Ciri-Ciri Link Phishing dan Cara Menghindarinya

Development & Security

Penipuan digital melalui link phishing semakin merajalela dan dapat mengancam siapa saja. Phishing merupakan metode penipuan di mana pelaku berusaha mencuri informasi pribadi dengan berpura-pura sebagai pihak yang terpercaya. Umumnya, phishing dilakukan dengan mengirimkan tautan palsu yang tampak serupa dengan link resmi dari situs yang sudah kamu kenal. Untuk menghindari menjadi korban, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengenali tautan phising agar Anda tetap aman dari ancaman ini. Simak ciri-ciri link phising pada artikel berikut ini.

Apa Itu Link Phising?

ciri link phising

Phishing adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang bertujuan mencuri informasi dan data pribadi seseorang melalui email, telepon, pesan teks, atau tautan dengan menyamar sebagai lembaga atau pihak tertentu. Istilah “phishing” berasal dari kata “fishing,” yang berarti memancing. Dalam konteks ini, pelaku phising, atau phisher, berusaha “memancing” data sensitif korban untuk disalahgunakan. Data yang menjadi target meliputi kata sandi, informasi kartu kredit, alamat email, serta one-time password (OTP).

Data yang dicuri dapat digunakan untuk berbagai tindak kejahatan, seperti pencurian, penyalahgunaan identitas, hingga pemerasan. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati, terutama saat melakukan transaksi daring menggunakan website perbankan atau platform lainnya.

Phishing biasanya dilakukan melalui email, pesan singkat, atau tautan palsu yang tampak resmi. Pelaku sering kali menyamar sebagai institusi terpercaya, seperti bank, e-commerce, atau media sosial, untuk menipu korban agar memberikan informasi pribadinya secara sukarela.

Beberapa tujuan utama phishing meliputi:

  • Mencuri data pribadi dan finansial korban
  • Mengambil alih akun korban
  • Menyebarkan malware ke perangkat korban
  • Melakukan penipuan finansial
  • Mencuri identitas korban

Phishing merupakan salah satu ancaman siber yang paling umum dan berbahaya. Data menunjukkan bahwa lebih dari 90% serangan siber berawal dari phishing, dengan kerugian finansial yang mencapai miliaran dolar setiap tahunnya. Oleh karena itu, meningkatkan kewaspadaan dan mengenali ciri-ciri phishing menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari ancaman ini.

Baca juga: LockBit Ransomware: Ancaman Nyata Bagi Keamanan Data

Kenali Ciri-Cirinya Link Phising 

Link phishing adalah salah satu metode yang sering digunakan oleh penipu untuk mencuri data pribadi atau keuangan seseorang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri link berbahaya ini agar tidak menjadi korban. Berikut beberapa tanda yang harus diwaspadai:

1. URL yang Tidak Resmi dan Mengandung Karakter Aneh

Salah satu tanda utama dari tautan phising adalah URL yang tampak menyerupai situs asli tetapi memiliki sedikit perbedaan. Misalnya:

  • www.bankandaa.com (penambahan huruf ekstra)
  • www.paypa1.com (menggunakan angka 1 sebagai pengganti huruf “l”)
  • www.gооgle.com (menggunakan karakter Unicode yang mirip dengan huruf Latin)

Selain itu, beberapa tautan phising juga menggunakan simbol atau karakter yang tidak biasa, seperti tanda “%20” atau “@” dalam URL.

2. Tidak Menggunakan Protokol HTTPS

Situs resmi biasanya menggunakan protokol keamanan HTTPS, yang ditandai dengan ikon gembok di address bar. Link phishing sering kali hanya menggunakan HTTP tanpa enkripsi, yang membuat data pengguna lebih rentan diretas.

3. Tampilan Situs yang Tidak Profesional

Website yang berasal dari tautan phising biasanya memiliki tampilan yang kurang meyakinkan. Misalnya, desain yang tidak rapi, logo yang buram, atau tata letak yang tidak proporsional. Berbeda dengan situs resmi yang memiliki desain konsisten dan profesional.

4. Email atau Pesan yang Mengatasnamakan Institusi Terkenal

Banyak tautan phising disebarkan melalui email atau pesan singkat yang mengaku berasal dari bank, e-commerce, atau institusi lainnya. Biasanya, pesan ini menggunakan bahasa yang mendesak, seperti:

  • “Akun Anda akan dibekukan!”
  • “Harap segera verifikasi data Anda!”

Jangan langsung percaya, pastikan untuk selalu memverifikasi informasi dengan menghubungi pihak resmi.

5. Permintaan Informasi Pribadi Secara Langsung

Link phising seringkali mengarahkan pengguna ke halaman yang meminta informasi pribadi seperti nomor kartu kredit, password, atau kode OTP. Perlu diingat bahwa institusi resmi tidak akan meminta data sensitif melalui tautan yang dikirimkan via email atau pesan singkat.

6. Penggunaan URL Shortener

Para pelaku phishing sering menyamarkan link mereka menggunakan layanan pemendek URL seperti bit.ly atau goo.gl. Jika menerima tautan pendek dari sumber yang tidak dikenal, sebaiknya berhati-hati sebelum mengkliknya.

7. Bahasa yang Mendesak dan Penuh Tekanan

Link phishing sering dikemas dalam pesan dengan bahasa yang mendesak, seperti ancaman pemblokiran akun atau tawaran hadiah yang harus segera diklaim. Teknik ini bertujuan untuk membuat korban bertindak cepat tanpa berpikir panjang.

8. Kesalahan Ejaan dan Tata Bahasa

Banyak pesan phishing mengandung kesalahan ejaan, penggunaan kata yang tidak baku, atau tata bahasa yang aneh. Hal ini menandakan bahwa pesan tersebut tidak berasal dari sumber resmi.

