anda harus dapat menarik minat pelanggan di banding rival Anda.

  • Memahami customer journey

    Setiap pembeli melewati proses yang berbeda untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, bisnis perlu melakukan upaya terbaik untuk memperlakukan pembeli sebagai individu.
    Meskipun bisnis Anda kemungkinan besar tidak dapat menyesuaikan iklan untuk setiap pembeli individual, menganalisis bagaimana perjalanan pelanggan dapat membantu menarik jumlah pelanggan terbesar yang relevan.
    Setiap pembeli melewati tahap pembelian mulai dari tahap kesadaran yakni ketika menyadari bahwa mereka memiliki kebutuhan, tahap pertimbangan yaitu mengidentifikasi solusi potensial, dan tahap keputusan ketika memilih produk atau layanan tertentu untuk solusi. Dengan memahami perjalanan ini, bisnis Anda dapat menyesuaikan rencana GTM yang tepat dengan tahapan yang paling banyak dialami oleh pembeli.

  • Mendorong keterlibatan pelanggan

    Bagaimana Anda tahu apa yang dibutuhkan klien dan pelanggan tanpa bertanya? Keterlibatan pelanggan adalah kunci dalam strategi GTM karena perusahaan Anda dapat merasakan kebutuhan dan keinginan apa yang dapat dipenuhi. Proses ini dimulai oleh perusahaan yang meneliti masalah apa yang dihadapi pasar mereka yang dapat dipecahkan oleh produk atau layanan mereka.
    Selain itu melakukan riset ini akan memungkinkan perusahaan Anda menerjemahkan bagaimana produk atau layanan Anda dapat memberikan nilai dalam situasi seperti itu. Hal ini dapat dilakukan melalui pengujian produk/jasa di lapangan atau berinteraksi dengan pelanggan melalui media sosial.

 

Baca Juga  :      Product-Led-Growth : Pengertian, Manfaat dan Matrik yang Digunakan

 

Contoh Sukses Penerapan Go-To-Marketing Strategy

Tips dan Cara Sukses Menggunakan Go-To-Marketing Strategy
 

Perubahan teknologi dan inovasi juga turut mendorong perubahan dalam strategi go-to-marketing, dimana produk baru atau strategi produk juga dapat mempengaruhi pendekatannya. Lebih jauh lagi, pemikiran ulang tentang layanan juga dapat memicu model go-to-market baru yang bisa di lihat dari contoh sukses :

  • Micsoroft
  • FitBit
  • Anaplan
  • Vuclip
  • Southwest Airlines

 

Baca Juga  :    Mengenal Manfaat Menggunakan Database Marketing Untuk Bisnis

 

Kesimpulan dan Penutup

Bisnis dan perusahaan dapat menggunakan strategi pemasaran go-to-marketing ini untuk berbagai keperluan mereka termasuk meluncurkan produk atau layanan baru. Selain juga memperkenalkan produk saat ini ke pasar baru dan bahkan meluncurkan kembali perusahaan atau brand membutuhkan pendekatan yang khusus.

Itulah kenapa strategi GTM akan membantu bisnis mengklarifikasi mengapa meluncurkan produk, memahami untuk siapa produk tersebut, dan membuat rencana untuk terlibat dengan pelanggan dan meyakinkan mereka untuk membeli produk atau layanan.

Related Post :