Tujuan Menerapkan Sensory Marketing Untuk Meningkatkan Daya Tarik Bisnis/Brand

Business, Marketing / 0 | | 0

Manusia hidup dengan 5 indra mereka yakni, sentuhan (touch), penglihatan (sight), pengecap (taste), penciuman (smell) dan juga suara (sound). Indra ini semua adalah kumpulan yang membantu dan memberi pemahaman mengenai dunia disekitar kita. Selain menyalakan neuron di otak kelima indra ini sangat penting untuk kenikmatan hidup yang dirasakan seperti yang diketahui.

Dalam teknik dan metode pemasaran, mengaktifkan 5 indra tadi dapat memiliki efek mendalam pada pengalaman, persepsi, dan perilaku seseorang. Contoh sederhananya adalah memori penciuman dimana otak akan menghubungkan suatu bau dengan emosi.

Ini sangat relevan dengan pemasaran karena emosi terhubung dengan ingatan dan konsumen tanpa sadar menggunakan naluri ini untuk membuat keputusan penting tentang produk. Karena ini adalah bagian yang penting untuk pemasaran, maka dikenal istilah sensory marketing atau pemasaran sensorik yang memanfaatkan semua indra manusia.

Mari simak penjelasan mengenai apa itu sensory marketing, cara kerja dan kenapa teknik ini harus diterapkan dalam kampanye pemasaran Anda!

 

Mengenal Apa Itu Sensory Marketing

Tujuan Menerapkan Sensory Marketing Untuk Meningkatkan Daya Tarik Bisnis/Brand
 

Pelanggan saat ini dibanjiri dan tenggelam dalam iklan yang muncul terus- menerus. Tidak mengherankan karena dunia saat ini menjadi digital sehingga dipenuhi dengan pesan dari brand dan bisnis, dari posting media sosial yang dirancang untuk melibatkan konsumen, hingga promosi penjualan yang dikirim melalui email.

Mengingat digitalisasi sudah sangat umum di seluruh pelosok dunia, maka pemasaran tradisional sudah dianggap tidak menarik dan relevan. Karenanya, bisnis dan brand mulai mencari cara untuk membedakan diri mereka dari cara lama melibatkan perasaan yang sering diabaikan oleh kampanye iklan standar.

Salah satu cara yang mereka terapkan adalah pemasaran sensorik untuk berhubungan dengan konsumen dan brand yang lebih akrab. Bagian dari teknik pemasaran ini adalah touch, sight, taste, smell dan sound yang semuanya dapat memengaruhi cara audiens target Anda berpikir tentang Anda sebagai brand dan bisnis.

Seorang pemasar yang memahami ilmu pemasaran sensorik, akan dapat mulai bereksperimen dengan loyalitas brand dan menemukan konsep yang benar-benar meyakinkan pelanggan untuk membeli produk atau jasa Anda. Meski sensory marketing bukanlah konsep pemasaran baru, tapi ini tetap menjadi cara yang sangat ampuh karena target market Anda adalah manusia yang mempunyai 5 indra yang bisa membantu mereka mengingat pesan yang Anda sampaikan.

Lalu bagaimana Anda dapat memanfaatkan sisi pemasaran ini  untuk meningkatkan potensi dan keberlanjutan bisnis Anda?

 

Baca Juga  :     Panduan Mengenal B2B Marketing Untuk Pemula

 

Memahami Tujuan dan Manfaat Menerapkan Sensory Marketing

Secara sederhana, sensory marketing adalah bagaimana brand dan bisnis dapat terhubung dengan konsumen mereka dengan cara yang lebih bermakna dan dipersonalisasi. Strategi ini sering memanfaatkan media seperti musik, aroma dan campuran semua indra manusia untuk melibatkan dan menarik indra konsumen.

Tujuan dan manfaat utama dari pemasaran sensori ini meliputi :

  • Memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dan berkesan bagi pelanggan.
  • Menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat antara brand dan konsumen, serta membantu mengembangkan loyalitas terhadap brand yang langgeng.
  • Meningkatkan target penjualan.

 

Baca Juga  :     Rekomendasi Social Media Marketing yang Akan Terkenal di Tahun 2022

 

Cara Kerja Sensory Marketing

Sebagai pendekatan yang menarik indra daripada logika, pemasaran sensorik dapat mempengaruhi orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan pemasaran massal tradisional. Pemasaran massal klasik bekerja hanya berdasarkan keyakinan bahwa orang sebagai konsumen akan berperilaku rasional ketika dihadapkan pada keputusan pembelian.

Adapun pemasaran tradisional mengasumsikan bahwa konsumen secara sistematis akan mempertimbangkan faktor produk konkret seperti harga, fitur, dan utilitas. Sebaliknya, sensory marketing berusaha memanfaatkan pengalaman dan perasaan hidup konsumen. Pengalaman hidup terdiri dari aspek sensorik, emosional, kognitif, dan perilaku yang dapat diidentifikasi.

