Mengenal Apa Itu DNS, Fungsi, Jenis-Jenis, Dan Cara Kerjanya

Development & Security, Web & Development / 1 | | 0

Istilah DNS server mungkin terdengar tidak asing, namun apakah Anda tahu apa yang di maksud dengan DNS server itu?. DNS adalah sebuah sitem yag diciptakan untuk mempermudah pencarian pada sistem komputer. DNS merupakan system yang mampu merubah URL di website menjadi bentuk sebuah IP Address. Tanpa adanya DNS pengguna harus mengetik IP Address dengan lengkap bila ingin mengunjungi suatu website.

DNS menjadi sebuah moderator atau penyampai diantara pengguna yang menggunakan konfigurasi berupa nama dan computer yang menggunakan konfigurasi angka. Kemampuan DNS adalah untuk meleburkan semua infomasi dan data yang diterima lalu menyajikan informasi yang dicari tadi dengan bahasa sederhana serta mudah.

Di dalam DNS ini adalah penggabungan semua sitem database yang terdistribusi ke dalam jaringan yang membuat permintaan tadi diubah menjadi hostname berdasarkan nomor IP spesifik yang dibaca oleh computer. Informasi dan asil pencarian kemudia akan disimpan ke dalam bentuk direktori yang berada pada server nama domain.

DNS juga mempunyai banyak informasi yang terkait dengan fungsi server, bagian dan kinerja yang berhubungan dengan setting domain. Untuk mengetahui lebih banyak mari simak penjelasan mengenai DNS berikut.

 

Mengenal Apa Itu DNS Server?

 

DNS sendiri merupakan singkatan dari Domain Name Server merupakan sebuah system yang menjadi penghubung antara Uniform Resource Locator atau URL dengan Internet Protocol Addrees atau IP Address. Secara umum, saat melakukan akses internet, Anda harus mengetikkan sebuah IP Address di salah satu website.

Cara ini selain tidak praktis juga merepotkan karena Anda diwajibkan mempunyai daftar lengkap setiap IP Addres website dan memasukkannya secara manual.

Secara sederhana, DNS merupakan sebuah system dengan meringkas beberapa pekerjaan, dengan ini Anda dapat hanya perlu mengingat dan mencatat nama domain serta memasukkanya pada address bar. Adanya DNS ini akan menjadi penerjemah domain itu ke dalam sebuah IP Address yang dipahami oleh computer.

Sebagai contoh, jika ingin melakukan akses Google, tanpa DNS Anda yang harus mengetikkan 172.217.0.142 menuju address bar, namun dengan DNS, Anda cukup mengetik Google(dot)com.

 

Apa Fungsi Dari DNS Server?

 

Setelah mengetahui pengertian dari DNS ada baiknya anda mengetahui juga apa fungsi yang ada pada DNS tersebut, sehingga bisa dikatakan bahwa server ini mempunyai peran penting dan sangat bermanfaat. DNS server mempunyai fungsi yang berhubungan dengan hal di bawah ini:

 

  1. Meminta beberapa informasi di IP Address pada salah satu website dengan dasar nama domain.
  2. Meminta beberapa informasi di URL pada salah satu website dengan dasar IP Address yang dimasukkan.
  3. Mencari salah satu server dengan tepat dalam pengiriman email.
  4. Fungsi di atas akan berjalan secara otomatis saat Anda mengakses internet. Jadi setelah mengetahui fungsi dari DNS server lebih baik ketahui juga kelebihan yang diberikan oleh DNS itu sendiri yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan akses internet.

Baca Juga : Cara Setting DNS Melalui cPanel

Kelebihan Pada DNS Server

 

Penggunaan DNS mempunyai kelebihan yang merubah kegiatan dan pencarian lebih praktis untuk para penggunanya, oleh karena itu setiap pengguna internet sangat memerlukan DNS server ini,. Berikut kelebihan- kelebihan dari system DNS yang bisa pengguna dapatkan :

 

  1. Internet semakin mudah

    Penggunaan IP address dirasa lebih kompleks dan memakan waktu maka dengan diciptakannya DNS bisa mampu menjembatani kemudahan diantara computer dengan penggunanya.

  2. Penggunaan konsisten

    Penggunaan nama IP Address bisa digunakan lagi, meski IP Address tersebut mengalami perubahan tetapi akses menuju sebuah website tetap aman meski IP Address telah berubah.

  3. Proses konfigurasi sangat mudah

    Apabila IP Address berubah, Anda dapat mengganti IP tersebut dengan IP yang berbeda. Caranya cukup mengupdate data untuk pencocokan DNS juga IP Address.

  4. Keamanan terjaga

    System pada DNS menampung berbagai kegiatan transfer data secara online dengan server DNS. DNS sendiri menjaga keamaan semua data dan bisa mencegah peretasan yang dilakukan oleh pihak yang curang. Setelah mengerti kelebihan dari DNS server itu sendiri, ketahui juga bagaimana kinerja atau cara kerja dari DNS server sehingga mencipatakan kemudahan dalam mengakses lebih mudah.

