Mengenal Excessive VERB Attack dalam dunia digital. Dimana Excessive VERB Attack adalah salah satu jenis serangan DDoS yang mengakibatkan server web menjadi tidak responsif. Caranya dengan mengirim jumlah permintan HTTP sangat banyak dan valid ke server korban. Dalam dunia digital seperti saat ini serangan cyber menjadi hal yang harus diperhatikan. Banyak serangan yang bisa saja terjadi termasuk Excessive VERB Attack. Masuk dalam kategori DDoS atau Distributed Denial of Service.
Serangan ini bertujuan untuk mengganggu fungsi normal layanan, server hingga jaringan dengan cara membanjiri melalui internet dari berbagai sumber. DDoS menyebabkan sistem menjadi terganggu, lambat bahkan tidak tersedia untuk pengguna yang sah. Serangan dilakukan melalui jaringan sistem yang telah disusupi. Misalnya pada komputer hingga perangkat Internet of Things yang bertindak sebagai bonet untuk dapat membanjiri target dengan mengirim banyak permintaan. Lantas apa sebenarnya dengan Distributed Denial of Service? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Excessive VERB Attack
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya jika serangan DDoS menjadi hal sering dihadapi dan mengganggu jaringan komputer hingga layanan internet. Ada banyak jenis serangan DDoS salah satunya yaitu Excessive VERB Attack. Dimana jenis serangan DDoS menggunakan metode layer 7 atau lapisan aplikasi.
Serangan ini mengeksploitasi protokol HTTP, di mana penyerang mengirimkan banyak sekali permintaan ke server menggunakan metode HTTP yang berbeda-beda. Bahkan metode yang tidak dikenal selain GET, POST, PUT, DELETE dan masih banyak yang lainnya. Hal ini membuat server harus memproses setiap permintaan yang masuk, menguras sumber daya komputasi seperti CPU dan memori. Hingga akhirnya tidak mampu lagi melayani permintaan dari pengguna yang sah.
Serangan ini berbeda dengan serangan DDoS biasa yang hanya mengandalkan volume data yang besar. Excessive VERB Attack lebih canggih karena memanfaatkan logika pemrosesan server. Penyerang bisa menggunakan botnet (jaringan komputer yang terinfeksi) untuk melancarkan serangan ini secara masif dari berbagai lokasi di seluruh dunia, sehingga sulit untuk dilacak dan diblokir.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anti-DDoS Adalah Investasi Keamanan Digital
Cara Kerja Excessive VERB Attack

Setelah tahu apa sebenarnya yang dilakukan Excessive VERB Attack kini perlu tahu bagaimana cara kerja serangan tersebut. Mengenal Excessive VERB Attack jauh lebih dekat dengan memahami bagaimana cara kerjanya, maka akan mudah untuk mengatasinya. Bahkan bisa membantu mencegah agar serangan tersebut tidak merugikan pemilik aslinya. Adapun cara kerja dari Excessive VERB Attack antara lain:
Penggunaan Botnet
Penyerangan Excessive VERB Attack sangat bergantung pada penggunaan botnet. Tanpa botnet, serangan ini tidak akan efektif. Jaringan perangkat terinfeksi seperti komputer, laptop, atau perangkat IoT untuk melancarkan serangan secara terdistribusi. Hal ini membuat serangan sulit untuk dilacak karena permintaan datang dari banyak sumber IP yang berbeda. Botnet (gabungan dari robot dan network) adalah jaringan besar dari perangkat yang terinfeksi (bots atau zombies) yang dikendalikan oleh penyerang.
Volume serangan masif bertujuan untuk membanjiri server dengan permintaan, dan botnet adalah cara paling efisien untuk mencapai volume tersebut. Satu perangkat yang terinfeksi bisa mengirim ribuan permintaan, bayangkan jika ada puluhan ribu atau bahkan jutaan perangkat yang melakukan hal yang sama secara serentak.
Penyerang tidak perlu menggunakan komputer pribadinya untuk melancarkan serangan. Ia hanya perlu mengontrol botnet dari jarak jauh. Hal ini membuat serangan bisa dilakukan terus-menerus tanpa membebani sumber daya penyerang itu sendiri. Dengan kata lain, botnet memberikan kekuatan dan anonimitas yang dibutuhkan oleh penyerang untuk melumpuhkan server tanpa mudah terdeteksi atau diblokir.
