Sudah bukan rahasia lagi jika Kanban sebagai metode visualisasi proyek yang cukup populer di agile. Hal inilah yang membuat banyak orang tergiur untuk menggunakannya. Kendati demikian, ada sebagian pengguna yang belum mengenalnya. Pada akhirnya, ia tak bisa menggunakannya sebagaimana mestinya. Maka dari itu, kenali secara lebih mendalam tentangnya.
Apa Itu Kanban ?
Agile sebenarnya memiliki definisi berupa kumpulan beberapa metode mengembangkan perangkat lunak. Pengembangannya berlangsung secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Salah satu dari sekian banyak metode tersebut ialah Kanban. Bukan sembarang metode, melainkan sudah sangat populer di Agile.
Hal ini terlihat dari banyaknya pengguna yang menggunakan metode Kanban. Namun sebenarnya apa itu Kanban? Pada dasarnya, Kanban ialah kerangka manajemen proyek yang fokus pada visualisasi proses. Hal ini untuk memantau tugas. Bukan hanya itu, hal ini juga berguna dalam mengurangi inefisiensi proyek tertentu. Hal inilah yang membuatnya banyak peminat.
Dengan definisi tersebut, bisa kita bilang bahwa metode ini menggunakan visualisasi seperti halnya kolom, kartu atau papan khusus. Nantinya papan tersebut untuk mengelola tugas maupun alur kerja. Dengan demikian, pekerjaan tersebut bisa dilaksanakan secara efektif. Hal ini jelas membantu pengguna karena melancarkan proses produksi.
Saat membicarakannya, tentu juga menyinggung soal papan Kanban. Dalam hal ini, papan tersebut yakni alat manajemen proyek agile. Alat ini bisa membantu pengguna untuk memvisualisasikan pekerjaan. Bisa juga jadi pembatas pekerjaan yang tengah dilakukan. Karena hal itu, penggunaannya jadi maksimal dan efisien. Tim agile maupun DevOps pun bisa membangun keteraturan dalam menjalankan pekerjaannya.
Baca juga: Integrated Development Environment Istilah Penting Developer
Fungsi Kanban

Dari pengertian, kini kita beralih ke fungsi Kanban sebagai metode visualisasi proyek. Kanban memiliki kegunaan yang luar biasa menguntungkan setiap penggunanya. Berikut beberapa fungsinya.
Mengurangi Produksi Berlebih
Salah satu kegunaannya ialah bisa mengurangi produksi berlebih. Hal ini karena sistem tersebut membantu pengguna untuk menyesuaikan produksi dengan keinginan atau permintaan pelanggan.
Karena hal itu, tak ada barang produksi yang terbuang. Bahkan ada beberapa perusahaan yang tak menggunakan gudang penyimpanan, melainkan mengubahnya jadi area produksi. Hal ini karena gudang penyimpanan tak lagi fungsional saat menggunakan sistem Kanban. Untuk itu, perusahaan tersebut jadi lebih produktif.
Jadi Kontrol Visual
Kegunaannya tak hanya bisa mengurangi produksi berlebih saja, melainkan juga jadi kontrol visual. Hal ini karena sistem tersebut bisa mengefisiensi fungsi pemimpin.
Berkat sistem tersebut, tim bisa menyadari progresnya dari waktu ke waktu. Hal tersebut berlangsung secara otomatis sehingga terasa praktis, hemat waktu dan tenaga. Saat mengetahui progresnya, maka bisa melakukan evaluasi. Hal ini tidak lain supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik kedepannya.
Memberikan Instruksi
Tak banyak yang menyadari bahwa ternyata sistem Kanban sebagai metode visualisasi proyek ini juga berguna untuk memberikan instruksi atau perintah. Hal ini karena sistem tersebut mewakili instruksi untuk tim yang sedang bekerja. Dalam hal ini, sistem tersebut akan menjelaskan apa yang perlu dilakukan oleh tim. Kanban juga bertugas untuk menjelaskan hal apapun itu yang tidak harus dikerjakan oleh tim.
Baca juga: Laravel vs CodeIgniter, Mana Lebih Baik untuk Proyek Anda?
Alasan Kanban Jadi Metode Visualisasi Proyek Populer
Dari kegunaannya, tentu bisa mengetahui bahwa sistem ini memang penting. Berkaca dari hal itu, sebenarnya ada banyak alasan kenapa sistem tersebut jadi metode visualisasi populer di agile. Adapun alasannya ialah sebagai berikut.
