Fake Session Attack (Serangan Sesi Palsu) adalah teknik pembajakan sesi (session hijacking) di mana penyerang mengambil alih sesi web atau aplikasi yang sedang aktif dengan mencuri atau mencegat ID sesi atau cookie milik pengguna asli. Setelah memperoleh ID sesi tersebut, penyerang dapat menyamar sebagai pengguna sah untuk mengakses data sensitif, melakukan tindakan atas nama korban, atau melakukan transaksi yang merugikan.
Serangan ini berisiko tinggi karena memanfaatkan kredensial sesi yang sudah terautentikasi sehingga mengabaikan mekanisme login. Untuk dampaknya meliputi pelanggaran privasi, kerugian finansial, serta kerusakan reputasi bagi individu maupun organisasi.
Mengenal Fake Session Attack
Fake Session Attack adalah jenis serangan di mana penyerang berusaha memalsukan sesi komunikasi TCP antara dua perangkat dalam jaringan. Inti serangan ini adalah memanfaatkan sesi yang sudah ada atau membuat sesi palsu untuk mengelabui server sehingga komunikasi yang sah terganggu, sumber daya server terkuras, dan akhirnya server tidak dapat melayani permintaan pengguna asli.
Serangan ini biasanya meniru rangkaian paket TCP yang valid dengan mengirimkan paket SYN palsu diikuti beberapa paket ACK dan ditutup dengan paket FIN atau RST, atau dengan melewatkan SYN dan langsung mengirim ACK diikuti FIN atau RST. Pola paket yang disimulasikan secara keseluruhan menyerupai lalu lintas sesi TCP asli sehingga mudah lolos dari pemeriksaan alat keamanan yang hanya menganalisis satu arah lalu lintas, terutama pada jaringan dengan perutean asimetris.
Karena penyerang dapat mensimulasikan komunikasi TCP yang tampak sah, serangan ini efektif menghabiskan koneksi dan sumber daya sistem dengan laju pengiriman yang relatif rendah sehingga sulit terdeteksi dibanding serangan banjir biasa.
Pemalsuan sesi sering disebut pembajakan sesi dan dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi pengguna dan penyedia layanan. Dengan sesi yang dikuasai, penyerang dapat menyamar sebagai pengguna sah untuk mengakses data pribadi, melakukan transaksi atau tindakan yang merugikan, serta menyebabkan gangguan layanan.
Untuk mengurangi risiko, praktik keamanan penting seperti penggunaan koneksi terenkripsi, pengaturan cookie sesi yang aman, dan meminta autentikasi ulang untuk tindakan sensitif harus diterapkan agar sesi tidak mudah dibajak.
Teknik Fake Session Attack
Fake Session Attack dimulai ketika pengguna masuk ke layanan seperti toko online, aplikasi, perbankan, atau portal lainnya. Setelah autentikasi, situs membuat sesi TCP sementara yang disimpan di browser pengguna.
Sesi ini memuat informasi identitas dan token yang memungkinkan server mengenali pengguna tanpa meminta login ulang selama sesi aktif. Sesi akan tetap ada di browser hingga pengguna menutup sesi secara eksplisit dengan logout atau hingga sesi kedaluwarsa oleh sistem.
Langkah berikutnya terjadi ketika penyerang berhasil mendapatkan akses ke sesi yang valid. Pembajakan sesi seringkali melibatkan pencurian cookie sesi atau pengambilan ID sesi melalui berbagai teknik seperti pencurian cookie, injeksi skrip lintas situs, penyadapan lalu lintas pada jaringan tidak aman, atau eksploitasi kelemahan konfigurasi sesi.
Dengan ID sesi yang dicuri, penyerang dapat menyamar sebagai pengguna sah tanpa harus melewati proses autentikasi, sehingga mengambil alih kontrol sesi tanpa disadari oleh pemilik asli.
