Mengenal Apa Itu Full Stack Developer, Definisi dan Jenisnya

Serba Serbi, Tips & Tricks / 0 | | 0

Dalam dunia pemrograman perangkat lunak, pengembang dituntut menjadi serba bisa dalam segala hal. Pengembang saat ini harus dapat membantu dengan berbagai tahap pengembangan dan memiliki fleksibilitas dan manajemen waktu untuk membantu semua tingkat tim pengembangan. Inilah yang disebut dengan full stack developer karena pengembang tidak hanya menguasai back end atau front end saja tetapi juga keduanya.

Full stack developer sendiri adalah seorang insinyur yang bekerja di sisi klien dan sisi server dari aplikasi perangkat lunak. Jenis pengembang ini bekerja pada full stack dari aplikasi perangkat lunak yang berarti pengembangan front end, pengembangan back end, database, server, API, dan sistem pengontrol versi. Oleh karena banyaknya bidang yang dikuasai maka mereka yang bekerja dengan semua bagian pengembangan ini disebut full stack developer.

Mereka yang bekerja sebagai full stack developer vertanggung jawab untuk menerjemahkan persyaratan pengguna ke dalam arsitektur keseluruhan dan mengimplementasikan sistem baru. Meski tidak diharuskan menguasai semua teknologi, namun profesional diharapkan untuk bekerja di sisi klien dan juga server dan memahami apa yang terjadi saat mengembangkan aplikasi. Simak selanjutnya mengenai pengembang serba bisa di penjelasan dibawah ini.

 

Definisi Full Stack Developer

Mengenal Apa Itu Full Stack Developer, Definisi dan Jenisnya
 

Teknologi full stack mengacu pada seluruh kedalaman aplikasi sistem komputer, dan pengembang tumpukan penuh mengangkangi dua domain pengembangan web yang terpisah yakni front end dan back end. Bagian front end mencakup segala sesuatu yang dapat dilihat dan berinteraksi dengan klien, atau penampil situs. Sebaliknya, bagian back end akan mengacu pada semua server, database, dan arsitektur internal lainnya yang menggerakkan aplikasi yang biasanya, pengguna akhir tidak pernah berinteraksi dengan ranah ini secara langsung.

Dari sini bisa dikatakan bahwa full stack layaknya supermarket serba ada dimana semua yang dibutuhkan untuk merancang proyek tersedia lengkap di satu tempat saja. Pengembang front end bekerja untuk mengoptimalkan bagian aplikasi yang terlihat untuk browser web dan perangkat seluler. Bagian ini biasanya dibuat dengan HTML, CSS, JavaScript, dan lain-lain. Sedangkan pengembang back end, sebaliknya, memperbaiki kode perangkat lunak yang berkomunikasi dengan server, database, atau perangkat lunak berpemilik lainnya yang menyampaikan informasi ke antarmuka front end.

Para pengembang yang berpengetahuan luas di kedua hal ini disebut pengembang full stack, yang berarti mereka fasih dalam kedua disiplin ilmu. Adapun istilah full stack developer itu sendiri berasal dari masa-masa awal web, ketika situs web masih kecil dan cukup sederhana untuk memungkinkan satu orang menangani setiap aspek pembuatan situs. Namun dalam beberapa dekade sejak hari-hari awal itu, web telah berkembang semakin kompleks. Munculnya pembelajaran mesin, komputasi prediktif, dan desain responsif telah membuatnya menantang untuk satu pengembang untuk menangani setiap aspek dalam membangun dan mendesain situs atau aplikasi.

 

Baca Juga  :    Laravel Developer : Job Desk, Tugas Kerja dan Skill

 

2 Jenis Disiplin Ilmu yang Harus Dikuasai Full Stack Developer

Dengan permintaan tinggi saat ini maka tuntutan akan developer yang tangguh dan menguasai banyak disiplin ilmu juga semakin meningkat. Sementara beberapa tuntutan peran pengembang tumpukan penuh akan bergantung pada industri dan pekerjaan spesifik mereka, semuanya tetap harus memiliki kumpulan inti keterampilan pengembangan front dan back end yang sama. Berikut 2 bidang ilmu yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang full stack developer.

