Apa Itu RESTful API? Penghubung Aplikasi Standar Modern

Web & Development

Bagi siapa saja yang aktif mengembangkan aplikasi atau berkecimpung di bidang terkait, tentu sudah tak asing lagi dengan RESTful API. Pada dasarnya, antarmuka tersebut berperan penting sebagai penghubung aplikasi. Dalam menjalankan kinerjanya, antarmuka ini menerapkan standar modern. Untuk lebih mengenal antarmuka tersebut, bisa cermati uraian lengkapnya di bawah ini.

Pengertian RESTful API

Apabila tertarik ingin mengenal antarmuka ini, tentu perlu tahu pengertiannya terlebih dulu. Dalam hal ini, RESTful API merujuk pada antarmuka yang dipakai dua sistem komputer sekaligus. Penggunaannya untuk saling bertukar informasi lewat internet. Saat melakukan hal tersebut, pengguna tak perlu khawatir karena terbukti aman.

Informasinya tak akan bocor ke orang lain. Hal ini turut memperlihatkan bahwa penggunaannya bisa mencegah informasinya disalahgunakan. Terkait hal itu, perlu diketahui bahwa sebagian aplikasi bisnis kerap menjalin komunikasi dengan aplikasi internal. Bahkan juga melibatkan pihak ketiga lainnya dengan tujuan untuk berbagi tugas.

Karakteristik RESTful API

Dari pengertiannya, tentu juga bisa tahu bahwa RESTful API bukanlah REST. Keduanya merupakan istilah yang berbeda. Hal ini karena REST dengan singkatan Representational State Transfer ialah salah satu tipe arsitektur perangkat lunak. Supaya lebih mudah dalam membedakannya, RESTful API memiliki karakteristik tersendiri. Ketahui dengan baik karakteristik tersebut sebagaimana uraian di bawah ini.

Ada Sistem Lapisan

Salah satu cirinya yakni antarmuka ini memiliki sistem lapisan. Tiap lapisannya memiliki tanggung jawab penuh dalam proses permintaan pengguna.

Tanggung jawabnya juga mencangkup respon server. Dalam ketersediaannya, lapisan-lapisan tersebut diurutkan secara hierarkis. Dengan begitu, tiap lapisan bisa saling berinteraksi walaupun terpisah. Fungsinya juga beragam, seperti halnya untuk loading.

Komunikasi Stateless

Ciri selanjutnya, antarmuka RESTful API yang satu ini memiliki komunikasi stateless. Dalam hal ini, artinya jalinan komunikasi antara server dan klien tak boleh menyimpan rahasia di antara tiap permintaan. Permintaan tersebut berisikan data yang harus langsung diwujudkan. Karena hal itu, tak tergantung dengan informasi yang tersimpan di sesi lainnya.

Interface Seragam

Pengguna juga perlu tahu bahwa antarmuka ini memiliki karakteristik berupa interface seragam. Dengan antarmuka seragam, pengguna jadi lebih mudah untuk mengembangkan aplikasi secara independen.

Selain itu, interface seragam juga membantu pengguna untuk menemukan komunikasi terstandar di antara software maupun user. Untuk menciptakan dan mempertahankan antarmuka seragam ini sendiri, ada syarat tertentu. Adapun salah satu syarat tersebut yakni melakukan manipulasi resource. Untuk melakukannya, pengguna bisa memanfaatkan representasi.

Baca juga : Mengenal Apa Itu Public API? Definisi dan Kelebihannya

Manfaat Menggunakan RESTful API

restful api

RESTful API yang terkenal sebagai penghubung aplikasi dengan standar modern ini menawarkan banyak manfaat kepada penggunanya. Hal inilah yang membuat banyak orang tergiur untuk menggunakannya. Manfaat ini juga bisa jadi pertimbangan apakah benar-benar ingin menggunakannya atau tidak. Adapun beberapa manfaatnya yakni sebagai berikut.

Fleksibilitas

Salah satu manfaatnya yakni antarmuka ini memungkinkan pengguna untuk merasakan fleksibilitas. Hal ini karena antarmuka tersebut mendukung pemisahan total antara klien dan server.

Karena hal itu, tiap bagian bisa lebih berkembang secara mandiri. Perubahan pada platform server pun tak akan terpengaruh aplikasi klien. Dengan begitu, kehandalan antarmuka RESTful API dalam melapisi fungsi aplikasi bisa meningkatkan fleksibilitas. Pengguna pun bisa merasa lebih untung saat memanfaatkannya.

Interdependensi

Manfaat lainnya apabila menggunakan antarmuka ini yaitu interdependensi. Hal ini lantaran antarmuka tersebut menawarkan kemandirian dengan melibatkan teknologi yang ada di dalamnya. Karena hal itu, pengguna jadi lebih mudah untuk mengembangkan aplikasi. Pengembangan aplikasinya melibatkan berbagai bahasa pemrograman, namun tidak mempengaruhi struktur API.

Skalabilitas

Tak banyak yang menyadari bahwa ternyata penggunaan antarmuka ini juga cenderung skalabilitas. Hal ini karena sistem yang telah menerapkannya bisa membuat skala secara efektif dan efisien.

Kondisi tersebut bisa membuat interaksi antara klien dan server jadi lebih optimal. Bukan hanya itu, pemanfaatannya juga bisa membuat cache dikelola dengan baik. Pada akhirnya, penggunaan antarmuka RESTful API ini bisa meningkatkan performa. Apalagi ada dukungan fitur yang bisa menunjang skalabilitas tanpa membuat komunikasi terhambat.

