Kecepatan website menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Website yang membutuhkan waktu lama untuk menampilkan konten dapat membuat pengguna merasa kurang nyaman dan meninggalkan halaman sebelum mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan pemuatan halaman adalah render-blocking resources, yaitu sumber daya yang menghambat browser dalam menampilkan konten website. Oleh karena itu, memahami penyebab dan cara mengatasi render-blocking resources penting untuk meningkatkan performa website, pengalaman pengguna, dan mendukung optimasi SEO.
Apa Itu Render-Blocking Resources?
Render-blocking resources adalah sumber daya website yang menyebabkan browser menunda proses rendering hingga sumber daya tertentu selesai diunduh atau diproses. Kondisi ini paling sering terjadi pada file CSS dan JavaScript yang dimuat dengan cara tertentu.
Ketika seseorang membuka halaman website, browser mulai membaca dokumen HTML untuk mengenali struktur halaman. Selama proses tersebut, browser dapat menemukan file CSS yang digunakan untuk mengatur tampilan atau JavaScript yang perlu dijalankan sebelum pemrosesan HTML dapat dilanjutkan.
Jika browser harus menunggu sumber daya tersebut, konten halaman bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk ditampilkan. Pengunjung mungkin melihat halaman kosong atau tampilan yang belum lengkap sebelum konten utama muncul.
Namun, tidak semua file CSS dan JavaScript otomatis menjadi render-blocking resources. Dampaknya bergantung pada cara file dimuat, lokasi pemanggilan, atribut yang digunakan, dan fungsi sumber daya tersebut dalam proses rendering.
Baca juga: Time to First Byte (TTFB), Pengaruh terhadap Performa Website
Penyebab Render-Blocking Resources pada Website

Ada beberapa faktor yang dapat membuat sumber daya menghambat proses rendering website. Memahami penyebabnya membantu menentukan optimasi yang paling sesuai.
File CSS Berukuran Besar
CSS digunakan untuk mengatur tampilan halaman, mulai dari warna, ukuran teks, tata letak, hingga responsivitas. Browser umumnya perlu memproses CSS yang relevan sebelum menampilkan halaman dengan benar.
Jika website menggunakan file CSS berukuran besar yang berisi banyak aturan tidak terpakai, proses pengunduhan dan pemrosesan dapat berlangsung lebih lama. Hal ini berpotensi menunda tampilan awal halaman, terutama ketika pengunjung menggunakan koneksi internet yang lambat. Untuk mengatasinya, periksa penggunaan CSS dan hapus aturan yang tidak diperlukan. Mengurangi ukuran file dapat membantu browser memproses tampilan halaman secara lebih efisien.
JavaScript yang Menghambat Rendering
JavaScript digunakan untuk menghadirkan berbagai fitur interaktif, seperti menu navigasi, formulir, animasi, dan pembaruan konten. Namun, skrip yang dimuat tanpa pengaturan tepat dapat menghambat pemrosesan HTML.
JavaScript yang berada di bagian <head> tanpa atribut async atau defer dapat menghentikan sementara proses parsing HTML ketika browser mengunduh dan menjalankannya. Akibatnya, browser harus menunggu sebelum melanjutkan pemrosesan dokumen. Kondisi ini menjadi masalah ketika skrip berukuran besar atau sebenarnya tidak dibutuhkan untuk menampilkan konten awal halaman.
Terlalu Banyak Sumber Daya Eksternal
Website sering menggunakan sumber daya eksternal, seperti font, pustaka JavaScript, alat analitik, dan skrip pihak ketiga. Meskipun berguna, sumber daya tersebut dapat menambah permintaan jaringan dan waktu pemrosesan. Jika sumber daya penting berasal dari server eksternal yang lambat merespons, proses pemuatan halaman dapat ikut terpengaruh. Penggunaan skrip pihak ketiga secara berlebihan juga dapat menambah beban pemrosesan browser.
Karena itu, setiap sumber daya eksternal perlu dievaluasi berdasarkan fungsi dan pengaruhnya terhadap performa website.
Dampak Render-Blocking Resources terhadap SEO
Render-blocking resources tidak secara otomatis menyebabkan penurunan peringkat website. Namun, sumber daya yang menghambat rendering dapat memengaruhi performa halaman dan pengalaman pengguna, yang merupakan aspek penting dalam pengelolaan website.
Memperlambat Tampilan Konten Utama
Sumber daya yang menghambat rendering dapat menunda munculnya konten yang pertama kali dilihat pengunjung. Jika elemen utama halaman terlambat ditampilkan, pengguna mungkin menganggap website lambat atau tidak responsif. Kondisi ini dapat memengaruhi Largest Contentful Paint (LCP), yaitu metrik yang mengukur waktu hingga elemen konten terbesar dalam area tampilan awal selesai ditampilkan.
Menurunkan Kenyamanan Pengguna
Pengunjung umumnya mengharapkan halaman dapat menampilkan informasi dengan cepat. Ketika halaman terlalu lama dimuat, pengalaman menjelajah website menjadi kurang nyaman.
Untuk website bisnis, kondisi ini dapat mengganggu pengunjung ketika mencari informasi produk, membaca artikel, atau mengakses halaman layanan. Oleh karena itu, optimasi sumber daya perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pengguna.
