Cara Kerja Deskriptif Analitik Untuk Mendapatkan Data Akurat Untuk Bisnis

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Mempelajari Deskriptif Analitik sebenarnya tidak susah. Cukup dengan Kita mengetahui data-datanya dan juga rumus yang digunakan. Sebenarnya, ada Empat jenis analitik yang telah dikenal sebelumnya yaitu deskriptif, diagnostik, prediktif, dan preskriptif.

Dalam artikel ini, Kami akan menyajikan tentang deskriptif analitik. Deskriptif merupakan metode penelitian yang menyajikan gambaran lengkap dengan mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di kehidupan manusia.

Deskriptif analitik biasanya disajikan dalam bentuk tabel maupun grafik. Penyajian datanya akan disesuaikan dengan jenis data dan tujuan yang akan dicapai oleh peneliti. Metode deskriptif analitik mempunyai tujuan menggambarkan secara sistematis dan faktual dari data yang disajikan.

Baca Juga : Memahami Istilah-Istilah dan Data Umum pada Google Analytics

 

Inilah Bagaimana Cara Kerja Analitik

Metrik yang digunakan dalam deskriptif analitik yang terjadi di dunia bisnis contohnya perubahan harga dari tahun ke tahun, pertumbuhan penjualan, jumlah pengguna, total pendapatan per pembeli sesuai perode yang ditentukan. Adapun cara kerja dalam deskriptif analitik yaitu:

  1. Ukuran Sampel

    Ukuran sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Syarat untuk menentukan ukuran sampel yaitu: ukuran populasi, pilih taraf disignifikasi yang diinginkan. Ternyata menentukan ukuran sampel tidak semudah yang Kita sangka. Dalam pengambilan sampel tidak dapat digeneralisir berdasarkan ukuran populasi satu dan populasi lainnya. Sedangkan faktor yang menentukannya juga banyak.

  2. Mean

    Metrik mean ini biasanya disebut rata-rata atau average dari sebuah kelompok data yang disajikan. Cara menghitungnya jumlah semua anggota kelompok data dibagi dengan jumlah anggota. Contoh: Jumlah semua data dari kelompok data adalah 525, dan jumlah anggota 15. Jadi, 525:15=35.

  3. Median

    Median adalah nilai yang tengah dari kelompok data yang diurutkan. Apabila jumlah kelompok data ganjil, maka nilai median yaitu satu nilai ditengah urutan. Jika kelompok data genap, mediannya yaitu hasil penjumlahan dua nilai yang ditengah urutan data, lalu hasilnya dibagi dua.

  4. Modus

    Modus (Mo) adalah nilai data suatu kelompok data yang sering muncul atau frekuensi yang paling banyak. Modus dibagi 2 jenis yaitu modus data tunggal dan modus data berkelompok.

  5. Minimum

    Merupakan nilai yang paling rendah dari sebuah anggota kelompok data. Biasanya nilai ini merupakan nilai yang terkecil dari suatu kelompok dan penggunaannya juga beragam sesuai dengan kebutuhan dan pengunaannya.

  6. Maksimum

    Merupakan suatu nilai yang paling tinggi dari sebuah anggota kelompok data. Ini bisa dikatakan kebalikan dari minimum dimana maksimum menampilkan nilai tertinggi, atau paling tinggi yang digunakan sesuai kebutuhan dan penggunaannya.

  7. Range (Jangkauan)

    Range bisa didapat dari sekelompok data yang sudah diurutkan dari data yang paling kecil ke data yang paling tinggi. Sedangkan untuk data berkelompok ada dua cara dalam mencari range yaitu:

    • a. Range = nilai tengah kelas terakhir-nilai tengah kelas pertama
    • b. Range = tepi atas kelas terakhir- tepi bawah kelas pertama
  8. Kuartil Bawah (Q1)

    Kuartil adalah nilai yang membagi data yang telah diurutkan ke dalam 4 bagian yang nilainya sama besar. Kuartil bawah dalam data berkelompok ada hal-hal yang perlu diketahui dalam menghitung nilai tengah antara lain yaitu banyak data (n), tepi batas bawah kelas kuartil (Lo). Frekuensi kelas kuartil bawah (fQ1) dan Frekuensi kelas kuartil atas (fQ3), Frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil (Sigma fQ), Panjang kelas (p). Itulah unsur-unsur di atas merupakan nilai-nilai yang akan digunakan dalam menghitung kuartil data berkelompok.

  9. Kuartil Atas (Q3)

    Kuartil atas dapat juga disebut kuartil ketiga atau akhir adalah 25% bilangan teratas dari sekelompok data, atau bagian ke-75 dari perseratus. Kuartil atas dihitung dengan menentukan median (nilai tengah) dalam setengah bagian atas dari sekelompok data.