Setelah menguasai sesi, penyerang dapat memanfaatkan akses tersebut untuk keuntungan finansial atau tujuan jahat lainnya. Aksi yang mungkin dilakukan antara lain melakukan transaksi tanpa izin, mencuri data pribadi, mengubah pengaturan akun, atau menuntut tebusan agar akses dikembalikan.
Situs dan jaringan dengan banyak sesi aktif dan beban tinggi menjadi target menarik karena peluang sukses lebih besar. Oleh karena itu perlindungan terhadap sesi harus menjadi prioritas bagi penyedia layanan dan pengguna agar integritas dan ketersediaan layanan tetap terjaga.
Baca juga: Kenali RST dan FIN Flood, Serangan TCP Melumpuhkan Server
Jenis Fake Session Attack

Fake Session Attack TCP yang digunakan penjahat siber sangat beragam dan dirancang agar sulit terdeteksi, sehingga operasi berlangsung rapi dan pengguna sering kali tidak menyadari bahwa sesi mereka telah dibajak. Meskipun bentuknya berbeda beda, tujuan umumnya sama yaitu meniru atau mengambil alih sesi komunikasi yang sah untuk menguras sumber daya server atau mendapatkan akses tidak sah. Sehingga penting bagi pengelola sistem untuk memahami jenis serangan ini dan langkah pencegahan serta deteksi yang tepat.
Skrip Lintas Situs
Jenis pemalsuan yang melibatkan penyerang menyuntikkan skrip ke halaman web yang menyebabkan browser web mengungkapkan kunci sesi pengguna. Setelah memperoleh kunci tersebut, pembajak akan mengambil alih sesi tersebut. Keamanan server akan melemah dan akan dikuasai penjahat dunia maya.
Pemalsuan Sisi Sesi
Serangan Fake Session Attack ini khusus mengakses lalu lintas jaringan pengguna untuk bisa mengakses lewat Wi-Fi kurang aman. Sering disebut dengan serangan man in the middle, dimana penjahat menggunakan penyadapan paket untuk memantau lalu lintas jaringan. Penyerang akan mendapat cookie sesi kemudian akan memakainya untuk mengelola sesi.
Fiksasi Sesi
Pada serangan ini penjahat akan membuat ID sesi lalu menipu pengguna supaya memulai sesi berikutnya. Penjahat akan mengirim email pada pengguna berisi tautan ke formulir log-in untuk situs web yang akan diakses. Pengguna akan log-in dengan ID palsu yang jadi celah untuk penyerang.
Serangan Man In The Browser
Selain serangan man in the middle, ada serangan man in the browser yang dilakukan penjahat untuk menginfeksi komputer korban. Korban akan tertipu dalam memasang malware ke sistem, setelah korban mengunjungi situs yang ditargetkan maka informasi transaksi akan diubah. Proses itu dilakukan tanpa diketahui pengguna bahkan dilakukan transaksi tambahan. Semua berjalan normal karena permintaan berasal dari komputer korban dan layanan web tidak bisa mendeteksi kepalsuannya.
ID Dapat Diprediksi
Algoritma khusus atau pola sering digunakan server web untuk menghasilkan ID sesi. Jika token sesi mudah diprediksi maka otomatis token sesi akan melemah. Apabila pemalsu bisa mendapat beberapa ID dan mampu menganalisis pola, bisa jadi ID sesi diprediksi secara valid.
Selama ini jika pengguna tidak aktif untuk login, serangan pemalsu sesi tidak akan mengganggu seperti situs web atau aplikasi mogok. Fake Session Attack yang dilakukan penyerang adalah menyamar sebagai pengguna kemudian meluncurkan sesi web baru. Dimana pengguna tidak mesti masuk pada saat penyerang melakukannya.
Baca juga: Apa Itu Serangan ACK & PUSH ACK Flood? dan Peran Anti-DDoS
Dampak Serangan Fake Session Attack
Pemalsuan sesi sangat berisiko bagi pengguna, karena jika sudah diserang akan sangat merugikan, entah dari pencurian maupun penyamaran. Dampak dari bahaya pemalsuan sesi adalah server atau situs web salah satunya akan lumpuh atau tidak bisa diakses.