Bisa Meningkatkan Responsivitas
Salah satu alasannya lantaran sistem ini bisa meningkatkan responsivitas. Hal ini membuat tim menjadi lebih responsif apabila ada perubahan permintaan pelanggan. Tim juga bisa memberikan tanggapan secara cepat ketika ada perubahan pasar. Dari sini bisa kita ketahui bahwa sistem tersebut membantu tim untuk mengubah prioritas maupun fokus kerja secara cekatan.
Cegah Beban Kerja Berlebihan
Alasan lainnya kenapa sistem ini populer di agile yaitu karena bisa mencegah beban kerja yang berlebihan. Jika memanfaatkan sistem ini, tim tidak akan bekerja terlalu ekstra karena menghadapi banyak tugas secara bersamaan. Hal ini lantaran sistem tersebut bisa menerapkan batasan pekerjaan yang tengah berjalan di tiap status proses. Saat batas kerjanya sudah tercapai, maka tak akan ada tugas baru yang masuk ke progres tersebut.
Kemudian untuk pekerjaan lainnya, akan otomatis menunggu hingga gilirannya tiba. Karena tidak mengalami beban kerja yang berlebihan, tim pun jadi lebih produktif dan prosesnya juga efisien.
Peningkatan Kualitas
Alasan Kanban sebagai metode visualisasi proyek juga ada kaitannya dengan peningkatan kualitas. Tak banyak yang menyadari bahwa ternyata prinsip sistem ini juga singgung terkait kualitas untuk memastikan pekerjaan telah memenuhi standar berlaku. Saat kualitasnya sudah terjamin, baru bisa pindah ke tahap berikutnya. Hal ini bisa meminimalisir kesalahan yang mungkin saja terjadi atau di luar dugaan.
Mudah Digunakan
Popularitasnya juga karena sistem ini mudah digunakan. Bahkan pemula juga bisa menggunakannya tanpa ribet. Kemudahan tersebut tidak lain karena tampilan visualnya intuitif. Tampilannya seperti halnya papan dan kartu. Dengan tampilan visual tersebut, pengguna bisa lebih cepat beradaptasi. Tim pun bisa memahami bagaimana alur pekerjaan yang tengah berlangsung saat itu juga.
Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan bisa meningkat dengan baik apabila memanfaatkan sistem Kanban sebagai metode visualisasi proyek. Hal ini lantaran tim cenderung memberikan layanan atau produk yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Pelanggan pun bisa lebih puas dan bahkan tidak ragu untuk membeli produk atau menggunakan layanannya lagi. Sistem ini memang mendorong tim untuk fokus pada pekerjaannya.
Bisa Custom
Banyaknya orang yang menggunakan sistem ini lantaran kemudahan untuk kustomisasi. Dengan begitu, pengguna bisa menggunakannya sesuai keinginan dan kebutuhan. Sistem ini sendiri memang bersifat fleksibel. Pengguna bisa menyesuaikannya dengan alur kerja spesifik suatu proyek. Hal ini memungkinkan tim untuk mengelola tugasnya secara efektif dan relevan. Kustomisasinya sendiri mencangkup banyak hal. Mulai dari warna, kolom maupun label yang ada di kartu.
Peningkatan Transparan
Sistem ini bisa menciptakan tingkat transparansi tinggi yang ada di dalam tim. Oleh karena itu, sistem ini memungkinkan tiap orang untuk melihat bagaimana status pekerjaan dengan real time. Karena hal itu, sistem ini bisa melancarkan komunikasi tiap pengguna. Pemecahan masalah pun jadi lebih mudah dan berjalan efektif.
Bisa Dipakai Banyak Orang
Untuk menggunakan sistem ini, tidak perlu saling berebut. Hal ini karena sistem tersebut bisa digunakan oleh banyak orang sekaligus. Koordinasi maupun kolaborasi pun jadi terasa lebih mudah. Bahkan juga bisa memanajemen tim secara maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem tersebut memang menguntungkan setiap penggunanya.
Baca juga: Apa Itu Iterasi? Konsep Dasar Pengembangan Produk & Software
Penutup
Dari uraian di atas, kita bisa mengatasi bahwa Kanban sebagai metode visualisasi proyek yang populer di agile memang benar adanya. Hal ini karena ada banyak alasan yang memperlihatkan kenapa metode visualisasi tersebut begitu populer.
Kanban membantu tim agile bekerja lebih terstruktur, transparan, dan adaptif terhadap perubahan. Gunakan infrastruktur yang fleksibel untuk mengelola tools Kanban secara mandiri dan efisien. Gunakan layanan Private Cloud IDCloudHost ideal untuk perusahaan yang mengelola proyek agile secara internal dan membutuhkan kontrol penuh atas sistem manajemen proyek berbasis cloud yang aman dan scalable.