Membanjiri Server dengan Permintaan HTTP
Serangan ini dirancang khusus untuk membanjiri server dengan permintaan HTTP yang beragam. Pada akhirnya melumpuhkan sistem. Penyerang memerintahkan botnet untuk mengirimkan ribuan atau jutaan permintaan HTTP ke server target secara bersamaan. Permintaan ini tidak hanya menggunakan metode umum seperti GET atau POST, tetapi juga berbagai VERB HTTP lainnya seperti PUT, DELETE, OPTIONS, HEAD, TRACE, bahkan VERB yang tidak valid atau tidak dikenal.
Saat server menerima setiap permintaan, dipaksa untuk mengalokasikan sumber daya komputasi seperti CPU dan RAM untuk memprosesnya. Server harus membaca header, menganalisis VERB dan mencoba menjalankan skrip atau logika yang relevan. Ketika volume permintaan mencapai puncaknya, sumber daya server akan terkuras habis. Server akan menjadi sangat lambat dan tidak lagi mampu memproses permintaan dari pengguna yang sah, sehingga mengakibatkan kondisi Denial of Service (DoS).
Baca juga: HTTP Fragmentation, Strategi BOT Membekukan Server Web Anda
Pemrosesan Sumber Daya yang Berlebihan
Setiap kali server menerima permintaan, terlepas dari apakah VERB-nya valid atau tidak, server harus memprosesnya. Proses ini meliputi, menganalisis header permintaan, memvalidasi metode VERB yang digunakan, mencari sumber daya yang diminta dan menjalankan skrip atau logika aplikasi terkait. Pemrosesan yang berlebihan ini akan menguras sumber daya komputasi server, terutama CPU dan RAM.
Cara Mencegah dan Mengatasi Excessive VERB Attack
Meskipun terlihat menakutkan, ada beberapa cara untuk melindungi server dari serangan ini:
Web Application Firewall (WAF)
WAF adalah alat keamanan yang sangat efektif untuk memfilter lalu lintas HTTP sebelum mencapai server. WAF dapat dikonfigurasi untuk mendeteksi pola permintaan yang tidak normal. Seperti volume permintaan yang tidak wajar dari satu alamat IP atau penggunaan VERB HTTP yang tidak umum. WAF dapat menerapkan rate-limiting untuk membatasi jumlah permintaan yang diizinkan dari satu IP dalam jangka waktu tertentu. Bahkan konfigurasi WAF yang ketat dapat langsung memblokir semua permintaan yang menggunakan VERB HTTP yang tidak ada dalam daftar yang diizinkan.
DDoS Mitigation Service
Dengan mengenal Excessive VERB Attack membantu mencegahnya sejak awal. Layanan mitigasi DDoS dari penyedia pihak ketiga seperti Cloudflare atau Akamai dapat membantu menyerap dan memfilter serangan sebelum mencapai server. Layanan ini memiliki jaringan global yang luas dan teknologi canggih untuk mengidentifikasi dan memblokir lalu lintas berbahaya.
Konfigurasi pada Server
Beberapa penyesuaian pada konfigurasi server atau load balancer juga bisa membantu mengatur timeout yang lebih pendek untuk permintaan yang lambat atau tidak valid. Menggunakan reverse proxy menempatkan reverse proxy di depan server asli untuk menyaring permintaan. Gunakan alat pemantauan lalu lintas untuk mendeteksi lonjakan permintaan yang tidak biasa dan mengidentifikasi sumber serangan.
Ada banyak serangan yang bisa terjadi mengingat kemudahan penggunaan digital. Salah satunya serangan DDoS yang bisa menyerang membanjiri server dengan permintaan HTTP.
Baca juga: Session Attack, Serangan Ribuan Koneksi Kosong Server
Penutup
Dengan mengenal Excessive VERB Attack dan penerapan langkah-langkah pencegahan yang efektif, dapat menjaga server tetap aman dan andal dari ancaman siber yang terus berkembang. Bahkan serangan yang seharusnya dihadapi dapat teratasi tanpa adanya gangguan. Serangan ini ibarat kemacetan lalu lintas parah yang disebabkan oleh ratusan permintaan palsu. Sehingga menyebabkan jaringan tidak dapat dilewati oleh pengguna yang sah layaknya serangan DDoS.
Dapatkan mitigasi 24/7, notifikasi aktivitas mencurigakan, dan integrasi lewat personal account & API dengan solusi dari layanan Anti-DDoS IDCloudHost yang efektif mendeteksi dan menangani setiap serangan!