Dengan perkembangan aplikasi modern yang kian kompleks, proses pengambilan data menjadi komponen kunci. Terutama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih cepat, responsif serta dinamis. Data tidak lagi tersaji statis, melainkan hadir secara real-time dari berbagai sumber. Ada banyak teknik dalam proses penghimpunannya, salah satunya yaitu fetching data.
Istilah fetching mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Kendati begitu, sebenarnya, teknik ini adalah bagian mendasar dari hampir setiap aplikasi digital yang kita gunakan sekarang. Untuk memahami bagaimana sebuah aplikasi bisa menampilkan konten terbaru atau menyegarkan informasi secara otomatis, mari memahami tentang fetching hingga prosesnya.
Daftar Isi
Apa Itu Fetching Data
Fetching pada dasarnya merupakan proses pengambilan atau permintaan informasi dari sumber eksternal. Biasanya dilakukan oleh aplikasi client seperti browser atau mobile ke server maupun database. Proses tersebut umumnya berjalan dengan mengandalkan protokol HTTP(S). Termasuk penggunaan metode umum seperti GET, POST, PUT, atau DELETE, tergantung pada jenis operasi yang pengguna butuhkan.
Lantas kapan mereka bekerja? Dalam praktiknya, proses ini akan bekerja hampir di setiap situasi di mana sebuah aplikasi membutuhkan data terkini. Dengan demikian, proses pembaruan informasi senantiasa responsif.
Fetching menjadi sangat penting dalam aplikasi berbasis web dan mobile. Hal tersebut mengingat mereka mampu membantu memisahkan antara tampilan (frontend) dan logika bisnis serta data (backend). Hal yang merupakan prinsip dasar dalam pengembangan aplikasi modern berbasis client-server architecture.
Memahami Proses Fetching Data
Secara teknis, fetching mengacu pada proses ketika sebuah aplikasi mengirimkan permintaan (request) ke server. Sementara itu, server akan merespons dengan data (response) yang user ajukan.
Proses ini dapat dilakukan secara manual dengan aksi dari pengguna seperti klik atau input, maupun otomatis lewat interval tertentu. Berikut adalah penjelasan singkat tentang mekanisme yang biasanya terjadi saat sebuah aplikasi melakukan permintaan data.
Inisiasi Permintaan
Langkah awal fetching data bermula saat aplikasi menentukan bahwa data baru diperlukan. Hal ini bisa timbul oleh:
- Interaksi pengguna misalnya saat membuka halaman produk.
- Perubahan status internal seperti halnya saat login berhasil.
- Sistem otomatis seperti interval waktu tertentu atau polling.
Mengirim Request
Setelah muncul permintaan, maka aplikasi kemudian menggunakan metode pengambilan data. Bisa berupa fetch dalam JavaScript atau library seperti axios, Alamofire di iOS, atau Retrofit di Android. Mereka sama-sama bertugas untuk mengirim permintaan HTTP(S) ke endpoint API. Setiap permintaan tersebut berisi informasi seperti URL, parameter, headers, dan mungkin juga token autentikasi.
Menunggu Respons
Setelah permintaan terkirim, aplikasi akan menunggu balasan dari server. Balasan ini biasanya berupa file dalam format JSON atau XML dan berisi data yang dibutuhkan. Selama prosesnya berjalan, status UI biasanya menunjukkan “loading”. Sebuah animasi pemuatan agar para pengguna tahu bahwa suatu sistem sedang bekerja.
Mengelola dan Menampilkan Data
Berikutnya, apabila data berhasil diterima, aplikasi akan langsung memprosesnya. Misalnya memformat tanggal, memfilter hasil, atau menghitung jumlah tertentu. Sebelum akhirnya mereka tampilkan ke pengguna. Proses fetching data ini penting guna memastikan informasi yang tampil dalam bentuk informatif dan relevan.
Menangani Error
Penting untuk menjadi catatan bahwa tak semua permintaan yang user ajukan selalu berhasil. Banyak request yang pada akhirnya gagal akibat faktor tertentu. Karena itu, aplikasi juga harus siap menangani kondisi seperti:
- Koneksi internet yang terputus.
- Server lambat atau tidak mampu merespons.
- Data yang pengguna minta tidak ditemukan justru keluar peringatan (error 404).
- Masalah otorisasi (error 401 atau 403).
Contoh dari Fetching Data

Ada banyak sekali contoh fetching data yang hampir setiap hari kita jumpai pada aplikasi. Meski banyak yang tidak menyadarinya. Untuk memberikan gambaran nyata, berikut beberapa implementasi fetching dalam kehidupan sehari-hari.
Situs Web
Halaman e-commerce seperti Tokopedia atau Shopee melakukan fetching saat pengguna mengetik kata kunci di kolom pencarian. Sistem toko online tersebut akan mengirim permintaan ke server kemudian mengembalikan daftar produk relevan.