Memengaruhi Performa Core Web Vitals
Core Web Vitals merupakan kumpulan metrik yang digunakan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna berdasarkan aspek pemuatan, interaktivitas, dan stabilitas visual. Render-blocking resources dapat memengaruhi performa halaman, terutama jika menyebabkan keterlambatan tampilan konten utama.
Meski demikian, performa website tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Ukuran gambar, respons server, eksekusi JavaScript, dan struktur halaman juga dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Baca juga: 5+ Tips Mengatur Storage Cloud Jadi Lebih Praktis MCP Server
Cara Mengatasi Render-Blocking Resources
Untuk mengurangi dampak render-blocking resources, ada beberapa langkah optimasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi website.
Gunakan Atribut Defer pada JavaScript
Atribut defer memungkinkan browser mengunduh file JavaScript tanpa menghentikan proses parsing HTML. Skrip kemudian dijalankan setelah dokumen HTML selesai diproses, dengan tetap mempertahankan urutan eksekusi antarskrip yang menggunakan atribut tersebut.
Pendekatan ini cocok untuk skrip yang tidak perlu dijalankan sebelum browser memproses struktur HTML. Namun, pastikan skrip yang membutuhkan eksekusi lebih awal tidak diubah tanpa menguji fungsinya. Atribut async juga dapat digunakan untuk skrip yang tidak bergantung pada urutan eksekusi. Berbeda dengan defer, skrip dengan async dijalankan segera setelah selesai diunduh sehingga urutan eksekusinya tidak dijamin.
Optimalkan File CSS
Periksa file CSS dan hapus aturan yang tidak digunakan. Proses ini dapat mengurangi ukuran file sehingga browser tidak perlu mengunduh dan memproses kode yang sebenarnya tidak diperlukan. Kamu juga dapat melakukan minification, yaitu menghilangkan karakter yang tidak dibutuhkan, seperti spasi dan komentar, tanpa mengubah fungsi kode.
Selain itu, pertimbangkan penggunaan critical CSS, yaitu aturan CSS yang diperlukan untuk menampilkan bagian awal halaman. Aturan ini dapat disediakan secara langsung dalam HTML agar browser bisa menampilkan konten awal tanpa harus menunggu seluruh file CSS dimuat.
Implementasinya perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menghasilkan kode berulang atau meningkatkan ukuran HTML secara berlebihan.
Tunda Pemuatan Sumber Daya yang Tidak Penting
Tidak semua sumber daya perlu dimuat saat halaman pertama kali dibuka. Skrip analitik, fitur tambahan, atau komponen yang berada jauh di bawah halaman mungkin tidak dibutuhkan untuk menampilkan konten awal.
Tinjau setiap sumber daya dan tentukan apakah pemuatannya dapat ditunda. Untuk JavaScript yang tidak dibutuhkan segera, gunakan strategi pemuatan yang sesuai. Sementara itu, gambar di luar area tampilan awal dapat menggunakan teknik lazy loading. Perlu diperhatikan bahwa lazy loading terutama digunakan untuk menunda pemuatan sumber daya tertentu.
Kurangi Penggunaan Skrip Pihak Ketiga
Evaluasi skrip eksternal yang digunakan website, termasuk widget, alat pelacakan, dan pustaka tambahan. Hapus skrip yang tidak lagi diperlukan dan hindari memuat beberapa alat dengan fungsi serupa. Jika skrip pihak ketiga memang dibutuhkan, pastikan metode pemuatannya tidak menghambat tampilan konten utama. Penggunaan atribut async atau defer dapat dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan ketergantungan skrip.
Gunakan Tools untuk Menganalisis Performa Website
Sebelum melakukan optimasi, identifikasi sumber daya yang benar-benar menyebabkan keterlambatan. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah Google PageSpeed Insights.
Alat ini menyediakan laporan performa halaman dan rekomendasi terkait sumber daya yang menghambat rendering. Kamu juga dapat menggunakan Chrome DevTools untuk memeriksa proses pemuatan file, ukuran sumber daya, serta waktu yang dibutuhkan browser dalam memproses halaman.
Setelah melakukan perubahan, jalankan pengujian kembali untuk mengetahui apakah optimasi memberikan dampak positif. Pengujian sebaiknya dilakukan pada halaman penting dan, jika memungkinkan, dalam beberapa kondisi jaringan yang berbeda.
Baca juga: Browser Cache vs Server Cache, Apa Saja Perbedaannya?
Penutup
Render-blocking resources merupakan salah satu faktor yang dapat memperlambat tampilan awal website, terutama ketika file CSS dan JavaScript tidak dioptimalkan. Dampaknya dapat terlihat pada keterlambatan konten utama, pengalaman pengguna, dan metrik performa seperti LCP.
Untuk mengatasinya, optimalkan ukuran CSS, gunakan atribut defer atau async sesuai kebutuhan skrip, tunda pemuatan sumber daya yang tidak penting, dan evaluasi penggunaan skrip pihak ketiga. Lakukan pengujian menggunakan tools analisis performa agar perbaikan didasarkan pada masalah yang benar-benar ditemukan.Selain optimasi kode, infrastruktur server juga perlu diperhatikan untuk menjaga performa website. IDCloudHost menyediakan layanan cloud server yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan website dan aplikasi bisnis.