Serangan SYN flood merupakan salah satu jenis serangan DDoS (Distributed Denial of Service). Tujuan dari serangan cyber ini, adalah memperoleh paket ACK bervolume tinggi agar dapat melemahkan respon pada server. Server yang terkena serangan akan menunjukkan beberapa tanda. Pertama, server memiliki koneksi internet yang sangat lambat. Kedua, server memiliki traffic internet yang tidak wajar dari IP tertentu. Ketiga, akses server menjadi terganggu.
Daftar Isi
Mengenal Serangan SYN Flood
SYN flood merupakan serangan yang menargetkan sumber daya sistem melalui permintaan koneksi TCP SYN secara berlebihan. Serangan ini mencoba mengeksploitasi proses handshake tiga langkah yang terdapat dalam protokol TCP. Diantaranya, SYN (Synchronize), SYN-ACK (Synchronize-Acknowledge), dan ACK (Acknowledge). Setelah melewati proses handshake tiga langkah ini, koneksi TCP berhasil dibangun dan data server dapat ditransfer.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anti-DDoS Adalah Investasi Keamanan Digital
Dampak Serangan SYN Flood
Jenis serangan DDoS ini harus diwaspadai. Dampak dan kerugiannya tidak hanya dialami oleh pemilik server, tetapi juga pengguna server yang sah. Selain berdampak pada layanan server, serangan SYN juga mengakibatkan kerugian finansial. Bahkan, reputasi server (layanan, aplikasi, atau website) bisa menurun. Untuk detailnya, berikut dampak serangan SYN Flood.
Downtime Layanan
Server menyediakan layanan yang bisa diakses oleh para pengguna sah. Ketika serangan SYN terjadi, server menjadi tidak responsif dan mengakibatkan downtime layanan. Akibatnya, layanan server tidak bisa lagi digunakan.
Pengguna Akhir Tidak Bisa Menggunakan Layanan
Pengguna akhir merupakan karyawan internal, pelanggan, atau klien, yang menggunakan layanan server. Serangan SYN membuat pengguna akhir tidak bisa mengakses layanan server. Jika layanan diakses setiap saat untuk menunjang aktivitas sehari-hari tetapi justru mengalami gangguan, dapat berdampak pada kondisi psikis pengguna. Pengguna merasa frustasi karena sudah sejak lama mengandalkan layanan tersebut.
Biaya Operasional yang Tinggi
Mengatasi serangan SYN flood bukan hal yang mudah. Pemilik server, baik itu organisasi maupun perusahaan, harus mengeluarkan biaya operasional yang tinggi untuk mendeteksi, memantau, merespons, dan mengatasi serangan. Biaya operasional akan semakin membengkak jika membutuhkan tenaga ahli dan profesional untuk menangani serangan. Belum lagi, penanganan serangan membutuhkan waktu yang lebih lama, perusahaan atau organisasi butuh biaya lebih banyak.
Infrastruktur IT Menjadi Terganggu
Serangan SYN dapat memberikan beban yang sangat besar pada infrastruktur IT perusahaan atau organisasi. Tidak hanya server yang mengalami gangguan karena meningkatnya volume lalu lintas, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada perangkat jaringan.
Kerugian Finansial
Beberapa bisnis mengandalkan transaksi online untuk memperoleh pendapatan. Untuk menarik minat konsumen agar terus menggunakan produk atau jasa, sejumlah bisnis bergantung pada fitur berlangganan. Serangan SYN dapat mengganggu transaksi online atau fitur berlangganan, sehingga pendapatan perusahaan mengalami penurunan. Jika terus berlanjut, perusahaan akan berpotensi mengalami kerugian finansial.
Berdampak pada Reputasi Perusahaan atau Organisasi
Sebagai salah satu jenis serangan DDoS yang wajib diwaspadai, SYN flood tidak hanya mengganggu layanan server saja, tetapi juga memperburuk reputasi perusahaan atau organisasi. Layanan yang tidak bisa diakses karena serangan SYN, membuat pelanggan dan mitra bisnis kecewa. Keamanan layanan perusahaan atau organisasi tidak memiliki sistem yang baik.
Pelanggan maupun mitra bisnis akan menilai, jika keamanan layanan perusahaan sangat buruk. Ketidak percayaan pelanggan dan mitra bisnis, dapat berdampak pada kerja sama yang sudah dibangun sejak lama.
