7+ Istilah Digital Marketing yang Wajib Anda Ketahui

Marketing / 0 | | 2

Saat ini, digital marketing menjadi bidang yang digandrungi banyak orang. Hal ini tentunya karena perkembangan dunia digital yang cepat dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk kebiasaan berbelanja dan mencari informasi. Untuk terjun ke dunia digital marketing, Anda wajib mengetahui istilah digital marketing berikut ini. 

Bagi para pebisnis baik yang skala kecil hingga besar, pemasaran digital menjadi penting untuk menunjang aktivitas promosi mereka. Internet adalah bagian penting yang memungkinkan bisnis-bisnis ini untuk menjangkau target konsumen mereka. Apalagi pemasaran digital jauh lebih murah, mudah, dan terukur dibandingkan promosi dengan cara-cara konvensional.

Menerapkan digital marketing untuk usaha Anda juga membuat interaksi antara brand dan target konsumen menjadi lebih personal. Lalu, apa saja istilah digital marketing yang harus Anda pahami agar lebih mudah mempelajari dan menerapkannya dalam bisnis Anda? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Baca Juga: 5 Customer Engagement Metrics yang Mendukung Sukses Digital Marketing 2022

10 Istilah Digital Marketing yang Wajib Diketahui 2022

Digital marketing adalah bidang yang memiliki cakupan sangat luas. Karena itu, jangan heran kalau istilahnya bisa sangat banyak! Namun, sebagai pemula Anda tak perlu langsung menghapa semuanya, ya. Berikut adalah beberapa istilah digital marketing yang sering digunakan. 

  1. Engagement Rate

istilah digital marketing

Engagement rate adalah istilah digital marketing yang sangat penting jika Anda ingin menggunakan media sosial sebagai salah satu channel marketing Anda. Setiap postingan media sosial untuk brand Anda wajib diperhatikan engagement rate-nya. Engagement rate merujuk pada banyaknya interaksi yang terjadi di setiap postingan Anda. 

Semakin tinggi persentase engagement rate tersebut, berarti semakin banyak target konsumen yang menyukai konten Anda. Ini juga berarti konten tersebut relevan dengan audiens yang ingin Anda tuju dan bisa berdampak baik bagi kegiatan marketing Anda. 

Jenis interaksi yang dapat terjadi di konten dan diukur engagement rate-nya juga beragam. Namun, biasanya interaksi ini berupa like, share, dan komentar. Engagement rate dapat Anda ukur di semua media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, hingga TikTok. Engagement Rate juga menjadi salah satu matriks yang digunakan untuk mengukur keberhasilan strategi content marketing Anda. 

  1. Buyer Persona

Istilah digital marketing yang harus Anda ketahui selanjutnya adalah buyer persona. Buyer persona adalah gambaran tentang siapa target market untuk bisnis Anda. Untuk membuatnya, Anda bisa membayangkan karakter yang detail tentang seperti apa calon konsumen Anda tersebut. Anda dapat memasukkan beberapa i yang menggambarkannya, seperti usia, jenis kelamin, kegemaran, pendapatan, pekerjaan, status pernikahan, dan lain-lain. 

Dengan membuat profil calon konsumen seperti ini, Anda bisa meriset dan mengembangkan produk dengan lebih baik. Anda dapat mengamati perilaku, kebiasaan, dan motivasi dari calon konsumen Anda. 

Sehingga, dalam kegiatan marketing Anda dapat menggunakan strategi-strategi yang tepat untuk menjangkau mereka, juga membuat konten yang relevan dengan mereka. Selain itu, Anda juga dapat terus mengembangkan produk dan layanan Anda agar tetap sesuia kebutuhan target pasar tersebut. 

  1. Search Engine Optimization

istilah digital marketing

Search Engine Optimization juga sering disingkat SEO. Istilah digital marketing yang satu ini merujuk pada teknik optimasi untuk website Anda agar website tersebut menempati posisi teratas pada halaman pencarian Google. Tujuan dari SEO adalah membuat website Anda lebih mudah untuk ditemukan target konsumen, sehingga traffic yang berdatangan ke website juga semakin banyak. 

SEO adalah teknik marketing organik yang cukup ampuh tapi hemat biaya. Anda tidak perlu membayar seperti saat membuat iklan. Namun, strategi SEO yang baik membutuhkan konten-konten yang berkualitas dan konsisten, serta relevan dengan target audiens yang dituju. 

SEO biasanya menargetkan kata kunci tertentu dalam kontennya. Karena itu, jika berminat terjun ke bidang yang satu ini Anda harus dapat melakukan riset dan mengamati tren yang sedang banyak dicari oleh target konsumen Anda. 

Baca Juga: Prediksi Tren SEO Terbaik di Tahun 2022

  1. Pay Per Click 

Pay per click adalah istilah digital marketing yang biasanya disingkat PPC. Sesuai namanya, PPC adalah metode iklan dimana pemilik website akan mendapatkan bayaran setiap ada pengunjung website yang meng-klik iklan dari website mereka. Di sisi lain, pihak yang memasang iklan akan dikenakan biaya setiap kali ada yang meng-klik iklan mereka. 

Teknik PPC adalah metode iklan paling terkenal dan banyak direkomendasikan oleh internet marketer. PPC bermanfaat untuk membuat iklan Anda lebih tertarget sesuai audiens yang Anda inginkan. 

