Apa Itu Vertical Scaling? Cara Kerja, Kelebihan, dan Penerapannya

Web & Development •

Server yang sebelumnya mampu menangani seluruh permintaan mungkin mulai mengalami penurunan performa ketika beban kerja meningkat. Kondisi ini dapat ditandai dengan proses loading yang lebih lama, penggunaan CPU dan RAM yang tinggi, hingga respons aplikasi yang melambat. Salah satu solusi yang dapat dipe rtimbangkan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah vertical scaling. Vertical scaling banyak digunakan pada website, aplikasi bisnis, dan sistem database yang membutuhkan peningkatan performa secara praktis.

Jenis Sumber Daya yang Ditingkatkan

vertical scaling

Terdapat beberapa komponen server yang dapat ditingkatkan melalui vertical scaling sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

CPU

CPU bertanggung jawab menjalankan instruksi dan memproses berbagai tugas aplikasi. Ketika server menerima banyak permintaan secara bersamaan, penggunaan CPU dapat meningkat dan menyebabkan respons aplikasi menjadi lebih lambat.

Peningkatan jumlah vCPU atau penggunaan prosesor dengan performa lebih tinggi dapat membantu server menangani beban pemrosesan yang lebih besar. Langkah ini relevan untuk aplikasi yang menjalankan banyak komputasi, memproses permintaan pengguna, atau melakukan pekerjaan backend secara intensif.

RAM

RAM digunakan untuk menyimpan data sementara yang dibutuhkan aplikasi selama beroperasi. Kapasitas RAM yang terbatas dapat menyebabkan sistem mengalami tekanan memori, terutama ketika aplikasi menjalankan banyak proses secara bersamaan.

Dengan menambah RAM, server dapat menyediakan ruang lebih besar untuk aplikasi, cache, dan proses database. Peningkatan ini dapat membantu mengurangi risiko penggunaan swap yang berlebihan dan mendukung kestabilan performa.

Storage

Penyimpanan juga memengaruhi performa server, khususnya aplikasi yang sering membaca dan menulis data. Jika perangkat penyimpanan memiliki kecepatan rendah atau kapasitasnya hampir penuh, proses tertentu dapat mengalami hambatan.

Vertical scaling dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas penyimpanan atau beralih ke media yang menawarkan performa lebih tinggi, seperti SSD atau NVMe. Pilihan ini berguna untuk aplikasi yang membutuhkan akses data cepat, termasuk database dan sistem transaksi.

Kelebihan Vertical Scaling

Vertical scaling memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur server.

1. Implementasi Lebih Sederhana

Vertical scaling umumnya lebih mudah diterapkan dibandingkan menambah banyak server. Administrator cukup meningkatkan sumber daya pada server yang sudah digunakan tanpa harus merancang distribusi aplikasi ke sejumlah mesin.

Pendekatan ini dapat mengurangi kompleksitas pengelolaan infrastruktur, terutama untuk aplikasi yang belum membutuhkan arsitektur terdistribusi.

2. Tidak Memerlukan Banyak Perubahan Arsitektur

Karena aplikasi tetap berjalan pada satu server utama, vertical scaling biasanya tidak memerlukan perubahan besar pada arsitektur sistem. Pengembang tidak harus langsung menambahkan mekanisme komunikasi ant server atau mengatur distribusi beban kerja.

Keuntungan ini membuat vertical scaling cocok untuk aplikasi yang dibangun dengan arsitektur sederhana dan belum dirancang untuk berjalan pada banyak server.

3. Pengelolaan Lebih Terpusat

Sumber daya aplikasi berada pada satu server sehingga pengelolaan sistem dapat dilakukan secara lebih terpusat. Pemantauan penggunaan CPU, RAM, storage, dan proses aplikasi menjadi lebih mudah karena administrator tidak perlu memeriksa banyak mesin secara terpisah. Meskipun demikian, sistem tetap membutuhkan pemantauan dan pengelolaan keamanan yang baik agar performanya terjaga.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Storage Bottleneck pada Server

Kekurangan Vertical Scaling

Di balik kemudahannya, vertical scaling memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan sebelum diterapkan.

Batas Maksimal Spesifikasi Server

Setiap server memiliki batas maksimal sumber daya yang dapat digunakan. Peningkatan CPU, RAM, dan storage tidak dapat dilakukan tanpa batas karena bergantung pada kemampuan mesin fisik atau pilihan konfigurasi yang tersedia pada penyedia cloud. Ketika kebutuhan aplikasi melampaui kapasitas maksimal tersebut, organisasi perlu mempertimbangkan pendekatan lain untuk memenuhi kebutuhan sistem.