9. Alamat Pengirim yang Mencurigakan

Periksa alamat email atau nomor pengirim dengan cermat. Penipu sering menggunakan alamat yang sekilas mirip dengan yang asli, tetapi memiliki sedikit perbedaan, misalnya:

10. Lampiran atau Link yang Mencurigakan

Beberapa link phishing juga disertai lampiran yang berisi malware atau virus. Jika menerima email dengan lampiran berformat .exe atau .zip dari sumber yang tidak dikenal, jangan langsung membukanya.

Baca juga: Mengenal Antimalware Service Executable dan Cara Kerjanya

Cara Menghindari Link Phising

Kabar baiknya, ada banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk memastikan keamanan sebuah link. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengecek kemungkinan tautan penipuan:

1. Lakukan Pengecekan Domain Melalui ‘Who Is’

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghindari link phising adalah dengan melakukan pengecekan link membuka situs yang kredibel seperti ‘Who Is’. Anda bisa mengetahui pemilik domain dengan memasukkan link tersebut. Jika terlihat nama pendaftar dan alamat email, Anda bisa menilai keaslian link tersebut.

2. Cek Link Phising

Selain pengecekan melalui ‘Who Is’, Anda juga bisa mengecek keaslian link melalui https://wheregoes.com/. Masukkan link yang diterima untuk mendapatkan informasi detail mengenai asal-usulnya.

3. Jangan Sembarangan Klik Link

Jika menerima sebuah link dari sumber yang tidak jelas, sebaiknya jangan langsung mengkliknya. Pastikan terlebih dahulu keasliannya agar terhindar dari risiko penipuan.

4. Pakai SSL Update

SSL (Secure Socket Layer) adalah sistem keamanan yang melindungi transaksi melalui website dengan enkripsi data. Website yang menggunakan SSL lebih aman dari serangan hacker dan penyebaran link phishing. Pastikan website yang dikunjungi menggunakan protokol HTTPS.

5. Pakai Layanan Hosting yang Terpercaya

Gunakan layanan hosting yang memiliki fitur keamanan tinggi agar website lebih terlindungi dari serangan phishing dan pencurian data.

6. Lakukan Peningkatan Keamanan Akun

Periksa akun secara rutin dan pastikan tidak ada aktivitas mencurigakan. Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) untuk menambah keamanan.

7. Hati-hati Saat Menerima Email

Periksa alamat pengirim email dan domainnya sebelum mengklik link. Jika email berisi tawaran mencurigakan atau meminta informasi pribadi, abaikan dan laporkan sebagai spam.

8. Jangan Mengisi Data di Website Tidak Resmi

Jika diarahkan ke halaman formulir yang meminta data pribadi, pastikan untuk memeriksa keaslian website tersebut terlebih dahulu. Kebanyakan situs phishing berusaha mengelabui pengguna agar memasukkan data pribadi mereka.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Protokol Data Link dalam Keamanan Jaringan

Cara Mengecek Keaslian Link

Setelah memahami ciri-ciri link phising, penting juga untuk mengetahui cara memverifikasi keaslian sebuah tautan. Berikut beberapa metode yang dapat dilakukan:

1. Gunakan Layanan Pemeriksaan URL

Ada beberapa layanan online yang dapat digunakan untuk memeriksa keamanan sebuah URL, antara lain:

  • Google Safe Browsing (Google Transparency Report)
  • VirusTotal (VirusTotal)
  • URLVoid (URLVoid)

Cukup masukkan URL yang ingin diperiksa, dan layanan ini akan memberikan laporan terkait tingkat keamanannya.

2. Periksa Sertifikat SSL

Periksa ikon gembok di address bar untuk melihat informasi sertifikat SSL. Pastikan sertifikat dikeluarkan untuk domain yang benar dan masih berlaku. Situs resmi biasanya menggunakan HTTPS, bukan hanya HTTP.

3. Gunakan Fitur Preview Link

Beberapa browser dan aplikasi email memiliki fitur preview link. Arahkan kursor ke tautan tanpa mengkliknya untuk melihat URL lengkap. Jika alamat terlihat mencurigakan atau tidak sesuai dengan situs resminya, sebaiknya hindari mengaksesnya.

4. Cek Reputasi Domain

Gunakan layanan WHOIS untuk memeriksa informasi registrasi domain. Domain yang baru dibuat atau yang baru saja diregistrasi bisa menjadi tanda bahwa situs tersebut mencurigakan. Pastikan domain memiliki riwayat yang terpercaya.

5. Gunakan Keamanan Browser

Tambahkan ekstensi keamanan seperti Web of Trust (WOT) atau Bitdefender TrafficLight ke browser Anda. Ekstensi ini dapat membantu mendeteksi dan memperingatkan Anda jika hendak mengakses situs yang berbahaya.

Penutup

Dengan memahami tujuh tanda-tanda tautan phising yang telah disebutkan, Anda bisa lebih waspada dan melindungi diri dari ancaman kejahatan siber. Keamanan digital dapat dimulai dengan langkah sederhana, seperti memeriksa URL dengan teliti, menghindari tautan mencurigakan, serta hanya mengandalkan sumber yang terpercaya.

Perlu diingat bahwa pelaku phising terus berinovasi dalam mencari cara untuk menipu korban. Oleh karena itu, selalu utamakan keamanan saat menjelajahi internet. Jika menemukan email atau pesan yang mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.  IDCloudHost menyediakan layanan  SSL Certificate untuk enkripsi data, serta Backup Otomatis memastikan perlindungan optimal terhadap serangan siber.