Mengenal Apa itu CloudFlare, Fungsi dan Cara Kerjanya

Development & Security, Web Security / 0 | | 0

Kecepatan dan keamanan sebuah website merupakan hal yang harus diperhatikan ketika mengelola sebuah website. Untuk bisa mendapatkan keduanya, Anda dapat menggunakan CloudFlare. Mungkin sebagian dari Anda yang baru mendengar istilah CloudFlare akan bertanya-tanya apa sih sebenarnya CloudFlare itu?. Apa saja fungsinya?. Dan bagaimana cara kerjanya?.

Tenang saja karena pada artikel kali ini, kami akan membahas juga menjelaskan mengenai apa itu CloudFlare, fungsi serta cara kerjanya sehingga semua pertanyaan dan kebingungan yang muncul dipikiran Anda terutama bagi Anda para pemula, akan segera terjawab.

Dengan menggunakan CloudFlare, website yang Anda miliki dijamin lebih aman dari serangan atau aktifitas yang mampu merusak performa website Anda. Selain itu, CloudFlare juga menawarkan berbagai layanan yang berguna dengan fasilitas yang disediakan. Fasilitas-fasilitas yang bisa diperoleh ketika website Anda menggunakan CloudFlare yaitu mitigasi dari serangan DDos, analytics untuk seluruh request, dan sebagainya.

Baca Juga : IDCloudHost : Optimized Hosting Partners CloudFlare

 

Apa sih Cloudflare itu?

 

Cloudflare merupakan suatu jaringan untuk pengiriman konten dimana jaringan Cloudflare tersebut berperan sebagai proxy untuk menghubungkan website dan pengunjung. Dengan kata lain, CloudFlare berperan sebagai penghubung antara server website dan pengunjung. Banyak orang tertarik untuk menggunakan CloudFlare karena bisa menjadikan loading website menjadi lebih cepat dan juga meningkatkan keamanan sebuah website.

Tidak menutup kemungkinan sebuah website mengalami serangan yang berabahaya oleh orang- orang yang datang berkunjung. Tahukah Anda, pengunjung website sendiri dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

 

  1. Visitor

    Visitor merupakan pengunjung (manusia) nyata yang mengunjungi website Anda.

  2. Robot dan Perayap

    Robot dan perayap merupakan pengunjung website yang berupa program serta bertujuan memindai tiap halaman website dan bisa menghabiskan bandwidth server dalam jumlah yang banyak.

  3. Attackers

    Attackers, merupakan pengunjung yang mempunyai tujuan melakukan serangan di website.

 

Fungsi CloudFlare

 

Banyak pemilik website yang menggunakan CloudFlare. Dengan menggunakan CloudFlare, name server secara otomatis akan mengikuti nameserver dari jaringan CloudFlare. Hal tersebut tentu akan membuat semua aktivitas yang ada di website akan tersaring serta bisa diakses dengan lebih cepat. CloudFlare sendiri mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai berikut :

 

  1. Untuk Mengawasi Tindakan Berbahaya di Website

    Fungsi CloudFlare yang pertama yaitu berfungsi untuk mengawasi tindakan berbahaya di website. Dalam hal ini, CloudFlare berperan untuk menerima berbagai permintaan akses yang selanjutnya akan dianalisa apakah pengunjung website tersebut merupakan pengunjung yang berbahaya atau tidak berbahaya.
     
    Hal itu bisa dilihat dari IP, sumber yang diakses, serta seberapa seringnya mengakses ke website Anda. Jika kunjungan itu terlihat seperti ancaman maka CloudFlare kemudian akan memblokirnya. Dengan menggunakan CloudFlare, situs Anda tentu bisa terhindar dari serangan yang berbahaya. Anda juga bisa melihat laporannya di dashboard CloudFlare.

  2. Mengarahkan Pengunjung ke Koneksi yang Paling Cepat

    CloudFlare akan mengarahkan pengunjung website ke data center yang paling dekat. Hal itu tentunya bisa mempercepat akses loading website lebih cepat dibandingkan ketika tidak menggunakan CloudFlare.

  3. Server proxy yang tersebar di sejumlah negara yang dimiliki CloudFlare

    mampu mengarahkan pengunjung menuju server terdekat. Kecepatan website Anda bisa lebih meningkat diakses oleh pengunjung. Hal itu tentu bisa sangat menguntungkan bagi Anda karena pengunjung website Anda bisa terus meningkat.

  4. Menyaring Komentar Spam

    Fungsi CloudFlare yang ketiga yaitu menyaring komentar spam yang ada di website Anda. Dengan menggunakan data diri pihak ketiga, CloudFlare mampu melindungi website Anda dengan cara menyaring komentar yang ada di website Anda.