Mobile App
Selanjutnya, aplikasi perpesanan seperti WhatsApp atau Telegram menggunakan real-time data fetching untuk memperbarui isi chat. Baik menggunakan polling secara berkala atau teknologi lain seperti WebSocket. Meskipun ini lebih cenderung ke streaming, namun konsep dasarnya mirip dengan tujuan mengambil data terbaru.
Dashboard Admin
Contoh lainnya adalah aplikasi manajemen data seperti Google Analytics. Mereka melakukan pengambilan data saat pengguna mengganti rentang tanggal. Data statistik akan termuat ulang sesuai waktu yang pengguna tentukan.
Keunggulan Teknik Fetching Dataap
Seperti halnya teknologi lainnya, teknik pengambilan data ini memiliki kelebihan dan juga beberapa batasan. Keduanya sangat perlu pengguna maupun pengembang perhatikan supaya proses penghimpunan informasi lebih tepat guna. Adapun keunggulannya sebagai berikut.
- Prosesnya real-time dan dinamis. Sehingga pengguna bisa melihat data terbaru tanpa perlu memuat ulang seluruh halaman. Ini meningkatkan pengalaman secara drastis.
- Lebih efisien karena hanya data khusus yang diminta sesuai permintaan pengguna. Sehingga menghemat bandwidth sekaligus mempercepat proses.
- Mendukung arsitektur modern serta ideal untuk aplikasi berbasis SPA (Single Page Application) maupun PWA (Progressive Web App).
- Cukup fleksibel untuk berbagai jenis data termasuk teks, gambar, file, bahkan metadata.
- Scalable karena frontend dan backend bisa berkembang secara independen. Membuat teknik fetching data ini mendukung pengembangan aplikasi berskala besar.
Kelemahan Teknik Fetching Data
Adapun sejumlah kelemahannya antara lain:
- Ketergantungan pada koneksi internet. Jika koneksi tidak stabil, proses pengambilan data bisa gagal atau lambat.
- Timbul latency, biasanya ada jeda waktu antara permintaan dan respons. Ini wajar, namun jika tidak tertangani dengan baik, hal tersebut bisa membuat pengguna menunggu terlalu lama.
- Fetching bisa membuka celah keamanan jika data tidak pengguna enkripsi atau apabila token otorisasi disalahgunakan.
- Meski seringkali pas, kadang data yang diambil terlalu banyak, atau justru kurang lengkap. Sehingga memerlukan permintaan tambahan.
- Selain itu, proses mengelola status loading, error, dan sukses di UI bisa menjadi rumit. Apalagi jika data berasal dari banyak sumber. Proses pemuatan tersebut seringkali memicu masalah dan bug sistem.
Kapan Fetching Digunakan?
Fetching data adalah proses penting dalam dunia teknologi dan pengembangan aplikasi yang digunakan untuk mengambil data dari sumber lain, baik internal maupun eksternal. Proses ini memastikan aplikasi selalu bekerja dengan informasi yang relevan dan terbaru.
Pertama, fetching digunakan saat mengambil data dari sumber eksternal, seperti server atau API. Contohnya, aplikasi cuaca menggunakan proses ini untuk mendapatkan informasi suhu dan kondisi cuaca terkini. Kedua, pada aplikasi yang memerlukan pembaruan real-time, seperti berita atau saham, fetching berperan dalam menarik data terbaru setiap saat agar pengguna selalu mendapatkan informasi paling mutakhir.
Ketiga, fetching data juga digunakan untuk menyinkronkan beberapa sumber data, misalnya menggabungkan informasi dari database internal dan API eksternal. Ini memungkinkan aplikasi menyajikan data yang lebih lengkap dan mendalam. Terakhir, proses ini dapat membantu mengurangi beban pengolahan di perangkat pengguna, karena sebagian besar pemrosesan dilakukan di server. Dengan begitu, performa aplikasi menjadi lebih cepat dan pengalaman pengguna pun lebih optimal.
Baca juga: Mengenal Relational Database Management System dan Fungsi
Penutup
Secara keseluruhan, fetching mampu menjadi fondasi dari bagaimana aplikasi modern bekerja. Kemampuan untuk mengambil informasi secara real-time, memprosesnya, hingga menyajikannya secara cepat kepada pengguna menjadikan tekniknya sangat krusial. Apalagi dalam dunia pengembangan perangkat lunak.
Meski ada beberapa tantangan yang harus pengguna hadapi, teknologi ini tetap menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan skalabilitasnya. Di samping itu, seiring berkembangnya kebutuhan aplikasi digital, teknik fetching pun turut berevolusi.
Munculnya konsep seperti lazy loading, pagination, hingga GraphQL menjadi upaya dalam menyempurnakan proses fetching data agar lebih optimal. Bagi pengembang, memahami cara kerja fetching bukan hanya penting. Melainkan suatu keharusan dalam rangka membangun aplikasi yang cepat, efisien, aman dan user-friendly.
Oleh karena itu, Anda harus menggunakan layanan Private Cloud IDCloudHost yang jadi solusi infrastruktur khusus untuk aplikasi dengan trafik tinggi dan kebutuhan pengolahan data real-time.