 

Front End Developer

Front end atau juga atau sisi klien, adalah praktik menghasilkan antarmuka yang dapat dilihat pengguna akhir. Tujuan utama pengembang front end adalah mengembangkan platform yang menyenangkan secara visual dan mudah digunakan. Pengembangan front end menjadi lebih rumit karena pengguna berinteraksi dengan situs melalui perangkat yang berbeda, seperti smartphone, tablet, dan desktop. Seorang pengembang perlu memastikan situs dirender dengan benar di berbagai browser, sistem operasi, dan jenis perangkat yang berbeda. Persyaratan untuk pengembangan front end selalu berkembang seiring dengan diperkenalkannya teknologi baru, namun, ada beberapa keterampilan front end yang harus dikuasai oleh semua pengembang full stack yang meliputi:

  • HTML
  • Manipulasi DOM
  • JavaScript
  • CSS

 

Baca Juga  :    Rekomendasi Aplikasi PHP Editor Terbaik untuk Developer

 

Back End Developer

Back end developer mengacu pada pekerjaan yang berlangsung di belakang layar situs atau aplikasi yakni keseluruhan arsitektur yang mendasari produk yang mencakup database, server, dan perangkat lunak berpemilik perantara lainnya. Pengembang harus tahu bagaimana mengatur logika suatu sistem sehingga program atau situs web yang menyeluruh dapat berjalan dengan baik. Semua kerangka kerja dan pustaka harus diintegrasikan ke dalam aplikasi dan diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengembang lain untuk mempertahankan basis kode itu dari waktu ke waktu. Untuk mencapai tujuan ini, pengembang back end harus memiliki seperangkat keterampilan dasar yang kuat yang mencakup:

  • Java
  • SQL/NoSQL
  • Python
  • Pemrograman berorientasi objek

 

Baca Juga  :    Profesi Web Developer : Job Deskripsi, Tugas, Kualifikasi, dan Tanggung Jawabnya

 

Tugas dan Daftar Pekerjaan Full Stack Developer

Mengenal Apa Itu Full Stack Developer, Definisi dan Jenisnya
 

 

Seperti yang diketahui, full stack developer adalah paket lengkap dari banyak bidang ilmu dalam pengembangan baik itu front end dan juga back end. Ini berarti seorang pengembang full stack harus memiliki beberapa keterampilan dalam berbagai relung pengkodean, dari basis data hingga desain grafis dan manajemen UI/UX untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Secara singkat, mereka yang menjadi pengembang full stack harus siap membantu dimanapun dibutuhkan karena mereka menguasai banyak hal yang akan membuat proses pengembangan lebih cepat. Beberapa tanggung jawab pengembang full stack meliputi:

  • Membantu dengan desain dan pengembangan perangkat lunak
  • Merancang interaksi pengguna pada aplikasi web itu sendiri
  • Menguji dan men-debug perangkat lunak agar tetap optimal
  • Memastikan kompatibilitas dan pengoptimalan lintas platform
  • Menulis kode bersih untuk bagian depan dan belakang perangkat lunak
  • Mengembangkan API dan layanan RESTful
  • Membuat server dan database untuk bagian belakang perangkat lunak
  • Menguji dan memelihara desain aplikasi yang responsif
  • Bekerja dengan desainer grafis untuk merancang fitur baru
  • Mengikuti kemajuan teknologi untuk mengoptimalkan perangkat lunak mereka
  • Mempertimbangkan keamanan, pemeliharaan, skalabilitas, dan lainnya saat mengembangkan
  • Mengkomunikasikan efektivitas teknologi yang muncul kepada pengambil keputusan

 

Baca Juga  :    Rekomendasi Situs Belajar Coding (Developer) untuk Pemula dan Gratis

 

Kesimpulan dan Penutup

Proses yang terlibat dalam pengembangan aplikasi perangkat lunak terutama terbagi dalam dua kategori yakni pengembangan front-end dan pengembangan back-end, dimana kedua hal ini jelas tidak terpisahkan. Pengembangan front-end menangani sisi klien dari aplikasi dimana pengembang front-end memastikan produk akhir menarik secara visual dan ramah pengguna. Disis lain pengembangan back-end memperkuat sisi server aplikasi dimana pengembang back-end bertanggung jawab untuk menggunakan bahasa pemrograman untuk bertukar informasi antara browser dan database back-end.

Dari kedua jenis pengembangan ini, hadir full stack developer yang merupakan pengembang yang menguasai kedua disiplin ini. Secara sederhana, full stack developer adalah kumpulan beberapa komponen dalam aplikasi perangkat lunak yang bekerja bersama untuk memastikan kelancaran aplikasi. Ini termasuk produk perangkat lunak, tambalan, kerangka kerja pengkodean, server, sistem operasi, alat basis data, dan sebagainya. Tidak mengherankan jika bidang pekerjaan full stack developer semakin dicari dan bagi pengembang yang menguasai banyak hal, bisa menjadikannya sebagai profesi yang menjanjikan.
 

 

 

 

Related Post :