Dukungan untuk Beragam Format Data

Masih membicarakan mengenai manfaat apabila menggunakan antarmuka ini, rupanya juga berkaitan dengan dukungan untuk beragam format data. Karena hal itu, pengguna bisa merasakan fleksibilitas ketika melakukan pertukaran data antara server dan klien.

Dukungan untuk beragam format representasi data ini juga memberikan kemudahan bagi antarmuka tersebut saat melakukan adaptasi dengan berbagai skenario penggunaan. Hal ini juga membantunya untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari klien atau aplikasi yang mengakses API.

Dari segudang keuntungan ini, bisa kita ketahui bahwa antarmuka tersebut memang memiliki keistimewaan tersendiri. Antarmuka ini sangat mudah untuk digunakan.

Selain itu, antarmuka ini juga siap berkembang sesuai tuntutan pasar. Pengguna yang memanfaatkan antarmuka ini untuk membangun aplikasi juga terasa lebih efisien.

Contoh Penggunaan RESTful API

Supaya lebih mengenalnya, tentu perlu mengetahui apa saja contohnya. Dengan begitu, bisa lebih maksimal saat memanfaatkannya nantinya. Berikut contoh-contohnya.

E-commerce

Salah satu contoh penerapan antarmuka RESTful API yaitu e-commerce. Marketplace online tersebut menerapkan antarmuka ini untuk membantu pengembang dalam membangun aplikasi. Pada akhirnya, aplikasi tersebut bisa mengakses data produk, informasi pelanggan maupun riwayat pesanan secara mudah. Hal ini juga jadi jembatan komunikasi antara penjual dan pembeli.

Media Sosial

Selain e-commerce, contoh lainnya yaitu media sosial. Saat ini ada banyak platform media sosial yang menggunakan antarmuka tersebut.

Dengan memanfaatkannya, maka bisa membantu pengembang pihak ketiga dalam mengintegrasikan layanan. Misalnya Facebook Graph API serta Twitter Rest API. Keduanya menyediakan akses yang mudah untuk mengetahui data pengguna. Bahkan juga bisa mengakses pembaruan pos maupun berinteraksi dengan platform secara praktis.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Facebook Conversion API

Cara Kerja RESTful API

Pengguna yang ingin lebih mendalaminya juga perlu mengetahui bagaimana cara kerjanya. Pada dasarnya, antarmuka tersebut bekerja dengan memanipulasi resource sekaligus representasi. Lalu pengguna dan server saling mempertukarkan representasi tersebut. Pertukarannya melalui interface tersandar. Bahkan juga melibatkan protokol komunikasi.

Dengan cara kerja antarmuka RESTful API tersebut, pengguna yang ingin menggunakan fungsi aplikasi tertentu, perangkat otomatis mengirim permintaan lewat HTTP ke server. Selanjutnya, server tersebut akan mencari resource sesuai kebutuhannya.

Setelah itu, server akan menyampaikan representasi state. Hal ini sebagai wujud respon ke pengguna. Penyampaiannya pun menggunakan protokol yang sama.

Dalam representasi ini sendiri rupanya bisa dibuat menggunakan beragam format. Hal ini tak terkecuali XML atau JSON sekalipun. Perlu dipahami juga bahwa kebutuhan mengirimkan permintaan aplikasi, perlu menjalankan beberapa fungsi standar di dalam database sistem. Dengan begitu, prosesnya baru bisa berjalan lancar.

RESTful API dalam Dunia Full Stack Developer

Sebagai seorang Full Stack Developer, Anda dituntut untuk menguasai baik sisi front-end maupun back-end dalam pengembangan aplikasi web. Salah satu keahlian penting yang wajib dimiliki adalah pemahaman terhadap RESTful API. Teknologi ini menjadi fondasi utama dalam menjembatani komunikasi antara tampilan pengguna dan logika di sisi server.

Pertama, RESTful API digunakan untuk membangun interaksi aplikasi, yaitu menghubungkan bagian front-end yang menampilkan data dengan back-end yang mengelola dan menyimpannya. Tanpa API, komunikasi antara keduanya tidak dapat berjalan secara efisien.

Kedua, RESTful API memudahkan Anda dalam melakukan integrasi dengan layanan eksternal, seperti sistem pembayaran online, autentikasi media sosial, atau layanan pihak ketiga lainnya. Hal ini memungkinkan aplikasi menjadi lebih kaya fitur dan terhubung dengan ekosistem digital yang lebih luas.

Selain itu, RESTful API juga sangat ideal digunakan dalam arsitektur microservices, di mana aplikasi dibagi menjadi layanan-layanan kecil yang saling terhubung melalui API. Pendekatan ini mendukung pengembangan aplikasi yang modular, skalabel, dan mudah dikelola, menjadikan RESTful API sebagai alat penting dalam toolkit seorang Full Stack Developer.

Baca juga: Mengenal Rapid Application Development Metodologi Fleksibel

Penutup

Dengan demikian RESTful API sudah semakin banyak digunakan saat ini. Tak mengherankan karena antarmuka tersebut bisa jadi penghubung aplikasi yang efektif dan cepat. Dalam menghubungkannya, antarmuka ini menggunakan standar modern sehingga sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan layanan Bare Metal Server IDCloudHost yang emberikan performa tinggi dan kontrol penuh untuk mengelola layanan API dengan trafik besar dan kebutuhan keamanan tingkat lanjut.