Penyerang bisa mencuri identitas dan informasi pribadi yang sensitif pada akun korban. Identitas korban bisa diretas dan disamarkan demi kepentingan pribadinya tanpa sepengetahuan pengguna.
Lewat Fake Session Attack, penjahat dunia maya dapat melakukan transaksi atas nama pengguna dan menipu seseorang yang berhubungan dengan korban supaya bisa mentransfernya.
Penyamaran sesi bisa dilakukan penyerang guna mengganggu layanan situs terhambat. Akun akan dikuasai oleh penyerang sesukanya dan sangat merugikan pengguna tanpa sepengetahuannya. Hal ini akan membahayakan pengguna maupun orang lain yang berhubungan dengannya.
Oleh sebab itu penting untuk pengguna menambah keamanan jaringan dengan menggunakan aktivasi SSO dan TCP. Sistem ini akan melindungi autentikasi yang lebih kuat dan cookie sesi sulit diprediksi. Apalagi untuk pengguna yang menyimpan informasi keuangan maupun pelanggan harus lebih terjaga keamanannya.
Cara Kerja Fake Session Attack
Secara teknis, Fake Session Attack memanfaatkan kelemahan dalam protokol TCP, khususnya dalam proses pembentukan dan pemeliharaan sesi. Berikut adalah langkah umum bagaimana serangan ini dilakukan:
- Penyerang memonitor sesi TCP yang aktif antara klien dan server.
- Mereka mencoba mencuri informasi penting seperti nomor urut (sequence number) dalam paket TCP, yang digunakan untuk menjaga urutan data.
- Setelah mendapatkan nomor urut yang sesuai, penyerang membuat paket palsu yang tampak seolah-olah berasal dari klien asli.
- Server menerima paket palsu ini dan mempercayainya, sehingga mengalokasikan sumber daya untuk sesi palsu tersebut.
- Akhirnya, sumber daya server habis, mengakibatkan server tidak dapat melayani permintaan yang sah.
Teknik ini tidak hanya mengganggu performa server, tapi juga dapat digunakan sebagai dasar serangan lebih lanjut seperti Denial of Service (DoS) atau Distributed Denial of Service (DDoS).
Cara Mencegah Fake Session Attack
Menghindari transaksi ketika menggunakan Wi-Fi publik seperti belanja online atau perbankan bahkan hanya masuk media sosial. Kita tidak tahu ada penjahat dunia maya di sekitar yang bisa menyadap palet dan mengambil cookie sesi atau informasi lain.
Gunakan VPN untuk lebih menjaga keamanan jaringan saat menggunakan Wi-Fi publik untuk mencegah pembajak mengganggu. VPN akan bekerja menyembunyikan alamat IP dan menjaga privasi saat online. VPN juga akan mengenkripsi data yang pengguna terima maupun dikirim.
Selalu waspada pada phishing dengan cara menghindari klik tautan sembarangan tanpa anda ketahui jelas pengirimnya. Perhatikan situs web dengan URL yang dimulai HTTPS-S itu akan aman. Gunakan situs media sosial dengan pengamanan privasi atau pilih toko online yang punya keamanan kuat.
Baca juga: Serangan SYN-ACK Flood, Ancaman Tersembunyi pada Jaringan
Penutup
Dengan kita paham cara mencegah dan jenis teknik Fake Session Attack untuk melumpuhkan server maka serangan dari pembajak akan bisa lebih terkontrol. Keamanan server bisa kita jaga dengan baik dan tidak terganggu. Serangan dari penjahat dunia maya bisa diatasi tanpa rasa cemas dibajak ketika menggunakan aplikasi apapun.
Ditambah dengan solusi layanan Anti-DDoS IDCloudHost dirancang khusus untuk mendeteksi dan memblokir Fake Session Attack, bisnis Anda terlindungi dari upaya manipulasi sesi dan bot berbahaya tanpa mengorbankan pengalaman pengguna. Lindungi layanan online Anda sekarang!