Baca Juga : Mengenal Track DNS di cPanel

 

Bagaimana Cara Kerja Dari DNS Server?

DNS melakukan pekerjaan melalui beberapa tahapan. Pertama adalah dengan proses meminta berbagai informasi atau dikenal dengan DNS query. Setelah itu dilanjutkan pada tahapan yang lain misalnya, DNS recursion, tahapan root nameserver, tahapan TLD nameserver, sampai tahapan authoritative. Lebih jelasnya, ikuti tahapan-tahapan dari cara kerja DNS lebih lanjut di bawah ini:

 

1. Tahapan DNS Query

 

Tahapan pertama yaitu DNS query yang merupakan istilah dalam teknis untuk meminta beberapa infromasi terkait dengan IP Address, pada tahapan ini diawali dengan mengetikkan sebuah URL dalam Address bar.

DNS server mencari berbagai informasi dalam filehosts, saat informasi yang dibutuhkan tidak ditemukan, maka server berusaha kembali mencari kepingan berbagai informasi (rekam informasi) yang telah tercacat terlebih dahulu atau biasa disebut dengan cache.

Pada tahapan ini ada 3 jenis DNS Query, yaitu recursive query, non-recursive query, juga iterative query. Pengertian dari masing-masing yaitu:

 

  1. Recursive query

    Ini termasuk user yang biasa memberi hostname dan selanjutnya DNS Resolver akan memberi jawaban. Jawaban yang diberikan mempunyai dua kemungkinan. Pertama, DNS menyediakan sebuah informasi yang relevan setelah melalui pencarian pada Root Server maupun Authoritative. Kedua, browser akan menampilkan pesan error sebab informasi yang dituju tidak dapat ditemukan.

  2. Iterative query

    Saat user memasukkan hostname, maka DNS resolver mencari sebuah cache relevan pada memori , apabila tidak ditemukan maka DNS resolver akan mencari beberapa informasi pada Root server serta Authoritative Name Server yang relevan sesuai DNS zone.

  3. Non-recursive query

    Tipe pencarian informasi yang paling tepat ini memerlukan system pencarian pada Root Server juga Authoritative Name Server sebab data sudah disiman di cache.

 

2. DNS Recursive Resolver atau DNS Recursor

 

Tahapan ini adalah tahapan awal dalam pencarian informasi. Saat URL dimasukkan dalam user tapi tidak mendapatkan hasil valid pada cache, maka system kembali menelusuri informasi pada cache internet service provider (ISP) atau penyedia internet.

3. Root Nama Server

 

Andaikan informasi yang dicari tidak dapat ditemukan pada ISP, system kemudian mencari sebuah informasi yang dibutuhkan dalam root name server, yaitu sebuah database yang bisa memberi jawaban atas pertanyaan berkaitan dengan nama domain juga IP Address. Disini adalah dalam kondisi server tidak mempunyai jawaban yang tepat akan informasi yang diperlukan.

 

4. TLD Name Server

 

Pada Root Name server, berbagai jenis informasi akan dibaca oleh server top-level domain, .ORG, .COM, ,AU, .EDU, .ID dan sebagainya. Infromasi yang dibaca akan diteruskan ke server yang mempunyai data yang diperlukan.

 

5. Authoritative Name Server

 

Bila clue telah ditemukan, maka Anda akan menuju authoritative name server. System ini punay berbagai informasi berkaitan dengan situs web. Saat informasi telah sesuai hasil, browser menampilkan berbagai situs web dalam halaman awal yang diminta, namun pencarian tersebut punya masa waktu sendiri.

Pencarian ini harus diulang dalam memastikan berbagai informasi untuk penampilan tetap pada up-to-date. Tetapi, berbagai informasi yang disimpan dengan cache pada device digunakan supaya proses query cepat berjalan.

 

Kesimpulan dan Penutup

Melalui artikel ini Anda menjadi lebih mengenal dan mengetahui bagaimana sebuah website yang Anda cari dapat muncul dan ditemukan tidak hanya cepat tetapi juga mudah. Penciptaan DNS ini tentunya sangat banyak membantu pengguna internet dalam menemukan informasi yang mereka perlukan dalam hitungan detik namun tetap memberi hasil yang akurat.

Pengguna juga dapat melakukan perubahan dan pengaturan control mereka sendiri sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada lagi cara manual yang memasukkan data alamat satu persatu secara manual, cukup dengan mengingat dan mengetikkan nama domain yang ingin Anda layari saja dan DNS akan secara otomatis langsung menerjemahkannya.

Proses rumit dan kesalahan penulisan pun akan dapat dihindari, karena DNS juga akan memberikan informasi yang sekiranya bersangkutan atau relevan jika domain yang Anda tuju kurang jelas. Semoga informasi mengenai DNS ini bermanfaat bagi Anda dalam kegiatan berselancar di dunia maya.

Related Post :