Iklan tersebut akan ditampilkan pada pengguna yang sesuai dengan demografi, kesukaan, lokasi, dan lain-lain sesuai pengaturan yang Anda buat sebelum memasang iklan. Selain konversi, iklan ini juga membuat Anda mendapatkan leads yang berguna untuk kegiatan marketing Anda selanjutnya. 

  1. Click Through Rate

Istilah digital marketing yang harus Anda ketahui selanjutnya adalah CTR (Click Through Rate). CTR berarti jumlah pengunjung yang mengunjungi website Anda melalui tautan yang berasal dari halaman website lain. Tautan ini biasanya disisipkan pada email atau iklan online.

CTR biasanya juga menjadi salah satu matriks untuk melihat seberapa jauh kesuksesan strategi marketing Anda, terutama untuk iklan. Semakin tinggi CTR, berarti iklan Anda semakin menarik dan disukai oleh target audiens Anda.

Namun, CTR sebenarnya tidak hanya untuk iklan saja, lho. Bisa juga melalui email marketing, juga SEO. Dengan mengetahui CTR dari konten-konten yang Anda buat, seorang pengiklan jadi bisa mempelajari mana konten yang sukses dan tidak. 

  1. Landing Page

istilah digital marketing

Istilah digital marketing selanjutnya adalah landing page. Landing page adalah sebuah halaman web yang biasanya dibuat untuk mendukung pemasaran digital dari sebuah bisnis. Halaman website ini biasanya dibuat untuk tujuan khusus dan hanya terdiri dari satu halaman saja. 

Landing page memiliki tampilan berbeda dengan website resmi Anda, karena lebih memfokuskan fungsi khususnya tersebut. Dalam landing page biasanya Anda dapat menawarkan konten-konten seperti promo menarik, produk dengan stock terbatas, pendaftaran event, pemesanan layanan, dan lain-lain. 

Kebanyakan bisnis memanfaatkan landing page untuk mendapatkan data konsumen mereka. Misalnya, dengan membuat landing page pendaftaran webinar, pengunjung akan diminta untuk mengisi data diri seperti nama, email, nomor telepon, dan lain-lain. 

Hal ini sangat berguna untuk kegiatan pemasaran kedepannya, karena Anda akan lebih mudah menawarkan produk dengan mengetahui informasi tentang target konsumen Anda. Landing page harus dibuat semenarik mungkin agar orang-orang merasa yakin saat mengunjunginya. 

Baca Juga: Apa itu Landing Page : Pengertian dan Kegunaan

  1. Retargeting

Retargeting adalah istilah digital marketing yang merujuk pada strategi marketing yang dilakukan untuk menjangkau lagi pelanggan yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan konten dari brand Anda. Contohnya, ada seorang pelanggan yang meng-klik landing page pendaftaran event Anda, tapi ia kemudian meninggalkan halaman tersebut tanpa mendaftar. 

Anda bisa menjangkau lagi pelanggan ini dengan menampilkan kembali iklan-iklan tentang brand Anda. Beberapa tools untuk iklan saat ini sudah memiliki fitur  untuk membantu Anda melakukan retargeting. 

Sebagai digital marketer, data pengunjung yang sempat berinteraksi dengan konten dapat Anda jadikan leads. Dapatkan kembali perhatian mereka dengan menargetkan iklan-iklan Anda dengan lebih menarik dan intens. 

Istilah retargeting agak berbeda dengan remarketing, ya. Retargeting lebih identik dengan iklan di website dan media sosial. Sementara itu, remarketing lebih sering digunakan untuk email marketing atau penawaran langsung yang melibatkan pelanggan.

  1. Affiliate Marketing

Istilah digital marketing selanjutnya adlah affiliate marketing. Affiliate marketing merupakan model bisnis yang memungkinkan Anda menjadi perpanjangan tangan dari sebuah brand atau perusahaan dengan menjadi affiliate marketer. 

Biasanya, affiliate marketer menjual produk milik brand lain secara online, mereka memiliki link affiliate sendiri yang bisa dicantumkan dalam konten promosi di berbagai channel. Saat ada orang yang membeli melalui link tersebut, Anda sebagai affiliate marketer akan mendapatkan komisi dari brand yang Anda jual produknya. 

Menjadi affiliate marketer adalah alternatif sumber penghasilan tambahan yang bisa Anda coba karena tidak memerlukan modal awal dan bisa dilakukan siapa saja. Yang terpenting adalah rajin mempromosikan link tersebut agar ada konsumen yang membeli melalui tautan Anda.

Baca Juga: Mengenal Affiliate : Cara Kerja dan Keuntungan

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang beberapa istilah digital marketing yang wajib Anda ketahui. Saat ini, pemasaran digital adalah bidang yang sangat digandrungi oleh banyak bisnis, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Selain itu, peluang untuk berkarir di bidang digital marketing sangat menjanjikan, lho. 

Salah satu channel yang bisa digunakan dalam digital marketing adalah website. Anda bisa membangun toko online dan memuat profil bisnis Anda di website tersebut. Menggunakan website juga membuat bisnis Anda terlihat lebih profesional. Gunakan layanan VPS dari IDCloudHost yang handal, dengan dukungan NVME untuk membuat performa website Anda semakin cepat!

VPS NVME

Related Post :