WhatsApp Alami Kebocoran Data dan Memiliki Virus

News & Release, Serba Serbi / 0 | | 0

Setelah kemarin mengeluarkan fitur- fitur baru baru dan meminta penggunanya untuk membayar, WhatsApp kini kembali datang dengan berita baru. Aplikasi pesan yang paling banyak dipakai dunia ini rupanya mengakui bahwa mereka mempunyai celah yang tidak aman yang bisa diretas melalui PC.

SeCelah tersebut bisa disusupi bila pengguna mengklik preview link yang dikirimkan melalui platform pengirimin pesan ini, hanya saja tidak semua pengguna WhatsApp mendapatkan tautan ini melainkan hanya pengguna iOS yang menghubungkan WhatsApp mereka denga aplikasi WhatsApp desktop atau WhatsApp WEB di PC maupun MacOS.

Pada halaman Facebook resminya, WhatsApp mengatakan bahwa celah di WhatsApp Desktop yang dipasangkan dengan WhatsApp for iPhone memperbolehkan terjadinya scripting lintas situs dan pengaksesan data lokal. Untuk mengekploitasi celah ini, pengguna harus terlebih dulu mengklik tautan (link) preview yang muncul dari pesan teks yang dibuat dengan khusus.

Baca juga : Mengenal Virus Corona dan Cara Memantau Perkembangan Virus Corona Secara Online

 

Virus – Virus Yang Menyerang WhatsApp

 

Selain kemungkinan pembobolan data pelanggan, WhatsApp juga menjadi ancaman. Virus dan serangan malware serta berbagai penipuan tentu akan mengancam 1.6 miliar penggunanya secara global. Penemuan mengejutkan datang dari pakar pakar keamanan mengatakan bahwa kerentanan pada WhatsApp memungkinkan peretas memasang spyware Pegasus yang mampu mengakses kamera, mikrofon, emain, pesan dan juga data pribadi pengguna.

Seringnya WhatsApp menjadi target peretas karena popularitasnya sebagai pemain utaman dalam aplikasi pesan dunia. Berikut virus yang bisa menyerang dan mengancam pengguna WhatsApp :

 

  1. Pesan suara WhatsApp Virus Trojan

    Salah satu fitur praktis dari WhatsApp adalah pesan suara, tetapi melalui fitur ini jugalah penipuan datang. Pesan suara tersebut adalah berupa email spam yang menuliskan judul ‘pesan suara tak terjawab’ yang isinya akan berisi infomrasi palsu mengenai waktu pesan diterima dan tautan untuk memutarnya. Begitu tombol play di tekan maka pengguna dibawa ke situs web palsu yang memaksa pengguna mengunduhnya.

  2. Penipuan WhatsApp Gold

    Menggunkan penyamaran sebagai fitur WhatsApp, pengguna tanpa tahu telah mengundung perangkat lunak berbahaya. Penipu menyebar pesan untuk memaksa pengguna meningkatkan akun mereka ke versi premium WhatsApp Gold yang akan mendapatkan fitur baru seperti emoji, panggilan video dan lainnya, yang jika di klik akan mengarahkan pengguna ke situs- situs penuh malware yang dapat menyebar.

  3. Virus WhatsApp GhostCtrl

    Virus yang satu ini adalah jenis virus troojan yang mempunyai kemampuan menyamar sebagai program yang berbeda termasuk WhatsApp yang apabila di unduh akan mengambil alih perangkat. Kemampuan ini termasuk juga menghidup atau mematikan mikrofon dan kamera ponsel. Peretas dapat mengumpulkan informasi penggunan melali log panggilan, pesan teks nomor kontak, lokasi GPS ponsel dan riwayat penelesuruan web.
     
    Karena kemampuan menyamar menjadi aplikasi bisa yang tidak mengancam dan sluti terdekteksi, maka pengguna sebaiknya hanya mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya saja.

  4. Penipuan dengan mengatasnamakan layanan uji coba WhatsApp baru

    Hamper mirip dengan modus penipuan WhatsApp Gold, penipuan dengan atas nama pengujian ini mengirimkan pesan palsu kepada pengguna yang mengklaim bahwa uji coba satu tahun mereka telah berakhir dan untuk meneruskan pemakaian maka pengguna harus mempernjang fitur. Agar membuat pengguna percaya, penipu lalu meminta korba untuk menghubungi ‘portal pelanggan’ dan masuk atau log in dengan menggunakan informasi WhatsApp mereka.
     
    Pengguna kemudian diminta untuk memberi dan berbagi rincian akun bank mereka untuk bisa membeli paket layanan langganan perbulan atau tahun. Dengan masuknya informasi tentang akun bank ini tentu akan mempermudah penipu untuk menguras isi rekening pengguna.

Related Post :

popup image