Potensi Biaya Lebih Tinggi

Server dengan spesifikasi tinggi umumnya membutuhkan biaya lebih besar. Jika aplikasi memerlukan CPU dan RAM dalam jumlah besar, biaya peningkatan kapasitas dapat meningkat secara signifikan. Oleh sebab itu, peningkatan spesifikasi perlu didasarkan pada kebutuhan aktual aplikasi. Memilih server yang terlalu besar tanpa analisis penggunaan sumber daya berisiko menimbulkan pengeluaran yang tidak efisien.

Baca juga: Kapan Harus Upgrade Spesifikasi Server? Kenali Tanda-tandanya

Cara Kerja Vertical Scaling

Vertical scaling dilakukan dengan meningkatkan spesifikasi sumber daya pada server yang sudah digunakan. Proses ini dapat berupa penambahan jumlah core CPU, peningkatan kapasitas RAM, atau penggunaan penyimpanan yang lebih cepat.

Sebagai contoh, sebuah aplikasi berjalan pada server dengan 2 vCPU dan RAM 4 GB. Ketika jumlah pengguna bertambah, server mulai mengalami keterbatasan sumber daya. Administrator kemudian meningkatkan spesifikasi server menjadi 4 vCPU dan RAM 8 GB agar aplikasi memiliki kapasitas pemrosesan dan memori yang lebih besar.

Dalam lingkungan cloud computing, peningkatan sumber daya dapat dilakukan dengan mengubah konfigurasi atau memilih paket server dengan spesifikasi lebih tinggi, bergantung pada layanan yang digunakan. Prosesnya relatif sederhana karena aplikasi tetap berjalan pada satu server utama.

Namun, peningkatan spesifikasi tidak selalu menyelesaikan seluruh masalah performa. Jika penyebabnya berasal dari query database yang tidak efisien, kode aplikasi yang bermasalah, atau konfigurasi jaringan, penambahan sumber daya saja belum tentu memberikan hasil optimal. Oleh karena itu, pemeriksaan penggunaan sumber daya perlu dilakukan sebelum menentukan kebutuhan scaling.

Kapan Vertical Scaling Harus Digunakan?

Vertical scaling dapat menjadi pilihan ketika aplikasi mengalami keterbatasan sumber daya pada satu server dan peningkatan spesifikasi masih dapat memenuhi kebutuhan operasional. Pendekatan ini cocok untuk website bisnis, aplikasi internal perusahaan, sistem manajemen konten, serta database yang belum membutuhkan distribusi beban kerja ke banyak mesin. Vertical scaling juga dapat dipertimbangkan ketika tim ingin meningkatkan kapasitas dengan perubahan arsitektur seminimal mungkin.

Sebelum melakukan peningkatan, periksa metrik penggunaan CPU, RAM, storage, dan waktu respons aplikasi. Jika penggunaan CPU terus tinggi, RAM hampir selalu penuh, atau aktivitas disk menjadi hambatan, peningkatan sumber daya yang sesuai dapat membantu memperbaiki performa.

Sebaliknya, jika kendala utama berasal dari query database yang lambat, konfigurasi aplikasi yang tidak efisien, atau jaringan yang bermasalah, penyebab tersebut perlu diperbaiki terlebih dahulu. Dengan demikian, keputusan scaling didasarkan pada kebutuhan teknis yang sebenarnya.

Baca juga: Browser Cache vs Server Cache, Apa Saja Perbedaannya?

Penutup

Vertical scaling merupakan metode peningkatan kapasitas server dengan menambah sumber daya seperti CPU, RAM, dan storage pada satu mesin. Pendekatan ini relatif sederhana dan cocok untuk aplikasi yang masih dapat berjalan secara efektif pada satu server. Namun, keterbatasan spesifikasi, biaya, dan ketergantungan pada satu server perlu menjadi pertimbangan sebelum menerapkannya.

Untuk mendukung kebutuhan website dan aplikasi yang terus berkembang, IDCloudHost menyediakan layanan cloud server yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan infrastruktur bisnis. Dengan memilih spesifikasi server yang tepat, kamu dapat menjalankan website dan aplikasi dengan dukungan sumber daya yang sesuai serta mempersiapkan infrastruktur untuk pertumbuhan layanan.