  10. Ragam

    Ragam atau bisa disebut variasi adalah perbandingan antara simpangan baku dengan nilai rata-rata dalam bentuk persen. Tujuan ragam adalah untuk mengetahui keseragaman dari sekelompok data.

  11. Simpangan Baku

    Simpangan Baku merupakan nilai yang menggambarkan rata-rata jarak penyimpangan titik data yang diukur dari data nilai rata-rata tersebut.

Nah, itulah beberapa metrik-metrik deskriptif analitik pada dunia bisnis. Mungkin Anda sebelumnya sudah tahu, karena telah dipelajari pada bangku sekolah sebelumnya. Bila Anda belum tahu, bisa mempelajarinya sekarang.

Bila Anda ingin membuat Tutorial Deskriptif Analitik Pada Microsoft Excel, Anda bisa melihat di Youtube. Mulai sekarang, belajarlah tutorial tersebut, karena dunia kerja pasti mengerjakan pekerjaan pada Microsoft excel. Tujuannya agar tidak kesulitan bila Anda menemui hal-hal analitik.

Anda masih bingung melihat tutorialnya di Youtube? mintalah orang untuk mengajari Anda. Tetapi, orang yang paham dengan Microsoft Excel dab Deskriptif Analitik. Tutorial tersebuat bisa digunakan pada Microsoft Excel 2007, 2010, 2013.

Metrik-metrik tersebut memiliki gambaran-gambaran terhadap data-data yang Anda Miliki dan mempunyai peran, interprestasi tersendiri. Secara umum, metric-metrik tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: ukuran pemusatan data dan ukuran penyebaran data. Penelitian deskriptif analitik berorientasi pada pemecahan masalah, ini sesuai dengan tugas guru dalam memecahkan masalah dan meningkatkan mutu pembelajaran.

Baca Juga : Cara Membuat Daftar Isi Secara Otomatis pada Microsoft Word [LENGKAP]

 

Apa yang Dimaksud Ukuran Pemusatan Data dan Ukuran Penyebaran Data?

Ukuran Pemusatan Data merupakan ukuran yang telah diurutkan data terkecil sampai terbesar atau sebaliknya. Tujuan ukuran pemusatan data adalah membandingkan dua populasi. Ukuran pemusatan data yang paling sering digunakan adalah mean, median, dan modus.

Ukuran penyebaran data yang bisa digunakan adalah minimum, maksimum, range, kuartil bawah, kuartil atas, ragam, simpangan baku. Cara kerja dalam deskriptif analitik yaitu: Ukuran Sampel, Mean, Median, Modus, Minimum, Maksimum, Range (Jangkauan), Kuartil Bawah (Q1), Kuartil Atas (Q3). Ragam, Simpangan baku.

Bila Anda ingin membuat Tutorial Deskriptif Analitik Pada Microsoft Excel, Anda bisa melihat di Youtube. Mulai sekarang, belajarlah tutorial tersebut, karena dunia kerja pasti mengerjakan pekerjaan pada Microsoft excel. Tujuannya agar tidak kesulitan bila Anda menemui hal-hal analitik.

Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Pada penelitian cross sectional yaitu pengukuran variabel dilakukan dalam waktu bersamaan.

Sedangkan Penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada.
Fenomena alamiah atau buatan manusia. Mulai dari berupa bentuk, aktivitas, perubahan, karakteristik, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya.

Metrik-metrik pada deskriptif analitik tersebut dibagi dalam dua yaitu Ukuran Pemusatan Data dan ukuran penyebaran data. Ukuran pemusatan data merupakan ukuran yang telah diurutkan data terkecil sampai terbesar atau sebaliknya. Ukuran pemusatan data yang paling sering digunakan adalah mean, median, dan modus.

Sedangkan, ukuran penyebaran data merupakan ukuran yang menyajikan seberapa jauh data menyebar dari rata-rata. Ukuran penyebaran data mencakup minimum, maksimum, range, kuartil bawah, kuartil atas, ragam, simpangan baku.

Itulah beberapa penjelasan mengenai apa itu deskriptif analitik, metrik-metrik deskriptif analitik, tutorial deskriptif analitik pada Microsoft excel, dan apa yang dimaksud mengenai ukuran pemusatan data dan ukuran penyebaran data yang bisa Anda ketahui dengan lengkap. Deskriptif analitik memang awalnya susah dipelajari. Namun bila Anda telah paham dengan cara-caranya, akan terasa lebih gampang dan mudah.

Related Post :

popup image