  5. Browsing Offline

    Keempat yaitu memungkinkan pengunjung agar bisa tetap mengakses website dengan mode offline pada saat hosting sedang mengalami gangguan. Disini CloudFlare bertindak sebagai cache konten yang statis untuk suatu website misalnya gambar, CSS, javaScript, dan sebagainya. Ketika menggunakan CloudFlare, halaman website telah ada di dalam cache CloudFlare.

  6. Memberi Peringatan ke Pengunjung ketika Komputernya Terinfeksi Virus

    Fungsi CloudFlare selanjutnya yaitu memberi peringatan ke pengunjung ketika komputernya terinfeksi oleh virus. CloudFlare akan memberikan peringatan serta menyarankan pengunjung agar bisa segera membersihkan virus yang menyerang komputernya. Pengunjung biasanya akan diminta untuk memasukkan CAPTCHA ketika mengakses website Anda.

  7. Memberikan Laporan Visitor

    Fungsi CloudFlare keenam yaitu berfungsi menampilkan laporan visitor apakah visitor tersebut berupa robot mesin pencari, ancaman, dan lalu lintas pengunjung manusia.

  8. Mengurangi penggunaan dari Resource Server

    Fungsi CloudFlare yang terakhir yaitu mampu mengurangi penggunaan dari resource server, contohnya penggunaan CPU yang ada pada hosting. Selain itu, jika ada lonjakan pengunjung, beban server bisa tetap aman.

 

Lalu, Bagaimana Sih cara kerja CloudFlare?

Cara kerja CloudFlare yaitu melindungi dan juga mempercepat website dengan cara ketika website Anda sudah terdaftar dan telah berada di server CloudFlare, seluruh akses yang akan menuju website akan melalui CloudFlare terlebih dahulu. Secara otomatis, CloudFlare akan menjadikan pengiriman data di website dioptimalkan sehingga website tersebut memiliki kualitas kecepatan dan performa yang baik.

CloudFlare juga akan memblokir segala ancaman serta membatasi bot dan crawler yang boros bandwidth serta source server website. Hasil yang akan Anda peroleh yaitu peningkatan kualitas keamanan dan juga kecepatan.

Baca Juga : Mengenal CloudFlare – Web Performance & Security

 

Langkah untuk Setting CloudFlare

 

Anda bisa membuka setting CloudFlare di website WordPress Anda dan mengikuti langkah sebagai berikut:

 

  1. Membuat Akun

    Langkah yang pertama Anda bisa mengunjungi website CloudFlare yang resmi dan klik sign up. Kemudian lengkapi seluruh informasi yang diminta.

  2. Tambahkan Nama Domain

    Langkah yang kedua yaitu tambahkan nama domain dari website Anda. Setelah Anda memasukkan nama domain tersebut, klik pada tulisan Scan DNS Records agar bisa melanjutkan ke proses berikutnya.

  3. Cek DNS Records

    Setelah langkah kedua telah dilakukan dan proses scanning sudah selesai, selanjutnya Anda akan diminta untuk memasukkan informasi DNS mengenai nama domain. Anda dapat mengaktifkan maupun menonaktifkan ClouFlare pada subdomain tertentu.

  4. Arahkan Nama Domain menuju CloudFlare Nameserver

    Pada langkah ini, Anda harus memilih paket. Anda bisa pilih paket yang gratis kemudian klik continue. Setelah Anda memperoleh CloudFlare nameserver, selanjutnya domain nameserver Anda akan digantai. Lalu klik tombol continue.

  5. Menginstall Serta Konfigurasikan Plugin CloudFlare

    Langkah selanjutnya yaitu menginstall dan konfigurasikan plugin CloudFlare yang ada di WordPress.

 

Kesimpulan dan Penutup

Dari apa yang telah Kami jelaskan di atas, Anda tentu sudah lebih paham mengenai CloudFlare. Apabila Anda mempunyai website dan ingin website Anda memiliki kualitas kecepatan dan keamanan yang baik, Anda bisa mencoba menggunakan CloudFlare.

Dengan mengetahui fungsi CloudFlare yang sudah kami jelaskan diatas tentunya Anda sudah memiliki gambaran tentang seberapa besar manfaat yang akan Anda peroleh jika Anda menggunakan layanan CloudFlare.

Semoga pertanyaan yang muncul di fikiran Anda ketika mendengar istilah CloudFlare sudah bisa terjawab setelah Anda membaca artikel ini yang membahas tentang fungsi CloudFlare dan cara kerjanya. Jika Anda ingin kualitas kecepatan dan keamanan website Anda meningkat, Anda bisa menggunakan CloudFlare sebagai solusinya.

Related Post :

popup image