Pemasaran sensorik mengasumsikan bahwa orang, sebagai konsumen, akan bertindak sesuai dengan impuls emosional mereka lebih dari alasan objektif mereka. Dengan cara ini, upaya pemasaran sensorik yang efektif dapat mengakibatkan konsumen memilih untuk membeli produk tertentu, daripada alternatif yang setara tetapi lebih murah.

 

Baca Juga  :     Panduan Mengenal Apa Itu Remarketing Bagi Pebisnis Pemula

 

5 Indra Bagian Penting Sensory Marketing

Tujuan Menerapkan Sensory Marketing Untuk Meningkatkan Daya Tarik Bisnis/Brand
 

Dalam kehidupan, manusia mengandalkan indra mereka termasuk dalam merespon banyaknya pemasaran dan iklan saat ini. Dibawah ini bagaimana 5 indra ini bisa digunakan dalam membantu kampanye pemasaran bisnis.

  • Taste

    Rasa dipecah menjadi sensasi berbeda yakni asin, manis, asam, pahit maupun campuran. Maka Anda dapat membuat strategi pemasaran sensorik yang menggabungkan rasa dalam beberapa cara berbeda.
    Salah satu metode umum yang sering diterapkan adalah dengan mempromosikan pengambilan sampel dan menciptakan pengalaman secara keseluruhan untuk pelanggan Anda.

  • Touch

    Insting alami manusia adalah melihat sesuatu dan menyentuh serta mencicipinya. Jadi dengan menambahkan sentuhan pada strategi pemasaran Anda adalah cara yang paling teruji dan benar untuk membuat konsumen baru bergabung dengan produk atau layanan. Sentuhan dimungkinkan dengan menawarkan sampel atau pengalaman langsung kepada audiens Anda.

  • Sound

    Suara adalah alat pemasaran yang umum dan telah digunakan sejak dulu. Secara tradisional, pemasaran suara telah lebih akrab dengan format jingle dan slogan dan suara tanda tangan. Ini karena musik adalah cara yang berguna untuk mengatur atau mempengaruhi emosi orang dan dapat membuat konsumen merasakan hal yang berbeda.
    Menambahkan musik ke strategi pemasaran sensorik Anda secara keseluruhan dapat membantu Anda mencapai spektrum penuh dari respons emosional. Tidak mengherankan ini adalah teknik yang sangat populer digunakan di pemasaran sosial media sekarang.

  • Sight

    Dalam pemasaran indrawi, penglihatan biasanya merupakan indera yang paling terangsang, serta yang lebih mudah dan dapat dimengerti. Konsumen dapat dengan cepat melihat logo, skema warna, dan brand Anda.
    Jadi kenapa tidak menciptakan pengalaman pemasaran yang menggabungkan dua indera, seperti penglihatan dan suara? Anda dapat menggunakan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman emosional dengan pelanggan Anda yang akan meninggalkan efek yang bertahan lama.

  • Smell

    Pemasaran tradisional seperti toko telah lama menggunakan indra penciuman untuk menciptakan respons emosional pada konsumennya. Toko ritel tertentu memiliki aroma khas yang konsisten bahkan ketika mereka mempunyai cabang atau franchise.
    Setiap kali peunjung mencium aroma tertentu, mereka akan ingat toko itu yang karenanya aroma khas ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pelanggan membeli produk Anda.

 

Baca Juga  :    YouTube Marketing : Penjelasan dan Tips Sukses 2022

 

Kesimpulan dan Penutup

Karena kebutuhan yang tidak berhenti untuk menciptakan pengalaman unik di dalam toko bagi pelanggan, pemasaran sensorik menjadi pilihan pemasaran yang sangat populer. Teknik pemasaran ini meningkat dengan sangat signifikan selama beberapa tahun terakhir karena kemampuannya untuk memberikan perbedaan di antara toko-toko fisik.

Jika merunut pada sebuah studi tentang neuromarketing yang dilakukan oleh The Rockefeller University, kapasitas manusia untuk mengingat pengalaman indera manusia adalah 1% dari apa yang disentuh, 2% dari apa yang di dengar, 5% dari apa yang dilihat, 15% dari apa yang dirasakan, dan 35 % dari apa yang dicium.

Walau pemasaran tradisional menekankan pembelian yang rasional, tapi faktanya manusia jauh lebih tidak rasional karena antara 85% dan 95% dari pembelian yang dilakukan adalah keputusan bawah sadar.

Ini berarti bahwa menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan sangat efektif dalam mempengaruhi perilaku pembelian mereka dimana, toko fisik memiliki keunggulan dibandingkan toko online dalam hal berhubungan dengan pelanggan menggunakan pemasaran sensorik.

Meski pun begitu, pemasaran digital kini juga berupaya untuk mengaplikasikan pemasaran sensorik walau mungkin memang tidak seperti pemasaran sensorik yang bisa dilakukan di toko fisik yang menggunakan penglihatan, suara, rasa, sentuhan, atau penciuman untuk menciptakan hubungan emosional antara pelanggan, produk, dan brand.

 

 

Related Post :