Baca juga: Peran Anti-DDoS Mendukung Kepatuhan Regulasi Keamanan Data
Jenis Serangan DDoS yang Menargetkan Server

Dalam dunia cyber, serangan DDoS memiliki beberapa jenis dengan target yang berbeda. Salah satunya, serangan SYN flood yang menargetkan server tertentu. Serangan DDoS dibedakan menjadi 7 lapisan atau layer. Serangan SYN termasuk ke dalam layer empat dan gabungan antara layer tiga dengan layer empat.
Layer tiga disebut sebagai session layer. Sedangkan layer empat disebut sebagai transport layer. Untuk lebih jelasnya, berikut pemaparannya.
Layer Empat – Transport Layer
Transport layer merupakan serangan yang mengirimkan data menggunakan protokol transmisi, tak terkecuali TCP dan UDP. Contohnya, adalah serangan SYN flood. SYN flood mengirimkan permintaan SYN ke server tanpa menyelesaikan tiga langkah handshake TCP. Akibatnya, sumber daya server terkuras karena menunggu koneksi yang tidak pernah terselesaikan.
Layer Tiga dan Empat – Serangan Protokol
Serangan protokol merupakan serangan yang menargetkan layanan untuk menguras sumber daya server atau mengganggu peralatan jaringan (firewall dan load balancer). Contohnya, SYN flood yang melakukan serangan dengan mengirimkan permintaan SYN TCP ke target dengan menggunakan alamat IP palsu.
Server yang terus menunggu konfirmasi tidak selesai, akan kehabisan sumber daya. Pengguna tidak bisa menggunakan layanan server karena sudah tak tersedia.
Baca juga: Serangan SYN-ACK Flood, Ancaman Tersembunyi pada Jaringan
Cara Kerja Serangan SYN Flood
SYN flood memiliki cara kerja yang berbeda dengan jenis serangan DDoS lainnya. Penyerang akan mengirim segmen SYN ke server target dalam jumlah yang cukup besar. Setelah itu, penyerang akan meminta koneksi TCP baru. Segmen SYN yang berhasil dikirim, server akan menerima dan mengalokasikan sumber daya untuk koneksi TCP baru. Server akan mengirimkan kembali segmen SYN-ACK ke penyerang.
Ketika server mengirimkan segmen SYN-ACK, penyerang tidak akan memberi respon. Akibatnya, koneksi dalam status setengah terbuka. Server selalu menerima koneksi baru yang sah dari pengguna lain. Namun, karena banyaknya koneksi setengah terbuka akibat serangan SYN flood, server kehabisan sumber daya.
Tidak hanya terganggunya penerimaan koneksi yang sah, server juga bisa mengalami penurunan kapasitas CPU, kehabisan memori, hingga kegagalan entri dalam tabel koneksi. Serangan SYN berdampak pada penurunan kinerja server. Bahkan, server menjadi tidak responsif dan layanan server untuk pengguna sah mengalami gangguan.
Cara Anti DDoS untuk Melindungi Website Dari SYN Flood
Server seperti website, rentan mengalami serangan SYN. Bahkan, serangan bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa pemilik website sadari. Sebagai langkah pencegahan, ada beberapa cara anti DDoS untuk melindungi website. Berikut beberapa diantaranya.
Mematuhi Protokol HTTP
Cara pertama, yakni mematuhi protokol HTTP standar dengan konsisten. Konsistensi terhadap protokol HTTP, dapat membedakan lalu lintas yang sah dengan lalu lintas berbahaya. Selain itu, juga menetapkan penyaringan paket yang jelas. Website harus memiliki mekanisme fallback. Ketika terjadi serangan, waktu henti, biaya, dan risiko keamanan dapat diminimalisir.
Menggunakan Web Application Firewall (WAF)
Untuk menjaga website dari serangan, penting untuk menggunakan layanan keamanan khusus. Salah satunya adalah Web Application Firewall atau WAF. WAF berfungsi untuk membantu memitigasi serangan. Adanya layanan keamanan ini, dapat menahan serangan DDoS. Serangan DDoS seringkali menargetkan komponen yang tidak memiliki perlindungan.
Penutup
Anti DDoS tidak selalu dapat menahan serangan SYN, terutama serangan dengan intensitas tinggi. Belum lagi, ancaman SYN flood terus berubah-ubah dengan risiko yang selalu berkembang. Itulah mengapa, penting bagi pemilik website untuk meningkatkan keamanan dengan layanan Anti- DDoS Protection dari IDCloudHost secara berkelanjutan dan jangka panjang. Selain dapat menahan serangan SYN flood, juga meningkatkan keamanan cyber.