Mengenal Juice Jacking dan Cara Mencegahnya

Web Security / 0 | | 0

Seringkali jika handphone telah kehabisan daya baterai maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan menchargernya kembali. Ini diperlukan agar performa dari handphone tetap terjaga sehingga masih bisa digunakan sebagai alat komunikasi. Hal ini diwujudkan dengan kebiasaan membawa kabel charger atau power bank sebagai  alternatif lain. Tetapi tidak semua orang melakukan kebiasaan tersebut bukan? Ada yang lebih memilih untuk menggunakan kabel charger yang sudah tersedia. 

Biasanya pada fasilitas umum ada juga yang menyediakan kabel atau port USB siap pakai untuk publik. Bukan saja untuk handphone akan tetapi juga mendukung berbagai perangkat elektronik lain seperti laptop dan sebagainya. Namun ternyata ketersediaan kabel atau port seperti ini juga bisa memicu timbulnya serangan pada handphone yang dikenal dengan juice jacking. 

Lantas apa sebenarnya juice jacking? Bagaimana sejarahnya? Dan bagaimana cara mencegah agar tidak mengenai handphone? Berikut ini sudah kami jabarkan penjelasan selengkapnya untuk Anda dibawah ini!

Awal Mula Kemunculan Juice Jacking

apa itu juice jacking

Jika dilihat dari sejarahnya, istilah juice jacking pertama kali muncul pada tahun 2011 

dimana para peneliti memberikan solusi untuk membuat tempat pengisian daya otomatis terbuka bagi publik. Mulanya tidak ada serangan yang terjadi, namun saat ada pengguna yang akan menyambungkan handphone mereka pada port USB publik tersebut, pada layar handphone mereka terdapat peringatan dari sisi keamanan. Lantas inilah yang disebut sebagai serangan juice jacking.

Serangan ini bisa terjadi pada saat pengisi daya terhubung langsung pada port USB yang berbahaya sehingga banyak malware yang tersebar baik itu pada perangkat IOS atau Android di handphone. Kasus juice jacking pertama kali dilaporkan oleh Brian Krebs akhir tahun 2021. Sehingga membuat pemerintah NSA menghimbau agar menggunakan kabel atau port USB milik pribadi saja dan tidak mengisi daya di tempat publik.

Di Los Angeles sendiri pemerintah mereka sejak 2019 telah memperingatkan bagi para turis untuk berhati-hati dalam pengisi daya USB publik yang dapat berdampak terjadinya serangan juice jacking.

Apa Itu Juice Jacking?

Juice jacking adalah salah satu serangan cyber yang menyebarkan malware dalam jumlah banyak pada handphone secara diam-diam untuk menyalin data-data pribadi dengan menggunakan port USB sebagai koneksi datanya. Malware yang tersebar ini semuanya sudah terinstal makanya data milik pengguna akan tersalin secara rahasia atau tanpa sepengetahuan pemiliknya. 

Ini berlaku pada semua basis handphone baik itu android,Windows Phone maupun iOS. Hal ini disebabkan oleh port atau kabel USB yang sama dimana nantinya jika Anda menggunakan ini port dapat terhubung dengan komputer tersembunyi yang sudah dipasang oleh hacker. Kemudian, akan muncul kode akses ilegal yang secara otomatis masuk dalam perangkat untuk mencuri data.

Secara lebih spesifik kejahatan cyber yang satu ini menyerang dengan menggunakan kabel atau port dimana inilah yang menjadi jalan bagi hacker untuk masuk agar mendapatkan akses ke handphone selama proses pengisian daya.

Cara Kerja Juice Jacking

cara kerja juice jacking

Sebuah handphone memiliki kesamaan dari jenis alirannya  yaitu sama-sama melewati kabel yang sama. Kemudian saat handphone sudah tersambung ke perangkat lain, handphone akan terpasang dan transfer daya tersebut terjalin. Selama masa pengisian ini kabel USB terbuka inilah yang memungkinkan perangkat akan dapat dieksploitasi oleh hacker.

Juice jacking dapat langsung menyerang handphone karena tidak adanya peringatan sebelumnya tentang keamanan suatu perangkat baru yang masuk dalam handphone. Ini tentu membuat port atau kabel USB tidak bisa dilihat oleh pengguna tentang kemana arah terhubungnya. Tentu ini menyebabkan malware lebih mudah masuk dan data lebih mudah untuk diambil secara ilegal.

Namun ada juga sebagian handphone yang langsung mengaktifkan mode transfer data secara otomatis biasanya . Ini membuat munculnya sebuah pesan berisi kepercayaan akan perangkat yang baru masuk.

Cara Mencegah Juice Jacking

cara mencegah juice jacking

Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya serangan juice jacking antara lain:

  • Pastikan daya handphone terisi penuh

Pertama adalah memastikan handphone memiliki isi daya yang penuh dan cukup. Ini menjadi cara pertama yang mampu mencegah terjadinya juice jacking. Karena jika daya baterai penuh maka tidak ada kesempatan untuk mengisi daya kembali ditempat umum.

  • Pastikan Untuk Menggunakan Kabel Charger Pribadi

Selain memastikan untuk menjaga ketahanan daya baterai, penting untuk selalu membawa kabel atau port USB charger milik Anda sendiri. Ini menjadi cara selanjutnya untuk mencegah juice jacking. Gunakanlah kabel charger pribadi yang langsung terhubung ke listrik.

  • Aktifkan Mode Hemat Daya

Semua jenis handphone pasti memiliki fitur tambahan yaitu fitur hemat daya. Sesuai namanya fitur ini akan menghemat pengeluaran baterai saat digunakan. Jika baterai dihemat maka akan tahan lebih lama.

  • Hindari Pengisian Daya Bersifat Publik

Pada setiap fasilitas umum maka aksesnya memperbolehkan untuk semua  menggunakannya, termasuk kabel pengisi daya. Perlu untuk menghindari pengisian daya publik karena bisa saja menimbulkan serangan juice jacking.

  • Sediakan Power Bank Sebagai Backup

Mungkin akan sedikit repot akan tetapi membawa power bank juga menjadi salah satu pilihan yang tepat mencegah juice jacking. Hal ini dikarenakan jika sewaktu-waktu handphone kehabisan daya maka bisa menggunakan power bank untuk mengisinya. Selain itu hal ini agar terhindar dari gangguan yang bisa saja muncul saat ada aliran keluar dari handphone.

  • Lindungilah Handphone Dengan Password

Password bukan hanya berguna untuk mendaftar akun akan tetapi perlu untuk melindungi handphone. Biasanya untuk mengakses masuk ke handphone pengguna akan diminta mengisi PIN yang sudah dikonfirmasi password sebelumnya. Kunci ini berguna agar tidak semua orang bisa mengakses masuk handphone dan meminimalisir terjadinya serangan seperti juice jacking.

  • Gunakan Pemblokir Data USB

Saat ini terdapat kabel atau port USB yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data dari kabel USB yang normal dan secara otomatis membatasi kabel sehingga hanya bisa mentransfer daya saja. Kabel ini jenis konektor yang bisa memblokir akses lain selain mengisi daya saja. 

  • Gunakan Stop Kontak Pengisi Daya A/C

Stop kontak memang beragam jenisnya, tetapi pilihlah jenis stop kontak A/C yang bisa mencegah terjadinya serangan juice jacking. Maka untuk menggunakannya harus memiliki adaptor A/C dengan kabel USB.

  • Periksa Preferensi USB

Sebenarnya Dalam USB ada preferensi yang memudahkan pengguna handphone untuk memilih mode yang akan digunakan. Seperti hanya isi daya saja, hanya transfer file saja atau sebagainya. Penting untuk memeriksa prefernsi USB sebagai bentuk waspada akan serangan dari juice jacking.

  • Aktifkan Mode Keamanan

Terakhir untuk mencegah terjadinya juice jacking pada handphone adalah mengaktifkan mode keamanan yang ganda. Pastinya setiap handphone sudah dilengkapi dengan anti virus bawaan yang bertugas menjaga keamanan data.  Tetapi agar lebih terjamin, mode ini harus diaktifkan. Bisa saja setelah aktif saat akan ada sebuah malware yang akan masuk lewat kabel USB akan ada peringatan akan serangan yang berbahaya bagi handphone.

Penutup

Serangan cyber jika dipelajari lebih lanjut akan terbagi dalam berbagai jenis salah satunya juice jacking. Setiap serangan cyber pasti membawa dampak yang buruk bagi pengguna dan perangkatnya. Begitupun serangan ini yang dampaknya bisa berbahaya karena menyangkut keamanan data pengguna.

Maka penting untuk memahami terlebih dahulu tentang juice jacking beserta cara menghindarinya. Pastikan Anda sudah tahu 10 cara diatas agar lebih berhati-hati dalam mengisi daya baterai handphone di publik ya!

 

Related Post :

popup image